Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 106005 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Diah Anggraeni Jatraningrum
"ABSTRAK
Pada penelitian ini disimulasikan fermentor bioetanol untuk produksi skala besar.
Fermentor yang digunakan adalah tangki berpengaduk. Pengaduk yang digunakan
adalah propeler kapal bersudu tiga yang dipasang dari samping bawah tangki.
Dalam simulasi ini divariasikan kecepatan rotasi dan geometri propeler yang dapat
mempengaruhi yield dan konversi. Simulasi dilakukan berdasarkan konsep
dinamika fluida komputasional (CFD) dengan mempertimbangkan neraca
momentum aliran turbulen k-ε, neraca massa, dan kinetika reaksi. Hasil dari
simulasi model menunjukkan kesesuaian yang baik dengan data produksi di pabrik
bioetanol PT. Xyz untuk waktu fermentasi selama 40 jam. Kecepatan alir fluida
mempengaruhi laju pertumbuhan yeast, yang pada akhirnya mempengaruhi
konversi glukosa dan yield bioetanol. Konversi glukosa tertinggi adalah 51,37%
dan yield bioetanol tertinggi adalah 90,28% yang diperoleh pada diameter propeler
1000 mm, kecepatan rotasi propeler 500 rpm, jarak antar propeler 90o dan sudut
pemasangan shaft terhadap bidang horisontal 0o.

ABSTRACT
In this research, the large-scale fermentor for bioethanol production was simulated.
Configuration of fermentor is a stirred tank. Configuration of impeller is side-entry
three-bladed marine propeller that mounted on the bottom of the tank. This
simulation varying rotation speed and geometry of propeller that all of these are
known to affects yield and conversion. The simulation was performed based on the
concept of computational fluid dynamics (CFD) by considering momentum
balances of turbulent flow k-ε, mass balances, and reaction kinetics. The results
from the model?s simulations shows good agreement with the production data in a
bioethanol plant PT. Xyz for 40 hours fermentation. Fluid velocity affects yeast
growth rate, which in turn affects glucose conversion and bioethanol yield. The
highest glucose conversion is 51.37% and the highest yield is 90.28% which
obtained with diameter of propeller 1000 mm, rotation speed 500 rpm, spacing
between the propellers 90o and mounting angle of shaft against horizontal plane 0o."
Depok: [Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Fakultas Teknik Universitas Indonesia], 2014
T41828
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Setijo Bismo
"ABSTRAK
Meningkatnya penggunaan energi dan semakin berkurangnya persediaan energi konvensional telah mendorong para peneliti untuk mencari bentuk energi alternatif lain, dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar kita. Dengan ketersediaan potensi limbah organik yang berasal dari limbah pertanian, memungkinkan kita untuk mendapatkan sumber energi baru dan energi bersih lingkungan, yaitu dengan memanfaatkan keberadaan mikroorganisme pengurai bahan atau limbah organik di dalam suatu tangki pencerna kedap oksigen/udara (anaerobic digester) menjadi gas-bio.
Dengan adanya kemungkinan seperti disebutkan di atas, maka yang menjadi kebutuhan utama lainnya adalah suatu digester yang dapat beroperasi dengan baik untuk suatu proses anaerobis. Proses tersebut dapat berlangsung dengan baik apabila kinerja digester gas-bio yang digunakan sesuai dengan kondisi-kondisi alamiah (fisika, kimia, dan biologis) yang diperlukan mikroorganisme bembentuk gas-bio.
Pada penelitian yang kami lakukan, digester yang digunakan adalah berdasarkan hasil rancangan sendiri, untuk itu pada tahap awal diperlukan suatu kajian dan evaluasi rancang bangun terhadap digester gas-bio generasi baru tersebut sehingga kinerja peralatan baru tersebut dapat dikenali dengan baik. Disamping itu, kajian dan evaluasi ini dimaksudkan juga untuk mengantusipasi permasalahan yang akan timbul pada saat pengoperasian digester dan mencarikan kemungkinan-kemungkinan pemecahan atas permasalahan tersebut.
