Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 108284 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nur Huda
"Berangkat dari permasalahan klasik Industri Susu di Indonesia, penelitian ini bertujuan untuk memberikan sebuah bahasan mengenai bagian hulu rantai produksi Industri Susu Indonesia. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan sebuah bahasan secara teoritis mengenai proses knowledge sharing yang terjadi di dalam organisasi masyarakat pedesaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teori-teori mengenai common knowledge, ties, social cohesion, struktur jaringan, serta tacit knowledge dan explicit knowledge. Penelitian ini menemukan bahwa aktifitas sharing knowledge yang terjadi di Koperasi SAE Pujon dapat dikategorisasikan menjadi aktifitas formal, semi-formal dan informal. Keberadaan common knowledge, social cohesion dan ties di kalangan peternak sapi Pujon melahirkan kemauan (willingness) untuk meluangkan waktu dan tenaga melakukan knowledge sharing dengan anggota yang lainnya. Kendati demikian, hal ini tidak lantas membuat proses knowledge sharing berjalan dengan maksimal, sifat subsisten, kurangnya kemauan untuk bertanya atau mencari pengetahuan, serta tidak maksimalnya peran Ketua Kelompok dalam Struktur Jaringan merupakan beberapa hal yang menjadi kendala.

This qualitative research focus on the upper course condition of Indonesian’s milk industry. Using an organizational approach, common knowledge, ties, social cohesion, network structure, tacit knowledge and explicit knowledge concepts, this research tries to provide not only a description, but also an explanation on knowledge sharing process in Koperasi SAE Pujon. The result indicates that knowledge sharing activities in Koperasi SAE Pujon could be classified into Formal Activities, Semi-Formal Activities, and Informal Activities. Common knowledge, social cohesion and ties among Pujon’s Farmers emerges the possibility of knowledge sharing process to happen. However, the knowledge sharing process doesn’t necessarily works well due to the subsistence nature of Pujon’s farmers, the lack of eagerness to look for farming knowledge, and the ineffective role of Farmer Group’s Chief on the network structure."
2013
S52890
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Iing Ria Sukmana Putri
"ABSTRAK
Knowledge sharing adalah interaksi antarindividu untuk berbagi pengetahuan untuk berbagi pengalaman terkait pekerjaan, prosedur melakukan pekerjaan, dan informasi kontekstual secara formal maupun informal di dalam organisasi maupun antar organisasi. Aktivitas berbagi informasi dan pengetahuan sangat penting untuk menunjang kegiatan dan pelaksanaan tugas di organisasi. BICC PT XL Axiata telah memiliki suatu web portal sebagai sarana berbagi informasi dan pengetahuan untuk masing-masing departemen yang dapat dikustomisasi dan dikelola secara internal di setiap departemen sejak tahun 2011. Namun hingga saat ini pengguna yang aktif di web portal departemen BICC PT XL Axiata hanya berkisar empat sampai lima pengguna aktif tiap bulannya, dan hanya tiga karyawan yang aktif berkontribusi mengisi artikel dan mengunggah dokumen penting ke web portal. Hal ini tentu berisiko terhadap keberlangsungan penyebaran pengetahuan di departemen BICC. Ditambah lagi dengan keadaan seringnya pergantian pegawai dikarenakan pegawai pindah ke tim atau perusahaan lain. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berbagi pengetahuan pegawai di BICC PT XL Axiata. Penulis melakukan studi teoritis mengenai kemampuan individu untuk berbagi pengetahuan untuk membangun kerangka penelitian yang terdiri dari dua belas faktor yang terbagi menjadi empat kategori, yaitu individu, struktur organisasi, budaya organisasi, dan penggunaan IT. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kuantitatif dan dilakukan pengujian menggunakan Partial Least Squares. Hasil dari penelitian ini, faktor-faktor yang terbukti berpengaruh terhadap kemampuan pegawai untuk berbagi pengetahuan yaitu Performance-based Reward, Personality, Knowledge Self-efficacy, dan Perceived of Usefulness.

