Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 149749 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fidiarta Andika
"RISKA. as an Islamic-based organization for youngsters, has responsibility to continually empower and develop youth's potentiaL Series of activities; both locally and nationally that have been done by RISKA must be continued to address cha1lenges and needs of youngsters with capability to adapt. The concept of learning organization developed by Peter Senge offers disciplines that can be developed so that organizations can continue to adapt and improve its capacity against environmental challengesnamely by implementing the disciplines of personal mastery, mental mode)s, team learning and shared vision.
This study aims to obtain factual RISKA conditions, determjne the key leverage points of development of each discipline so that it can become an organization's internal recommendation. In this study, the authors apply the concept of system thinking to get the whole system model of the factors that influence the development of each disciplines. Later on, these model will be conducted to identifY key leverage points to accelerate the development of these disciplines within the organization. Having previously conducted a preliminary analysis of RISKA's factual profile described in 8S Framework (structure, system, strategy, staff, style, shared va!ues, synergistic team), the author provides recommendations in the development of a learning organization disciplines within the context of RISKA."
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2010
T33527
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Aditya Tata Yuga
"Pandemi Covid-19 merupakan krisis yang menyebabkan hampir seluruh organisasi profit mengalami kerugian finansial, pengurangan karyawan dan bahkan penutupan lini usaha. Dalam menghadapi krisis, analisis risiko dan kelancaran komunikasi internal organisasi merupakan isu kebijakan yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian empiris atas pengaruh organizational learning dalam mempengaruhi organizational resilience, serta efek mediasi strategic agility dan inovasi organisasi. Pengujian teori dilakukan dengan melakukan survei terhadap 169 perusahaan di dalam direktori industri manufaktur BPS 2021. Penelitian ini menggunakan analisis structural equation modelling (SEM), dimana hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif signifikan antara seluruh variabel yang diuji, yaitu organizational learning, strategic agility, serta inovasi organisasi terhadap organizational resilience. Efek mediasi oleh strategic agility dan inovasi organisasi juga menunjukkan hasil yang signifikan. Pembangunan kapabilitas dasar perlu diawali untuk membentuk organisasi yang kuat dalam situasi krisis. Organizational learning perlu dibentuk sebagai sistem di dalam organisasi. Kemudian, kebijakan learning diarahkan secara langsung kepada kapabilitas agility, inovasi, dan resilience. Hal ini menunjukkan bahwa variabel - variabel tersebut dapat membangun ketahanan organisasi dalam menghadapi krisis ekstrim.

The Covid-19 pandemic is a crisis that has caused almost all profitable organizations to experience losses, layoffs of employees and even closure of business lines. In dealing with a crisis, risk analysis and smooth internal organizational communication are important policies. This study aims to conduct an empirical examination of the effect of organizational learning on organizational resilience, as well as the mediating effects of strategic agility and organizational innovation. Testing the theory was carried out by conducting a survei of 169 companies in the BPS 2021 manufacturing industry directory. This study used structural modeling equation analysis (SEM), where the results of the analysis showed that there was a significant positive relationship between all the variables tested, namely organizational learning, strategic agility, and organizational innovation on organizational resilience. The mediating effect by strategic agility and organizational innovation also shows significant results. Development of basic capabilities needs to be anticipated to form a strong organization in a crisis situation. Organizational learning needs to be formed as a system within the organization. Then, learning policies are directed directly to agility, innovation, and resilience capabilities. This shows that these variables can build organizational resilience in facing extreme crises"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mohammad Dwi Jatirizki Ramadhana
"ABSTRAK
Student Centered E-Learning (SCeLE) merupakan media pembelajaran online yang mulai digunakan pada tahun 2008. Penggunaan SCeLE pada Cluster Sosial dan Humaniora paling rendah dibandingkan dengan Cluster Sains dan Teknologi dan Cluster Ilmu Kesehatan di Universitas Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penerimaan teknologi yang mempengaruhi tingkat kepuasan siswa sosial dan humaniora dalam menggunakan SCeLE. Penelitian ini menggunakan kombinasi model kesuksesan informasi teori DeLone & McLean dan Technology Acceptance Model (TAM) dengan analisis menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian terhadap 9 hipotesis, yaitu 7 hipotesis diterima dan 2 hipotesis ditolak. Hipotesis yang ditolak adalah bahwa kualitas layanan berpengaruh terhadap persepsi kegunaan, dan kualitas sistem berpengaruh terhadap persepsi kegunaan. Hipotesis yang diterima adalah Kualitas layanan mempengaruhi persepsi kemudahan kita, Kualitas informasi mempengaruhi persepsi kemudahan penggunaan, Kualitas informasi mempengaruhi persepsi kegunaan, Kualitas sistem mempengaruhi persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kemudahan penggunaan mempengaruhi niat perilaku, persepsi kegunaan mempengaruhi niat perilaku, perilaku niat berpengaruh terhadap kepuasan pengguna.
