Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 124717 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nusaibah Nadia Juliafina
"Berat badan lebih dan obesitas merupakan permasalahan kesehatan yang terus menerus meningkat prevalensinya dan tidak hanya terjadi pada orang dewasa melainkan juga pada anak-anak, terutama di daerah perkotaan. Bahaya komplikasi morbiditas dari berat badan lebih dan obesitas pada anak-anak yang mengkhawatirkan meningkatkan kesadaran untuk menemukan faktor-faktor risikonya agar dapat menjadi dasar upaya pencegahan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan faktor kebiasaan makan dengan kejadian berat badan lebih dan obesitas pada anak.
Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dan metode stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan pada Januari 2013 dengan total jumlah sampel 288 siswa yaitu 48 orang siswa dari masing-masing kelas 1-6 SDN Duren Sawit 08 Pagi Jakarta. Metode pengumpulan data untuk menilai status nutrisi berat badan lebih dan tidak lebih melalui penghitungan indeks masa tubuh (IMT) dari data antropometri dan data kebiasaan makan melalui kuesioner yang diisi oleh orang tua siswa. Data kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa proporsi subjek dengan berat badan lebih adalah 74 orang (25,7 %). Kelompok subjek dengan kebiasaan memakan jenis makanan vegetarian dari kategori makanan sehat, jenis sayuran hijau dari kategori makanan tradisional, jenis keripik dari kategori snack, dan jenis makanan siap saji dari kategori junk food menunjukkan adanya perbedaan proporsi berat badan lebih yang bermakna secara statistik.

Overweight and obesity are the health problems that keeps raising on prevalence and they occur not only in adults but also in children, especially in big cities. The danger of the morbid complications is alarming that it raise an awareness to discover the risk factors to be a basis for prevention. This study aimed to understand the association between eating behaviour and the proportion of overweight and obesity in children.
The study used a cross-sectional design and stratified random sampling method. Data collection was done in January 2013 with a total sample of 288 elementary school students which consist of 48 students from each class from grade 1-6 of SDN Duren Sawit 08 Pagi Jakarta. The method used to collect data to assess the subjects? nutritional status of overweight or not overweight was by calculating body mass index (BMI) from antropometric data and eating behaviour data from a questionnaire filled by the parents. The data was then analyzed with chi-square test.
The result of this study found out that the proportion of subjects with overweight is 74 students (25,7 %). Subject groups with the habit of eating vegetarian food from healthy food category, green vegetables from traditional food category, chips from snack category, and take away from junk food category shows a statistically significant different overweight proportion.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2014
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Raisya Azhar Fairuz
"Sarapan merupakan kegiatan makan dan minum yang dilakukan antara bangun pagi hingga pukul 9 pagi untuk mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif. Sarapan merupakan waktu makan paling penting dalam sehari karena menyediakan energi untuk beraktivitas. Penelitian serupa sebelumnya di SMAN 3 Depok didapatkan sebanyak 77,1% siswa memiliki kebiasaan sarapan tidak baik. Kebiasaan melewatkan sarapan dapat menimbulkan dampak lapar dan lemas pada siswa sekolah sehingga mengganggu performa akademiknya selama kegiatan pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan sarapan pada siswa/i SMA Negeri 14 Depok. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Jumlah responden yang terkumpul adalah 129 responden yang berasal dari siswa/i kelas 10 dan 11 tahun ajaran 2023/2024. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dalam bentuk google form dan formulir FFQ yang diisi secara mandiri oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 78,3% responden memiliki kebiasaan sarapan tidak baik. Terdapat hubungan antara pengetahuan sarapan (p-value = 0,004; OR=4,380; 95% CI 1,683 – 11,396), sikap terhadap sarapan (p-value = 0,001; OR=6,625; 95% CI 2,144 – 20,473), ketersediaan sarapan (p-value = 0,001; OR=4,714; 95% CI 1,885 – 11,790), dan pengaruh orang tua (p-value = 0,007; OR=4,049; 95% CI 1,514 – 10,826) dengan kebiasaan sarapan. Siswa/i dengan pengetahuan sarapan rendah, sikap negatif terhadap sarapan, ketersediaan sarapan tidak selalu, dan orang tua yang tidak berpengaruh lebih berisiko memiliki kebiasaan sarapan tidak baik. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kebiasaan sarapan siswa/i SMAN 14 Depok adalah jenis kelamin, uang saku, citra tubuh, kualitas tidur, makan larut malam, dan waktu masuk sekolah.

