Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 190485 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
cover
Fransiskus Devy Harsono
"Formalin sering disalahgunakan sebagai pengawet produk makanan tertentu supaya lebih tahan lama, karena itu kebutuhan akan suatu pereaksi kimia untuk pengujian formalin dalam makanan sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk memilih suatu pereaksi warna spesifik untuk analisis formalin. Pemilihan pereaksi didasarkan pada beberapa kriteria yaitu, spesifik, reaksinya stabil, memiliki sensitivitas tinggi, dan mudah untuk digunakan. Larutan standar formalin yang telah diencerkan ditambahkan dengan pereaksi warna tertentu (pereaksi Nash atau pereaksi asam kromatropat atau pereaksi Schryver), lalu diukur pada panjang gelombang maksimumnya dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis.
Hasil analisis kualitatif formalin menunjukkan bahwa pereaksi Schryver merupakan pereaksi warna terbaik dengan intensitas warna paling kuat hingga konsentrasi terendah 0,2 mg/L. Sedangkan pereaksi Nash merupakan pereaksi warna terbaik untuk analisis kuantitatif formalin didasarkan atas stabilitas reaksi dengan formalin dan batas kuantitasi terendah yang didapat. Stabilitas pereaksi Nash yang disimpan dalam berbagai kondisi penyimpanan bertahan selama tiga hari, dan batas kuantitasi yang dicapai 0,0467 mg/L.
Formalin is often misused on certain food product as a preservative so that more durable, therefore requirement of a chemical reagent for the examination of formalin in food is very needed. This research was aim to choose a specific colour reagent for analysis of formalin. Selection of reagent relied on some criteria which is, specific, its reaction stable, having high sensitivity in measurement and easy to be used. Formalin standard solution which have been diluted, added with specific colour reagent (Nash reagent or chromotropic acid reagent or Schryver reagent), then measured at their maximum wavelength by using an UV-Vis Spectrophotometer.
The results of qualitative analysis indicated that Schryver reagent showed the best colour reagent with strongest colour intensity, with limit of visual detection 0,2 mg/L. While Nash reagent showed the best colour reagent for quantitative analysis of formalin based on stability of reaction and its lowest limit of quantitation. Stability of entire Nash reagent which were stored in various storage condition could stable for three day, and limit of quantitation reached was 0,0467 mg/L.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2007
S32637
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
cover
cover
Ayu Surya Wulan
"ABSTRAK
Bauksit adalah suatu bahan mentah yang tersusun dari satu atau lebih
mineral - mineral aluminium oksida terhidrasi dan pengotor-pengotornya yaitu :
silika, oksida besi, titan serta unsur-unsur kecil lainnya.Titanium merupakan salah
satu pengotor yang terdapat dalam bauksit yang ditentukan kadarnya sebagai TiO2.
Penetapan TiO2 dapat dilakukan dengan dua metode yaitu metode spektrofotometri
dengan alat spektrofotometer UV-VIS yang didasarkan pada : Garam Titan (IV)
direaksikan dengan H3PO4 1 : 1 yang berfungsi sebagai pengasam, yang selanjutnya
akan membentuk garam kompleks berwarna kuning dengan pereaksi H2O2 3%,
kepekatan warna larutan yang dihasilkan berbanding lurus dengan kadar Titan
dalam sampel. Dan metode X-Ray Flourescence Spektrometri dengan alat X-Ray
yang didasarkan pada : ketika atom sampel di-iradiasi dengan foton sinar-x primer yang berenergi tinggi, elektron terlempar keluar dari orbit dalam bentuk
fotoelekron. Hal ini menyebabkan terbentuknya lubang elektron (hole) didalam satu
atau lebih orbital, mengubah atau menjadi ion yang tidak stabil. Untuk
mengembalikan atom pada keadaan yang lebih stabil, lubang di orbital dalam harus
diisi dengan elektron dari orbital luar. Transisi seperti ini biasanya diikuti dengan
emisi energi dalam bentuk foton sinar X sekunder, jumlah foton sinar X sekunder
besarnya sebanding dengan konsentrasi unsur yang diukur. Pada analisis dengan
metode spektrofotometri UV-VIS, diperoleh hasil yang cukup mendekati dengan
kadar sebenarnya, dimana diperoleh rata-rata kadar TiO2 sebesar 2,01% dengan
persen kesalahan 2,98 % dan persen akurasi 97,11%. Pada analisis dengan metode
XRF spektrometri, diperoleh hasil yang sangat akurat dibandingkan dengan metode
spektrofotometri UV-VIS. Hasil yang diperoleh untuk rata-rata kadar TiO2 adalah
1,97%. Rata-rata persen kesalahan yang diperoleh yakni sebesar 1,18%. Sedangkan
rata-rata persen akurasi sebesar 98,83%. Berdasarkan praktik dan pengolahan data
yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan dengan menggunakan alat
spektrofotometer saja kadar TiO2 yang didapat tidak terlalu jauh juga dengan kadar
sebenarnya, sehingga tidak perlu dilakukan analisis dengan alat X-Ray, mengingat
jika dilihat dari segi ekonomis juga harga alat X-Ray jauh lebih mahal jika
dibandingkan dengan harga alat spektrofotometer."
2008
TA1712
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>