Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 198485 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Bhimo Bhaskoro
"Penerapan teknologi informasi sudah menjadi hal yang jamak dilakukan oleh berbagai perusahaan. Begitu juga dengan PT. Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai perusahaan yang bergerak di bidang asuransi. Dalam penelitian ini dijelaskan lebih detil proses bisnis yang berhubungan dengan nasabah asuransi, yaitu proses bisnis pembuatan polis dan pengajuan klaim asuransi. Penerapan teknologi informasi diharapkan mampu meningkatkan daya saing perusahaan terhadap kompetitor. Untuk memaksimalkan penerapan teknologi informasi yang dilakukan, perusahaan membutuhkan rencana penerapan teknologi informasi yang salah satunya melalui rancangan arsitektur enterprise. Penelitian ini menitikberatkan pada masalah penumpukkan pertanyaan yang tidak teratasi dengan baik di Biro Humas. Masalah tersebut timbul karena proses pemonitoran polis dan klaim asuransi belum berjalan dengan baik. Hal tersebut diakibatkan belum adanya arsitektur enterprise yang mampu mendukung pemonitoran polis dan klaim asuransi. Oleh karena itu, penelitian ini akan membahas tentang rancangan arsitektur enterprise untuk layanan pemonitoran polis dan klaim asuransi yang ada di Jasindo. Perancangan infrastruktur tersebut dilakukan secara bertahap mengacu pada kerangka kerja The Open Group Architecture Framework (TOGAF. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini mengikuti TOGAF Architecture Development Method (ADM) sampai dengan fase opportunities and solutions. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan solusi perancangan infrastruktur untuk layanan monitoring klaim dan polis asuransi yang ada di Jasindo.

The implementation of information technology has conducted by various companies in this era. PT. Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) as a company engaged in the field of insurance is also use information technology. In this study described in detail the business processes related to insurance customers, namely the business process of making policy and filing insurance claims. The application of information technology is expected to enhance the company's competitiveness against competitors. To maximize the implementation of information technology, the company requires the application of information technology plan is one of them through the design of Enterprise Architecture. This study focuses on the problem of accumulation of questions that are not well resolved in the Bureau of Public Relations. The problem arises because the process of policy monitoring and insurance claims have not been going well. This is due to the lack of Enterprise Architecture that can support policy monitoring and insurance claims. Therefore, this research will be discussed about the design of infrastructure for information technology services and insurance claims monitoring policy that is in Jasindo. The design is done in stages infrastructure refers to the framework of The Open Group Architecture Framework (TOGAF). Steps being taken in this study follows the TOGAF Architecture Development Method (ADM) to the opportunities and solutions phase. This study is expected to provide a solution for the design of infrastructure monitoring services and insurance claims is in Jasindo.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2014
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Purwanto
"Kapabilitas yang dimiliki perusahaan untuk menopang bisnis yang dilaksanakan bisa dilihat dari proses yang ada di dalam perusahaan dan infrastruktur yang dimiliki. Penelitian yang dilaksanakan berangkat dari permasalahan banyaknya opportunity cost yang terbuang akibat dari penumpukkan barang di gudang. Penumpukkan tersebut disebabkan oleh tidak berjalannya layanan pemonitoran stok barang karena belum ada infrastruktur teknologi informasi yang mendukung. Oleh karena itu, perlu dirancang infrastruktur teknologi informasi untuk kebutuhan tersebut. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja The Open Group Architecture Framework (TOGAF) yang dimodifikasi untuk kebutuhan desain Service Oriented Architecture (SOA).
Perancangan infrastruktur diawali dengan pengidentifikasian prinsip bisnis perusahaan, serta stakeholders, concern, dan requirement yang terlibat dan dibutuhkan untuk layanan pemonitoran stok barang. Setelah itu, disusun prinsip-prinsip arsitektur dan visi arsitektur layanan. Berdasarkan prinsip arsitektur dan visi arsitektur kemudian dirancanglah arsitektur yang sesuai dengan kebutuhan layanan pemonitoran stok barang. Rancangan infrastruktur layanan diturunkan dari rancangan arsitektur tersebut. Pada akhir penelitian diketahui bahwa terdapat satu buah aplikasi yang perlu dibuat, tiga buah aplikasi yang perlu ditingkatkan, satu buat perangkat baru yang perlu diadakan, dan tiga buah perangkat teknologi lain yang perlu ditingkatkan.

