Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 178152 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Feri Priatna
"Hipotesis pasar efisien menyatakan bahwa pasar akan berekasi terhadap adanya informasi baru di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh berita terkait fraud pada reaksi pasar untuk perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berita mengenai fraud dipilih pada tahun 2008 hingga 2012 dan terpilih 16 sampel perusahaan. Dalam penelitian ini digunakan event study untuk melihat dampak adanya berita pada pergerakan harga saham di sekitar tanggal berita selama 7 hari (t=-1 sampai t=5). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dampak negatif pada imbal hasil saham pada saat berita tersebut diumumkan (t=-1 sampai t=1), yang ditunjukkan dengan nilai imbal hasil abnormal kumulatif yang bernilai negatif, akan tetapi dampak tersebut tidak signifikan. Setelah tanggal berita (t=2 sampai t=5), imbal hasil saham bergerak ke arah positif, dengan nilai yang signifikan ketika t=4. Sementara itu, pada periode pengamatan lainnya yakni 11 hari, 21 hari, dan 31 hari terlihat bahwa pengaruh berita terkait fraud mulai muncul dua hari sebelum (t=-2) hingga sehari setelah (t=1) tanggal berita. Meskipun demikian, pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik.

Efficient market hypothesis states that market would react to new information. This research is conducted to observe market reaction to fraud-related news for companies listed in Indonesia Stock Exchange. Fraud-related news were chosen from year 2008 occurence to 2012, lead to 16 selected samples. Event study methodology was employed to capture the effect of news on share price movement around the news date for 7 days (t=-1 to t=5). The result shows that there was negative effect the new has on share return at the date the news announced, shown by negative cumulative abnormal return, but the effect was not significant. After the news date (t=2 to t=5), the share return was moving to positive direction, with the significant effect on t=4. In other hand, analysis on other event windows, that are 11 days, 21 days, and 31 days, revealed that the fraud-related news effect occurred from two days before (t=-2) to one day after (t=1) the news date; however, the effect is statistically insignificant.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S54431
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Azzahra
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh pressure, opportunity, rationalization, capability, dan arrogance elemen-elemen fraud pentagon terhadap terjadinya financial statement fraud. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda menggunakan data panel dengan populasi pada penelitian ini adalah perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007-2015. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pressure, rationalization, dan arrogance berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial statement fraud, sementara capability berpengaruh negatif dan opportunity tidak berpengaruh signifikan terhadap financial statement fraud.

ABSTRACT
The purpose of this study is to obtain empirical evidence about the effect of pressure, opportunity, rationalization, capability, and arrogance the elements of fraud pentagon on the occurrence of financial statement fraud. The research method used in this study is multiple linear regression using panel data with population of this study comes from publicly listed companies in Indonesia Stock Exchange during 2007 2015. The result of this study proves that pressure, rationalization, and arrogance positively impact financial statement fraud, while capability has negative effect and opportunity does not have significant effect on the financial statement fraud."
2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Haensri Jemmy
"Tesis ini membahas gejala overreaction di Bursa Efek Indonesia secara khusus terhadap 38 saham sektor industri dasar dan kimia selama periode 2006-2011. Metode yang digunakan adalah metode komparatif antara portofolio winner dan loser. Periode penelitian dibagi menjadi 2, yaitu 6 bulan dan 12 bulan.
Penelitian ini menemukan beberapa gejala overreaction, baik pada observasi 6 bulan maupun 12 bulan, namun secara statistik tidak signifikan. Selain itu juga ditemukan bahwa gejala overreaction bersifat asimetris, yaitu lebih terlihat pada salah satu portofolio.
Hasil penelitian menunjukkan Bursa Efek Indonesia efisien dalam bentuk lemah, sehingga penerapan strategi kontrarian diperkirakan akan merugikan untuk diterapkan pada segmen pasar ini.