Dari hasil pengoperasiannya untuk limbah jerami padi, ternyata perlatan baru ini memang sudah mampu menghasilkan gas-bio yang mempunyai kandungan metana sampai sekitar 50% dengan nilai kalor kurang lebih 15MJ/M^3 dengan kebutuhan waktu retensi hanya sekitar 17 hari. Namun, dari segi rancang bagun, peralatan ini masih memerlukan penyempurnaan seksama pada bagian-bagian tertentu.
Jika melihat potensi bahan organik dan nilai kalor yang dikandung gas-bio dan juga jika dihubungkan dengan adanya rancangan Pemerintah Republik Indonesia untuk mengurangi subsidi terhadap beberapa bahan bakan minyak (BBM), terutama minyak tanah dan solar, pada PJP II ini, maka peranan gas-bio akan dapat semakin menonjol atau sekurang-kurangnya dapat mempunyai potensi sebagai bahan bakar pengganti pada peralatan-peralatan tertentu."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1995
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
"Hydrodynamic charactersitic for the mixing of gas-solid-liquid in membrane bioreactor submerged (MBRs) and its influence on mass transfer was studied computationally at various solid concentration, incoming gas rate and the befle distance
"
IPTEKAB
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Kusmiyati (2010) Comparasion of iles-iles and cassava tubers as a Saccharomyces cerevisiae substrate fermentation for bioethanol production. Nusantara Bioscience 2: 7-13. The production of bioethanol increase rapidly because it is renewable energy that can be used to solve energy crisis caused by the depleting of fossil oil. The large scale production bioethanol in industry generally use
feedstock such as sugarcane, corn, and cassava that are also required as food resouces. Therefore, many studies on the bioethanol process concerned with the use raw materials that were not competing with food supply. One of the alternative feedstock able to utilize
for bioethanol production is the starchy material that available locally namely iles-iles (Amorphophallus mueller Blum). The contain of
carbohydrate in the iles-iles tubers is around 71.12 % which is slightly lower as compared to cassava tuber (83,47%). The effect of
various starting material, starch concentration, pH, fermentation time were studied. The conversion of starchy material to ethanol have
three steps, liquefaction and saccharification were conducted using α-amylase and amyloglucosidase then fermentation by yeast
S.cerevisiaie. The highest bioethanol was obtained at following variables starch:water ratio=1:4 ;liquefaction with 0.40 mL α-amylase
(4h); saccharification with 0.40 mL amyloglucosidase (40h); fermentation with 10 mL S.cerevisiae (72h) producing bioethanol 69,81
g/L from cassava while 53,49 g/L from iles-iles tuber. At the optimum condition, total sugar produced was 33,431 g/L from cassava
while 16,175 g/L from iles-iles tuber. The effect of pH revealed that the best ethanol produced was obtained at pH 5.5 during
fermentation occurred for both cassava and iles-iles tubers. From the results studied shows that iles-iles tuber is promising feedstock
because it is producing bioethanol almost similarly compared to cassava. "
570 NBS 2:1 (2010)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Osman Abhimata Nugraha
"Renewable diesel atau bahan bakar diesel terbarukan adalah bahan bakar diesel alternatif yang dibuat dari hydrotreating minyak nabati dan memiliki struktur kimia yang sangat mirip dengan bahan bakar diesel konvensional, yaitu alkana rantai lurus C15-C18. Penelitian ini difokuskan pada pemodelan trickle-bed reactor skala besar untuk memproduksi renewable diesel melalui reaksi hydrotreating minyak nabati non-pangan dengan katalis NiMoP/Al2O3.
Model yang dibuat adalah model trickle-bed reactor 2D axissymmetric berbentuk silinder tegak dengan diameter 1,5 m dan tinggi 6 m dengan mempertimbangkan perpindahan massa, momentum, dan energi di fasa gas, cair, dan padatan katalis. Reaktor yang dimodelkan berisi katalis berbentuk bola dengan diameter 1/8 inch, dengan kondisi operasi: tekanan 500 psig dan suhu umpan 325oC. Triolein dengan konsentrasi sebesar 5% wt di dalam pelarut dodekana diumpankan ke dalam reaktor sebagai fasa cair, dan hidrogen dengan perbandingan 188 mol hidrogen/ mol triolein diumpankan sebagai fasa gas. Kecepatan umpan gas masuk adalah sebesar 0,2 m/s.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa konversi minyak nabati (triolein) adalah sebesar 10,6%, yield produk sebesar 2,17% wt, dan kemurnian produk sebesar 2,14% wt. Untuk mencapai konversi dan kualitas produk yang lebih tinggi, simulasi lebih lanjut dilakukan dengan memvariasikan kecepatan gas umpan pada kondisi isotermal. Kondisi optimum yang diperoleh untuk reaktor isotermal adalah kecepatan gas umpan sebesar 0,005 m/s dengan konversi 99,1%, yield 81,7%, dan kemurnian produk 56,1% wt.