Capability of the company to sustain it’s business can be observed from the existing processed and infrastructure. This research was conducted from much wasted opportunity cost which is caused by accumulation inventory problem in the warehouse. This problem arised by inventory monitoring services which is not running. That’s because there is no supporting information technology infrastructure. Therefore, the information technology infrastructure need to be designed. This research conducted by following The Open Group Architecural Framework (TOGAF) which is modified to the needs of Service Oriented Architecture (SOA).
This researh begins by identifying company business principles, stakeholder, concern, and requirements involved for inventory monitoring services. Furthermore, principles of architecture and architecture vision were established. Based on them, the architecture design for inventory monitoring service were constructed. The design of services architecture is derived from the architectural design. At the end of the research, noted that there are one aplication need to be created, three application that need to be upgraded, one new technology need to be procured, and three other technology need to be upgrade.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2014
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Riyanto Sarno
Yogyakarta: Andi, 2012
004.068 RIY a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Prima Riko Riawan P.
"Berkembangnya sistem informasi dan teknologi informasi (TI) menyebabkan kebutuhan SI/TI pada perusahaan-perusahaan meningkat. Kebutuhan terhadap TI menyebabkan perusahaan-perusahaan harus terus menambah dan memperbaharui perangkat-perangkat atau teknologi baru dari sektor TI sekitar tiap tiga sampai lima tahun. Proses penambahan dan pembaharuan dilakukan karena kebutuhan TI sebagai strategi bisnis membawa manfaat bagi perusahaan. Oleh karena kebutuhan TI yang semakin meningkat, maka perusahaan melakukan perencanaan kedepan agar pertumbuhan atau kebutuhan bisnis akan TI dapat ditangani dengan biaya yang dapat diminimalisir salah satunya dengan melakukan teknologi virtualisasi. Dengan menggunakan kerangka kerja dari TOGAF, penelitian ini mencoba menyusun solusi yang tepat tentang bagaimana merancang infrastruktur adaptif berbasis virtualisasi. Langkah- langkah pada framework TOGAF dilakukan untuk memastikan bahwa solusi yang dihasilkan selaras dengan keperluan bisnis dengan mempertimbangkan keadaan yang ada saat ini. Teknik­ teknik pengumpulan data untuk menunjang penelitian ini adalah observasi, wawancara dengan pihak terkait dan studi literatur. Data yang telah didapatkan diolah untuk menghasilkan suatu solusi yang efektif untuk SI/TI dari PT. Bukaka Teknik Utama. Hasil dari penelitian ini adalah suatu solusi arsitektur SI/IT yang adaptif, efektif dan efisien bagi PT Bukaka Teknik Utama. Dengan menggunakan konsep virtualisasi sebagai solusi teknologi, diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat.

Development of information systems and information technology (IT) cause needs SI / IT companies increased. The need to lead IT companies should continue to add renew or upgrade a device or device - new technology of the IT sector, about every three to five year. Renewal process and the addition is done because of the need of IT as a business strategy to bring benefits to the company. Because of the ever increasing IT needs, the company did plan ahead so that the growth of IT or business needs will be handled at a cost that can be minimized either by doing virtualization technology. With the use of TOGAF framework, this study attempts to construct a perfect solution about how to design an adaptive infrastructure based on virtualization. The steps on the TOGAF framework to ensure that solutions are produced in line with business needs to consider the circumstances that exist today. Techniques of data collection to support this research is observation, interviews with stakeholders and literature study. The data has been obtained is processed to produce an effective solution to IS/IT from PT. Bukaka Teknik Utama. The results of this research is an architecture solution of IS/IT is adaptive, effective and efficient for PT. Bukaka Teknik Utama. By using the concept of virtualization as a technology solution, expected to be the perfect solution.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2014
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Layanan Berorientasi Arsitektur (SOA) merupakan framework untuk mengintegrasikan proses bisnis dan mendukung infrastruktur TI secara aman, layanan komponen standar yang dapat digunakan kembali dan dikombinasikan untuk mengatasi perubahan prioritas bisnis. Layanan merupakan blok bangunan SOA, di mana aplikasi baru dapat dibangun melalui konsumsi layanan ini dan merancang layanan dalam proses bisnis. Dalam SOA, layanan dipetakan ke fungsi bisnis yang diidentifikasi selama analisis proses bisnis. Setelah keberhasilan implementasi SOA, perusahaan memperoleh keuntungan diantaranya mengurangi waktu pengembangan, memanfaatkan fleksibilitas dan struktur aplikasi responsif, dan mengikuti konektivitas dinamis dari logika aplikasi antara mitra bisnis. Paper ini menyajikan cetak biru referensi arsitektur SOA sebagai blok bangunan SOA yang merupakan komponen pelayanan jasa, dan arus yang bersama-sama mendukung proses bisnis perusahaan dan tujuan bisnis.