The purpose of this study is to examine the indication of overreaction in Indonesian Stock Exchange with case study Basic Industry and Chemical sector during 2006-2011. Methods employed in this thesis is comparative method which comparing between winner and loser portfolios. Time horizons in this research were separated into two periods, 6 and 12 months.
As result, the research found that overreaction indications were evidence, but no significance statistically. The research also found that overreaction is asymmetrical, which seems more often appear in the loser portfolios.
This result may support that Indonesian Stock Market is efficient in weak form, thus contrarian investing strategy would consider as not profitable to implement.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2012
T32217
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sibagariang, Balugu Gomo
"Tesis ini membahas tentang pengujian efisiensi bentuk lemah pada pasar modal Indonesia. Pengujian dilaksanakan dengan metode run test terhadap data harian return IHSG pada periode 2008-2013. Pengujian jugadilakukan terhadap return saham-saham yang selalu tergabung dalam LQ45 selama tahun periode penelitian sebagai eviden terhadap pengujian IHSG. Kemudian penelitian dilanjutkan dengan pemodelan ARIMA terhadap data return IHSG yang dilanjutkan dengan pemodelan terhadap return saham sebagai eviden terhadap hasil pemodelan IHSG. Hasil yang diperoleh dari uji run adalah bahwa return IHSG adalah merupakan data yang acak. Sementara hasil yang diperoleh dari pemodelan ARIMA adalah bahwa return IHSG masih dapat dimodelkan.

