Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 119586 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Santi Rahmawati
"Tujuan utama penelitian ini adalah menginvestigasi apakah perubahan rasio hutang dipengaruhi oleh jenis perusahaan (perusahaan multinasional atau perusahaan domestik) untuk perusahaan yang lisred pada Bursa Efek Indonesia selama 2001 sampai dengan 2006. Selain jenis perusahaan, variabell kontrol yang digunakan dalam penelitian ini adalah free cash jluw to equil}', probabiliiY of default, company's size dan profitability. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa perubahan rasio hutang tidek dipengaruhi oleh jenis perusehaan. Lebih jauh, tidak ada satupun variabel kontrol yang memiliki dampak signifikan sesuai tanda yang diharapkan terhadap perubahan rasio hutang.

The primary objective of this study is to investigate whether change in debt to asset ratio is affected by the type of company (i.e., multinational company or domestic company) for firms listed are Indonesia Stock Exchange during 1001 until 1006. Besides the type of company, control variables used by this study are free cash flow to equity, probability of bankruptcy, company size, and profitability. This study finds that change in debt to asset ratio is not affected by type of the company. Furthermore, none of the control variables has a significant impact in the expected direction to change in debt to asset ratio."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T31997
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Pandu Herwandono
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbedaan tingkat utang dan determinan struktur modal perusahaan multinasional dan perusahaan domestik di Indonesia. Determinan struktur modal yang digunakan dalam penelitian ini adalah kesempatan pertumbuhan, tangibilitas aset, non-debt tax shield, ukuran perusahaan, volatilitas pendapatan, dan profitabilitas perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode regresi data panel. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat utang perusahaan multinasional dan domestik di Indonesia. Selain itu juga, tidak ada perbedaan yang signifikan antara determinan struktur modal perusahaan multinasional dan perusahaan domestik di Indonesia kecuali untuk variabel kesempatan pertumbuhan yang menunjukan perbedaan signifikan.

This study aims to analyze the differences of leverage and determinant of capital structure between multinational companies and domestic companies in Indonesia. The determinants used in this study are growth opportunity, asset tangibility, non-debt tax shield, size, income volatility, and profitability. This study uses panel data regression. The results of this study indicate that there is no significant difference on leverage between multinational companies and domestic companies in Indonesia. In addition, there was no significant difference between the determinants of capital structure of multinational and domestic companies in Indonesia except growth opportunity that showed significant difference."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S45361
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ravianda Firmanda
"Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur modal dan kecepatan penyesuaian struktur modal perusahaan domestik dan multinasional serta membandingkan struktur modal dan mengamati kecepatan penyesuaian struktur modal perusahaan multinasional yang diklasifikasikan berdasar mode of entry yang digunakan. Jenis mode of entry yang digunakan adalah ekspor, international joint venture (IJV) dan foreign direct investment (FDI), selama periode 2002-2011. Dengan menggunakan balanced panel data,ditemukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara struktur modal perusahaan domestik dan perusahaan multinasional. Ditemukan juga perusahaan multinasional memiliki kecepatan penyesuaian struktur modal terhadap sebesar 0.50 terhadap target, sedangkan perusahaan domestik memiliki kecepatan penyesuaian struktur modal sebesar 0.41. Berdasarkan modes of entry, tidak ditemukan adanya perbedaan struktur modal pada perusahaan multinasional. Mode of entry ekspor memiliki kecepatan penyesuaian struktur modal tercepat pada variabel dependen market debt ratio, sedangkan mode of entry IJV memiliki kecepatan penyesuaian struktur modal tercepat pada variabel dependen book debt ratio.

