Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 128556 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mega Septiana
"Berat badan berlebih pada anak merupakan masalah kesehatan global dengan angka kejadian yang semakin meningkat tiap tahunnya Keadaan berat badan lebih dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius pada anak baik sekarang maupun di masa depan. Pencegahan sejak dini adalah upaya yang paling realistis dan esensial untuk mengatasi masalah ini sehingga dibutuhkan upaya identifikasi faktor faktor risiko berat badan berlebih pada anak.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi berat badan lebih pada anak usia sekolah dasar dan hubungannya dengan faktor sosiodemografi berupa usia jenis kelamin suku ayah suku ibu serta urutan lahir. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Jakarta pada bulan Januari tahun 2013 dengan subjek penelitian sebanyak 288 siswa sekolah dasar Data berat badan lebih didapatkan melalui pengukuran antropometri yang dipetakan pada kurva CDC 2000 sedangkan data sosiodemografi didapatkan melalui pengisian kuesioner oleh orang tua subjek. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi square Didapatkan proporsi berat badan lebih pada anak usia sekolah dasar di Jakarta adalah sebesar 25 4 dengan frekuensi lebih tinggi ditemukan pada anak laki laki.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat badan lebih pada anak berhubungan dengan jenis kelamin anak namun tidak berhubungan dengan usia suku ayah suku ibu serta urutan lahir anak Kata kunci anak usia sekolah dasar berat badan berlebih faktor sosiodemografi Indonesia Jakarta.

Excess weight in children is a global health problem with increasing incidence every year. This can lead to serious health problem in children both in present time and in the future Early prevention by avoiding various risk factors is the most realistic and essential to solve this problem so that identification effort of risk factors for excess weight in children is needed.
The purpose of this study was to identify factors associated with excess weight in school aged children related to sociodemographic factors includes age gender ethnicity of father ethnicity of mother and birth order. This study is a cross sectional study Data collection were conducted in Jakarta in January 2013 and taken from 288 elementary students. Excess weight data were obtained from antrophometric measurements which were plotted in CDC 2000 curve while sociodemographic factors were obtained from questionnaire filled by subject parents. All data were analyzed by chi square test. The proportion of children school aged children with excess weight is 25 4 with higher frequency in boys.
This result showed that excess weight in children was associated with gender but was not associated with age ethnicity of father ethnicity of mother and birth order.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fitri Anggraini Pradityaningsih
"Berat badan lebih (BB Lebih) saat ini menjadi permasalahan umum di masyarakat yang dapat meningkatkan morbiditas anak ketika dewasa. Diperlukan identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kondisi BB lebih ini. Tujuan penelitian ini untuk menurunkan proporsi BB lebih pada anak usia sekolah dasar. Desain yang digunakan adalah studi potong lintang (cross-sectional). Sampel yang digunakan sebanyak 288 siswa yang berasal dari SDN Duren Sawit 08 Pagi, Jakarta Timur. Data diambil dengan melakukan pengukuran antropometri dan pembagian kuesioner kepada sampel penelitian. Dari penelitian, didapatkan hasil sebanyak 25,7% responden mengalami berat badan berlebih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor gaya hidup, yakni lama menonton televisi, lama waktu tidur, lama bermain games atau komputer, serta kegiatan di luar sekolah tidak berhubungan dengan kejadian berat badan lebih pada anak usia sekolah dasar di DKI Jakarta. Sementara ti, faktor akses dari sekolah berhubungan dengan kejadian berat badan lebih pada anak usia sekolah dasar di DKI Jakarta (p < 0,05).

