Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 216883 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Andreadi Noor Pradipta
"Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak defisit dan surplus finansial terhadap penyesuaian struktur modal perusahaan. Defisit (surplus) finansial merupakan kondisi arus kas yang keluar (masuk) melebihi arus uang kas yang masuk (keluar) dan penyesuaian struktur modal adalah penyesuaian menuju leverage yang optimal. Kondisi defisit dan surplus finansial diduga memiliki dampak terhadap kecepatan penyesuaian leverage. Penelitian ini menggunakan metode Generalized Least Square. Hasil dari penelitian ini adalah penyesuaian struktur modal bersifat asimetris karena adanya biaya penyesuaian dan kondisi defisit dan surplus finansial mempengaruhi kecepatan penyesuaian struktur modal.

This study aims to examine the impact of the firm's financial deficit and surplus to capital structure adjustment. Financial deficit (surplus) is a condition of the cash inflow (outflow) that exceeds their cash outflow (inflow) and capital structure adjustment is an adjustment to the optimal leverage. Financial deficit and surplus is suspected to have an impact on the speed of capital structure adjustment. This study uses the generalized least square method. Results from this study is the adjustment of capital structure is asymmetrical due to adjustment costs and deficit and surplus financial affected the speed of capital structure adjustment."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S47096
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Thita Rossiana Putri
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh risiko, khususnya risiko karakteristik perusahaan dan risiko makroekonomi terhadap keputusan pendanaan serta keputusan perusahaan dalam melakukan penyesuaian menuju struktur modal yang ditargetkan. Penelitian ini menggunakan two-step robust system-GMM estimator untuk mengestimasi standard-reduced form partial adjustment model dari 232 perusahaan di sektor non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2014.
Hasil penelitian menunjukan bahwa risiko karakteristik perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pendanaan, sementara risiko makroekonomi berpengaruh negatif dan signifikan. Selain itu, dalam penelitian ini ditemukan bahwa ketika dihadapkan pada risiko karakteristik perusahaan, perusahaan akan melakukan proses penyesuaian struktur modal yang lebih lambat terhadap tingkat yang ditargetkan. Hal ini berbeda ketika perusahaan dihadapkan pada risiko makroekonomi dimana perusahaan akan melakukan proses penyesuaian struktur modal yang lebih cepat terhadap tingkat yang ditargetkan.

This paper is aimed to analyze the impact of risks, specifically firm-specific risk and macroeconomic risk towards financing decision and firm decision to adjust capital structure towards their target. The research used two-step robust system-GMM estimator to estimate the standard-reduced form partial adjustment model of capital structure from 232 non-financial companies listed in Indonesia Stock Exchange during 2007-2014.
The findings indicate that firm-specific risk has no significant impact for financing decision, whereas macroeconomic risk is negatively significant. Furthermore, this research finds that when firms face firmspecific risks, they will tend to adjust their capital structure slower to the target. This is contradictory with the result when firms face macroeconomic risk that they will adjust their capital structure faster to the target."
Depok: Universitas Indonesia, 2016
S63864
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Joedith Monica
"Dalam skripsi ini, dilakukan pengujian teori pecking order dengan mengelompokan perusahaan menjadi perusahaan dalam kondisi defisit dan surplus. Teori pecking order merupakan salah satu teori yang menjelaskan tentang keputusan struktur modal perusahaan, dimana jika penggunaan dana internal sudah tidak mencukupi, perusahaan dalam kondisi defisit akan menerbitkan utang dan dalam kondisi surplus akan membayar utang yang dimiliki. Perusahaan yang dianalisa merupakan perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2015 dengan metode purposive sampling dan model data panel. Hasil estimasi dari penelitian ini menunjukan perusahaan dalam kondisi defisit mengikuti teori pecking order sedangkan perusahaan dalam kondisi surplus tidak mengikuti teori pecking order.