ABSTRACT
Student Centered E-Learning (SCeLE) is an online learning media that began to be used in 2008. The use of SCeLE in the Social and Humanities Cluster is the lowest compared to the Science and Technology Cluster and the Health Science Cluster at the University of Indonesia. This study aims to determine the technology acceptance factors that affect the level of social and humanities student satisfaction in using SCeLE. This study uses a combination of the DeLone & McLean theorys information success model and the Technology Acceptance Model (TAM) with analysis using SEM-PLS. The results of the study on 9 hypotheses, namely 7 hypotheses accepted and 2 hypotheses rejected. The rejected hypothesis is that service quality affects perceived usefulness, and system quality affects perceived usefulness. The accepted hypothesis is that service quality affects our perceived convenience, information quality affects perceived ease of use, information quality affects perceived usability, system quality affects perceived ease of use, perceived ease of use affects behavioral intention, perceived usefulness affects behavioral intention, behavioral intention affects user satisfaction."
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Artanti Arubusman
"Perubahan ekonomi, sosial, teknologi dan peningkatan intensitas yang signifikan telah mengubah lingkungan bisnis secara drastis. Organisasi yang mampu mentransforrnasikan dirinya menjadi entitas yang lebih cerdas dan pintar yang akan bertahan dalam memasuki era milenium berikutnya. Spesies organisasi yang baru tersebut adalah Organisasi Pembelajar (Learning Organization). Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang mandiri memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. Salah satu tugas Bank Indonesia adalah Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Organisasi Bank Indonesia memiliki 25 Direktorat/biro, salah satunya adalah Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran.Guna mendukung tercapainya tujuan Bank Indonesia, maka sesuai dengan tugas dan fungsinya Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran memiliki Misi; Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran untuk terciptanya sistem pembayaran nasional yang efisien dan handal guna mendukung kestabilan moneter dan sistem pembayaran.Sedangkan Visi dari Direktorat ini adalah menjadi satuan kerja pembuat kebijakan, pengawas dan penyelenggara sistem pembayaran yang kompeten dan terpercaya dengan memenuhi standar intemasional. Sasaran strategis yang ingin dicapai oleh Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran adalah; (1) Meminimalkan risiko sistem pembayaran, (2) Meningkatkan efisiensi dan kehandalan sistem pembayaran.(3) Mengelola sumber daya internal secara efektif dan efisien. Untuk itu Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran dituntut untuk terus belajar agar dapat menjawab tantangan lingkungan eksternal dan internal yang terus berubah serial memiliki kinerja yang baik sehingga memiliki keunggulan organisasi dan mampu menjawab tantangan perubahan. Apabila kita tidak mampu menjawab tantangan perubahan Bank Sentral akan kehilangan tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat penerapan strategi Organisasi Pembelajaran (Learning Organization) pada Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia ditinjau dari lima dimensi/subsistem Marquardt tentang; (a) Dinamika Belajar, (b) Transformasi Organisasi, (c) Pemberdayaan Manusia, (d) Pengelolaan Pengetahuan, (e) Aplikasi Teknologi; 2. untuk mengetahui upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran, Bank Indonesia dalam menerapkan aktivitas kerja yang berkaitan dengan usaha untuk menjadi Organisasi Pembelajar. Untuk menjawab permasalahan penelitian penulis menggunakan disain penelitian sebagai berikut; metode pengumpulan data (1) Daftar Pertanyaan/Kuesioner, (2) Metode Dokumentasi, (3) Metode Wawancara. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, penelitian berada pada tingkat eksplanasi deskriptif. Populasi penelitian seluruh pegawai Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran yaitu 185 karyawan. . Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini 77 responden. Insirumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner yang mengukur variabel tingkat penerapan dari Organisasi Pembelajaran (Learning Organization) yaitu Learning Organization Profile dari Marquardt. Kuisioner ini telah disusun secara sistematis dimana variabel penelitian, komponen yang diukur, sub komponen yang diukur dan nomor item dapat dijelaskan secara detail. Hasil analisis data dapat diketahui bahwa tingkat penerapan Organisasi Pembelajaran (Learning Organizational) Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran memperoleh nilai rata-rata 25.12 berarti tingkat penerapannya sudah "BAIK" berdasarkan range- result yang diberikan oleh Marquardt bahwa 24-31 = Good/BAIK, Hasil ini lebih tinggi 3.12 dad nilai rata-rata penerapan Organisasi Pembelajar (Learning Organizafron)pada 500 perusahaan yang di teliti oleh Marquardt. Nilai rata -rata penerapan Organisasi Pembelajar (Learning Organization) di Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran juga lebih tinggi dari nilai rata -rata penerapan Organisasi Pembelajar (Learning Organization) di beberapa organisasi di Indonesia yang pemah diteliti (Extention FE-UI, Balai Besar Litbang Industri Kerajinan Batik dan Dirjen. Perlindungan HAM. Direktorat Kehakiman dan HAM) aleh Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia. Secara terperinci nilai rata-rata untuk masing-masing sub-sistem Organisasi Pembelajaran (Learning Organization ) di Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran adalah sebagai berikut; (1) sub sistem Dinamika Pembelajaran 24.67, (2) sub-sistem Transtormasi Organisasi 25.47., (3) sub sistem Pemberdayaan Orang-Orang 25.67, (4) sub-sistem Pengelolaan Pengelahuan 25.58, dan (5) sub-sistem Aplikasi Teknologi 24.20. Nilai rata-rata penerapan untuk masing- masing sub sistem Organisasi Pembelajar (Learning Organization) berada pada range result 24-31= Baik. Artinya penerapan masing-masing sub sistem Organisasi Pembelajaran Di Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran secara rata-rata sudah diterapkan dengan cukup baik. Hal ini tercapai karena organisasi telah menyadari akan pentingnya menjadi Organisasi Pembelajar (Learning Organization ) , sehingga dalam kesehariannya Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran baik secara disadari maupun tidak telah melakukan upaya-upaya/strategi menjadi Organisasi Pembelajar (Learning Organization) yaitu dengan melaksanakan transformasi organisasi menerapkan manajemen pengetahuan, pemberdayaan orang-orang. Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran memiliki Sumber Daya Manusia berpengetahuan, memiliki latar belakang pendidikan yang baik dan menyadari pentingnya arti belajar, yang merupakan hasil dari sistem recruitment yang baik. Dan di didukung dengan visi bersama, budaya, strategi dan stnaktur yang solid yang memungkinkan proses pembelajaran berjalan. Disamping itu Bank Indonesia juga menyediakan teknologi cangih untuk membantu meningkatkan pengelolaan pengetahuan dan peningkatan kinerja. Namun demikian ada 2 sub sistem yang perdu mendapat perhatian untuk di tingkalkan sehubungan dengan persepsi dari responden yang menyatakan tingkat penerapannya masih sekedarnya, yaitu (1) sub sistem pembelajaran dan (2) sub sistem Aplikasi Teknologi. Berkaitan dengan hasil penelitian mengenai perbandingan tingkat penerapan Organisasi Pembelajaran (Learning Organization) di beberapa organisasi di Indonesia dapat diketahui bahwa tingkat penerapan Organisasi Pembelajaran (Learning Organization) di Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia dan di beberapa organisasi di Indonesia yaitu Extention FE-UI, Balai Besar Litbang industri Kerajinan Batik dan Dirjen. Perlindungan HAM. Direktorat Kehakiman dan HAM memiliki kesamaan kelemahan dalam penerapan pada (1) sub sistem penerapan teknologi, (2) sub sistem pembelajaran. Kesimpulannya walaupun nilai rata -rata penerapan Organisasi Pembelajar (Learning Organization) sudah lebih tinggi dari nilai rata-rata penerapan Organisasi Pembelajar (Learning Organization) pada 500 perusahaan yang di teliti oleh Marquardt dan beberapa organisasi di Indonesia yang pemah diteliti oleh beberapa peneliti lain, namun ada dua sub sistem yang masih harus ditingkatkan penerapannya yaitu (1) Sub Sistem Dinamika Pembelajaran yang merupakan sub sistem inti dari organisasi pembelajaran dan (2) Aplikasi Teknologi yang merupakan pendukung jaringan teknologi yang terintegrasi dan alat informasi yang memungkinkan akses dan perlukaran informasi dan pembelajaran berlangsung dengan cepat. Dalam hal Aplikasi teknologi penekannya adalah perlunya meningkatkan budaya penggunaan teknologi untuk memperoleh informasi dan peningkatan kinerja. Dalam hal sub sistem penerapan teknologi di dalam organisasi di Indonesia ada 2 kendala (1) ketersediaan perangkat teknologi itu sendiri; dan (2) masalah budaya penggunaan teknologi; teknologi yang tersedia belim digunakan secara maksimal, untuk membantu melakukan pembelajaran, memperoleh, menyimpan dan mendistribusikan informasi serta meningkatkan kinerja, hal ini terkait dengan kurangnya penguasaan Sumber Daya Manusia yang ada untuk menggunakan teknologi tersebut, sedangkan dalam hal sub sistem pembelajaran berkaitan dengan sistem pendidikan di Indonesia.