Overweight nowadays is a common problem in the community that can increase child morbidity. Thus, identification of the factors that affect this condition is needed. The purpose of this study is to decrease proportion of child`s overweight and obesity. The study design is cross-sectional. The samples were 288 students which taken from SDN Duren Sawit 08 Pagi, Jakarta Timur. Data was obtained by doing anthropometric measurements and distributing questionnaire to the samples. This study found that 25,7% respondence are overweight. This study shows that lifestyle factor, which is tv watching, nighttime sleep duration, playing games or computer, and physical activity is not related to overweight in school-aged children. Otherwise, access to school has significant difference with overweight in school-aged children in DKI Jakarta (p >0,05)."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tsania Rachmah Rahayu
"Berat badan berlebih merupakan suatu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan karena saat ini jumlah penderitanya semakin meningkat Keadaan ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga anak usia sekolah Namun kondisi ini merupakan suatu hal yang bisa dicegah sehingga diperlukan identifikasi mengenai faktor apa saja yang dapat mempengaruhi terjadinya berat badan lebih Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi berat badan lebih pada suatu sekolah serta mencari faktor yang hubungan dengan berat badan lebih terkait karakteristik keluarga Desain penelitian menggunakan studi cross sectional Penelitian dilakukan pada Januari 2013 dengan sampel 288 siswa masing masing 48 siswa dari kelas 1 6 SDN Duren Sawit 08 Pagi Jakarta Data didapat melalui pengukuran antropometri serta indeks massa tubuh dan data karakteristik keluarga didapat melalui kuesioner Pengolahan data dilakukan dengan program pengolahan data SPSS 11 5 kemudian dianalisis dengan uji chi square Pada penelitian didapatkan proporsi berat badan berlebih anak usia sekolah yaitu 25 8 serta adanya hubungan salah satu karakteristik keluarga yaitu pekerjaan ibu terhadap kejadian berat badan lebih pada anak usia sekolah Disimpulkan bahwa prevalensi berat badan berlebih pada usia sekolah berhubungan dengan pekerjaan ibu

Overweight and obesity is one of the health problem that need more attention The number of people with overweight and obesity is increase over the time This condition is not only happen in adults but also happen in school age However overweight and obesity is a problem that can be prevented Therefore it is so important to know what factor that can affect the incidence of overweight and obesity The purpose of this study is to know the prevalence of child's overweight and obesity in a school and to know what factors in family that have influence on child's overweight and obesity The design of this study is cross sectional This study was held in January 2013 with a total sample 288 students 48 students from each class from grades 1 6 SDN Duren Sawit 08 Pagi Jakarta The method to collect data are anthropometric measurements and body mass index BMI and quetionaire about family's characteristic The data was processed by SPSS 11 5 and analyzed by chi square test This study found that the proportion of overweight and obesity in SDN Duren Sawit 08 Pagi Jakarta is 25 8 and there is a relation between on of family's characteristic that is mother's occupation and child's nutritional status To conclude children in school age's overweight or obesity is associated with mother's occupation
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nusaibah Nadia Juliafina
"Berat badan lebih dan obesitas merupakan permasalahan kesehatan yang terus menerus meningkat prevalensinya dan tidak hanya terjadi pada orang dewasa melainkan juga pada anak-anak, terutama di daerah perkotaan. Bahaya komplikasi morbiditas dari berat badan lebih dan obesitas pada anak-anak yang mengkhawatirkan meningkatkan kesadaran untuk menemukan faktor-faktor risikonya agar dapat menjadi dasar upaya pencegahan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan faktor kebiasaan makan dengan kejadian berat badan lebih dan obesitas pada anak.
Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dan metode stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan pada Januari 2013 dengan total jumlah sampel 288 siswa yaitu 48 orang siswa dari masing-masing kelas 1-6 SDN Duren Sawit 08 Pagi Jakarta. Metode pengumpulan data untuk menilai status nutrisi berat badan lebih dan tidak lebih melalui penghitungan indeks masa tubuh (IMT) dari data antropometri dan data kebiasaan makan melalui kuesioner yang diisi oleh orang tua siswa. Data kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa proporsi subjek dengan berat badan lebih adalah 74 orang (25,7 %). Kelompok subjek dengan kebiasaan memakan jenis makanan vegetarian dari kategori makanan sehat, jenis sayuran hijau dari kategori makanan tradisional, jenis keripik dari kategori snack, dan jenis makanan siap saji dari kategori junk food menunjukkan adanya perbedaan proporsi berat badan lebih yang bermakna secara statistik.

