Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 83029 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Universitas Indonesia, 2002
TA490
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dita Mitani Nur Alfaini
"Demam tifoid menduduki peringkat ke-2 sebagai penyakit yang paling banyak ditemukan pada pasien rawat inap di rumah sakit di Indonesia dengan jumlah kasus pada tahun 2014 sebanyak 81.116 (3,15%). Prinsip penatalaksaan demam tifoid di Indonesia meliputi istirahat dan perawatan, diet dan terapi penunjang (simptomatik dan suporatif), serta pemberian antibiotik. Antibiotik yang digunakan adalah kloramfenikol injeksi (lini pertama) dan seftriakson injeksi (lini kedua). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas-biaya terapi kloramfenikol injeksi dan seftriakson injeksi pada pasien anak demam tifoid rawat inap di RSUD Ciawi tahun 2019-2021. Penelitiaan ini merupakan penelitian observasional dengan desain studi cross-sectional menggunakan teknik pengambilan data secara retrospektif. Populasi penelitian ini adalah 957 pasien rawat inap yang terdiagnosis demam tifoid di RSUD Ciawi pada Tahun 2019-2021. Sampel penelitian ini adalah 66 pasien dengan terapi seftriakson injeksi dan 66 pasien dengan terapi kloramfenikol injeksi sesuai dengan jumlah minimum sampel. Data diambil dari rekam medis pasien berupa usia, jenis kelamin dan durasi rawat inap pasien. Biaya dilihat dari perspektif rumah sakit menggunakan total biaya medis langsung yang meliputi biaya obat, biaya obat lain, biaya laboratorium, biaya alat kesehatan, biaya jasa tenaga kesehatan, biaya kamar, dan biaya administrasi. Berdasarkan perhitungan REB, kelompok terapi kloramfenikol injeksi memiliki rasio efektivitas biaya lebih tinggi sebesar Rp 2.710.452,15 / lama rawat inap dibandingkan kelompok terapi seftriakson injeksi sebesar 2.029.402,12 / lama rawat inap. Berdasarkan perhitungan RIEB, pemilihan terapi seftriakson injeksi akan membutuhkan biaya tambahan sebesar Rp 3.239,6281 untuk peningkatan 1 unit efektivitas.

Typhoid fever is occupied on the second rank as the most common disease found in hospitalized patients with a total of 81,116 cases (3.15%) in 2014. Typhoid fever management principle includes the rest and treatment, diet and supportive therapy (both symptomatic and supportive), and administration of antibiotics. The antibiotics used were chloramphenicol (first line) and ceftriaxone (second line) injection. This study aims to analyze the cost-effectiveness of chloramphenicol and ceftriaxone injection therapy in typhoid fever patients hospitalized at Ciawi Hospital in 2019-2021. This research is an observational study with a cross-sectional design using retrospective data collection techniques. The population of this study was 957 inpatients diagnosed with typhoid fever at Ciawi Hospital in 2019-2021. The sample of this study were 66 patients with injection ceftriaxone therapy and 66 patients with chloramphenicol injection therapy according to the minimum number of samples. The data collected the medical records of pediatric typhoid fever inpatients consist of age, gender, and length of stay (LoS). Costs with a hospital perspective using total direct medical costs which include drug costs, other drug costs, laboratory costs, medical equipment costs, health worker service fees, room costs, and administrative costs. Based on REB calculations, the chloramphenicol injection therapy group had a higher cost-effectiveness ratio IDR2,710,452.15 / unit effectiveness compared to the ceftriaxone injection therapy group IDR2,029,402.12 / unit effectiveness. Based on the RIEB calculation, the selection of injection ceftriaxone therapy will require an additional cost of Rp. 323,962.81 to increase 1 unit effectiveness."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Stella Maureen Wijaya
"Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi dapat menimbulkan permasalahan seperti resistensi bakteri terhadap antibiotik sehingga perlu dilakukan evaluasi penggunaan obat golongan antibiotik. Daftar realisasi obat antibiotik tahun 2022 didapat dari Puskesmas Kelurahan Cipinang Muara. ATC dan DDD obat diperoleh dari situs WHO (www.whocc.no/atc_ddd_indexhpx/). Data jumlah populasi penduduk di Kelurahan Cipinang Muara diperoleh dari https://timur.jakarta.go.id/kelurahan/cipinang-muara yaitu sebanyak 55.982 jiwa. Pengolahan data dilakukan menggunakan program Microsoft Excel. Hasil evaluasi penggunaan obat antibiotik menggunakan menunjukkan bahwa antibiotik yang mencakup 90% dari penggunaan obat antibiotik di Puskesmas Kelurahan Cipinang Muara adalah Amoksisilin, Kotrimoksazol, Siprofloksasin, dan Doksisiklin. Penggunaan antibiotik terbesar yaitu Amoksisilin dengan presentase 46,99% dari penggunaan seluruh obat golongan antibiotik. Biaya obat antibiotik terbesar yaitu Amoksisilin dengan presentase 61,50% dari pengeluaran seluruh obat golongan antibiotik. Biaya per DDD atau Cost/DDD terbesaar yaitu Kloramfenikol dengan nilai Cost/DDD sebesar Rp 6.540 / DDD.