ABSTRACT
Knowledge sharing is both formal and informal interaction between individuals to share knowledge, work related experiences, work procedures, and contextual information within organization and between organizations. Information sharing and knowledge sharing behavior are essential to support the activities and tasks in organization. BICC department in PT XL Axiata has had a web portal as a tools of sharing information and knowledge since 2011. However, active users in the web portal of BICC PT XL Axiata only range from four to five active users per month, and only three employees actively contribute articles and upload important documents to the web portal. This poses a risk to the continuous knowledge dissemination and knowledge management in the BICC department. Furthermore, BICC has a high turnover of employees. Based on these problems, this study aims to find out the factors that affect the ability to share knowledge of employees at BICC PT XL Axiata. A theoretical study was conducted to build a research framework consisting of twelve factors divided into four categories, namely individual, organizational structure, organizational culture, and IT usage. The data was collected using quantitative method and tested using Partial Least Squares. The results of this study, the factors that affect the ability of employees to share knowledge that is Performance based Reward, Personality, Knowledge Self efficacy, and Perceived of Usefulness."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2017
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Maydelima Wiliany
"Skripsi ini menganalisis pengaruh dari motivasi Intrinsik yakni Need for Achievement, Need for Power, dan Need for Affiliation terhadap Knowledge Sharing Behaviour, Knowledge Application Behaviour, dan Innovative Behaviour Karyawan Hotel Mulia Senayan. Penelitian ini dilakukan di Hotel Mulia Senayan dengan jumlah responden sebanyak 102 orang. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 16.0. hasil penelitian membuktikan bahwa Need for Achievement tidak mempengaruhi Knowledge Sharing Behaviour dan Knowledge Application Behaviour, sedangkan need for Power tidak mempengaruhi Knowledge Sharing Behaviour dan mempengaruhi Knowledge Application Behaviour, kemudian Knowledge Sharing Behaviour mempengaruhi Knowledge Application Behaviour, kemudian Knowledge Sharing Behaviour tidak mempengaruhi Innovative Behaviour dan Knowledge Application Behaviour mempengaruhi Innovativ Behaviour.

This Thesis Analyzes the effect of intrinsic Motivation consist of Need for Achievement, Need for Power, and Need for Affiliation on Knowledge Sharing Behaviour, Knowledge Application Behaviour, and Innovative Behaviour. This research was conducted at the Hotel Mulia Senayan Jakarta with the number of respondent 102 persons. This study using multiple regression analysis with the help of SPSS version 16.0. The Research prove that Need for Achievement does not have a significant effect on Knowledge Sharing Behaviour and Knowledge Application Behaviour, and need for power does not have significant effect on Knowledge Sharing Behaviour but have significant effect on Knowledge Application behaviour, and then Knowledge Sharing Behaviour have significant effect on Knowledge Application Behaviour, but does not have significant effect on Innovative Behaviour, and Knowledge Application Behaviour have significant effect on innovative Behaviour "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Erlin Novita Sari
"Skripsi ini berjudul Penerapan 5 Dimensi Peter Senge di Perpustakaan Institut Pertanian Bogor dalam Membangun Organisasi Pembelajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penerapan organisasi pembelajar di Perpustakaan IPB yang diukur dengan menggunakan indikator berdasarkan konsep 5 dimensi organisasi pembelajar menurut Peter Senge, yaitu penguasaan personal, model mental, pemahaman visi bersama, pembelajaran kelompok, dan berpikir sistem. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Responden dari penelitian ini adalah pustakawan di Perpustakaan Institut Pertanian Bogor yang terdiri dari 27 orang. Dari hasil penelitian yang dilakukan, kesimpulan menunjukkan bahwa penerapan organisasi pembelajar Perpustakaan IPB sudah cukup baik. Dari kelima dimensi, tiga di antaranya memiliki kategori sangat baik, yaitu penguasaan personal, model mental, dan berpikir sistem. Sedangkan, dua dimensi termasuk dalam kategori baik yaitu pembelajaran kelompok dan pemahaman visi bersama. Untuk dimensi yang memiliki skor rata-rata paling tinggi adalah dimensi penguasaan personal. Hal tersebut menunjukkan Perpustakaan IPB mendukung pustakawan untuk melakukan pengembangan diri sebab mereka percaya bahwa pustakawan yang terus belajar akan memiliki kompetensi yang baik sehingga akan memberikan manfaat tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga untuk kemajuan perpustakaan. Pustakawan dapat belajar sehingga mampu beradaptasi terhadap perubahan melalui beberapa kegiatan seperti FGD, berbagi pengetahuan, dan forum pustakawan.