This thesis discusses about testing of market efficiency in Indonesian Stocks Exchange. Testing performed using run test and ARIMA modeling. Run test used for testing of daily return data of market indices (IHSG) during 2008-2013 period. Testing also performed on return of every stock that always include in LQ45 indices during periode of the study as evidence to IHSG testing. ARIMA modeling use to forecast daily return of IHSG indices and daily return of every stock that always included in LQ45 during periode of the study as evidence of IHSG modeling. The result of run test shows that return of IHSG is random. But the result of ARIMA modeling shows that IHSG return still has a model that can predict its value."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Raksitrianawan
"ABSTRAK
Kecepatan reaksi harga saham terhadap suatu peristiwa menggambarkan tingkat efisiensi suatu pasar. Semakin efisien suatu pasar. maka semakin cepat pula informasi tersebut terefleksi dalam harga saham. Dalam konsep Efficient Market Hypothesis, suatu pasar dikatakan efisien jika harga saham secara cepat menggambarkan sepenuhnya seluruh informasi baru dan relevan yang tersedia (Fama, 1991 ).
Pada karya akhir ini akan dilakukan penelitian mengenai event study atas pengumuman dividen tunai untuk mengetahui respons pasar atau kecepatan pasar menangkap informasi tersebut yang kemudian merefleksikannya dalam pergerakan harga saham. Saham-saham yang digunakan dalam penelitian ini adalah saham-saham yang membagikan dividen tunai terus menerus secara konsisten baik itu yang
mengalami kenaikan, penurunan maupun yang bervariasi selama kurun waktu tahun 1999 sampai dengan tahun 2002. Dari proses pengumpulan data terdapat 31 emiten yang secara konsisten selalu membagikan dividen tunai sejak tahun 1999 sampai dengan tahun 2002.
Metodologi yang digunakan terdiri dari dua tahapan yaitu: tahapan time series dan tahapan event study. Pada tahapan time series digunakan untuk pembentukan model peramalan expected return sebagai dasar pengukuran abnorrnai return. Selanjutnya yang dilakukan adalah tahapan event study yang berguna untuk memperoleh informasi mengenai respons pasar terhadap event pengumuman dividen dan mengetahui keberadaan abnormal return selama periode penelitian.
Periode penelitian terbagi menjadi 2 periode, yaitu periode estimasi (estimation window) dan periode event (event window), dimana penulis menetapkan untuk masingmasing periode adalah 101 hari perdagangan yang mendahului periode event untuk periode estimasi dan 21 hari perdagangan untuk periode event, dimana 10 hari perdagangan mendahului hari event, dan 10 hari mengikuti hari event maka hal tersebut dianggap sebagai periode pre-event dan post event, sedangkan untuk hari event yaitu satu hari, t=0.
Hasil penelitian empiris event study agregat untuk 31 emiten yang secara konsisten terus menerus membagikan dividen selama periode tahun 1999 sampai tahun 2002 adalah sebagai berikut: selama periode pre-event (sepuluh hari sebelum hari event), menunjukkan bahwa AAR (Average Abnormal Return) atau respons pasar positif dan signifikan; kemudian pada hari event (t=O) respons pasar negatif dan signifikan; dan selama periode post event (sepuluh hari setelah hari event) respons pasar berfluktuasi dengan kecenderungan negatif sampai akhir periode event. Nilai CAAR (Cumulative Average Abnormal Return) bergerak positif pada periode pre-event (sepuluh hari sebelurn hari event) dan kemudian bergerak negatif sampai akhir periode post event.
Hasil penelitian empiris event study untuk kelompok emiten yang dividennya naik terus menerus selama periode tahun 1999 sampai tahun 2002 adalah sebagai berikut: selama periode pre-event, respons pasar negatif dan signifikan; kemudian pada hari event (t=0) respons pasar negatif namun tidak signifikan; dan selanjutnya selama periode post event (sepuluh hari setelah hari event) respons pasar negatif dan signifikan. Sedangkan besaran nilai CAAR secara keseluruhan berada pada posisi negatif.
Hasil penelitian empiris event study untuk kelompok saham yang dividennya turun terus menerus selama tahun 1999 sampai dengan 2002 adalah sebagai berikut: selama periode pre-event respons pasar berfluktuasi antara negatif dan positif secara signifikan; dan kemudian pada hari event (t=O) respons pasar negatif dan signifikan; selanjutnya pada periode post event respons pasar kembali bergerak fluktuatif antara negatif dan positif secara signifikan. Namun secara keseluruhan besaran nilai CAAR bergerak negatif.
Hasil penelitian empiris event study menunjukkan adanya beberapa temuan. Pertama, secara agregat respons pasar negatif dan signifikan terhadap saham-saham yang mengumumkan dividen selama periode tahun 1999 sampai dengan tahun 2002. Kedua, untuk kelompok saham yang dividennya naik terus menerus, respons pasar negatif yaitu sama dengan respons pasar untuk kelompok yang dividennya turun terus menerus. Ketiga, besaran nilai CAAR (-0,149) untuk kelompok saham yang dividennya
naik terus menerus lebih besar jika dibandingkan dengan nilai CAAR (-0,057) untuk kelompok saham yang dividennya turun terus menerus. Kenyataan ini bertentangan dengan efficient market theory (Efficient market hypothesis-EMH).
"
2003
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pandji Nadhif Ramadhan
"The primary objective of this study is to investigate the Indonesian LQ45 stock market's reaction to the second US interest rate hike in 2022, as well as the effect of the type of industry (financial or other industries) and the proportion of foreign ownership on the reaction. The event study test revealed that the LQ45 stock market reacted less negatively to the second US interest rate hike in 2022 compared to market expectations, leading to a positive abnormal return during the dates surrounding the event in general, consistent with the findings mentioned and documented in a previous study (Sumantri, A., Mardani, R.M., & Prioyono, R.A., 2022). Furthermore, the regression result shows that the negative returns for the financial sector will be lower than for others, thus leading to a less positive abnormal return for the financial sector, which corresponds to the findings of (Jiayi Kang, 2023) who concluded that higher interest rates could lead to higher interest rates in the interest rate market reducing loan demand, and money would also flow from the stock market to the bond market, dealing a huge blow to banking funds. This demonstrates that the type of industry while controlling for foreign ownership levels and debt to equity ratio has significant impact on stock market reaction and provides evidence regarding the performance of the financial industry. Finally, it has been demonstrated that the proportion of foreign ownership does not have any influence on the stock market reaction for all event windows in the length of observation, which is not consistent with the findings of (Jeongsim Kim, 2023).