Analysis Of Level Of Learning Organization Model Implementation To Develop Learning Organization At Bank Indonesia's Directorate Of Accounting And Payment System Economic, social and technological changes as well as significant increase of intensity have changed business environment drastically. Organization which enables to transform itself to become a smarter entity will survive through next millennium. The new organizational species is called Learning Organization. Bank Indonesia as an independent central bank has heavy duties and responsibilities. One of Bank Indonesia' duties is to organize and secure payment system operation. Bank Indonesia as an organization has 25 Directorate/Bureaus, one of them is Directorate of Accounting and Payment System. To help fulfill Bank Indonesia's objectives, based on its function and duty, Directorate of Accounting and Payment System has a mission; that is to regulate and secure payment system operation to create an efficient and reliable national payment in order to support monetary stability and payment system. In addition, the vision of this directorate is to become a working unit of policy maker, supervisor and operator of a competent and reliable payment system by adopting international standard. Strategic targets that will be achieved by the Directorate of Accounting and Payment System are; (1) minimize risks of payment system, (2) enhance efficiency and realibility of payment system.(3) organize internal resources effectively and efficiently. For that purpose, the Directorate of Accounting and Payment System is required to learn and face challenges of changing internal and external environment and has good performance so as to have organizational advantages and able to adapt to changes. Should we are not able to adapt to changes, the Central Bank will lose its duty. This research is aimed at finding of strategic implementation magnitude of Learning Organization at the Bank Indonesia's Directorate of Accounting and Payment System reviewed from five Marquardt's dimensions/sub-systems on: (a) Learning Dynamism, (b) Organizational Transformation, (c) Human Empowerment, (d) Knowledge Organization, (e) Technology Application; 2. To find efforts made by Bank Indonesia's. Directorate of Accounting and Payment System in organization of working activity regarding effort to become Learning Organization. Top answer the research problem, the author use the following research design; data collection method (1) List of Questions/Questionnaires, (2) Documentation Method, (3) Interview Method. Research method used is the descriptive, where the research is in the stage of descriptive explanation. The research population consists of all 185 employees of the Directorate o Accounting and Payment System. The number of sample in this research is 77 respondents. Method used in sample collection is purposive sampling. Instrument used in this research is questionnaires, measuring implementation level variables of Learning Organization that is Learning Organization Profile of Marquardt. The questionnaires has been arranged systematically, where research variables, measured components, measured sub-components and item number can be explained in details. From the result of data analysis, it is found that implementation level of Learning Organizational at the Directorate of Accounting and Payment System obtains average value of 25.12, classifying as 'GOOD' based on range-result provided by Marquardt that 24-31 = Good. The result is 3.12 higher than average value of Learning Organization at 500 companies surveyed by Marquardt. The average value of Learning Organization implementation at the Directorate of Accounting and Payment System is also higher than the average value of Learning Organization implementation at several organizations in Indonesia (FE-UI Extension, Research and Development Center for Batik Industry and Director General Human Rights Protection, Directorate of Justice and Human Rights) surveyed by University of Indonesia postgraduate students. In details, the average values for respective Learning Organization sub-system at the Directorate of Accounting and Payment System are as follows; (1) Learning Dynamism sub-system of 24.67, (2) Organizational Transformation sub-system of 25.47, (3) Human Empowerment sub-system of 25.67, (4) Knowledge Organization sub-system of 25.58, and (5) Technology Application of 24.20. The implementation average value of respective Learning Organization sub-system is in the result range of 24-31= Good. It means that implementation of respective Learning Organization sub-systems at the Directorate of Accounting and Payment System has generally been implemented relatively well. This is achieved since the roganization realizes the significance of being a Learning Organization. As a result, it is common that the Directorate of Accounting and Payment System, consciously or not, has implement efforts/strategy of Learning Organization, that is by implementing organizational transformation, knowledge management and human empowerment. The Directorate of Accounting and Payment System has Human Resources of knowledgeable, having good educational background and realizing the significance of learning, resulting from good recruitment system. And supported by a common vision, culture, solid strategy and structure enabling learning process to take place. Besides, Bank of Indonesia also provides sophisticated technology to help enhance knowledge management and performance. However, there are 2 sub-systems that need special attention for upgrade regarding respondents' perception that its implementation level is still partial, namely (1) learning sub-system and (2) Technology Application sub-system. Regarding research result on comparison of implementation level of Learning Organization at several organizations in Indonesia, it is found that implementation level of Learning Organization at Bank Indonesia's Directorate of Accounting and Payment System and some other organizations such as FE-[JI Extension, Research and Development Center for Batik Industry and Director General of Human Rights Protection, Directorate of Justice and Human Rights have common weaknesses in implementing (1) technology application sub-system, (2) learning sub-system. The conclusion is that, despite the fact that average value of Learning Process implementation is higher than average value of Learning Organization implementation at 500 companies surveyed by Marquardt and several organizations in Indonesia surveyed by other researchers. However, there are sub-systems whose implementation need to be improved, namely (1) Learning Dynamism Sub-system, the core sub-system of learning organization and (2) Technology Application that supports integrated technology network and information tools that enable access and information exchange as well as quick learning. Relating to technology application, the emphasis is on the need to improve the use of technology culture to obtain information and enhance performance. There are 2 obstacles in technology implementation sub-system in Indonesian organizations, namely (1) availability of technology devices; and (2) problem that includes lack use of technology to help learning activity, obtain, keep and distribute information as well enhance performance. This weaknesses relates to the fact that Human Resources do not master the technology very well, meanwhile the learning sub-systems relate to Indonesian educational system.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2004
T13344
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mahmudah Rahmatunnisa
"Perkembangan bisnis yang semakin kompleks dan dinamis harus
disadari oleh semua organisasi bisnis yang terlibat di dalamnya. Setiap
perubahan mungkin saja merubah keadaan yang sebelumnya tampak stabil,
oleh karena ilu kemampuan setiap perusahaan dalam menghadapi setiap
perubahan sangat menenlukan. Untuk dapat berlahan hidup dan
berkembang, suatu organisasi perlu membangun organisasi pembelajar.
