Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 105080 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Razaq Muchtar Syahmi
Depok: Universitas Indonesia, 2009
TA1374
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Pohan, Nopa
Depok: Universitas Indonesia, 2009
TA1375
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Oskhaliza
"Jakarta merupakan salah satu wilayah metropolitan terbesar di dunia. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, sebagian besar masyarakat Jakarta menggunakan air dari Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta sebagai sumber utama karena aksesibilitasnya. Masifnya penggunaan airtanah menimbulkan permasalahan terkait kelestarian, distribusi airtanah, dan kualitas airtanah dari CAT Jakarta bagian selatan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan kualitas air tanah, menganalisis jenis-jenis akuifer, dan memprediksi kualitas air tanah secara spasial untuk jangka menengah (5-10 tahun ke depan). Metodologi penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis petrologi, diagram Durov dan Piper, serta analisis kandungan TDS, DHL dan Cl untuk menentukan karakteristik hidrostratigrafi dan hidrokimia. Hasil analisis Diagram Piper dan Durov menunjukkan bahwa Cekungan Air Tanah Jakarta Selatan memiliki dua jenis air yaitu Ca-HCO3 (ion exchange & dissolution) untuk akuifer bebas dan Na-HCO3 (ion exchange) untuk akuifer tertekan. Analisis stratigrafi menunjukkan bahwa akuifer terdiri dari endapan kerikil, pasir dan tuf, akuitar terdiri dari endapan lanau dengan kandungan tufa, sedangkan akuiklud dari endapan lempung. Secara umum, kualitas air tanah di CAT Jakarta Selatan cukup baik kecuali di sebagian Kecamatan Kalideres dan Batuceper. Disimpulkan bahwa airtanah dari CAT Jakarta Selatan masih layak digunakan dalam jangka menengah hingga tahun 2033 kecuali di sebagian kecil Kecamatan Batuceper, Kalideres, dan Benda.

Jakarta is one of the largest metropolitan areas in the world. To meet the need for clean water, most people in Jakarta use water from the Jakarta Groundwater Basin as the main source because it accesibillity. The massive use of groundwater raises problems related to the sustainability, distribution of groundwater, and groundwater quality from the southern part of Jakarta Groundwater Basin. The main objectives of this study are to determine the quality of groundwater, to analyze the types of aquifers, and to predict the groundwater quality spatially for the medium term (3-10 years ahead). The study methodology was carried out using petrological analysis, Durov and Piper diagrams, as well as TDS, DHL and Cl- content analysis to determine the hydrostratigraphic and hydrochemical characteristics.The Piper and Durov Diagram analysis results show that the southern Jakarta Groundwater Basin has two types of water, namely Ca-HCO3 (ion exchange & dissolution) for unconfined aquifers and Na-HCO3 (ion exchange) for confined aquifers. Stratigraphic analysis shows that aquifer consists of gravel, sand and tuff deposits, the aquitar consists of silt deposits with tuff content, while the aquicludes consists of mainly clay deposits. In general, the quality of groundwater in the southern Jakarta Groundwater Basin is good except for parts of Kalideres and Batuceper District. It is concluded that groundwater from the Southern of Jakarta Groundwater Basin is still suitable for use in the medium term until 2033 except for small proportions in Batuceper, Kalideres, and Benda."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Angga S. Wijaya
"Electromagnetic water treatment merupakan salah satu metode yang berpotensi dikembangkan untuk mencegah terbentuknya kerak. Untuk itu, perlu adanya suatu penelitian untuk menguji pengaruh medan elektromagnetik terhadap pembentukan partikel dan jenis kristal CaCO3 guna mendapatkan suatu sistem yang efektif. Percobaan dilakukan dengan memvariasikan jumlah lilitan, frekuensi, tegangan, dan tipe konfigurasi dalam sistem. Metode analisis yang digunakan adalah titrasi EDTA dan SEM untuk mengukur konsentrasi dan melihat jenis kerak yang terjadi. Hasil percobaan menunjukkan bahwa medan elektromagnetik dapat memicu terbentuknya CaCO3 lebih besar daripada non elektromagnetik.