Breakfast is an eating and drinking activity carried out between waking up to 9 am to achieve a healthy, active, and productive life. Breakfast is the most important meal to provides energy for activities. Previous research at SMAN 3 Depok found that about 77,1% of students had bad breakfast habits. Skipping breakfast can cause feelings of hunger and weakness in school students, thus disrupting ther academic performance during learning activities at school. This study aims to determine the overview and factors related to breakfast habits among students at SMA Negeri 14 Depok. The research design used was cross-sectional with purposive sampling technique. The number of respondents collected was 129 who came from student in grades 10 and 11 for the 2023/2024 academic year. Data collection was carried out using google form questionnaire and FFQ forms which were filled out independently by respondents. The research results showed that 78,3% of respondents had a bad breakfast habits. There is a relationship between breakfast knowledge (p-value = 0.004; OR=4.380; 95% CI 1.683 – 11.396), attitude towards breakfast (p-value = 0.001; OR=6.625; 95% CI 2.144 – 20.473), breakfast availability (p- value = 0.001; OR=4.714; 95% CI 1.885 – 11.790), and parental influence (p-value = 0.007; OR=4.049; 95% CI 1.514 – 10.826) with breakfast habits. Students with low breakfast knowledge, negative attitudes towards breakfast, occasional availability of breakfast, and parents who are not influential are more at risk of having bad breakfast habits. Meanwhile, variables that are not related to breakfast habits of SMAN 14 Depok students are gender, pocket money, body image, sleep quality, late-night eating, and school start time."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aderia Rintani
"Saat ini belum banyak penelitian di Indonesia yang meneliti tentang manfaat sarapan bagi performa dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan dengan pencapaian prestasi akademik berupa Indeks Prestasi Akademik (IPK) Mahasiswa.
Penelitian ini menggunakan design deskriptif korelasi dengan instrumen berupa kuesioner. Penelitian dilakukan di Fakultas Ilmu Keperawatan UI, jumlah responden 127 orang mahasiswa reguler yang tersebar merata pada 4 angkatan berdasarkan perhitungan sampel non random quota sampling. Analisa data yang digunakan adalah distribusi frekuensi dan chi square dengan tingkat kemaknaan 0.05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kebiasaan sarapan positif cenderung memiliki IPK yang lebih tinggi. Ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan sarapan dan prestasi akademik (P value = 0.033, OR = 2.438). Hasil ini menunjukkan bahwa sarapan merupakan alternatif yang cukup signifikan dalam membantu optimalisasi hasil belajar, namun kualitas sarapan itu sendiri merupakan hal penting yang menentukan."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2007
TA5608
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dini Nurdianti Puspitasari
"Indonesia mempunyai masalah gizi ditandai dengan masih besarnya prevalensi gizi kurang pada anak balita. Kekurangan gizi pada usia anak sejak lahir hingga tiga tahun akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan sel glia dan proses mielinisasi otak, sehingga berpengaruh terhadap kualitas otaknya. Di Kabupaten Karawang proporsi gizi buruk (BB/U) balita pada penimbangan bulan Juli 2013 adalah sekitar 0,4%, dan 35,76% dari jumlah itu merupakan anak berusia 6-35 bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi buruk (BB/U) anak usia 6-35 bulan di Kabupaten Karawang tahun 2013 setelah dikontrol oleh variabel berat badan lahir, status kesehatan anak, asupan makanan, pendidikan ibu, pengetahuan ibu, status pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga dan keaktifan berkunjung ke posyandu.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2013 di Kabupaten Karawang dengan menggunakan desain kasus kontrol. Kasus adalah anak usia 6-35 bulan di Kabupaten Karawang yang diukur berat badannya pada penimbangan di Bulan Juli 2013 dan memiliki status gizi buruk (BB/U) dan kontrol adalah anak usia 6-35 bulan di Kabupaten Karawang yang diukur berat badannya pada penimbangan di Bulan Juli 2013 dan memiliki status gizi baik. Dalam penelitian ini jumlah sampel sebanyak 276 (kasus 138 dan kontrol 138).Data dianalisis dengan uji regresi logistik ganda.