This study testing the pecking order theory, based on firms condition in deficit and surplus firms. The pecking order theory is one of the theories that explain firms capital structure, where internal funds is not sufficient, deficit firms will issue debt and surplus firms will redeem their debt. The object of this study are non financial firms listed in Indonesian Stock Exchange for the period 2007 2015 using purposive sampling method and panel data model. The estimation results of this study show that deficit firms follow the pecking order theory and surplus firms do not follow the pecking order theory."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2017
S66840
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Brilya Dwijayanti
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh eksposur nilai tukar terhadap return saham perusahaan domestik non-keuangan di Indonesia dan determinan eksposur nilai tukarnya. Determinan eksposur nilai tukar yang digunakan dalam penelitian ini adalah kekuatan keuangan, kekuatan operasional, kesempatan pertumbuhan, ukuran perusahaan, dan likuiditas perusahaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sekitar 33 persen dari sampel yang ada menunjukkan terdapat eksposur nilai tukar Rupiah terhadap Euro dan 57 persen dari sampel menunjukkan terdapat eksposur nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat. Kekuatan keuangan yang diproksikan oleh variabel Total Debt to Total Asset dan kekuatan operasional yang diproksikan oleh Asset Tangibility serta Asset Turnover terbukti signifikan memengaruhi besaran eksposur nilai tukar Rupiah terhadap Euro. Sedangkan, kekuatan operasional yang diproksikan oleh Asset Turnover, ukuran perusahaan yang diproksikan oleh Market Value, dan likuiditas yang diproksikan oleh Dividend Payout terbukti signifikan memengaruhi besaran eksposur nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat.

This study aimed to analyze the effect of exchange rate exposure on stock returns of non-financial domestic companies in Indonesia and the determinants of exchange rate exposure. Determinants of exchange rate exposure used in this study is the financial strength, operational strengths, growth opportunities, firm size, and liquidity. Results of the study showed that about 33 percent of the sample showed that there were exchange rate exposure Rupiah against the Euro and 57 percent of the samples showed that there were exposure of the Rupiah against the U.S. Dollar. Financial strength is proxied by the variable Total Debt to Total Assets and operational strength is proxied by Asset Turnover and Asset Tangibility proved to significantly affects the magnitude exchange rate exposure Rupiah against the Euro. Whereas, the operational strength of the proxied by Asset Turnover, size is proxied by the Market Value, and liquidity is proxied by Dividend Payout proved to significantly affects the magnitude exchange rate exposure Rupiah against the U.S. dollar."
Depok: Universitas Indonesia, 2013
S45865
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lumban Gaol, Memita Ristyani
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor spesifik perusahaan dan makroekonomi terhadap struktur modal perusahaan yang terdaftar di BEI pada periode 2013-2017. Variabel yang mewakili faktor spesifik perusahaan dalam penelitian ini adalah profitabilitas PRO, tangibilitas TAN, ukuran perusahaan SIZ, volatilitas pendapatan ERV, pertumbuhan perusahaan GRO, non debt tax shield NDT dan kas CSH. Faktor makroekonomi yang diuji adalah tingkat suku bunga INR, Produk Domestik Bruto GDP dan inflasi INF. Pengujian dilakukan dengan model regresi data panel dengan metode random effect dengan estimator generalized least square GLS. Hasil regresi yang dilakukan, menemukan bahwa variabel TAN dan NDT berpengaruh positif signifikan terhadap utang. Kemudian variabel INF ditemukan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap utang. Selanjutnya variabel PRO, SIZ dan GRO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap utang dan variabel ERV, CSH, INR dan GDP berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap utang.