Electromagnetic water treatment is one of methods that can be developed to prevent scale forming. Because of that, there must be a research using a dynamic system to test the effect of electromagnetic fields toward the production of particle and CaCO3 crystal type. This research is conducted by variation of coil amount and configuration, as well as device frequency and voltage, as used in the system. The methods of analysis include the EDTA titration to measure concentration of Ca2+ and SEM to see the type of scale produced. The result indicates that electromagnetic fields can be triggered to form a bigger CaCO3 than without electromagnetic fields."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S52181
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ika Retnowati
"Metode green synthesis dengan ekstrak daun antanan (Centella asiatica L. Urban) dapat dimanfaatkan sebagai agen pereduksi dan penstabil sintesis nanopartikel emas (AuNP). Larutan HAuCl4 direduksi menggunakan ekstrak daun antanan (EDA) dalam fraksi air yang divariasikan konsentrasinya 0,03; 0,05; 0,07; 0,09; dan 0,11% di bawah radiasi natrium. Proses pembentukan dan pengamatan kestabilan AuNP dianalisis dari perubahan warna dan absorbansi yang terbentuk menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Particle Size Analyser (PSA) digunakan untuk mengidentifikasi ukuran AuNP dan muatan AuNP dikarakterisasi dengan potensial zeta. Bentuk kristal AuNP hasil sintesis dikarakterisasi dengan X-Ray Diffraction (XRD) dan Selected Area Electron Diffraction (SAED). Identifikasi gugus fungsi EDA menggunakan Fouried Transform Infra Red (FTIR) menunjukkan adanya senyawa aromatik ataupun fenolik yaitu satu jenis dari golongan senyawa flavonoid, polifenol dan alkaloid yang berperan sebagai senyawa aktif untuk mereduksi ion Au3+ menjadi Au0. Identifikasi AuNP dengan Transmission Electron Microscopy (TEM) menunjukan ukuran rerata partikel ± 20 nm dengan bentuk sphere (bulat). Selanjutnya AuNP dalam kondisi optimum pada konsentrasi EDA 0,007% dilakukan uji interaksinya terhadap doksorubisin pada kondisi pH berbeda. Hasil karakterisasi spektrofotometer UV-Vis, PSA dan potensial zeta menunjukkan Dox-AuNP@EDA memiliki jumlah loading dan jumlah release paling baik masing-masing pada pH 1,2 pada pH 7,4 yang ditandai dengan perubahan bentuk serapan spektrum UV-Vis, ukuran partikel serta nilai potensial zeta Dox-AuNP@EDA .

Green synthesis method with antanan leaf extract (Centella asiatica L. Urban) can be used as a reducing agent and stabilizer of gold nanoparticles(AuNP). HAuCl4 solution is reduced using aquoeus leaf extracts of antanan (EDA) with varied concentration of 0,03;0,05;0,07;0,09; and 0,11% under sodium radiation. The formation process of AuNP is analyzed by color changes and its absorbance used UV-Vis spectrophotometer. Particle Size Analyser (PSA) was used to identified particle size distribution of AuNP. AuNP charge was characterized by zeta potential. The crystallization of AuNP was identified by X-Ray Diffraction (XRD) and Selected Area Electron Diffraction (SAED). Identification of functional groups EDA using Fouried Transform Infra Red (FTIR) indicates aromatic or phenolic compound that is a kind of flavonoid, poliphenol and alkaloide compounds that act as an active compounds for reducing Au3+ ions into Au0. Particle size of AuNP was identified by Transmission Electron Microscopy (TEM) and it shows that the average of particle size is ± 20 nm in sphere forms. Furthermore, the interaction between doxorubicin and optimum condition of AuNP at concentration of 0,007% was observed under different pH condition. The results showed that the best condition for the interaction between doxorubicin and AuNP is under acidic condition (pH 1,2) while under basic condition (pH 7,4) doxorubicin could not be adsorbed to AuNPs."