Hasil penelitian didapatkan hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi buruk (BB/U)anak usia 6-35 bulan di Kabupaten Karawang Tahun 2013.Anakusia 6-35 bulan yang memiliki riwayat ASI eksklusif berisiko 0,26 kali (95% CI 0,12-0,55) untuk terkena gizi buruk (BB/U) dibandingkan yang tidak memiliki riwayat ASI eksklusif setelah dikontrol oleh asupan makanan, pengetahuan ibu, dan keaktifan berkunjung ke posyandu. Riwayat pemberian ASI eksklusif menurunkan risiko terjadinya gizi buruk (BB/U) pada anak usia 6-35 bulan di Kabupaten Karawang tahun 2013 sebesar 74%. Upaya pencegahan terjadinya gizi buruk pada balita salah satunya adalah dengan pemberian ASI eksklusif.Perlunya peningkatan promosi kesehatan mengenai pemberian ASI eksklusif yang baik dan benar kepada kelompok sasaran secara efektif guna mendapatkan status gizi anak yang baik.

Indonesia has a nutritional problem is characterized by the magnitude of the prevalence of malnutrition among children under five. Malnutrition in children from birth to age three years will greatly affect the growth and development of glial cells and brain myelination process, and therefore contributes to the quality of his brain. In Karawang district proportion malnutrition (weight / age) infants weighing in July 2013 was approximately 0.4 % , and 35.76 % of that number is children aged 6-35 months. The purpose of this study was to determine the relation of exclusive breastfeeding history with severe malnutrition status (weight/age) children aged 6-35 months in Karawang district in 2013 after being controlled by the variable birth weight, child 's health status, dietary intake, maternal education, knowledge mother, maternal employment status, family income, number of family members and liveliness visit the neighborhood health center.
This study was conducted in August 2013 in Karawang district using casecontrol design. Cases were children aged 6-35 months in Karawang measured weight on the weighing in July 2013 and have severe nutritional status (weight / age) and controls were children aged 6-35 months in Karawang measured weight onthe weighing in July 2013 and had a good nutritional status. In this study a total sample of 276 (138 cases and 138 controls). Data were analyzed by multiple logistic regression.
The results showed a relation of exclusive breastfeeding history with severe malnutrition status (weight/age) children aged 6-35 months in Karawang districtin 2013. Children aged 6-35 months who had a history of exclusive breastfeeding risk 0.26 times (95% CI 0,12-0,55) exposed to severe malnutrition (weight/age) compared with no history of exclusive breastfeeding after controlled by food intake, maternal knowledge, and liveliness visit the neighborhood health center. History of exclusive breastfeeding decrease the risk of severe malnutrition (weight/age) in children aged 6-35 months in Karawang district in 2013 by 74%.Efforts to prevent malnutrition in infants one of which is the exclusive breastfeeding.Necessary of increases the health promotion of exclusive breastfeeding with good and correct way to the target group effectively in order to get a good nutritional status.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tania Savitri
"Berat badan (BB) lebih pada anak adalah penyakit metabolik yang memengaruhi morbiditas saat dewasa. Maka, diperlukan tindakan preventif. Penelitian bertujuan mengurangi proporsi BB lebih anak usia sekolah. Desain penelitian adalah studi potong-lintang. Data didapatkan dengan mengukur tinggi dan berat badan 288 siswa sesuai kriteria dan membagikan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak bergizi tidak berlebih (74,3%), berberat lahir normal (89,9%), terlahir prematur (70,1%), dan tidak memiliki riwayat asma (92,4%) maupun alergi (93,1%). Uji Chi-Square tidak berbeda bermakna antara riwayat kelahiran dan penyakit dengan BB lebih(p>0,001). Disimpulkan bahwa BB lebih anak usia sekolah tidak berhubungan riwayat kelahiran maupun penyakit.

Children overweight is metabolic disease which affects the development of adulthood morbidity. Thus, preventive measure is needed. The study objective is to decrease prevalence of overweight in school-age children. The study design is cross-sectional. Data was obtained by measuring 288 students’ height and weight meeting the criteria and by spreading questionnaire. The results show most respondence are not overnutritioned(74,3%), have normal birth weight(89,9%), were born preterm(70,1%), and have no asthma(92,4%) nor allergy(93,1%). Chi-Square test shows no significant difference between birth and disease history and children overweight(p>0,001). In conclusion, overweight in school-age children has no association with birth nor disease history."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2014
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tania Savitri
"Berat badan (BB) lebih pada anak adalah penyakit metabolik yang memengaruhi morbiditas saat dewasa. Maka, diperlukan tindakan preventif. Penelitian bertujuan mengurangi proporsi BB lebih anak usia sekolah. Desain penelitian adalah studi potong-lintang. Data didapatkan dengan mengukur tinggi dan berat badan 288 siswa sesuai kriteria dan membagikan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak bergizi tidak berlebih (74,3%), berberat lahir normal (89,9%), terlahir prematur (70,1%), dan tidak memiliki riwayat asma (92,4%) maupun alergi (93,1%). Uji Chi-Square tidak berbeda bermakna antara riwayat kelahiran dan penyakit dengan BB lebih(p>0,001). Disimpulkan bahwa BB lebih anak usia sekolah tidak berhubungan riwayat kelahiran maupun penyakit.