This research is entitled The Implementation of The Fifth Disciplines by Peter Senge in Institut Pertanian Bogor Library  in Building Learning Organization. The purpose of this research is to identify the implementation of learning organization in Institut Pertanian Bogor Library that can be measured by The Fifth Disciplines of learning organization dimension according to Peter Senge that consist of personal mastery, mental model, shared vision, team learning, and system thinking. This research is using case study method with quantitative approach. Data is collected by questionnaire as the research instrument. The respondent of this research are 27 librarian of Institut Pertanian Bogor library. The results of this research shows  that the implementation of the learning organization in Institut Pertanian Bogor Library is good enough. Three out of  the five disciplines has very good category which is personal mastery, mental model, and system thinking. Meanwhile, the other two disciplines have good category which is team learning and shared vision disciplines. The dimension that has highest average is personal mastery. This shows that the Institut Pertanian Bogor Library supports librarians to develop themselves because they believe that librarians who continue to learn will have good competence so that they will provide benefits not only for themselves but also for the improvement of the library.Tthey also can learn to adapt with change through the activites such as Focus Group Discussion, knowledge sharing and librarian forum."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Setyorini Rahayu
"Perubahan besar-besaran yang terjadi akhir-akhir ini akibat dari globalisasi dan teknologi telah memaksa organisasi untuk meiakukan transformasi yang signiiikan agar dapat bertahan. Untuk dapat bertransformasi, suatu organisasi haruslah memiliki kemampuan untuk dapat menjadi learning organization/organisasi pembelajar).
Di tengah gemumh perubahan dan ketatnya persaingan di pasar, proses merger dan akuisisi semakin lama merupakan suatu hal yang biasa. Kedua hai tersebut dilakukan bila organisasi merasa tidak sanggup lagi harus bertahan sehingga harus menghimpun "kekuatan". Proses itu juga biasa dilakukan apabila suatu organisasi besar ingin masuk pada satu segmen pasar tertentu yang akan lebih baik dilakukan apabila organisasi tersebut mengakuisisi suatu perusahaan yang biasanya Iebih kecil.
Menuju suatu leaming organization itu sendiri menuntut suatu kerja keras dari semua unsur yang ada di dalam organisasi. Bagi perusahaan yang mengalami merger seperti PermataBank tentunya kompleksitasnya akan semakin bertambah, benturan budaya yang ada antar anggota organisasi, kemampuan pemimpin daiam menjembatani perbedaan-perbedaan disamping menyusun strategi bisnis yang handal, usaha penyamaan persepsi dan tujuan dan anggota organisasi, kerja keras untuk melahirkan dan mensosiaiisasikan budaya organisasi yang baru tentunya sudah menghabiskan energi tersendiri.
Penelitian ini mencoba untuk menganalisis proses penerapan Iearning organization di PermataBank, sejauhmana PermataBank sudah menerapkan learning organization serta mencoba untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung terciptanya di PermataBank.
Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan sampel sejumlah 234 responden yang diambil secara acak. Untuk menganalisis penerapan learning organization penulis menggunakan model yang dikembangkan oleh Marquardt yang mengemukakan 5 sub sistem dalam profil teaming organization, yaitu : Dinamika Pembelajaran, Transformasi Organisasi, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia, Manajemen Pengetahuan dan Aplikasi Teknologi. Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan Iearning organization di PermataBank, penulis menggunakan model yang digunakan oleh Pedler et.al tentang 11 karakterisitk Iearning organization dan melakukan sedikit modifikasi dengan menambahkan faktor kepemimpinan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Secara keseluruhan PermataBank tergolong baik dalam penerapan Iearning organization. Hal ini ditunjukkan dan skor masing-masing sub system yang masuk dalam kategori baik sesuai dengan pengelompokan yang dilakukan oleh Marquardt. Skor dari Dinamika Pembelajaran yang ditemukan dalam penelitian ini adalah 25.38, Transformasi Organisasi 27.55, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia 26.08, Manajemen Pengetahuan 26.15 dan Aplikasi Teknologi 26.21. Secara total skor Learning Organization di PermataBank adalah 131.863. Dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu, penerapan teaming organization di PermataBank tergolong di atas rata-rata.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah bahwa PermataBank sudah cukup berhasil dalam menerapkan Iearning organization. Menjadi suatu organisasi hasil merger ternyata tidak menghalangi PermataBank untuk dapat menjadi suatu Iearning organization. Ada 5 faktor yang mempengaruhi penerapan Iearning organization di PermataBank yaitu development, reward, it use, exchage dan ic learn. Dengan demikian PermataBank dapat menkonsentrasikan diri kepada ke 5 faktor ini untuk memperkuat penerapan iearning organization.

The major change which occurs as the impact of the globalization and technology advancement has force organization to do significant transformation to be able to survive. The capability to become a learning organization is critical to help organization transform itself to a better form. Mergers and acquisitions in the later has become an option so the organization can cope with the environment changing and tight competition among organizations. Those options are taken at a time when an organization has loosing its power to survive. The process has also been taken whenever a big organization wants to play into a certain segment which it has no experience before and think it would be better to be done by a smaller organization.
To become a learning organization needs a lot of efforts from all parts of the organization. For an organization that has gone through a merger process like PermataBank, the complexity will be greater since there are cultural conflict among member of the organization, stronger demand to have a good leader that can bridge all the differences whilst having a proper strategy to win the business.
This research tried to explore and analyze the process of learning organization implementation in PermataBank. To what extend that PermataBank has implemented learning organization, tried to identify and understand factors which influence the establishment of learning organization in PermataBank.
The research is a descriptive model with 234 samples of population which was taken randomly. To analyze the implementation of learning organization a model from Marquardt has been used which is exploring the 5 sub system of learning organization profile which are : Learning Dynamic, Organization Transformation, People , Knowledge, and Technology Appiication. To analyze factors influencing the implementation of learning organization, this research use the approach from Pedler et al with some modification by adding leadership to the 11 factors. The result shows that in general the implementation of learning organization in PermataBank is consider good. Each sub system also shows that PermataBank has done a good job in implementing those from its employees point of view. Learning Dynamic sub system has shown a score of 25.38 which according to Marquardt is consider good implementation. Organization Transformation sub system score was 27.55, People sub system was 26.08, Knowledge sub system was 26.15 and Technology Application was 26.21. Comparing to other researches the implementation of learning organization in PermataBank is considered above average with the score of Total Learning Organization is 130.863.
Conclusion of this research are PermataBank is quite successful in implementing learning organization. Being an organization from a merger process did not held back PermataBank to become a learning organization. Other conclusion are 5 factors has been identified as critical factors that influence learning organization in PermataBank. By concentrating to those 5 factors will help PermataBank strengthen its learning organization.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2005
T22252
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rahmi Yunita
"Penelitian tesis ini dilakukan di Organisasi Nirlaba XYZ, yang bekerja untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Tantangan yang dihadapi organisasi ini adalah untuk membangun budaya pembelajaran organisasi agar bisa mencapai tujuan-tujuan strategisnya. Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan desain non-eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi budaya pembelajaran organisasi di XYZ adalah tools dan teknologi untuk berbagi pengetahuan dan perceived behavioral control. Untuk meningkatkan budaya pembelajaran organisasi di Organisasi Nirlaba XYZ, peneliti merekomendasikan intervensi berupa workshop tentang solusi tools dan teknologi untuk berbagi pengetahuan serta pelatihan manajemen waktu untuk meningkatkan faktor perceived behavioral control.