2015
S61776
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara dini kemungkinan adanya pelepasan polutan supaya tidak mencemari lingkungan. Kualitas air di sekitar kolam limbah PPGN dapat diketahui dengan menganalisis contoh dari 4 buah sumur kontrol sedalam 20 meter terletak pada keempat sisi kolam dan 2 (dua) buah sumur pembanding dengan jarak 50 meter dan 100 meter dari kolam limbah. Metode yang digunakan untuk mengukur kualitas air di sekitar kolam limbah adalah metode spektrofotometri. Pengukuran kandungan kimia air sumur kontrol dan air sumur pembanding dilakukan dengan Spektrophotometer Serapan Atom (AAS), kandungan U dengan UV-VIS Spektrophotometer, sedangkan pengukuran radioaktivitas dengan detektor a SPA-1 Eberline yang dihubungkan dengan alat pencacah Scaler Ludlum Model 1000. Hasil pengukuran tahun 2010 diperoleh: kandungan kimia pada sumur kontrol Ca (2.31-2.91) mg/l, Mg (0.22-0.34) mg/l, Fe (0.024-0.033) mg/l Ni (0.0028-0.030) mg/l, Zn (0.0019-0.025) mg/l, Cu (0.038-0.060) mg/l, Pb (0.003-0.041) mg/l, Mn (0.004-0.005) mg/l, U (0.03-0.04) Bq/l x 10-3. Pada sumur pembanding kandungan Ca (2.31-2.33) mg/l, Mg (0.25-0.27) mg/l, Fe (0.051-0.298) mg/l, Ni (0.003-0.004) mg/l, Zn (0.03-0.04) mg/l, Cu (0.004-0.004) mg/l, Pb (0.003-0.003) mg/l, Mn (0.005-0.021), U (0.025-0.028) Bq/l x 10-3 . Kandungan radioaktivitas sumur kontrol pada triwulan I (2.321-2.635).10-2 Bq/l, triwulan II (2.162-2.823).10-2 Bq/l, triwulan III . (2.424-2.931).10-2 Bq/l, triwulan IV (2.283-2.643).10-2 Bq/l. Sedangkan kandungan radioaktivitas sumur pembanding pada triwulan I (2.931-2.931).10-2 Bq/l, triwulan II (2.162-2.550).10-2 Bq/l, triwulan III. (2.931-2.931).10-2 Bq/l, triwulan IV (2.450-2.632).10-2 Bq/l. Dari data pengukuran menunjukkan tidak ada pelepasan polutan ke lingkungan. Berdasarkan evaluasi data di atas dengan menggunakan metoda Storet dan US-EPA [Environmental Protection] Agency maka kualitas air di sekitar kolam limbah PPGN–BATAN dinyatakan sebagai klasifikasi Kelas A [memenuhi baku mutu]."
620 EKSPLOR 32:155 (2011)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Lorita
"Kasus kontaminasi air tanah di daerah pemakaman merupakan kasus yang belum banyak tersentuh namun memiliki potensi menjadi kasus yang mengkhawatirkan terutama dengan lokasinya yang berdekatan pemukiman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kontaminasi, persebaran kontaminasi, kesesuaian kontaminasi dengan baku mutu air yang ditetapkan pemerintah, dan kaitan secara geologi dengan kontaminasi di TPU Padurenan. Metode yang dilakukan adalah analisis terhadap sampel air tanah dari lokasi penelitian berdasarkan parameter yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kontaminasi dari 9 titik sampel untuk parameter pH dari 5.54 - 7.19, parameter suhu (oC) dari 28.4 - 29.6, parameter EC (mS/cm) dari 57 – 355, paameter TDS (ppm) dari 29 – 177, parameter warna menunjukkan indikator bening dan sedikit keruh, parameter rasa menunjukkan indikator berasa dan tidak berasa, parameter bau menunjukkan indikator tidak berbau, sedikit berbau, dan berbau, parameter Copper (mg/L) nilai <0.01, parameter Potassium (mg/L) dari 0.8 - 4.2, parameter Lead (mg/L) memiliki nilai <0.02, parameter Iron (mg/L) dari 0.04 - 3.7, parameter Zinc (mg/L) dari <0.01 - 0.06, parameter Nitrate (mg/L) dari 0.02 - 27.7, parameter BOD (mg/L) dari <2 - 8.1, parameter COD (mg/L) dari <6 - 19.2, dan parameter Total Coliform (koloni/100mL) dari 65 – 800. Parameter yang melewati batas kesesuaian dengan baku mutu air tanah yang ditentukan oleh pemerintah adalah parameter pH, EC, Iron, Zinc, BOD, COD, dan Nitrate. Persebaran kontaminasi didukung oleh stratigrafi kipas aluvium dengan pola dinamika air tanah berarah Utara-Barat Laut. Litologi tuf secara alamiah memberikan nilai konsentrasi pada parameter Potassium dan Iron. Parameter Nitrate, Potassium, dan Total Coliform menjadi pendukung kontaminasi yang berasal dari dekomposisi tubuh manusia.