Children overweight is metabolic disease which affects the development of adulthood morbidity. Thus, preventive measure is needed. The study objective is to decrease prevalence of overweight in school-age children. The study design is cross-sectional. Data was obtained by measuring 288 students’ height and weight meeting the criteria and by spreading questionnaire. The results show most respondence are not overnutritioned(74,3%), have normal birth weight(89,9%), were born preterm(70,1%), and have no asthma(92,4%) nor allergy(93,1%). Chi-Square test shows no significant difference between birth and disease history and children overweight(p>0,001). In conclusion, overweight in school-age children has no association with birth nor disease history."
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fitri Anggraini Pradityaningsih
"Berat badan lebih (BB Lebih) saat ini menjadi permasalahan umum di masyarakat yang dapat meningkatkan morbiditas anak ketika dewasa. Diperlukan identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kondisi BB lebih ini. Tujuan penelitian ini untuk menurunkan proporsi BB lebih pada anak usia sekolah dasar. Desain yang digunakan adalah studi potong lintang (cross-sectional). Sampel yang digunakan sebanyak 288 siswa yang berasal dari SDN Duren Sawit 08 Pagi, Jakarta Timur. Data diambil dengan melakukan pengukuran antropometri dan pembagian kuesioner kepada sampel penelitian. Dari penelitian, didapatkan hasil sebanyak 25,7% responden mengalami berat badan berlebih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor gaya hidup, yakni lama menonton televisi, lama waktu tidur, lama bermain games atau komputer, serta kegiatan di luar sekolah tidak berhubungan dengan kejadian berat badan lebih pada anak usia sekolah dasar di DKI Jakarta. Sementara ti, faktor akses dari sekolah berhubungan dengan kejadian berat badan lebih pada anak usia sekolah dasar di DKI Jakarta (p < 0,05).

Overweight nowadays is a common problem in the community that can increase child morbidity. Thus, identification of the factors that affect this condition is needed. The purpose of this study is to decrease proportion of child`s overweight and obesity. The study design is cross-sectional. The samples were 288 students which taken from SDN Duren Sawit 08 Pagi, Jakarta Timur. Data was obtained by doing anthropometric measurements and distributing questionnaire to the samples. This study found that 25,7% respondence are overweight. This study shows that lifestyle factor, which is tv watching, nighttime sleep duration, playing games or computer, and physical activity is not related to overweight in school-aged children. Otherwise, access to school has significant difference with overweight in school-aged children in DKI Jakarta (p >0,05)."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mega Septiana
"Berat badan berlebih pada anak merupakan masalah kesehatan global dengan angka kejadian yang semakin meningkat tiap tahunnya Keadaan berat badan lebih dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius pada anak baik sekarang maupun di masa depan. Pencegahan sejak dini adalah upaya yang paling realistis dan esensial untuk mengatasi masalah ini sehingga dibutuhkan upaya identifikasi faktor faktor risiko berat badan berlebih pada anak.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi berat badan lebih pada anak usia sekolah dasar dan hubungannya dengan faktor sosiodemografi berupa usia jenis kelamin suku ayah suku ibu serta urutan lahir. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Jakarta pada bulan Januari tahun 2013 dengan subjek penelitian sebanyak 288 siswa sekolah dasar Data berat badan lebih didapatkan melalui pengukuran antropometri yang dipetakan pada kurva CDC 2000 sedangkan data sosiodemografi didapatkan melalui pengisian kuesioner oleh orang tua subjek. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi square Didapatkan proporsi berat badan lebih pada anak usia sekolah dasar di Jakarta adalah sebesar 25 4 dengan frekuensi lebih tinggi ditemukan pada anak laki laki.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat badan lebih pada anak berhubungan dengan jenis kelamin anak namun tidak berhubungan dengan usia suku ayah suku ibu serta urutan lahir anak Kata kunci anak usia sekolah dasar berat badan berlebih faktor sosiodemografi Indonesia Jakarta.