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan PT. Mustika
Ratu dalam membangun organisasi pembelajar, dengan melakukan penilaian
terhadap tingkat penerapan subsistem organisasi pembelajar secara parsial
yang telah dicapainya_ melalui instrumen Leaming Organization Profile yang
dituangkan dalam bentuk kuesioner sebagaimana dijelaskan oleh Michael J. Peneiitian ini merupakan studi kasus dan sampel diambil secara
random sebanyak 50 orang dari 850 orang karyawan PT. Mustika Ratu.
PT. Nlustika Ratu merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak
dalam bidang jamu dan kosmetika tradisional, dimiliki oleh Ibu BRA Mooryati
Soedibyo, salah seorang keluarga Keraton Surakarta.
Melalui analisis yang disarankan oleh Dr. Michael J. Marquardt,
diketahui bahwa pada PT. Mustika Ralu tingkat penerapan subsistem
pemberdayaan pembelajaran dan subsislem pemberdayaan pengetahuan,
perusahaan bam menerapkan bagian-bagian tertentu saja dari selumh
strategi yang dianjurkan Marquardt, sedangkan tingkat penerapan subsistem
pemberdayaan organisasi, pemberdayaan manusia dan pemberdayaan
teknologi, perusahaan telah menerapkan sebagian besar.
Jika dibandingkan dengan nilai rata-rata 500 organisasi di dunia yang
menerapkan hal serupa menurut hasi! analisis Marquardt, kecuali untuk
pemberdayaan proses beiajar, seluruh nilai/score rata-rata qan keempat
subsistem Iainnya memiliki nilai di atas rata-rata 500 organisasi di dunia"
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2000
T6501
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Linda Puspita Sari
"Tesis ini membahas tentang pengaruh perilaku kepemimpinan dan budaya organisasi pembelajar terhadap komitmen organisasi di organisasi pelajar. Permasalahan yang terjadi adalah minimnya kehadiran pengurus IKOSI Zona 2 dalam setiap agenda. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan mengadopsi instrumen Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) dari Mowday, Steers dan Porter (1979), instrumen Perceived Leadership Behavior Scales (PLBS) dari House dan Dessler (1974), dan instrumen Dimensions of Learning Organization Questionnaire dari Watkins dan Marsick (1997), ditambah 3 pertanyaan demografis berupa jenis kelamin, jabatan dan masa kepengurusan.
Setelah data dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak SPSS ver 21.0, hasil penelitian menyimpulkan tidak terdapat pengaruh jenis kelamin dan jabatan terhadap komitmen organisasi, perilaku kepemimpinan, dan budaya organisasi pembelajar, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari perilaku kepemimpinan dan budaya organisasi pembelajar secara masing-masing terhadap komitmen organisasi di IKOSI Zona 2. Namun terdapat pengaruh yang positif dan tidak signifikan secara simultan perilaku kepemimpinan dan budaya organisasi pembelajar terhadap komitmen organisasi di IKOSI Zona 2. Untuk itu, perlu adanya eksplorasi lebih jauh tentang alasan minimnya kehadiran pengurus dalam agenda IKOSI Zona 2.

This thesis discusses the influence of leadership behavior and learning organization culture on organizational commitment in student organizations. The problem that occurs is the lack of board presence IKOSI Zone 2 in each agenda. This research was conducted through a quantitative approach by adopting instrument Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) of Mowday, Steers and Porter (1979), the instrument Perceived Leadership Behavior Scales (PLBS) of the House and Dessler (1974), and the instrument of Dimensions of Learning Organization Questionnaire from Watkins and Marsick (1997) plus three demographic questions such as gender, position and time management.
After the data were analyzed using SPSS software ver 21.0, the results of the study concluded that there was no influence of gender and position to organizational commitment, leadership behavior, and learning organization culture, there is a positive and significant effect of leadership behavior and learning organization culture respectively on organizational commitment in IKOSI Zone 2. Yet there is a positive influence and simultaneously insignificant behavior leadership and learning organization culture on organizational commitment in IKOSI Zone 2. Therefore, it's need for further exploration of the reasons for the lack of presence in the board agenda IKOSI Zone 2.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hendrik Budhi Prasetyo
"Tesis ini membahas tentang perubahan organisasi pada Pusdik Brimob yang dilakukan berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor Pol Kep/53/X/2002. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang menggunakan teknik pengumpulan data meliputi pengamatan terlibat dan tidak terlibat, studi literatur serta wawancara. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk menganalisis sekaligus menggambarkan perbedaan antara Keputusan Kapolri Nomor Pol Kep/53/X/2002 · dengan Kep/09N/2001 sebagai keputusan yang digantikannya, sistem yang terdapat di dalam proses pendidikan di Pusdik Brimob serta dampak yang ditimbulkan baik pada individu maupun organisasi dari pemberlakuan keputusan tersebut.