Overweight and obesity are the health problems that keeps raising on prevalence and they occur not only in adults but also in children, especially in big cities. The danger of the morbid complications is alarming that it raise an awareness to discover the risk factors to be a basis for prevention. This study aimed to understand the association between eating behaviour and the proportion of overweight and obesity in children.
The study used a cross-sectional design and stratified random sampling method. Data collection was done in January 2013 with a total sample of 288 elementary school students which consist of 48 students from each class from grade 1-6 of SDN Duren Sawit 08 Pagi Jakarta. The method used to collect data to assess the subjects? nutritional status of overweight or not overweight was by calculating body mass index (BMI) from antropometric data and eating behaviour data from a questionnaire filled by the parents. The data was then analyzed with chi-square test.
The result of this study found out that the proportion of subjects with overweight is 74 students (25,7 %). Subject groups with the habit of eating vegetarian food from healthy food category, green vegetables from traditional food category, chips from snack category, and take away from junk food category shows a statistically significant different overweight proportion.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2014
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tania Savitri
"Berat badan (BB) lebih pada anak adalah penyakit metabolik yang memengaruhi morbiditas saat dewasa. Maka, diperlukan tindakan preventif. Penelitian bertujuan mengurangi proporsi BB lebih anak usia sekolah. Desain penelitian adalah studi potong-lintang. Data didapatkan dengan mengukur tinggi dan berat badan 288 siswa sesuai kriteria dan membagikan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak bergizi tidak berlebih (74,3%), berberat lahir normal (89,9%), terlahir prematur (70,1%), dan tidak memiliki riwayat asma (92,4%) maupun alergi (93,1%). Uji Chi-Square tidak berbeda bermakna antara riwayat kelahiran dan penyakit dengan BB lebih(p>0,001). Disimpulkan bahwa BB lebih anak usia sekolah tidak berhubungan riwayat kelahiran maupun penyakit.

Children overweight is metabolic disease which affects the development of adulthood morbidity. Thus, preventive measure is needed. The study objective is to decrease prevalence of overweight in school-age children. The study design is cross-sectional. Data was obtained by measuring 288 students’ height and weight meeting the criteria and by spreading questionnaire. The results show most respondence are not overnutritioned(74,3%), have normal birth weight(89,9%), were born preterm(70,1%), and have no asthma(92,4%) nor allergy(93,1%). Chi-Square test shows no significant difference between birth and disease history and children overweight(p>0,001). In conclusion, overweight in school-age children has no association with birth nor disease history."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2014
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tania Savitri
"Berat badan (BB) lebih pada anak adalah penyakit metabolik yang memengaruhi morbiditas saat dewasa. Maka, diperlukan tindakan preventif. Penelitian bertujuan mengurangi proporsi BB lebih anak usia sekolah. Desain penelitian adalah studi potong-lintang. Data didapatkan dengan mengukur tinggi dan berat badan 288 siswa sesuai kriteria dan membagikan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak bergizi tidak berlebih (74,3%), berberat lahir normal (89,9%), terlahir prematur (70,1%), dan tidak memiliki riwayat asma (92,4%) maupun alergi (93,1%). Uji Chi-Square tidak berbeda bermakna antara riwayat kelahiran dan penyakit dengan BB lebih(p>0,001). Disimpulkan bahwa BB lebih anak usia sekolah tidak berhubungan riwayat kelahiran maupun penyakit.

Children overweight is metabolic disease which affects the development of adulthood morbidity. Thus, preventive measure is needed. The study objective is to decrease prevalence of overweight in school-age children. The study design is cross-sectional. Data was obtained by measuring 288 students’ height and weight meeting the criteria and by spreading questionnaire. The results show most respondence are not overnutritioned(74,3%), have normal birth weight(89,9%), were born preterm(70,1%), and have no asthma(92,4%) nor allergy(93,1%). Chi-Square test shows no significant difference between birth and disease history and children overweight(p>0,001). In conclusion, overweight in school-age children has no association with birth nor disease history."
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kurniasih
"ABSTRAK
Anak usia sekolah rentan mengkonsumsi makanan tidak sehat padahal mereka
membutuhkan makanan sehat. Hal ini tergantung dari persepsi mereka karena
persepsi mempengaruhi pilihan jenis makanan yang akan dikonsumsi. Penelitian ini
bertujuan untuk menggambarkan persepsi tentang makanan sehat pada anak usia
sekolah di SDN 02 Duren Sawit. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif
dengan metode deskriptif. Jumlah sampel berjumlah 77 anak yang diambil secara
acak. Hasil penelitian ini yaitu 54,5% anak berpersepsi baik tentang gizi seimbang,
66,3% anak berpersepsi baik tentang kebutuhan gizi, dan 72,7% berpersepsi baik
tentang keamanan makanan. Ada hubungan antara terpaparnya informasi dengan
persepsi tentang gizi seimbang dan kebutuhan gizi namun tidak berhubungan dengan
persepsi tentang keamanan makanan.