The case of groundwater contamination in the burial area is a case that has not been touched upon but has the potential to become a worrying case, especially given its location close to housing. The purpose of this study was to determine the level of contamination, the distribution of contamination, the suitability of contamination with water quality standards set by the government, and the geological relationship with contamination at Padurenan Cemetery. The method used is the analysis of groundwater samples from the research location based on the specified parameters. The results showed the contamination level of 9 sample points for pH parameters from 5.54 - 7.19, temperature parameters (oC) from 28.4 - 29.6, EC parameters (mS/cm) from 57 - 355, TDS parameters (ppm) from 29 - 177, parameters color indicates clear and slightly cloudy indicators, the taste parameter shows taste and tasteless indicators, the odor parameter indicates an odorless, slightly odorous, and odorless indicator, Copper parameters (mg/L) has value <0.01, Potassium parameters (mg/L) is from 0.8 - 4.2, Lead parameters (mg/L) has a value <0.02, Iron parameters (mg/L) from 0.04 - 3.7, Zinc parameters (mg/L) from <0.01 - 0.06, Nitrate parameters (mg/L) from 0.02 - 27.7, BOD parameters (mg/L) from <2 - 8.1, COD parameters (mg/L) from <6 - 19.2, and Total Coliform parameters (colony/100mL) from 65 – 800. Parameters that exceed the conformity limits with groundwater quality standards determined by the government are pH, EC, Iron, Zinc, BOD, COD, and Nitrate parameters. The distribution of contamination is supported by the aluvium fan stratigraphy with the pattern of groundwater dynamics trending North-Northwest. The tuff lithology naturally gives concentration values ​​for Potassium and Iron parameters. Nitrate, Potassium and Total Coliform parameters support contamination originating from the decomposition of the human body."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dwiputra Muhammad Zairin
"Limbah pewarna adalah salah satu jenis limbah cair yang sebagian besar dihasilkan dari industri tekstil dan dapat memberikan efek berbahaya bagi lingkungan. Elektrolisis plasma adalah metode yang dapat menghasilkan radikal bull OH dalam jumlah besar untuk mendegradasi limbah pewarna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan ion Fe2 dan konsentrasi awal limbah dalam mendegradasi salah satu jenis pewarna tekstil, Remazol Brilliant Blue, dengan menggunakan NaCl sebagai elektrolit dan injeksi udara pada metode elektrolisis plasma. Produksi radikal bull;OH mencapai 4,31 mmol selama 30 menit dengan tegangan 750 V dan konsentrasi NaCl 0,03 M.
Degradasi Remazol Brilliant Blue mencapai 96,15 dalam waktu 30 menit di mana konsentrasi awal Remazol Brilliant Blue yang digunakan adalah 150 ppm, tegangan 750 V, kedalaman anoda 2 cm, konsentrasi NaCl 0,03 M, dengan penambahan 40 ppm ion Fe2, dan injeksi udara. Dalam keadaan yang sama, metode ini dapat menurunkan nilai COD sebesar 93,06. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa elektrolisis plasma dengan NaCl sebagai elektrolit dan penambahan Fe2 memiliki potensi yang baik dalam mengolah limbah pewarna di lingkungan.