This research is conducted in the Organization XYZ; it is a not-for-profit organization working to improve the quality of education in Indonesia. The challenge faced by the organization is to build an organizational learning culture in order to achieve its strategic objectives. The research is a correlational research with a non-experimental design. The result shows that the factors affecting organizational learning culture in XYZ are tools and technology for knowledge sharing and perceived behavioral control. As interventions to improve organizational learning culture in XYZ, the researcher recommends a workshop on tools and technology for knowledge sharing in XYZ and time management training to increase perceived behavioral control among the staff."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2013
T35082
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Herman
"ABSTRAK
Latar belakang penelitian ini dilakukan pada SMA Negeri 4 Kendari, karena
berdasarkan uji kompetensi yang diadakan oleh Kementerian pendidikan dan
Kebudayaan pada tahun 2012, guru-guru di sekolah ini kompetensinya masih rendah
dengan rata-rata hanya 44,58. Selain rendahnya kompetensi tersebut, pada Januari
2013, sekolah ini dikembalikan statusnya menjadi sekolah regular dari sebelumnya
berstatus sebagai RSBI. Oleh karena itu diperlukan upaya peningkatan kompetensi
serta penyempurnaan kesiapan SMA Negeri 4 Kendari pasca beralih status SMA
Negeri 4 Kendari menjadi sekolah regular. Salah satu upaya yang dapat dilakukan
adalah dengan menjadikan sekolah ini menjadi organisasi pembelajar. Tesis ini
mengangkat 4 permasalahan yaitu; Seberapa siap SMA Negeri 4 Kendari untuk
menuju organisasi pembelajar?; Seberapa siap individu guru dan staf administrasi
pada institusi pendidikan SMA Negeri 4 Kendari?; Seberapa siap sistem organisasi
pembelajar pada institusi pendidikan SMA Negeri 4 Kendari? ; Faktor-faktor apa
saja yang menjadi penghambat institusi pendidikan SMA Negeri 4 Kendari untuk
menjadi organisasi pembelajar? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah
teori learning organization yang dari Peter Senge dan Marquardt.
Penelitian ini menggunakan paradigm positivism dengan pendekatan
kuantitatif, dengan teknik survey yang dikombinasikan dengan wawancara
mendalam serta studi dokumen. Survey tersebut dilakukan terhadap guru dan staf
administrasi SMA Negeri 4 Kendari dengan menggunakan dua variabel yang terdiri
dari sepuluh indikator; lima indikator berhubungan dengan kesiapan individu,
yaitu: dinamikan pembelajaran individu, disiplin mental model, disiplin personal
masteri, disiplin berbagi visi serta disiplin berpikir sistemik serta lima indikator
lagi berhubungan dengan sistem organisasi pembelajar, yaitu; dinamika
pembelajaran tim, transformasi organisasi, sistem pemberdayaan manusia, sistem
pengelolaan pengetahuan, dukungan aplikasi teknologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan guru lebih baik bila
dibandingkan dengan staf administrasi sekolah serta tingkat kesiapan sistem
organisasi pembelajar pada SMA Negeri 4 Kendari berada pada posisi siap dan
lebih baik bila dibandingkan dengan kesiapan individu guru dan staf administrasi SMA Negeri 4 Kendari, namun kedua variabel tersebut belum mencapai tingkat
kesiapan yang sempurna pada nilai modus 5,00 atau pada posisi siap menyeluruh
atau sempurna. Penelitian ini menyarankan agar institusi pendidikan SMA Negeri 4
Kendari melakukan perbaikan dan penyempurnaan pada disiplin mental model dan
disiplin personal mastery bagi guru serta seluruh indikator pada variabel kesiapan
untuk staf administrasi. SMA Negeri 4 Kendari juga perlu meningkatkan kesiapan
dukungan teknologi.
Untuk meningkatkan tingkat kesiapan individu tersebut, diperlukan system
penilaian dan pengawasan terhadap aktivitas pembelajaran, terutama penilaian dan
pengawasan implementasi hasil pelatihan sehingga aktivitas observe, asses, design
dan implement (OADI) dapat terjadi sebagai suatu siklus yang berkaitan dan
berkelanjutan bukan sesuatu yang parsial. Selain aktivitas aktivitas observe, asses,
design dan implement (OADI) tersebut diperlukan adanya perimbangan
pembelajaran terutama pelatihan antara guru dengan staf . SMA Negeri 4 Kendari
dapat melakukan perbaikan yang berkelanjutan dengan melakukan survey kesiapan
menuju organisasi pembelajar . (learning organization) secara berkala

ABSTRACT
The rationale of this study applied at Public Senior High School 4 Kendari is
based on the competence test developed by Ministry of education in 2012. Teachers
at this school still get low competence under the achievable average 44.58. Besides
the entire low competence, in January 2013, this institution was returned the status to
become regular school which was previously as International oriented based school.