Excess weight in children is a global health problem with increasing incidence every year. This can lead to serious health problem in children both in present time and in the future Early prevention by avoiding various risk factors is the most realistic and essential to solve this problem so that identification effort of risk factors for excess weight in children is needed.
The purpose of this study was to identify factors associated with excess weight in school aged children related to sociodemographic factors includes age gender ethnicity of father ethnicity of mother and birth order. This study is a cross sectional study Data collection were conducted in Jakarta in January 2013 and taken from 288 elementary students. Excess weight data were obtained from antrophometric measurements which were plotted in CDC 2000 curve while sociodemographic factors were obtained from questionnaire filled by subject parents. All data were analyzed by chi square test. The proportion of children school aged children with excess weight is 25 4 with higher frequency in boys.
This result showed that excess weight in children was associated with gender but was not associated with age ethnicity of father ethnicity of mother and birth order.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tsania Rachmah Rahayu
"Berat badan berlebih merupakan suatu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan karena saat ini jumlah penderitanya semakin meningkat Keadaan ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga anak usia sekolah Namun kondisi ini merupakan suatu hal yang bisa dicegah sehingga diperlukan identifikasi mengenai faktor apa saja yang dapat mempengaruhi terjadinya berat badan lebih Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi berat badan lebih pada suatu sekolah serta mencari faktor yang hubungan dengan berat badan lebih terkait karakteristik keluarga Desain penelitian menggunakan studi cross sectional Penelitian dilakukan pada Januari 2013 dengan sampel 288 siswa masing masing 48 siswa dari kelas 1 6 SDN Duren Sawit 08 Pagi Jakarta Data didapat melalui pengukuran antropometri serta indeks massa tubuh dan data karakteristik keluarga didapat melalui kuesioner Pengolahan data dilakukan dengan program pengolahan data SPSS 11 5 kemudian dianalisis dengan uji chi square Pada penelitian didapatkan proporsi berat badan berlebih anak usia sekolah yaitu 25 8 serta adanya hubungan salah satu karakteristik keluarga yaitu pekerjaan ibu terhadap kejadian berat badan lebih pada anak usia sekolah Disimpulkan bahwa prevalensi berat badan berlebih pada usia sekolah berhubungan dengan pekerjaan ibu

Overweight and obesity is one of the health problem that need more attention The number of people with overweight and obesity is increase over the time This condition is not only happen in adults but also happen in school age However overweight and obesity is a problem that can be prevented Therefore it is so important to know what factor that can affect the incidence of overweight and obesity The purpose of this study is to know the prevalence of child's overweight and obesity in a school and to know what factors in family that have influence on child's overweight and obesity The design of this study is cross sectional This study was held in January 2013 with a total sample 288 students 48 students from each class from grades 1 6 SDN Duren Sawit 08 Pagi Jakarta The method to collect data are anthropometric measurements and body mass index BMI and quetionaire about family's characteristic The data was processed by SPSS 11 5 and analyzed by chi square test This study found that the proportion of overweight and obesity in SDN Duren Sawit 08 Pagi Jakarta is 25 8 and there is a relation between on of family's characteristic that is mother's occupation and child's nutritional status To conclude children in school age's overweight or obesity is associated with mother's occupation
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Kelelahan kerja merupakan suatu kondisi melemahkan tenaga untuk melakukan kegiatan. Diketahui bahwa pekerja tidak diberi makan pagi oleh perusahaan dengan jam kerja uyang dimulai pukul 07.00 WITA, wawancara awal terhadap 7 orang tenaga kerja bagian putty, 3 orang menyatakan tidak terbiasa terbiasa makan pagi dan 4 orang terbiasa minum susu sebagai pengganti sarapan karena diburu waktu. Tenaga kerja juga merasakan gejala kelelahan kerja berupa mudah mengantuk, pening di bagian kepala, haus dan pegal pada bahu, tangan, dan lengan. Makan pagi dapat mencegah defisiensi energi yang dapat menimbulkan kelelahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kelelahan kerja sebelum dan sesudah pemberian makan pagi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode eksperimen semu dan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja wanita bagian putty PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk. dengan jumlah 17 orang. Analisis data menggunakan analisis bivariat paired T-test untuk mengetahui perbedaan dua sampel. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kelelahan kerja tanpa makan pagi dan dengan makan pagi. "
JUKEKOI 9 : 2 (2013)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>