Dye waste is a liquid waste that mostly generated from the textile industry and can be very dangerous to the environment. Plasma electrolysis is a method that can produce bull OH radicals in large quantities in order to degrade the dye compounds. This study aims to determine the effect of Fe2 addition and wastes initial concentration in degrading one of dye type, Remazol Brilliant Blue, using NaCl as electrolyte and air injection on plasma electrolysis method. The production of bull OH radicals reached 4,31 mmol in 30 minutes with 750 V of voltage and NaCl concentration of 0,03 M.
Remazol Brilliant Blue degradation reached 96.15 in 30 minutes where the initial concentration of Remazol Brilliant Blue is 150 ppm, voltage of 750 V, 2 cm anode depth, NaCl concentration 0.03 M, with the addition of 40 ppm Fe2 ion and air injection. The COD value decreased 93,06. The results show that plasma electrolysis with NaCl as electrolyte and Fe2 addition has a good potential in degrading dye wastewater in the environment.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kamila Indah Lestari
"Dengan berkembangnya kegiatan di Provinsi Banten, bertambah pula kebutuhan air bersih setiap harinya mulai dari kegiatan domestik hingga perkantoran, dan bidang lainnya. Skripsi ini betujuan untuk mengetahui karakteristik dan pola aliran Cekungan Air Tanah (CAT) Serang-Tangerang sebagai salah satu sumber air utama bagi masyarakat Provinsi Banten dengan menggunakan kadar isotop dan hidrogeokimia air tanah untuk memetakan persebaran fasies air tanah dan pola aliran air tanah dengan menggunakan metode Inverse Distance Weighting (IDW) dengan bantuan software ArcGis. Dari hasil penelitian, didapat bahwa fasies dominan pada CAT Serang-Tangerang adalah Na-HCO3, diikuti dengan Ca-HCO3, Na-Cl, Ca-Cl, Na-SO4, Ca-SO4, Mg-HCO3, Na-HCO3­­-Cl, Mg-HCO3­­-Cl, Na-Cl-HCO3, dan HCO3­­-Cl. Berdasarkan Muka Air Tanah Absolut (MATa) serta kadar isotop stabil berupa δ18O dan δD, pola aliran air tanah mulai dari daerah imbuhan di bagian barat daya dari CAT, menuju ke arah utara, timur laut, dan timur, dengan air tanah yang dikelompokkan ke dalam tiga kelompok utama berdasarkan rasio isotopnya menggunakan metode pengelompokan Equal Interval, yaitu menjadi kelompok air tanah dengan rasio isotop tinggi, kelompok air tanah dengan rasio isotop sedang, dan kelompok air tanah dengan rasio isotop rendah. 

With the growth of activity in Banten Province, so does increase the need of daily clean water, from domestic activities to office activities, and many other economic sections. This thesis is made to understand the characteristics and groundwater flow of Serang-Tangerang Groundwater Basin as one of the main water sources for the citizens of Banten Province with the use of stable isotope ratios and groundwater hydrogeochemistry to map the groundwater facies distribution using Inverse Distance Weighting (IDW) method with the help of ArcGis software. The result of this study shows that the dominant facies for Serang-Tangerang Groundwater Basin is Na-HCO3, followed by Ca-HCO3, Na-Cl, Ca-Cl, Na-SO4, Ca-SO4, Mg-HCO3, Na-HCO3­­-Cl, Mg-HCO3­­-Cl, Na-Cl-HCO3, and HCO3­­-Cl. According to the Absolute Groundwater Level (AGL) and stable isotope ratios of δ18O and δD, groundwater flow starts from the recharge zone one the southwest area of the groundwater basin to the north, northeast, and east, and the groundwater is grouped into three different categories based on their isotopic ratios using Equal Interval classification method, which is classified into groundwater with high isotopic ratios, medium isotopic ratios, and low isotopic ratios."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>