Hasil penelitian yang dituangkan dalam tesis ini menunjukan bahwa dari perbandingan di antara kedua keputusan tersebut tampak bahwa Kep 53/X/2002 ternyata mengamanatkan penyederhanaan tingkat komp1eksitas, peningkatan formalisasi dan desentralisasi kewenangan pada organisasi ini. Pada aspek besaran keputusan ini juga menghendaki pengurangan jumlah personil Pusdik Brimob yang semula 485 menjadi 124. Ketika perubahan ini diimplementasikan teryata harus berhadapan dengan budaya organisasi Pusdik Brimob yang memanifestasikan dirinya sebagai sebuah sistem tindakan yang terdiri dari organisme perilaku, sistem kepribadian, sistem sosial dan sistem kultur. Hal ini sebenarnya menunjukan bahwa paada hakekatnya Pusdik Brimob bukan saja merupakan sebuah lingkungan organisasi secara formal, namun juga sebuah lingkungan sosial dalam merespons sebuah yang datang dari lingkungan ekstemalnya. Hal ini mendorong timbulnya dampak yang baik pada tingkat individu maupun organisasional yang pada akhirnya merupakan penolakan terhadap perubahan. Penolakan yang diakomodasikan melalni sebuah sistem tindakan pada akhirnya mampu menghasilkan sebuah status quo. Dalam keadaan ini tampak bahwa Keputusan Kapolri Nomor Pol Kep/53/X/2002 temyata hanya mampu menghasilkan perubahan struktur secara formal yag berbeda dengan implementasinya dalam pelaksanaan proses pendidikan di Pusdik Brimob.

This thesis discusses the organizational change in Brimob Education Centre conducted pursuant to Decree of Indonesia National Police Chief Number Kep/53/X/2002. This thesis was based on qualitative research methodology. Data collection procedures are using observations involved and not involved, literature studies and interviews. The aim is to analyze at the same time illustrate the difference between Chief of Indonesia National Police Decree Number. Pol Kep/53/X/2002 with Kep/09N/2001 as the substitution decree, the system on the educational process in this institution and also the impact of implementation of this decree.
The results show turned out comparisous between the two decrees are centered on the structure and size of the organization, Kep 53/X/2002 simplification was mandated level of complexity, increasing formalization and decentralization of authority in the organizational structure. Besides this decision also mandated a reduction of employers scale with less that originally 485 to 124. When these changes are implemented, they have to deal with the cultures of this organization which manifests itself in the form of act organism, self system, social system and cultural system. Which then arises is the impact of resistance to change. This refusal to produce the status quo until this moment, because the decree was apparently only able to produce changes in formal structure only.
"
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2010
T33535
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muchammad Hatta
"Penelitian yang dilakukan ini dilandasi untuk mendapatkan gambaran kondisi awal UI-BHMN pada masa transisi perubahan statusnya. Penilaian ini diharapkan dapat dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan dengan perbaikan yang diperlukan Pendekatan yang digunakan adalah Organizational Effectiveness, dengan pendekatan ini dihampkan dapat unluk mengevaluasi slmktur organisasi UI-BHMN. Metode penelitian yang digunakan lebih bersifat kualitatif dan pengumpulan datanya bersifat kualitatif dan kuantilalif Data primer didapat dari kuisioner yang mengacu pada penelitian Perancangan Awal Sistem Penilaian Kesehatan Organisasi UI-BHMN, Dan data sekunder didapal dan wawancara Data primer digunakan untuk mendapalkan perforrna tiap krileria yang lelah ditetapkan sebelumnya dan data sekunder digunakan untuk penentuan target pe-ncapaian untuk scoring. Hasil itu semua kemudian diolah dengan menggunakan Objecfive Matrix, dimana akan didapatkan nilai index pencapaian dari deputifdirektorat tertenlu. Index pencapaian tiap deputif direktorat yang didapat dan pengolahan Objective MOFiI tersebut akan dianalisa dan dibandingkan sehingga dapai diketahui performa deputi/direktorat terhadap keseluruhan struktur organisasi Dari titik tersebut diharapkan UI-BHMN dapat merencanakan dan menentukan Iangkah- langkah yang diperlukan sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang dimiliki termasuk mengevaluasi struktural.