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi reaksi pasar saham LQ45 Indonesia terhadap kenaikan suku bunga AS yang kedua di tahun 2022, serta pengaruh jenis industri (industri keuangan atau industri lainnya) dan proporsi kepemilikan asing terhadap reaksi tersebut. Hasil pengujian studi peristiwa menunjukkan bahwa pasar saham LQ45 bereaksi lebih tidak negatif terhadap kenaikan suku bunga AS yang kedua di tahun 2022 dibandingkan dengan ekspektasi pasar, yang mengarah pada abnormal return yang positif pada tanggal-tanggal di sekitar peristiwa tersebut secara umum, konsisten dengan temuan yang disebutkan dan didokumentasikan pada penelitian sebelumnya (Sumantri, A., Mardani, R.M., & Prioyono, R.A., 2022). Lebih lanjut, hasil regresi menunjukkan bahwa return negatif untuk sektor keuangan akan lebih rendah dibandingkan dengan sektor lainnya, sehingga menyebabkan abnormal return yang kurang positif untuk sektor keuangan, yang sesuai dengan temuan (Jiayi Kang, 2023) yang menyimpulkan bahwa suku bunga yang lebih tinggi dapat menyebabkan suku bunga yang lebih tinggi di pasar suku bunga yang mengurangi permintaan kredit, dan uang juga akan mengalir dari pasar saham ke pasar obligasi, yang memberikan pukulan besar pada dana perbankan. Hal ini menunjukkan bahwa jenis industri memiliki dampak yang signifikan terhadap reaksi pasar saham dan memberikan bukti mengenai kinerja industri keuangan. Terakhir, telah telah didemonstrasikan bahwa proporsi kepemilikan asing tidak memiliki pengaruh terhadap reaksi pasar saham LQ45 untuk semua rentang waktu pengamatan, yang berarti tidak konsisten dengan temuan (Jeongsim Kim, 2023)."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pungky Agusta
"Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis apakah beban karyawan memiliki kontribusi pada prediktabilitas pendapatan dan relevansi nilai perusahaan. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 244 perusahaan dengan total firmyears observation sebanyak 897 pada tahun 2008-2012. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian Guenther and Schiemann (2011) yang meneliti tentang kontribusi inkremental beban karyawan terhadap prediktabilitas pendapatan dan relevansi nilai di perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Inggris, berdasarkan tahun dan industri penelitian. Penelitian ini menunjukkan bahwa beban karyawan memang memiliki kontribusi pada prediktabilitas laba baik berdasarkan tahun maupun industri. Namun, beban karyawan hanya memiliki kontribusi pada relevansi nilai ketika penelitian berdasarkan tahun tidak pada industri.

The purpose of this research is to analyze whether employee expense has a contribution in the earnings predictability and value relevance of firms. The sample for this observation is 244 firms with firm-years observations 897 during year 2008-2012. This is a research replication from Guenther and Schiemann (2011) which examined the incremental contribution of employee expense in firms earnings predictability and value relevance in UK firms, based on industry classification and year. The result from this research shows that employee expense does have an incremental contribution on earnings predictability, both based on industry and year. But, employee expense only has a contribution to value relevance when the research is based on year, not on industry.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
S58403
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Juanito Gunawan
"Tesis ini membahas keberadaan Dogs of the Dow pada bursa saham Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode terminal value, Jensen?s alpha, Sharpe ratio, Treynor ratio, information ratio dan batting ratio. Penulis menemukan bahwa Dogs of the Dow mengalahkan performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sebagai benchmark pasar, pada periode 2006 s/d 2011. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa portofolio dogs yang dibentuk dari sampel IHSG memiliki performa yang paling baik dibandingkan dogs yang diambil dari indeks BISNIS-27 dan LQ-45. Penelitian ini berkontibusi terhadap literatur behavorial finance dengan memberikan bukti nyata keberadaan anomali pasar.

This thesis studies the existence of Dogs of the Dow in Indonesia stock market. This research uses terminal value method, Jensen's Alpha, Sharpe ratio, Treynor ratio, information ratio dan batting ratio. I find that Dogs of the Dow outperform Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), as market benchmark, for period 2006 to 2011. Further analysis indicates that dogs portfolio chosen from IHSG has better performance than dogs portfolio chosen from BISNIS-27 and LQ45 index. This study contributes to behavorial finance literature by giving empirical evidence of market anomaly."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2012
T34695
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tomy Yudo Prabowo
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari stock, size, collateral, profit, liquid asset dan short term bank loan terhadap corporate trade credit. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari laporan keuangan perusahaan manufaktur yang disajikan oleh Bursa Efek Indonesia periode 2008-2012. Penelitian ini menggunakan teknik sampling judgement, dan diperoleh data observasi sebesar 81 perusahaan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa stock berpengaruh positif signifikan terhadap account payable, dan berpengaruh negatif signifikan pada account receivable dan net trade credit. Size berpengaruh positif signifikan pada account receivable dan account payable, sedangkan tidak memiliki pengaruh yang signifikan pada net trade credit. Collateral berpengaruh negatif signifikan terhadap account receivable dan net trade credit, sedangkan tidak ada pengaruh yang signifikan pada account payable. Profit berpengaruh negatif signifikan terhadap account payable, dan tidak ditemukan pengaruh yang signifikan pada account receivable dan net trade credit. Liquid asset ditemukan tidak memiliki pengaruh yang signifikan pada account receivable, account payable, dan net trade credit. Short term bank loan berpengaruh positif signifikan pada account receivable dan net trade credit, serta hungan yang negatif signifikan terhadap account payable. Stock, size, collateral, profit, liquid asset,dan short term bank loan secara simultan berpengaruh terhadap corporate trade credit pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2012.