Therefore, it needs some efforts to increase the competence and improve the
readiness of Public Senior High School 4 Kendari post-reform status to become a
regular school. An effort being done is that, to develop the entire school becomes a
learning organization. This thesis applies 4 basic problems; How far is the readiness
of Public Senior High School 4 Kendari towards organization learning?; How far is
the readiness of individual teacher and administrative staffs at the educational
institution of Public Senior High School 4 Kendari?; How far is the readiness of
learning organization system at educational institution of Public Senior High School
4 Kendari?; What factors which affect educational institution of Public Senior High
School 4 Kendari to become learning organization? Theory which is developed in
this study is learning organization theory from Peter Senge and Marquardt.
This study is applied using positivism paradigm through quantitative
approach, in developing survey technique which is combined with in depth interview
and then documentary study. Survey is applied towards teachers and administrative
staffs of Public Senior High School 4 Kendari using two variables which consist of
ten indicators; five indicators are related to individual readiness, namely: individual
learning dynamics, discipline of mental model, personal mastery, shared vision and
then disciple of systems thinking ; while other five indicators are related to the system
of learning organization, namely; team learning dynamics, organizational
transformation, human empowering system, knowledge management system,
technological application support.
The result of the study shows that the level of teacher?s readiness is more
better than school administrative staffs and then the level of learning organization
system at Public Senior High School 4 Kendari is ready and is better than individual
readiness of teachers and school administration staffs of Public Senior High School 4
Kendari, however, both variables do not achieve the readiness level perfectly on
mode value 5.00 or at the whole perfect readiness position. This study suggested
educational institution of Public Senior High School 4 Kendari to do improvements
on the discipline of mental model and discipline of personal mastery towards
teachers then all indicators of variable readiness towards school administrative staffs of Public Senior High School 4 Kendari and it should develop the provision of
technological support.
In order to improve the individual readiness, there has to be evaluation
system and monitoring towards instructional activity, specifically the implementation
of evaluation and monitoring of training result in order that the activities to observe,
asses, design and implement (OADI) could happen as a cycle which is interrelated
and continues not as a partial matter. Besides those entire activities, observe, asses,
design and implement (OADI), there has to imbalance learning through training for
teachers and school administrative staffs. Public Senior High School 4 Kendari could
do continues improvement through developing survey readiness towards (learning
organization periodically."
2013
T35307
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syaida Refianti Rahman
"Proyek DigiKnow yang berada di bawah naungan unit Telkom Corporate University, PT Telkom Indonesia Tbk bertujuan untuk menciptakan inovasi dalam pengembangan platform knowledge management tools baru bagi karyawan internal Telkom. Cukup berbeda dari pelaksanaan magang di tempat lainnya, proyek DigiKnow menyisihkan waktu satu bulan untuk kegiatan onboarding dengan setiap staf magang diberi kesempatan meningkatkan knowledge mereka melalui pembelajaran course dan kelas daring. Tidak hanya itu, selama masa onboarding pula para staf magang yang tergabung dalam tim DigiKnow didorong untuk melakukan knowledge sharing dalam berbagai kegiatan yang dirancang oleh para mentornya. Melalui metode observasi partisipan yang dilakukan oleh penulis dengan terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek DigiKnow, selanjutnya makalah ilmiah ini akan berisi refleksi diri penulis mengenai penerapan knowledge sharing di antara anggota tim DigiKnow. Hasilnya ditemukan bahwa inovasi ide akan pengembangan platform dan berbagai solusi penyelesaian masalah dapat terbentuk melalui proses knowledge sharing yang dilakukan dalam tim DigiKnow, namun tidak semua anggota tim terlibat aktif dalam knowledge sharing tersebut. Kepercayaan diri akan knowledge yang dimiliki, relasi yang terjalin pada tiap individu, serta rasa kepemilikan atas proyek ini menjadi faktor dari beragamnya implementasi atas knowledge sharing yang diterapkan oleh para mentor proyek DigiKnow. Dengan demikian, mentor tidak dapat mengabaikan keberagaman tersebut dan semata-mata mengukur keberhasilan penerapan knowledge sharing hanya melalui hasil akhir dari inovasi yang dilakukan.