Renewable diesel is an alternative fuel used in diesel engines which is mainly made from vegetable oils and has very similar chemical structure with fossil diesel fuel. Renewable diesel consists mainly of straight-chain alkanes in the range of diesel fuel (C15-C18). This research is focused on modeling a large-scale trickle-bed reactor to produce renewable diesel via non-edible vegetable oil hydrotreating with NiMoP/Al2O3 catalyst.
The two-dimensional axisymmetry of a non-isothermal vertical cylindrical trickle-bed reactor with the diameter of 1.5 m and the height of 6 m was modeled using computational fluid dynamics by considering mass, momentum, and energy transfer in gas, liquid and solid phases. The reactor is packed with spherical catalyst particles of 1/8-inch diameter under the the pressure of 500 psig and the inlet temperature of 325 oC. Triolein of 5% wt in dodecane is fed as liquid phase, and hydrogen of 188 mol hydrogen/triolein is fed as gas phase. The inlet gas velocity is 0.2 m/s.
The simulation results show that the vegetable oil (triolein) conversion is 10.6%, the product yield is 2.17% wt and the product purity is 2.14% wt. To achieve higher conversion and product quality, further simulation is conducted by varying the inlet gas velocity for isothermal condition. The optimum condition is reached at inlet gas velocity of 0.005 m/s, with 99.1% conversion, 81.7% wt yield, and 56.1% wt product purity.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S63150
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adhi Waskitajati
"Cadangan energi primer yang terus menipis mendorong manusia untuk berusaha mencari sumber energi lain sebagai penggantinya. Energi alternatif sebagai energi yang mampu diperbarui diharapkan dapat menjadi solusi untuk diversifikasi bahkan menjadi pengganti sumber energi primer seperti bahan bakar minyak. Salah satu pemanfaatan energi alternatif adalah konversi biomassa menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan bakar. Untuk mengaplikasikan energi alternatif tersebut, dalam penelitian ini dilakukan pembuatan prototype, pengujian dan simulasi pada satu digester anaerob sebagai alat utama penghasil biogas. Tujuannya adalah ingin mengetahui berapa banyak biogas yang mampu dihasilkan oleh alat uji dan mensimulasikan reaksi kimia yang terjadi di dalam digester serta mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pengujian dilakukan dengan memberikan input slurry dengan substrat eceng gondok (Eichhornia crassipes) sebanyak 4×10-3 m3/hari pada temperatur 290C dengan periode hydraulic retention time 40 hari. Pada pengujian di peroleh volume biogas total yang dihasilkan sebesar 461×10-3 m3. Sedangkan pada simulasi CFD dilakukan simulasi reaksi C6H12O6 menjadi CH4 dan CO2. Hasil yang diperoleh pada simulasi menunjukan bahwa fraksi massa untuk CH4 dan CO2 yang diperoleh masing-masing sebesar 0,2477 dan 0,7129. Selisih fraksi massa antara CH4 dan CO2 secara teoritis terhadap fraksi massa hasil simulasi secara berturut-turut bernilai 9,81 % dan 2,34 %.