This research aims to analyze the effect of stock, size, collateral, profit, liquid asset, and short term bank loan on corporate trade credit. This research used data derived from financial statement of manufacturing companies provided by Indonesian Stock Exchange in 2008 - 2012 period. The samples obtained by sampling judgement, which is found 81 companies as observation data. As for the result, this study found that stock has positive significant relationship with account payable, and negative significant relationship on both account receivable and net trade credit. Size has positive significant relationship with account receivable and account payable, however it is insignificant related to net trade credit. Collateral has negative significant relationship on both account receivable and net trade credit, and insignificant relationship with account payable. Profit has negative significant relationship with account payable, but insignificant with account receivable and net trade credit. Liquid asset turn to insignificant with all specification (account receivable, account payable, and net trade credit). Short term bank loan has positive significant influence on both account receivable and net trade credit, and negative significant influence with account payable. Stock, size, collateral, profit, liquid assets and short term bank loan simultaneously affect on corporate trade credit in manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange, period 2008-2012."
Depok: Universitas Indonesia, 2014
S54209
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tomy Yudo Prabowo
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari stock, size, collateral, profit, liquid asset dan short term bank loan terhadap corporate trade credit. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari laporan keuangan perusahaan manufaktur yang disajikan oleh Bursa Efek Indonesia periode 2008 – 2012. Penelitian ini menggunakan teknik sampling judgement, dan diperoleh data observasi sebesar 81 perusahaan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa stock berpengaruh positif signifikan terhadap account payable, dan berpengaruh negatif signifikan pada account receivable dan net trade credit. Size berpengaruh positif signifikan pada account receivable dan account payable, sedangkan tidak memiliki pengaruh yang signifikan pada net trade credit. Collateral berpengaruh negatif signifikan terhadap account receivable dan net trade credit, sedangkan tidak ada pengaruh yang signifikan pada account payable. Profit berpengaruh negatif signifikan terhadap account payable, dan tidak ditemukan pengaruh yang signifikan pada account receivable dan net trade credit. Liquid asset ditemukan tidak memiliki pengaruh yang signifikan pada account receivable, account payable, dan net trade credit. Short term bank loan berpengaruh positif signifikan pada account receivable dan net trade credit, serta hungan yang negatif signifikan terhadap account payable. Stock, size, collateral, profit, liquid asset,dan short term bank loan secara simultan berpengaruh terhadap corporate trade credit pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2012

This research aims to analyze the effect of stock, size, collateral, profit, liquid asset, and short term bank loan on corporate trade credit. This research used data derived from financial statement of manufacturing companies provided by Indonesian Stock Exchange in 2008 - 2012 period. The samples obtained by sampling judgement, which is found 81 companies as observation data. As for the result, this study found that stock has positive significant relationship with account payable, and negative significant relationship on both account receivable and net trade credit. Size has positive significant relationship with account receivable and account payable, however it is insignificant related to net trade credit. Collateral has negative significant relationship on both account receivable and net trade credit, and insignificant relationship with account payable. Profit has negative significant relationship with account payable, but insignificant with account receivable and net trade credit. Liquid asset turn to insignificant with all specification (account receivable, account payable, and net trade credit). Short term bank loan has positive significant influence on both account receivable and net trade credit, and negative significant influence with account payable. Stock, size, collateral, profit, liquid assets and short term bank loan simultaneously affect on corporate trade credit in manufacturing companies listed in Indonesia Stock Exchange, period 2008-2012."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>