The DigiKnow project under the auspices of the Telkom Corporate University unit, PT Telkom Indonesia Tbk aims to create innovation in the development of a new knowledge management tools platform for Telkom's internal employees. Quite different from the implementation of internships in other places, the DigiKnow project sets aside one month for onboarding activities where each intern is given the opportunity to improve their knowledge through learning courses and online classes. Not only that, during the onboarding period the interns who are members of the DigiKnow team are also encouraged to share knowledge in various activities that are designed by their mentors. Through the participant observation method by the author being directly involved in the implementation of the DigiKnow project, this scientific paper will contain the author's self-reflection regarding the application of knowledge sharing among DigiKnow team members. The results found that innovative ideas for platform development and various problem solving solutions can be formed through the knowledge sharing process carried out by the DigiKnow team, but not all team members are actively involved in the knowledge sharing. Self-confidence of their knowledge, the relationships that exist between each individual, and the sense of belonging of this project are factors in the various implementations of knowledge sharing implemented by the DigiKnow project mentors. Thus, mentors cannot ignore this diversity and measure the success of implementing knowledge sharing only through the end results of innovations that were carried out."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dyah Erlistiana Anggraeni
"Dalam era persaingan yang sangat ketat dan akselerasi perubahan lingkungan usaha yang begitu tinggi seperti sekarang ini, perusahaan dituntut untuk mampu rnenyesuaikan diri dengan perkenibangan agar mampu bertahan dan memenangkan persaingan. Salah satu Cara untuk mencapai kondisi seperti itu adalah melakukan transformasi organisasi menuju Learning Organization. Learning Organization telah mulai didiskusikan dalam berbagai literatur sekitar tahun 1990an. Belakangan ini, telah banyak perusahaan yang menerapkan konsep Learning Organization. Honda, Motorolla, Samsung, Canon merupakan perusahaan pelopor dalam mengembangkan Learning Organization.
Learning Organization yang dikembangkan melalui sistem organisasi secara keseluruhan telah didefinisikan dari berbagai prespektif oleh beberapa ahli. Dari berbagai pandangan para ahli tersebut disebutkan bahwa Learning Organization merupakan iklim organisasi yang mampu mendorong dan mempercepat individu dan kelompok untuk belajar.
Penelitian dilakukan di Bank X, bank dengan aset terbesar di Indonesia dengan jumlah karyawan lebih dari 20.000 orang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Perusahaan telah melakukan berbagai upaya guna mendukung proses pembelajaran bagi karyawannya yang memakan waktu, biaya dan tenaga. Mengingat hal tersebut maka perlu dilakukan evaluasi guna mengetahui apakah perusahaan telah menerapkan seluruh dimensi Learning Organization pada level individu, kelompok dan organisasional, apakah ada perbedaan pandangan diantara karyawan terhadap dimensi Learning Organization di dalam perusahaan dan apakah penerapan Learning Organization telah dipahami secara merata oleh seluruh karyawan di semua level sehingga upaya perusahaan untuk mendorong proses pembelajaran di perusahaan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Untuk mendapatkan gambaran tentang penerapan Learning Organization di Bank X maka penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan dengan cara survei melalui kuesioner, observasi, wawancara dan Focus Group Discussion. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa organisasi dinilai telah menerapkan seluruh dimensi Learning Organization untuk seluruh anggotanya, yaitu Continuous Learning, Inquiry & Dialogue, Team Learning, Empowerment, Embedded System, System Connection dan Strategic Leardership. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam menilai setiap dimensi Learning Organization oleh karyawan di semua level. Berdasarkan hasil Focus Group Discussion, keinginan karyawan untuk memanfaatkan fasilitas yang disediakan perusahaan guns mendukung proses menuju Learning Organization masih tergolong rendah. Hal ini diketahui dari minat akses ke portal Knowledge Center, pemanfaatan modul eLearning, pemanfaatan perpustakaan dan fasilitas-fasilitas pembelajaran lainnya yang belum dilaksanakan secara optimal oleh karyawan. Hal ini dimungkinkan karena program pencerahan atau sosialisasi tentang fasilitas-fasilitas organisasi untuk mendukung terciptanya Learning Organization di Bank X belum menyentuh seluruh karyawan karena terutama ditujukan kepada manager lini menengah ke atas. Permasalahan ini disadari sebagai suatu tantangan bagi para manajer yang diharapkan dapat berperan sebagai katalisator proses pembelajaran di unit kerjanya masing-masing, mengingat peran setiap manajer adalah sebagai learning manager.