Abstract
Service Oriented Architecture (SOA) is a framework for integrating business processes and supporting IT infrastructure as secure, standardized components services that can be reused and combined to address changing business priorities. Services are the building blocks of SOA and new applications can be constructed through consuming these services and orchestrating services within a business process. In SOA, services is map to the business functions that are identified during business process analysis. Upon a successful implementation of SOA, the enterprise gain benefit by reducing development time, utilizing flexibility and responsive application structure, and following dynamic connectivity of application logics between business partners. This paper presents SOA reference architecture blueprint as the building blocks of SOA which is services, service components and flows that together support enterprise business processes and the business goals."
[Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Universitas Bina Nusantara dan STMIK JIBES], 2009
pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1993
S38457
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Reza Erlangga
"Ketersedian bandwidth merupakan hal yang sangat penting bagi setiap aphkasi multimedia dan juga salah satu faktor penentu QoS pada. Ada beberapa metode estimasi yang digunakan untuk mencari nilai bandwidth baik kapasitas bandwidth maupun bandwidth yang tersisa. Metode ini menggunakan paket UDP yang akan bekerja pada layer aplikasi. Pada skripsi dilakukan analisa perbandingan terhadap metode packet pair, packet train dan packet triplet. Data-data yang digunakan dalam skripsi ini diambil dari referensi [2J,[3] yang digunakan. Pengambilan data menggunakan program network simulator.
Skripsi ini mengestimasi kapasitas banchvidth dengan mengirimkan sejumlah pasangan paket, gabungan paket (packet train), dan packet triplet dengan jarak interval waktu tertentu dan mengukur dispersi interval waktu tersebut ketika diterima pada sisi receiver. Pengujian ini dilakukan pada jaringan bertopologi bus dan menguji kapasitas bandvidth dalam traffic tertentu. Hasil analisa menunjukkan bahwa packet triplet memiliki keunggulan yang tidak dimilii oleh packet pair dan packet train."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S40130
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Harahap, Indarti Primora Barlianta
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1992
S37982
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1992
S37993
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Michael Thiotrisno
"Stream Control Transport Protocol (SC 7 P) merupakan protokol lapisan transport yang handal, connection-oriented (berbasis pada message-oriented dan message-stream. Walaupun awalnya ditujukan untuk kebutuhan bidang telekomunikasi, tetapi berbagai fitur SCTP memungkinkan SCTP menjadi alternatif protokol jaringan komputer.
Fitur-fitur SCTP antara lain: multihoming, multistreaming, fast retransmit, fast recovery, error control, congestion control, SACK dan reliable transmission. Mekanisme pengiriman paket SCTP dianalogikan sebagai multiple stream sehingga dapat mencegah terjadinya Head of Line HiOL) Blocking Finn multihomfng dapat mendeteksi dan mengantisipasi kegagalan jalur transmisi dengan menyediakan jalur alternatif. Mekanisme congestion control, fast retransmit dan SACK memunglrinlfan SCTP meryaga lcyu throughput, menangani kehilangan puke! secara efisien dan ekkljf dan mencapaf rhrrmghpm' yang lebih ringgi dibandinglran TCP.
Pada simulasi ini, SCTP mampu mencapai throughput yang lebih tinggi dibandingkan TCP dengan persentase 30%-100% pada trafic CBR dan 100%-300% pada aplikasi FTP dengan tingkat fairness yang cukup tinggi yaitu 0. 70-0. 99. Peningkatan waktu simulasi menghasilkan nilai parameter unjuk kerja jaringan yang lebih stabil Peningkatan delay propagasi jalur bottleneck menyebabkan peningkatan RIT sehingga total throughput, packet loss rate dan ulilisasi jalur menurn.
Peningkaran jumlah sesi pada kapasitas bandwidth kecil menghasilkan peningkatan total throughput dan utilisasi jalur mencapai 90%-99%, tetapi menyebablfan peningkatan PLR hingga 12% dan penurunan indeks fairness hingga 0. 70. Penerapan SCTP bersama TCP dalam sam jaringan unicast umumnya tidak menurunkan unjuk kerja jaringan maupun TCP dan menghasilkan tingkat fairness yang cukup tinggi."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S40108
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>