The relatively high intensity of antibiotic use can cause problems such as bacterial resistance to antibiotics so it is necessary to evaluate the use of antibiotic class drugs. The list of antibiotic drug realization in 2022 was obtained from the Cipinang Muara Village Health Center. ATC and DDD of drugs were obtained from the WHO website (www.whocc.no/atc_ddd_indexhpx/). Data on the total population in Cipinang Muara Village was obtained from https://timur.jakarta.go.id/kelurahan/cipinang-muara which is 55,982 people. Data processing was done using Microsoft Excel program. The results of the evaluation of antibiotic drug use show that antibiotics that cover 90% of antibiotic drug use at the Cipinang Muara Village Health Center are Amoxicillin, Cotrimoxazole, Cyprofloxacin, and Doxycycline. The largest use of antibiotics is Amoxicillin with a percentage of 46.99% of the use of all antibiotic class drugs. The largest antibiotic drug cost is Amoxicillin with a percentage of 61.50% of all antibiotic class drug expenditures. The cost per DDD or Cost / DDD is Chloramphenicol with a Cost / DDD value of Rp 6,540 / DDD.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yuanki Melanie
"Penggunaan formalin sebagai bahan tambahan dalam makanan dilarang oleh
kementerian kesehatan dan tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia No.722/MenKes/Per/IV/88. Meskipun demikian, pada
beberapa tahun terakhir ini muncul pemberitaan mengenai maraknya penggunaan
formalin sebagai pengawet bahan makanan yang mudah membusuk seperti ikan dan
udang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penggunaan formalin pada ikan dan
udang segar yang dijual di Pasar Muara Angke, pasar tempat penjualan hasil laut
segar di Jakarta. Penelitian ini diawali dengan identifikasi kandungan formalin dalam
sampel ikan dan udang segar kemudian dilanjutkan dengan analisis kuantitatif untuk
memperkuat hasil yang diperoleh. Analisis kualitatif formalin dilakukan dengan
pereaksi Schryver sedangkan untuk analisis kuantitatif secara spektrofotometri UVVis
menggunakan pereaksi Nash. Hasil validasi metode menunjukkan batas deteksi
0,0102 mg/L, batas kuantitasi 0,0341 mg/L, dan koefisien variasi 0,09%. Perolehan
kembali formalin dalam sampel ikan berkisar antara 89,79-109,58% sedangkan
dalam sampel udang udang 82,11-97,76%. Identifikasi terhadap enam sampel ikan
dan enam sampel udang menunjukkan hasil yang negatif dan hasil analisis kuantitatif
pada seluruh sampel memperkuat hasil yang diperoleh, yaitu tidak ditemukan adanya
formalin dalam sampel ikan dan udang segar di Pasar Muara Angke."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2010
S33159
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 1985
S31934
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 2000
TA803
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
R.A. Dewi Aprianty
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 1997
S32088
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Neneng Devy Febriyani
"Perubahan lingkungan telah terjadi di Teluk Jakarta diakibatkan pencemaran oleh sampah dan banyaknya limbah industri yang semakin meningkat, namun dalam kondisi yang sedemikian tercemar masih ditemukan kenyataan lain bahwa beberapa jenis ikan, udang, kerang masih dapat ditemui di teluk Jakarta yang masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar tembaga, kadmium, dan timbal yang menyemari udang jerbung dan udang pacet dan untuk mengetahui apakah kandungan ketiga logam tersebut masih dalam batas aman untuk dikonsumsi mayarakat. Preparasi awal dilakukan dengan mencuci udang, pisahkan bagian badan, kulit, dan kepala, lalu keringkan dalam oven pada suhu 60° C selama 24 jam, setelah kering blender hingga menjadi serbuk.lalu destruksi dengan HNO3 65% di atas lempeng pemanas dalam lemari asam. Diperoleh rata-rata kadar tembaga dalam badan, kulit, kepala udang jerbung dan udang pacet dalam sampel (bobot basah) yang diteliti berturut-turut adalah 1,07 0,05; 2,23±0,08;4,30 0,29; 5,28 ± 0,13; 4,26 0,21; dan 11,86 ± 0,38 mg/kg. Rata-rata kadar kadmium dalam badan, kulit, kepala udang jerbung dan udang pacet dalam sampel (bobot basah) yang diteliti berturut-turut adalah 1,010,05; 0,69 ± 0,02; 0,83±0,11; 0,61 ± 0,02; 0,64 0,06; 0,80± 0,03 mg/kg. Rata-rata kadar timbal dalam badan, kulit, kepala udang jerbung dan udang pacet dalam sampel (bobot basah) yang diteliti berturut-turut adalah 0,21 ± 0,00; 0,48 ± 0,011,170,00; 0,56 0,00; 0,82 ± 0,00; 0,67 ±0,00 mg/kg. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tembaga, kadmium, dan timbal terdeteksi pada seluruh sampel dan masih dalam batas aman dikonsumsi berdasarkan maksimum kadar tembaga, kadmium, dan timbal yang telah ditetapkan Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yaitu sebesar 20,0 mg/kg, 1,0 mg/kg, dan 2,0 mg/kg."
Depok: [Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, ], 2010
S33138
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Herman Suryadi
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1992
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 1990
S31966
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>