Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 56065 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Agung Wibisono R.P.
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
TA3314
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Agung Wibisono R.P.
"Pengaruh radiasi paparan medan magnet perangkat GSM terhadap mahluk hidup sampai saat ini masih menjadi perdebatan. Berbagai penelitian yang telah dilakukan semakin menambah kuat dugaan bahwa pengaruh tersebut memiliki dampak yang negatif terhadap kesehatan.
Pada penelitian ini dilakukan uji coba untuk melihat pengaruh radiasi paparan medan magnet perangkat GSM terhadap mahluk hidup melalui pengujian hipotesa pada proses penetasan telur ayam kampung sebagai obyek percobaan.
Penelitian dilakukan dengan membandingkan hasil akhir dari penetasan dalam kondisi normal dengan penetasan yang dilakukan di bawah pengaruh radiasi paparan medan magnet perangkat GSM. Pemilihan perangkat GSM berdasarkan persentase pemakaiannya di masyarakat dan nilai Specific Absorption Rates (SAR).
Penetasan di bawah pengaruh paparan medan magnet dilakukan dengan menetaskan telur ayam kampung pada jarak antara 1-1,5 cm dari perangkat GSM yang sedang melakukan panggilan keluar selama 2 menit waktu pembicaraan berlangsung. Peradiasian dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada pagi, siang, dan sore hari. Proses penetasan ini diulang dengan menggunakan perangkat GSM yang berbeda-beda mewakili besar nilai SAR-nya masing-masing sebanyak 3 kali percobaan dengan sampel sebanyak 100 butir telur untuk setiap percobaan.
Dari hasil penelitian terbukti bahwa perangkat-perangkat GSM tersebut masih menghasilkan paparan medan magnet yang mempengaruhi perkembangan mahluk hidup, dimana dengan menilik cacat fisik yang terjadi, paparan medan magnet tersebut menimbulkan akibat yang negatif yaitu terjadinya perubahan susunan protein membran sel yang menyebabkan ketidaknormalan dalam pembentukan organ-organ tulang.

The Side Effect Experiment of Magnetic Fields of GSM Equipment Shelf Radiation to The Hatchery of Free Range Chicken EggsToday people still arguing about the side effect of magnetic field of GSM equipment to living creatures. Many researches that have been conducted have strengthened the assumption that the influences have negative cause to our health.On this research an experiment execute to see the radiation effect to the changing of membrane protein layer through some hypothesis tests on the hatchery process of free-range chicken egg as the object.
The research conduct by comparing the final results of hatchery in normal condition and hatchery under the side effect radiation of GSM equipment. The selection of GSM equipment bases on public using percentage and the SAR value. The hatchery under magnetic fields influences were conduct by hatching the free-range chicken eggs in 1 - 1.5 cm range from the GSM equipment while it was performed outgoing calls for two minutes. The radiation performed as many as three times a day: morning, noon, and at evening. These process repeated by using different GSM equipment represent their SAR value and every type used for three times experiment and having 100 eggs to radiate at each experiment.
From this research proved that the GSM equipment still produces magnetic fields which influence the growing of living creatures. By observed carefully the physical defect that happened, the negative side effect of the magnetic field still occur which is changing the cell membrane protein layer that caused abnormality in building bones structure."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
T9956
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
H. Johannes, 1913-
Jakarta: Balai Pustaka, 1978
537 JOH l
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ervan Zuhri
"Pajanan medan elektromagnetik dapat mengganggu sistem reproduksi pria, khususnya tahap spermatogenesis. Beberapa penelitian tentang pajanan medan elektromagnetik terhadap spermatogenesis telah dilakukan. Meskipun demikian, penelitian tersebut hanya pada satu tegangan dan satu generasi saja. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pajanan medan elektromagnetik pada beberapa tegangan dan beberapa generasi terhadap jumlah spermatogonia-A yang merupakan komponen penting spermatogenesis.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan memajan mencit strain Webster jantan generasi pertama (F1), generasi kedua (F2), dan generasi ketiga (F3) menggunakan medan elektromagnetik dengan tegangan 3 kV/10 cm dengan kuat medan magnet 5,5 uT ; 4 kV/10 cm dengan kuat medan magnet 5,4 uT ; dan 5 kV/10 cm kuat medan magnet 5,3 uT. Mencit dipajan dari embrio sampai dewasa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan jumlah sel spermatogonia-A secara bermakna (analisis Kruskal-Wallis p<0,05) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Penurunan tersebut cenderung sebanding dengan peningkatan tegangan dan sebanding dengan generasi.