ABSTRACT
This study aims to determine the effect of company specific and macroeconomic factors on capital structure of non financial companies in Indonesia Stock Exchange period 2013 2017. The variables that represent company specific factors in this research are profitability PRO, tangibility TAN , siz SIZ , earning volatility ERV, growth GRO , non debt tax shield NDT and cash CSH. The macroeconomic factors tested were interest rate INR, Gross Domestic Product GDP and inflation INF. This study using panel data with random effect methods Generalized Least Square estimator to test the model. The result of this research found that TAN and NDT have positive and significant effect on leverage. Then INF has positive insignificant effect on leverage. Furthermore, the variables of PRO, SIZ and GRO have negative and significant effect on leverage and the variables of ERV, CSH, INR and GDP have negative insignificant effect on leverage."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hairatih
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal dan corporate governance terhadap leverage ratios pada perusahaan non-keuangan yang terdaftar di BEI tahun 2008-2012. Penelitian ini menggunakan tiga definisi leverage ratios untuk melihat perbedaan signifikansi dan arah hubungan pada tiap model penelitian. Variabel independen dalam penelitian ini berupa struktur modal (size, growth rate, profitability, asset tangibility) dan corporate governance (board size, board independence, insider ownership, sedangkan variabel dependennya adalah tiga definisi leverage ratios (debt to equity ratio, long-term debt to equity ratio, dan debt to asset ratio).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada model 1 (DER) terdapat pengaruh yang signifikan antara struktur modal (size, growth rate, profitability, asset tangibility) dan corporate governance (board size dan board independence) terhadap leverage ratios; pada model 2 (LDR) terdapat pengaruh yang signifikan antara struktur modal (size dan asset tangibility) terhadap leverage ratios; pada model 3 (DR) terdapat pengaruh yang signifikan antara struktur modal (size, profitability, asset tangibility) dan corporate governance (board size, board independence, insider ownership) terhadap leverage-ratios.

The main objective of this research is to analyze the effect of capital structure and corporate governance on leverage ratios of non financial companies listed in the Indonesia Stock Exchange in 2008-2012. This research uses three proxies of leverage ratios to see significance difference and relation signs in each model. The independence variables of this research are capital structure (size, growth rate, profitability, asset tangibility) and corporate governance (board size, board independence, insider ownership), while the dependence variables are the three proxies of leverage ratios (debt to equity ratio, long-term debt to equity ratio, debt to asset ratio).
The result shows that there is significant effect of capital structure (size, growth rate, profitability, asset tangibility) and corporate governance (board size, board independence) toward leverage ratios in the first model (DER), while the second model (LDR) shows significant effect of capital structure (size dan asset tangibility) towards leverage ratios, and there is significant effect of capital structure (size, profitability, asset tangibility) and corporate governance (board size, board independence, insider ownership) toward leverage ratios in the third model (DR).
"
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2014
S54584
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wulan Ningrum Kusuma
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh corporate governance struktur kepemilikan dan struktur modal terhadap agency cost pada perusahaan sektor non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008 2012 Corporate governance diproksikan dengan board of commissioner size dan proporsi dewan komisaris Struktur kepemilikan diproksikan dengan kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional Sedangkan struktur modal diproksikan dengan debt to asset ratio Agency cost pada penelitian ini diproksikan dengan asset utilisation ratio Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan regresi data panel dengan uji analisis Random Effect Model REM
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara simultan corporate governance struktur kepemilikan dan struktur modal berpengaruh secara signifikan terhadap agency cost Selanjutnya secara parsial hasil penelitian ini menunjukan bahwa board of commissioner size kepemilikan manajerial kepemilikan institusional dan debt to asset ratio memiliki pengaruh yang negatif signifikan terhadap agency cost Kata Kunci Agency cost corporate governance struktur kepemilikan dan struktur modal.

This study aims to analyze the effect of corporate governance, ownership structure, and capital structure on agency cost of non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2008-2012. Corporate governance is proxied by board of commissioner size and proportion of independent commissioners. Ownership structure is proxied by managerial ownership and institutional ownership. Whereas, capital structure is proxied by debt-to-asset ratio. In this study, agency cost is measured by asset utilisation ratio. This research is a quantitative research by using panel data regression. This research is analyzed with Random Effect Model (REM).
The result shows that corporate governance, ownership structure, and capital structure simultaneously have significant effect on agency cost. Furthermore, board of commissioner size, managerial ownership, institutional ownership, and debt-to-asset ratio significantly affect agency cost and have negative correlation with agency cost.
"
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2014
S54779
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pandu Herwandono
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbedaan tingkat utang dan determinan struktur modal perusahaan multinasional dan perusahaan domestik di Indonesia. Determinan struktur modal yang digunakan dalam penelitian ini adalah kesempatan pertumbuhan, tangibilitas aset, non-debt tax shield, ukuran perusahaan, volatilitas pendapatan, dan profitabilitas perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode regresi data panel. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat utang perusahaan multinasional dan domestik di Indonesia. Selain itu juga, tidak ada perbedaan yang signifikan antara determinan struktur modal perusahaan multinasional dan perusahaan domestik di Indonesia kecuali untuk variabel kesempatan pertumbuhan yang menunjukan perbedaan signifikan.