The purpose of this research is to get the picture of beginning condition of UI-BHMN in their transition of status changing. Hopely, this measurement can be implemented gradually and continue with improvement as needed. This research using Organizational Effectiveness approach, which is expected to get evaluate the UI-BHMN organization structure. The research methode that used, is more qualitative, with data collection methode is qualitative and quantitative. Primary datas are got through questionnaire which is based on "Primary Design of Ul-BHMN Organizational Health Measurement System" research. And secondary datas are got through interview. The primary datm used to get performance of each criterias which decided and secondary datas used to determine achivement target for scoring purpose. The all result would be processed using Objective Matrix, then achivement index value of deputy/directorate will be get. Achivement index of each deputy/directorate that got through from Objective Matrix processing will be analyzed and compared then we got deputy/directorate performance according to the whole organizational structure. From that point, hopely UI-BUMN able to plan and determine the path that needed as well as their condition and capability including structural evaluation."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S50134
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Herman
"ABSTRAK
Latar belakang penelitian ini dilakukan pada SMA Negeri 4 Kendari, karena
berdasarkan uji kompetensi yang diadakan oleh Kementerian pendidikan dan
Kebudayaan pada tahun 2012, guru-guru di sekolah ini kompetensinya masih rendah
dengan rata-rata hanya 44,58. Selain rendahnya kompetensi tersebut, pada Januari
2013, sekolah ini dikembalikan statusnya menjadi sekolah regular dari sebelumnya
berstatus sebagai RSBI. Oleh karena itu diperlukan upaya peningkatan kompetensi
serta penyempurnaan kesiapan SMA Negeri 4 Kendari pasca beralih status SMA
Negeri 4 Kendari menjadi sekolah regular. Salah satu upaya yang dapat dilakukan
adalah dengan menjadikan sekolah ini menjadi organisasi pembelajar. Tesis ini
mengangkat 4 permasalahan yaitu; Seberapa siap SMA Negeri 4 Kendari untuk
menuju organisasi pembelajar?; Seberapa siap individu guru dan staf administrasi
pada institusi pendidikan SMA Negeri 4 Kendari?; Seberapa siap sistem organisasi
pembelajar pada institusi pendidikan SMA Negeri 4 Kendari? ; Faktor-faktor apa
saja yang menjadi penghambat institusi pendidikan SMA Negeri 4 Kendari untuk
menjadi organisasi pembelajar? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah
teori learning organization yang dari Peter Senge dan Marquardt.
Penelitian ini menggunakan paradigm positivism dengan pendekatan
kuantitatif, dengan teknik survey yang dikombinasikan dengan wawancara
mendalam serta studi dokumen. Survey tersebut dilakukan terhadap guru dan staf
administrasi SMA Negeri 4 Kendari dengan menggunakan dua variabel yang terdiri
dari sepuluh indikator; lima indikator berhubungan dengan kesiapan individu,
yaitu: dinamikan pembelajaran individu, disiplin mental model, disiplin personal
masteri, disiplin berbagi visi serta disiplin berpikir sistemik serta lima indikator
lagi berhubungan dengan sistem organisasi pembelajar, yaitu; dinamika
pembelajaran tim, transformasi organisasi, sistem pemberdayaan manusia, sistem
pengelolaan pengetahuan, dukungan aplikasi teknologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan guru lebih baik bila
dibandingkan dengan staf administrasi sekolah serta tingkat kesiapan sistem
organisasi pembelajar pada SMA Negeri 4 Kendari berada pada posisi siap dan
lebih baik bila dibandingkan dengan kesiapan individu guru dan staf administrasi SMA Negeri 4 Kendari, namun kedua variabel tersebut belum mencapai tingkat
kesiapan yang sempurna pada nilai modus 5,00 atau pada posisi siap menyeluruh
atau sempurna. Penelitian ini menyarankan agar institusi pendidikan SMA Negeri 4
Kendari melakukan perbaikan dan penyempurnaan pada disiplin mental model dan
disiplin personal mastery bagi guru serta seluruh indikator pada variabel kesiapan
untuk staf administrasi. SMA Negeri 4 Kendari juga perlu meningkatkan kesiapan
dukungan teknologi.
Untuk meningkatkan tingkat kesiapan individu tersebut, diperlukan system
penilaian dan pengawasan terhadap aktivitas pembelajaran, terutama penilaian dan
pengawasan implementasi hasil pelatihan sehingga aktivitas observe, asses, design
dan implement (OADI) dapat terjadi sebagai suatu siklus yang berkaitan dan
berkelanjutan bukan sesuatu yang parsial. Selain aktivitas aktivitas observe, asses,
design dan implement (OADI) tersebut diperlukan adanya perimbangan
pembelajaran terutama pelatihan antara guru dengan staf . SMA Negeri 4 Kendari
dapat melakukan perbaikan yang berkelanjutan dengan melakukan survey kesiapan
menuju organisasi pembelajar . (learning organization) secara berkala

ABSTRACT
The rationale of this study applied at Public Senior High School 4 Kendari is
based on the competence test developed by Ministry of education in 2012. Teachers
at this school still get low competence under the achievable average 44.58. Besides
the entire low competence, in January 2013, this institution was returned the status to
become regular school which was previously as International oriented based school.