Electromagnetic field exposure can disrupt the male reproductive system, especially spermatogenesis stage. A number of research about electromagnetic field exposure to spermatogenesis have been done. However, those researchs involve only one voltage and one generation of mice. This research is to understand the effect of exposing several generation of mice to electromagnetic field in several voltage to the number of spermatogonia-A cells which is important component in spermatogenesis.
The design of this research is experimental by exposing first generation of male Webster strain mice (F1), second generation (F2), and third generation (F3) to electric field of 3 kV/10 cm and magnetic field of 5,5 uT; electric field of 4kV/10 cm and magnetic field 5,4 uT; and electric filed of 5 kV/10 cm and magnetic field of 5,3 uT. The mice were exposed from embrio until adult. Electromagnetic field exposure cause decrease in the number of spermatogonia-A cells first generation (F1), second generation (F2), and third generation (F3). Electromagnetic field exposure in a variety of voltage levels cause decrease in the number of cell spermatogonia-A cells.
Results of statistic analysis (Kruskal-Wallis Analysis) show that a significant decrease (p<0,05) in the number spermatogonia-A compared to control. The decrease in number of spermatogonia-A lean to the increasing voltage of electromagnetic field and generation of mice.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dekta Filantropi Esa
"Radiasi medan elektromagnetik berpotensi menimbulkan gangguan pada sistem reproduksi, utamanya sistem reproduksi pria saat tahap spermatogenesis. Fenomena ini dikarenakan letak testis pada pria lebih superfisial dibandingkan dengan ovarium pada wanita sehingga testis lebih rentan terpapar medan elektromagnetik. Beberapa penelitian mengenai pemajanan medan elektromagnetik terhadap sistem reproduksi mencit Strain Webster telah dilakukan, khususnya efek pada testis. Tetapi, penelitian tersebut hanya terbatas pada pemajanan untuk satu generasi mencit saja. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui efek pemajanan medan elektromagnetik tingkat sangat rendah pada tiga generasi mencit terhadap diameter tubulus seminiferus yang merupakan komponen penting testis dalam sistem reproduksi mencit jantan.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pemajanan dilakukan dengan tiga tegangan yang berbeda, yaitu 3 kV/10 cm dengan kuat medan magnet 5,5 uT ; 4 kV/10 cm dengan kuat medan magnet 5,4 uT ; dan 5 kV/10 cm kuat medan magnet 5,3 uT. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan program SPSS for Windows versi 16 dengan analisis Kruskal-Wallis dan non-parametrik Mann-Whitney.
Dalam penelitian ini ditetapkan nilai α sebesar 0,05 dan interval kepercayaan atau confidence interval (CI) sebesar 95 %. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara bermakna (p<0,05) telah terjadi penurunan diameter Tubulus Seminiferus pada kelompok terpajan ketika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Penurunan diameter Tubulus Seminiferus tersebut cenderung sebanding dengan peningkatan tegangan dan berbanding lurus dengan jumlah generasi. Selain itu, telah terjadi perubahan gambaran jaringan testis pada kelompok terpajan dibandingkan kelompok kontrol.

Electromagnetic Field Radiation is potential to cause disruption in reproductive system, especially spermatogenesis stage in male reproductive system. This phenomenon caused by the position of testis in male is more superficial compared to ovarium position in female, so the testis have greater tendency to get electromagnetic field exposure. Many research about electromagnetic exposure to reproductive system of Webster Strain Mice have been conducted, especially the effect of exposure to testis. However, the exposure in that research are done only in one generation of mice. So, researcher want to know the effect of Extremely Low Frequency-Electromagnetic Field (ELF-EMF) exposure to diameter of seminiferous tubules within three generation of Strain Webster Mice which is important component of reproductive system for the mice.
Experimental is the design of this research, the exposure was done with three different voltages, which are 3 kV/10 cm with magnetic field of 5,5 uT; 4 kV/10 cm with magnetic field of 5,4 uT; and 5 kV/ 10 cm with magnetic field of 5,3 uT. The data was analyzed by SPSS for Windows version 16 software with Kruskal-Wallis analysis nonparametric of Mann-Whitney.
In this research α value of 0,05 and confidence interval of 95% are settled. The result shows that there is significant (p<0,05) decrease in diameter of tubulus seminiferus in intervention group compared to control. The decrease tend to be in direct proportion with increasing voltage and the number of generation. In addition, changes in histological appearance of testis in intervention group have been observed compared to control.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Desti Riminarsih
"Medan magnet Bumi dibangkitkan oleh proses self-excited dynamo. Model terbaik yang menggambarkan proses self-excited dynamo adalah Magnetohydrodynamic (MHD). Model dinamo kinematika merupakan bagian dari MHD. Permasalahan pada model dinamo kinematika mencakup pada bagaimana fluida konduktor yang diberikan dapat memelihara medan magnet. Beberapa ilmuwan menemukan beberapa kondisi dimana self-excited dynamo tidak dapat terjadi. Salah satunya adalah teorema aliran planar (TAP) yang diperkenalkan oleh Zel?dovitch (1957). Namun, Zel?dovitch hanya membuktikan TAP untuk konduktor yang menempati ruang tak hingga. Bachtiar, Ivers dan James (BIJ, 2006) menemukan indikasi awal bahwa untuk konduktor yang menempati ruang hingga terdapat model dinamo kinematika dengan aliran bersifat planar. Bachtiar (2009) melakukan modifikasi model dinamo kinematika Pekeris, Accad dan Shkoller (PAS, 1973) untuk memperkuat hasil penelitian BIJ. Salah satu hasil modifikasi Bachtiar (2009) adalah model quasiPAS. Pada penelitian ini dilakukan pengujian numerik untuk 4 model quasiPAS terplanarisasi dengan meningkatkan prosentase bagian poloidal terplanarisasi, melanjutkan penelitian Bachtiar (2009). Penulis membuat subrutin untuk model quasiPAS terplanarisasi dengan penambahan parameter dan memberikan hasil pengujian numerik untuk 4 model tersebut. Hasil pengujian numerik menunjukkan bahwa model quasiPAS terplanarisasi dengan peningkatan prosentase bagian poloidal terplanarisasi memiliki nilai yang lebih besar, tetapi belum dapat membangkitkan medan magnet.