Primary energy reserves are going declining and people seek other energy sources as a replacement. Today, alternative energy sources or renewable energy sources are being constantly developed and utilized. Alternative energy is the energy that can be renewed and expected become a solution to diversify or even be a substitute for primary energy sources such as fuel oil. One of the utilization of alternative energy is the biomass conversion into biogas which can be utilized as a fuel source. In this study, the author develop prototyping, testing and simulation of anaerobic digester to produce biogas. The objective is to find out how much biogas could be produced by a prototype and to simulate the chemical reaction occur inside the digester and also to study the factors that influence the performance of biogas production. Testing conducted by feeding the slurry of water hyacinth (Eichhornia crassipes) as much as 4×10-3 m3/day at a temperature of 290C with 40 days hydraulic retention time. For the result, total volume of biogas reached 461×10-3 m3. The CFD simulations conducted reaction of C6H12O6 into CH4 and CO2. The simulation results obtain the range of mass fraction for two species CH4 and CO2 are 0 - 0.2477 and 0 - 0.7529, respectively. Difference mass fraction value between CH4 and CO2 theoretically against the simulation results are about 9,81% and 2,34%, respectively."
2011
S158
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Kurnia Novianti
"ABSTRAK
Isu energi terbarukan telah banyak dibahas dengan berbagai perspektif. Dari
beberapa kajian tentang energi terbarukan, perhatian terhadap isu akses lahan
masih minim. Penelitian ini mengangkat masalah akses lahan sebagai salah satu
isu yang terkait erat dengan masalah penyediaan bahan baku bagi produksi energi
terbarukan: bioetanol. Penelitian yang dilakukan di perkebunan singkong di
Cianjur, Jawa Barat yang aksesnya dikuasai oleh PT. EKM menunjukkan bahwa
akses terhadap lahan sangat penting untuk menjamin pasokan bahan baku bagi
produksi bioetanol. Dengan demikian, isu akses menjadi penting dibahas
mengingat jaminan pasokan bahan baku yang merupakan hulu dari proses
produksi energi terbarukan tidak dapat diperoleh tanpa ketersediaan lahan yang
memadai. Dalam penelitian ini, pendekatan akses dan aktor digunakan untuk
memahami bagaimana akses ?bekerja?. Temuan lapangan menunjukkan bahwa
akses terhadap lahan di beberapa lokasi pengamatan melibatkan banyak aktor
yang saling berelasi dalam bentuk kontestasi maupun negosiasi. Relasi sosial
antaraktor tersebut sarat dengan relasi kuasa. Oleh karena itu, untuk memahami
mengapa dan bagaimana pihak-pihak tertentu menjalin relasi satu dengan lainnya
guna memperoleh kontrol atas sumber daya-sumber daya tersebut, penulis
menggunakan metode etnografi dengan pengamatan dan wawancara mendalam

Abstract
The issue of renewable energy has been discussed from various perspectives. Of
the few studies on renewable energy, attention to the issue of access to land is still
rare. This research focused on the issue of land access as one of the issues that
closely related to the problem of providing raw materials for renewable energy
production. Fieldwork made in cassava plantation in Cianjur, West Java, to which
access land is controlled by PT. EKM, indicates that access to land is essential to
ensure supply of raw materials for bio-ethanol production. Thus, issue of land
access is important to discuss regarding that security of supply of raw material
cannot be obtained without the availability of adequate land. In this research,
access and actor-based approaches are utilized to understand how access "works".
Some findings indicate that access to land on several observation sites involving
many actors in the form of contestation and negotiation. Social relation among
actors in this study is closely related to what is so called ?power relation?.
Therefore, in order to understand why and how do certain parties get benefit from
the resources, I use ethnographic method combined with observation, and in-depth
interview."
2012
T30376
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Briano Ajiseno
"Negara Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat konsumsi bahan bakar minyak BBM tertinggi di dunia. Dengan semakin tingginya permintaan BBM di dalam negeri, Indonesia harus mengimpor minyak, baik dalam bentuk minyak mentah maupun dalam bentuk produk kilang atau BBM seperti minyak solar atau ADO Automotive Diesel Oil, premium atau bensin, minyak bakar atau FO Fuel Oil, dan minyak tanah. Oleh sebab itu Indonesia perlu mencari sumber energi lain selain minyak bumi, penggunaan sumber energi lain selain minyak diharapkan mampu untuk mereduksi konsumsi energi fosil dan juga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca serta pencemaran udara yang disebabkan tingginya kadar timbal di udara yang tidak baik bagi kesehatan manusia karena bersifat racun.