This study aims to analyze the differences of leverage and determinant of capital structure between multinational companies and domestic companies in Indonesia. The determinants used in this study are growth opportunity, asset tangibility, non-debt tax shield, size, income volatility, and profitability. This study uses panel data regression. The results of this study indicate that there is no significant difference on leverage between multinational companies and domestic companies in Indonesia. In addition, there was no significant difference between the determinants of capital structure of multinational and domestic companies in Indonesia except growth opportunity that showed significant difference."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S45361
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Khaerunnisa
"Penelitian ini menganalisis pengaruh karakteristik perusahaan terhadap struktur dewan komisaris dan direksi pada perusahaan non keuangan dan non utilitas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2012, menggunakan pendekatan ordinary least square (OLS). Penelitian ini menggunakan data panel perusahaan Indonesia tahun 2008-2012, dipilih 101 perusahaan sebagai sampel. Karakteristik perusahaan terdiri dari kompleksitas perusahaan, biaya monitoring dan advising serta insentif kepemilikan saham. Penulis menemukan bahwa kompleksitas perusahaan memberikan pengaruh positif terhadap board size. Biaya monitoring dan advising tidak berpengaruh signifikan terhadap board independence dan insentif kepemilikan juga tidak berpengaruh signifikan terhadap board independence.

This study investigates the effect of firm characteristics on board structure of Indonesian Listed Companies 2008-2012 employing ordinary least square (OLS) approach. This study is used a panel of Indnesian firms between 2008-2012, 101 firms were selected as a sample. Firm characteristics consists of its complexity, the costs of monitoring and advising, and ownership incentives. This empirical results show that firm complexity on board size is positive. The costs of monitoring and advising is not significant on board independence and ownership incentives is not significant too on board independence."
Depok: Universitas Indonesia, 2014
S56515
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Tunggal Dewi
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh financing restatement terhadap pertumbuhan dan risiko kebangkrutan pada perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2008-2017. Pertumbuhan perusahaan diukur menggunakan pendekatan Internally Financed Growth (IFG) dan Externally Financed Growth (EFG), dimana pendekatan tersebut memiliki tiga proxy, serta risiko kebangkrutan diukur dengan Altman Z Score. Total sampel yang digunakan mencakup 256 perusahaan dengan gaps pada tahun 2013-2014. Metode yang digunakan untuk menentukan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan regresi data panel, dengan data yang bersifat unbalanced panel sehingga jumlah observasi sebesar 2013 firm-year. Hasil yang ditemukan bahwa terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara restatement terhadap pertumbuhan perusahaan. Berarti kegiatan restatement dapat menurunkan tingkat pertumbuhan perusahaan non-keuangan di Indonesia yang dibiayai secara eksternal. Namun tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara restatement dan risiko kebangkrutan.

This study aims to determine the effect of financing restatement on the growth and bankruptcy risk of non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2008-2017. The company's growth is measured using the Internally Financed Growth (IFG) and Externally Financed Growth EFG approaches, where the approach has three proxies, and the risk of bankruptcy is measured by the Altman Z Score. The total sample used included 256 companies with gaps in 2013-2014. The method used to determine the sample using purposive sampling. This study using panel data regression that is unbalanced panel so that the number of observations is 2013 firm year. The results found that there is a negative and significant relationship between restatement on firm growth. Means that restatement activities can reduce the firm growth rate of non-financial companies in Indonesia which are externally financed. However, there is no significant influence between the restatement and the bankruptcy risk.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan BIsnis Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>