Therefore, it needs some efforts to increase the competence and improve the
readiness of Public Senior High School 4 Kendari post-reform status to become a
regular school. An effort being done is that, to develop the entire school becomes a
learning organization. This thesis applies 4 basic problems; How far is the readiness
of Public Senior High School 4 Kendari towards organization learning?; How far is
the readiness of individual teacher and administrative staffs at the educational
institution of Public Senior High School 4 Kendari?; How far is the readiness of
learning organization system at educational institution of Public Senior High School
4 Kendari?; What factors which affect educational institution of Public Senior High
School 4 Kendari to become learning organization? Theory which is developed in
this study is learning organization theory from Peter Senge and Marquardt.
This study is applied using positivism paradigm through quantitative
approach, in developing survey technique which is combined with in depth interview
and then documentary study. Survey is applied towards teachers and administrative
staffs of Public Senior High School 4 Kendari using two variables which consist of
ten indicators; five indicators are related to individual readiness, namely: individual
learning dynamics, discipline of mental model, personal mastery, shared vision and
then disciple of systems thinking ; while other five indicators are related to the system
of learning organization, namely; team learning dynamics, organizational
transformation, human empowering system, knowledge management system,
technological application support.
The result of the study shows that the level of teacher?s readiness is more
better than school administrative staffs and then the level of learning organization
system at Public Senior High School 4 Kendari is ready and is better than individual
readiness of teachers and school administration staffs of Public Senior High School 4
Kendari, however, both variables do not achieve the readiness level perfectly on
mode value 5.00 or at the whole perfect readiness position. This study suggested
educational institution of Public Senior High School 4 Kendari to do improvements
on the discipline of mental model and discipline of personal mastery towards
teachers then all indicators of variable readiness towards school administrative staffs of Public Senior High School 4 Kendari and it should develop the provision of
technological support.
In order to improve the individual readiness, there has to be evaluation
system and monitoring towards instructional activity, specifically the implementation
of evaluation and monitoring of training result in order that the activities to observe,
asses, design and implement (OADI) could happen as a cycle which is interrelated
and continues not as a partial matter. Besides those entire activities, observe, asses,
design and implement (OADI), there has to imbalance learning through training for
teachers and school administrative staffs. Public Senior High School 4 Kendari could
do continues improvement through developing survey readiness towards (learning
organization periodically."
2013
T35307
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Erlin Novita Sari
"Skripsi ini berjudul Penerapan 5 Dimensi Peter Senge di Perpustakaan Institut Pertanian Bogor dalam Membangun Organisasi Pembelajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penerapan organisasi pembelajar di Perpustakaan IPB yang diukur dengan menggunakan indikator berdasarkan konsep 5 dimensi organisasi pembelajar menurut Peter Senge, yaitu penguasaan personal, model mental, pemahaman visi bersama, pembelajaran kelompok, dan berpikir sistem. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Responden dari penelitian ini adalah pustakawan di Perpustakaan Institut Pertanian Bogor yang terdiri dari 27 orang. Dari hasil penelitian yang dilakukan, kesimpulan menunjukkan bahwa penerapan organisasi pembelajar Perpustakaan IPB sudah cukup baik. Dari kelima dimensi, tiga di antaranya memiliki kategori sangat baik, yaitu penguasaan personal, model mental, dan berpikir sistem. Sedangkan, dua dimensi termasuk dalam kategori baik yaitu pembelajaran kelompok dan pemahaman visi bersama. Untuk dimensi yang memiliki skor rata-rata paling tinggi adalah dimensi penguasaan personal. Hal tersebut menunjukkan Perpustakaan IPB mendukung pustakawan untuk melakukan pengembangan diri sebab mereka percaya bahwa pustakawan yang terus belajar akan memiliki kompetensi yang baik sehingga akan memberikan manfaat tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga untuk kemajuan perpustakaan. Pustakawan dapat belajar sehingga mampu beradaptasi terhadap perubahan melalui beberapa kegiatan seperti FGD, berbagi pengetahuan, dan forum pustakawan.

This research is entitled The Implementation of The Fifth Disciplines by Peter Senge in Institut Pertanian Bogor Library  in Building Learning Organization. The purpose of this research is to identify the implementation of learning organization in Institut Pertanian Bogor Library that can be measured by The Fifth Disciplines of learning organization dimension according to Peter Senge that consist of personal mastery, mental model, shared vision, team learning, and system thinking. This research is using case study method with quantitative approach. Data is collected by questionnaire as the research instrument. The respondent of this research are 27 librarian of Institut Pertanian Bogor library. The results of this research shows  that the implementation of the learning organization in Institut Pertanian Bogor Library is good enough. Three out of  the five disciplines has very good category which is personal mastery, mental model, and system thinking. Meanwhile, the other two disciplines have good category which is team learning and shared vision disciplines. The dimension that has highest average is personal mastery. This shows that the Institut Pertanian Bogor Library supports librarians to develop themselves because they believe that librarians who continue to learn will have good competence so that they will provide benefits not only for themselves but also for the improvement of the library.Tthey also can learn to adapt with change through the activites such as Focus Group Discussion, knowledge sharing and librarian forum."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>