Salah satu alternatif energi nonfosil yang mulai diperkenalkan di Indonesia untuk kendaraan bermotor adalah bioethanol. Bahan-bahan seperti nira, tebu, jagung, singkong, umbi dan bahan lainya dapat dengan mudah ditanam untuk diolah menjadi alkohol. Rendahnya biaya produksi bioethanol karena sumber bahan bakunya merupakan limbah pertanian yang tidak bernilai ekonomis dan berasal dari hasil pertanian budidaya yang dapat diambil dengan mudah. proses produksinya juga relatif sederhana dan murah.
Berdsasarkan penelitian sebelumnya yang membahas mekanisme pencampuran antara bioetanol hydrous dengan bensin melalui mekanisme fuel mixer ke ruang bakar dengan perbandingan terkontrol melalui bukaan gate valve. Permasalahan dari penggunan bioetanol hydrous sebagai bahan bakar ini yaitu pemanfaatannya masih jarang digunakan, sehingga pengaruhnya terhadap mesin belum banyak diperlihatkan. Oleh karena itu, penulis dalam skripsi ini menciptakan mekanisme pencampuran bensin dengan bioetanol hidrat 96 untuk dilakukan analisis emisi dengan mekanisme fuel injection dan juga perbandingan emisi setelah campuran bahan bakar diberi zat aditif.

Indonesia is one of the countries with the highest level of fuel consumption BBM in the world. With the increasing demand for fuel in the country, Indonesia must import oil, either in the form of crude oil or in the form of refinery or fuel products such as diesel oil or ADO Automotive Diesel Oil , premium or gasoline, fuel oil or FO Fuel Oil And kerosene. Therefore, Indonesia needs to look for other sources of energy other than petroleum, the use of other energy sources other than oil is expected to be able to reduce fossil energy consumption and also can reduce greenhouse gas emissions and air pollution caused by high levels of lead in the air that is not good for human health Because it is toxic.
One of the nonfossil energy alternatives introduced in Indonesia for motor vehicles is bioethanol. Ingredients such as nira, sugar cane, corn, cassava, tubers and other ingredients can be easily planted to be processed into alcohol. The low cost of bio ethanol production because the source of raw materials is agricultural waste that is not economical and derived from the cultivation of farming that can be taken easily. The production process is also relatively simple and cheap.
Based on previous research that discussed the mechanism of mixing between bioethanol hydrous and gasoline through fuel mixer mechanism to combustion chamber with controlled ratio through gate valve opening. The problem of the use of bioethanol hydrous as fuel is the utilization is still rarely used, so the effect on the machine has not been shown. Therefore, the authors in this thesis created a gasoline blending mechanism with 96 bioethanol hydrate for an emission analysis by fuel injection mechanism and also the emission ratio after the fuel mixture was added with the additive.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S68200
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eva Fathul Karamah
"Pada penelitian ini, kavitasi (hidrodinamika dan ultrasonik) dimanfaatkan untuk mengatasi kelemahan ozonasi, yaitu kelarutan dan stabilitas yang rendah di dalam air serta selektivitasnya. Peran kavitasi dikaji dalam memperbaiki perpindahan massa ozon dari fasa gas ke fasa cair, meningkatkan jumlah radikal OH melalui dekomposisi ozon dan kinerjanya dalam mengolah senyawa fenol. Dalam rentang kondisi yang diterapkan dalam penelitian ini, hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien perpindahan massa (kLa) ozon meningkat sekitar 3,5 kali, 7,5 kali dan 20 kali dari kLa ozonasi tunggal karena efek total kavitasi masing-masing untuk penggunaan kavitasi hidrodinamika (HD), kavitasi ultrasonik (US) dan keduanya (HD + US) simultan; dimana efek kimiawi lebih signifikan perannya dalam peningkatan nilai kLa. Laju dekomposisi ozon meningkat 20%-40% dengan penggunaan kavitasi. Yield radikal OH meningkat 3,3 kali, 3,8 kali dan 4,4 kali dari hasil proses ozonasi tunggal masing-masing dengan pemakaian kavitasi HD, kavitasi US dan kavitasi HD + US. Yield fenol tidak mengalami perubahan berarti dengan penggunaan kavitasi. Namun, tingkat mineralisasi meningkat hingga sekitar 2 kali dengan penggunaan kavitasi tunggal, dan 3,3 kali dengan penggunaan kavitasi secara simultan. Kavitasi meningkatkan utilisasi ozon, dimana kavitasi HD menunjukkan utilisasi tertinggi yaitu 4,45 mg/menit. Selain menghasilkan produk-produk oksidasi yang bersifat asam ? dibuktikan dengan penurunan pH ? proses ozonasi dan gabungannya dengan kavitasi menghasilkan senyawa-senyawa rantai panjang.