The Earth magnetic field is generated by self-excited dynamo process. The best model that represent the self-excited dynamo process is Magnetohydrodynamic (MHD). Kinematic dynamo is a subset of MHD. This problem concerns on how the given conducting fluid can maintain the magnetic field. Some scholars found several conditions that self-excited dynamo can not occur. One of them is the planar velocity theorem (PVT) which was proposed by Zel?dovitch (1957). However, Zel?dovitch only provided the proof for the conducting fluid occupies a infinite volume. Bachtiar, Ivers and James (BIJ, 2006) found an early indications for the conducting fluid occupies a finite volume there is a planar velocity kinematic dynamo model. Bachtiar (2009) modified Pekeris, Accad and Shkoller (PAS, 1973) kinematic dynamo model to strengthen the result of BIJ. One modification, that Bachtiar (2009) proposed, is a quasiPAS model. In this research, we will investigate the 4 fully planarized quasiPAS model numerically with increasing the percentage of planarized poloidal part, continuing the Bachtiar's research (2009). We created a subroutine of fully planarized quasiPAS model with addition the parameters and provide numerical results for this models. We found that this have greater, but it couldn?t maintain the magnetic field."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
T40825
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Randy S.N. Rusdy
"Peningkatan penggunaan alat elektronik di lingkungan meningkatkan risiko pajanan terhadap kesehatan termasuk sistem reproduksi. Belum terdapat studi yang melihat perbedaan efek pajanan terhadap tiga generasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemajanan medan elektromagnetik frekuensi rendah ekstrim pada mencit strain Swiss Webster terhadap jumlah sel Leydig populasi jantan sampai didapatkan generasi F3 Mencit dibagi ke dalam tiga kelompok pajanan dengan medan elektromagnetik bertegangan 3 kV 4 kV dan 5 kV serta kelompok kontrol tanpa pajanan. Pengamatan histopatologi testis mencit dewasa masing masing kelompok pemajanan menunjukkan penurunan jumlah sel Leydig yang bermakna p 0 05 dibandingkan kontrol. Didapatkan pula penurunan yang bermakna pada generasi F1 F2 dan F3 dibandingkan dengan jumlah sel Leydig kelompok kontrol p 0 05. Hasil penelitian menyimpulkan pajanan medan elektromagnetik frekuensi rendah ekstrim berpengaruh terhadap jumlah sel Leydig sehingga mempengaruhi kapastitas reproduksi jantan.

Widespread use of electronic technology increase risk of future health including reproductive system Animal model studies has not yet provided effect of electromagnetic field on three different generations. The present study investigate the effect of extremely low frequency electromagnetic field exposure EMF ELF continously towards leydig cells on three generation of male Swiss Webster mice. Mices are distributed into three exposed group 3 kV 4 kV and 5 kV and one control population without exposure. Number of Leydig cells reduce significantly compared to control p 0 05. There is significant decreased of leydig cell count in every generations compared to control population p 0 05 It is concluded that ELF EMF exposure affects leydig cells population therefore reducing their spermatogenic capacity."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1995
537.1 FIS
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Mart, Terry
"Investigation of the Response Functions.
All possible Response Functions in photo- and electroproduction of kaons on the nucleon have been investigated in the framework of an isobaric model. We found that some Response Functions are sensitive to the choice of the strange hadron form factors. Meanwhile, we have also improved the elementary model for kaon photoproduction by using a certain method to maintain gauge invariance of the amplitude. We have published the results in Ref. [I, 2, 3] (see attachments).
Photoproduction of Kaon off a Deuteron.
Using an established and consistent model for kaon photoproduction on the nucleon, we have calculated photoproduction of kaons on the deuteron in the frame-work of the nucleon spectator model. We have compared the result with the previous study by Xiaodong Li et. al. [4]."
Depok: Universitas Indonesia, 1999
LP 1999 155
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Grant, I. S.
Chichester: John Wiley & Sons, 1975
537 GRA e
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>