In this very tight competitive era and high acceleration of environmental change like nowadays, companies should adapt and growth in order to survive and win the competition. One of the ways to reach the said condition is to transform the organization to be a Learning Organization. Learning organization has started to be expostulated in many literatures around 1990. Lately, many companies have applied the learning organization concept. Honda, Motorola, Samsung and Canon are the exponent in developing learning organization. Learning Organization which has developed by the organizational system as a whole has been defined from various views by some experts. Those experts mentioned that learning organization is an organizational climate that capable to push and quicken the individual and group to learn.
This research is done at Bank X bank with the biggest asset in Indonesia with more than 20.000 employees spread all over Indonesia. The company have conducted various effort to support learning process for the employees which time, expense, and energy consuming. Considering the mentioned, an evaluation should be conducted in order to evaluate whether the company have applied the entire dimension of Learning Organization at individual, team/group and organizational level, whether there is any perception difference among the employee regarding the applied Learning Organization's dimension and whether Learning Organization implementation have been comprehended by the entire employees at all level so that the company's effort to push learning process can be exploited optimally.
This research is using -descriptive approach to capture the Learning Organization implementation at Bank X Research are done by questionnaire, observation, interviews and Focus Group Discussion. This research conclude that the organization have applied the entire dimension of Learning Organization for its member. Dimensions of Learning Organization consist of Continuous Learning, Inquiry & Dialogue, Team Learning, Empowerment, Embedded System, System Connection and Strategic Leadership. From this research known that there is no significance difference on evaluating each dimension of Learning Organization by the employees at all levels. Based on the Focus Group Discussion, it is known that the employees intention to exploit the facilities provided by the company to support Learning Organization still pertained low. It can be detected from employee's enthusiasm to access to Knowledge Center portal, exploiting eLearning modules, using libraries and other learning facilities optimally. It might be because of the socialization and clarifications concerning organizational facilities to support Learning Organization in Bank X are only given to middle line manager and up. This problem is realized as a challenge to all managers who expected to be the learning process motor at his/her workplace, due to manager's role as leaning manager.
To cope the problems, Learning Organization process need to be improved by providing learning facilities which easily accessed by the employees at Head Office and branches, forming the change agents which continually support and lead (as role model} of the Iearning organization forming, well mechanism to ascertain that each employee can improve their competency by joining courses with sufficient budget, appropriate courses items, better work load mechanism and availability of alternate person and more socialization of learning program through various online as well as offline media. In this case, manager as department leader should accommodate his/her subordinate to enrich their knowledge and work together creating the Learning culture.
For farther research the writer suggest to improve the sample method in order to cover the population characteristic by using stratified random sampling method, thereby the research 's result will clearly describe the employees perception of Learning Organization implementation at Bank X as a whole. Research can be further conducted by connecting each dimension of Learning Organization with financial performance, organizational performance (ROE, ROA) or with other important variable such as Leadership.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T18450
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marquardt, Michael J.
"Where do you begin to move your organization toward status as a true learning organization? This Infoline represents a good starting point by providing 16 concrete steps you can take toward this goal. Included in the issue are three case studies to speed your learning including learning programs at Rover, McKinsey & Co., and Federal. An extensive sidebar details the five key components of a learning organization: learning, organization, people, knowledge, and technology."
Alexandria, VA: American Society for Training and Development Press, 2005
e20428975
eBooks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>