This research utilized ultrasonic and hydrodynamic cavitations to overcome the the drawbacks of ozonation process, which are low solubility and stability of ozone in water and its selectivity. The role of cavitations was assessed in enhancing ozone mass transfer, increasing radical production from ozone decomposition and improving the performance of phenol removal. In the range of conditions limited in this research, the results shows that ozone mass transfer coefficient (kLa) enhanced about 3.5, 7.5 and 20 times of kLa of single ozonation due to total effects of cavitations respectively for utilization of hydrodynamic (HD), ultrasonic (US) and both kinds (HD + US) of cavitations simultaneously. The role of chemical effect was more significant than mechanical effect in enhancing kLa . Cavitations increased ozone decomposition rate by 20%-40%. The yield of OH radicals increased 3.3, 3.8 and 4.4 times of it was from single ozonation respectively for utilization of HD, US and (HD + US) cavitations. The yield of phenol was not changed significantly by utilization of cavitations. However, mineralization ability improved about 2 times for utilization of only one kind of cavitation, and about 3.3 times for utilization both kinds of cavitation simultaneously. Cavitations improved ozone utilization, where application of HD cavitation was the highest by 4.45 mg/menit. Ozonation of phenol and its combinations with cavitations produced acidic intermediate compounds which was indicated by pH reduction along the process. And they also produced higher (long-chained) compounds."
Depok: Universitas Indonesia, 2013
D1467
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Hidrodinamika merupakan sifat dasar dari sistem yang diperlukan untuk mengklasifikasikan sistem unggun terfluidisasi tiga fasa. Parameter-parameter yang termasuk di dalamnya adalah waktu tinggal, hold up dan koefisien dispersi aksial, dimana nilainya diperoleh dari serangkaian percobaan dengan menggunakan metode tracer untuk penentuan waktu tinggal, metode penangkapan gas dan cairan secara simultan untuk penentuan hold up, sedangkan koefisien dispersi aksial diperoleh dari hubungan antara bilangan Peclet dan hold up fasa cair.
Teknik untuk menentukan harga waktu tinggal dari kolom fluidisasi G-C-P yaitu dengan cara menginjeksikan bahan kimia yang bersifat inert, yang disebut sebagai tracer, ke dalam kolom pada waktu t = 0 kemudian konsentrasinya diukur pada aliran keluar sebagai timgsi waktu. Metode ini disebut sebagai metode tracer.
Sedangkan penelitian dengan menggunakan metode penangkapan gas dan cairan secara simultan melibatkan penutupan katup aliran gas dan cairan yang masuk ke dalam kolom secara serentak, kemudian diukur ketinggian kolom yang terisi oleh tiap fasa Metode ini dilakukan untuk sistem gas-cair-padat dan sistem gas-cair.
Dari hasil percobaan diketahui bahwa kecepatan air dan udara serta ukuran diameter partikel mempengaruhi waktu tinggal, hold :gp tiap fasa dan tingkat dispersi dalam aliran. Semakin besar lcecepatan fluida cair maupun gas, maka harga waktu tinggal semakin kecil, dan semakin kecil diameter partikel harga walctu tinggal akan semakin besar_ Kecepatan air yang semakin besar akan menyebabkan hold up cairan meningkat, sedangkan hold :go gas dan padatan akan menunm. Semakin besar kecepatan udara maka hold :go gas dan padatan akan meningkat, sedangkzm hold iq;
cairan akan menurun Sedangkan pengaruh diameter partikel rnemherikan hasil semakin besar ukuran diameter partikel maka hold up gas dan cairan akan menumn, sedangkan hold up padatan meningkat. Intensitas dispersi akan meningkat dengan bertambahnya kecepatan udara dan ukuran diameter partikel serta dengan berkurangnya kecepatan cairan."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
S49062
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>