ABSTRACT
School age children have susceptible to eat unhealthy food whereas they need healthy
food. It depend on their perception because perception will affect their choice of food.
This study aims to describe the perception of school age children about healthy food
at SDN 02 Duren Sawit. This study used quantitative research with descriptive
methods. The number of samples amounted to 77 children taken at random. The
results showed that 54,5% of children have good perception about balanced nutrition,
66,3% of children have good perception about nutritional needs, and 72,7% have
good perception about food safety. There was relationship between get of information
about healthy food with perception about balanced nutrition and nutritional needs, but
not related of perception about food safety.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
S43693
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Cahya Ning Fitri
"Makanan jajanan merupakan salah satu jenis makanan yang sangat dikenal dan umum dikonsumsi oleh masyarakat, tidak terkecuali anak sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan konsumsi makanan jajanan pada siswa SDN Rawamangun 01 Pagi Jakarta Timur. Disain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan total sampel adalah seluruh siswa kelas 4 dan 5 (n=150).
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan gizi dan makanan jajanan, besar uang jajan, kebiasaan membawa bekal, pengaruh teman sebaya, dan pengaruh orangtua dengan kebiasaan konsumsi makanan jajanan. Perlu dilakukan upaya peningkatan pengetahuan terkait gizi dan makanan jajanan pada siswa dan orangtua melalui kegitan penyuluhan yang hendaknya rutin dilakukan oleh SDN Rawamangun 01 Pagi.

Street/snack food is one type of food is very well-known and commonly consumed by all ages, including school children. The purpose of this study was to determine the factors associated with snack food consumption behavior in students of SDN 01 Rawamangun Pagi, Jakarta Timur. Research design used in this study is a cross sectional and total sample was all students grades 4 and 5 (n=150).
Result in this study showed that there was a relationship between knowledge of nutrition and food snacks, pocket money, a packed for lunch habits, peer influence and parental influence with street/snack food consumption behavior. The researcher suggest that school should improve knowledge about nutrition and street/snack food to their student and parents.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nesia Kristian
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pendek pada siswa SDN Cideng 09 dan 10 Pagi Jakarta. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 156 orang yang didapat dengan metode simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampaiMei 2015. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran tinggi badan siswa, pengisian angket oleh Ibu siswa, dan wawancarakepada siswa dengan formulir FFQ semikuantitatif. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 16,0% siswa mengalami pendek. Analisis uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara asupan lemak rendah dan riwayat tidak ASI predominan dengan kejadian pendek. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah dan sekolah terus mengedukasi siswa dengan pedoman gizi seimbang.

The objective of this research is to determine the description and relationship factors of stunting children among primary school student at SDN Cideng 09 and 10 Pagi Jakarta. The method of this research is cross sectional design. There are 156 students was being the samples which selected by simple random sampling. The research was held on April until Mei 2015. The database were collected by measuring of student`s height, self-administered questionnaire by students`s mother and semiquantitative FFQ interview with student. The result of this research found that proportion of the respondents who are stunting was 16,0%. The result of statistic analysis showed that the unsufficient fat intake andpredominant breast-feeding had a significant association with child-stunting. This research suggest the government and school educate the students about nutrition education.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2015
S60254
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nichita Marsha Deviana
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi mie instan dan faktor yang paling berhubungan dengan perilaku konsumsi mie instan pada siswa kelas 4 & 5 SDN Pondok Kelapa 04 Pagi. Disain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan total sampel adalah seluruh siswa kelas 4 dan 5 (n=134). Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 60,7% responden memiliki perilaku konsumsi mie instan sering dan ada hubungan antara pengetahuan gizi &mie instan, preferensi terhadap mie instan, dan pengaruh teman sebaya dengan perilaku konsumsi mie instan. Preferensi terhadap mie instan merupakan faktor yang paling berhubungan dengan perilaku konsumsi mie instan. Pihak sekolah perlu melakukan upaya untuk memberikan informasi dan intervensi mengenai perilaku konsumsi mie instan yang sehat dan aman pada siswa dan orang tua murid melalui penyuluhan yang bekerja sama dengan puskesmas.

The purpose of this study was to determine the factors associated with instant noodles consumption behavior and factor that dominant associated with instant noodles consumption behavior in student grades 4 & 5 in SDN Pondok Kelapa 04 Pagi. Research design in this study was a cross sectional and total sample was all students grades 4 & 5 (n=134). Result in this study showed that 60,7% respondent had instant noodles consumption behavior often and there was a relationship between knowledge of nutrition and instant noodles, instant noodles preferences, and peer influence with instant noodles consumption behavior. Suggest from researcher is school should give information and intervention about instant noodles consumption behavior that healthy and safety to students and parents by way of counseling in collaboration with the relevant agencies clinic.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
S47785
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>