The objectives of this study are to compare the capital structure and its speed of adjustment between domestic company (DC) and multinational company (MNC). Furthermore, this study will also compare the capital structure and its speed of adjustment of MNC’sthat are classified based on mode of entry strategy used. Types of modes of entry used are export, international joint venture (IJV) and foreign direct investment (FDI) within year 2002-2011. Using balanced panel data, this study found there is no significant differences of capital structure between multinational and domestic companies. This study also found the capital structure speed of adjustment of multinational companies are 0.50 and the capital structure speed of adjustment of domestic companies are 0.41. In addition, there is no significant difference of capital structure between multinational companies which are classified by modes of entry. Moreover, companies that use export as mode of entry strategy has the fastest speed of adjustment when market debt ratio used as dependent variable while companies that use FDI as mode of entry strategy has the fastest speed of adjustment when book debt ratio used as dependent variable."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pandji Anoraga
Jakarta: Dunia Pustaka Jaya, 1995
382.1 PAN p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Pandji Anoraga
"Development of multinational corporation and foreign capital investment in Indonesia"
Jakarta: Pustaka Jaya, 1995
332.6 PAN p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Salamah
"Pemodal saat menanamkan modalnya pada perusahaan multinasional atau perusahaan domestik perlu pertimbangan, yaitu dari kinerja investasi (market based performance) dan kinerja keuangan (rasio keuangan). Qleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tiga tujuan. Pertama, mengetahui ada tidaknya perbedaan kinerja investasi antara perusahaan multinasional dengan domestik. Kedua, mengetahui ada tidaknya perbedaan kinerja keuangan antara perusahaan multinasional dengan perusahaan domestik. Ketiga, mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap kinerja investasi pada perusahaan multinasional dan perusahaan domestik.
Kinerja investasi diukur dengan 4 pendekatan , yaitu kinerja Jensen, kinerja Treynor, dan kinerja Sharpe. Kinerja keuangan dicerminkan old price earning ratio, price book value, dividen payout ratio, leverage ratio, return on asset, inventory turnover, quick ratio dan long term capital investment.
Sampel yang diambil adalah 12 perusahaan multinasional dan 12 perusahaan domestik yang berada di Bursa Effek Jakarta pada periode tahun 1994 sampai tahun 1998. Data yang digunakan data pooled dengan kombinasi time series dan cross section.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kinerja investasi antara perusahaan multinasional dengan domestik untuk ketiga model, yaitu Jensen, Treynor dan Sharpe. Rasio keuangan yang berbeda antara perusahaan multinasional dengan domestik adalah price earning ratio dan return on asset, sedangkan price book value, dividen payout ratio, leverage ratio, inventory turn over dan long term capital investment tidak berbeda.
Pada perusahaan multinasional untuk kinerja Jensen, rasio yang berpengaruh ialah return on asset, inventory turnover, quick ratio dan longterm capital; untuk kinerja Treynor adalah price earning ratio, price book value, dividend payout ratio, leverage ratio, quick ratio dan long term capital investment; untuk kinerja Sharpe adalah price earning ratio, price book value, leverage ratio, quick ratio dan long term capital investment.
Pada perusahaan domestik untuk kinerja Jensen, rasio yang berpengaruh adalah leverage ratio, return on asset dan quick ratio; untuk kinerja Treynor adalah long term capital investment; untuk kinerja Sharpe adalah price book value, leverage ratio dan return on asset."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2002
T19440
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ery D Prasetyo
"Struktur Modal masih menjadi kontroversi dalam dunia keuangan perusahaan. Ada beberapa pendekatan yang mendasari teori struktur modal, namun tidak satupun yang sesuai dengan praktek di lapangan. Keputusan struktur modal dianggap penting karena dapat mempengaruhi tingkat pengembalian dan berdampak pada kemampuan perusahaan menghadapi lingkungan persaingan. Tujuan penulisan karya akhir mi adalah untuk melihat bagaimana dampak perbedaan jenis usaha diantara dua kelompok perusahaan, dalam hal mi adalah kelompok Ritel dan Consumer goods, dilihat dari beberapa rasio finansial yang tercermin dan laporan keuangan perusahaan. Dari perbedaan yang diamati kemudian dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampaknya terhadap pemilihan struktur modal perusahaan. Penelitian mi merupakan replikasi hasil pengujian yang dilakukan oleh Chiang Yat Hung, Chan Ping Chuen Albert dan Hui Chi Man Edie (Hong Kong Polytechnic University, Hong Kong) pada kelompok perusahaan kontraktor dan developer di Hong Kong dan penelitian oleh Akhtar Shumi terhadap perusahaan yang tergolong perusahaan multinasional dan perusahaan domestik di Australia. Penelitian tersebut dipicu oleh kondisi profitabilitas yang sangat superior di kelompok developer yang sangat berlawanan dengan kelompok kontraktor. Pengujian dilakukan dengan metode "twoindependent sample-test" untuk melihat adanya perbedaan yang signifikan kemudian dilanjutkan dengan uji korelasi variabel yang dipilih sebagai faktor determinan tingkat leverage perusahaan dan terakhir menguji regresi untuk membuat model yang dapat memprediksi komposisi struktur modal yang optimal. Untuk penelitian di Indonesia, dipilih kelompok usaha Ritel dan Consumer goods yang memiliki kesamaan dalam jenis produk yang dipasarkan adalah produk masal namun berbeda dalam hal cara perolehannya. Kelompok consumer goods memproduksi sendiri sementara ritel hanya mendistribusikan barang yang bukan diproduksi oleh perusahaan tersebut. Pengujian menggunakan data laporan keuangan tahunan dan perusahaan yang terdaftar di BEJ selama periode tahun 2000 - 2006. Hasil uji perbedaan dua kelompok tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik diantara kedua kelompok tersebut dengan menggunakan variabel skalá perusahaan, struktur aset perusahaan, pertumbuhan perusahaan dan profitabilitas perusahaan. Dari kelima variabel yang dipilih, ditambah satu variabel dummy yang menggolongkan perusahaan berada di kelompok ritel atau consumer goods, dilakukan pengamatan untuk melihat tingkat korelasi antara masing-masing variabel terhadap variabel terikat yaitu tingkat leverage perusahaan. Hasil pengujian korelasi menunjukan bahwa variabel skala perusahaan, profitabilitas, kelompok perusahaan, struktur aset dan pertumbuhan memiliki korelasi berurutan dari yang paling kuat. Namun dilihat dan tingkat signifikansinya, hanya variabel skala perusahaan, profitabilitas dan kelompok perusahaan yang diduga memiliki pengaruh kuat terhadap keputusan struktur modal.Uji regresi dilakukan terhadap variabel dummy dan variabel interaksi antara variabel dummy dengan variabel bebas lainnya untuk melihat pengaruh perbedaan kelompok pada setiap variabel bebas sebagai faktor determinan struktur modal. Uji regresi menunjukan bahwa model yang dibentuk memiliki nilai signifikan pada tingkat 0,05 yang berarti pemodelan mi secara umum dapat diterima. Namun model yang dibentuk mi hanya memiliki nilai adjusted R2 kurang dari 50 % yang berarti model mi hanya mampu menjelaskan variabel terikat dengan porsi kurang dari 50 %. Dari variabel bebas yang digunakan, variabel dummy menunjukan arah negatif yang berarti kelompok industri nitel cenderung memiliki porsi hutang lebih besar dibandingkan consumer goods. Walaupun beberapa variabel bebas tersebut merupakan faktor determinan yang signifikan terhadap struktur modal perusahaan, namun hasil penelitian mi menunjukan bahwa diantara kelompok industri nitel dan consumer goods, masing-masing kelompok dipengaruhi oleh variabel yang berbeda. Jika dilihat lebih dalam lagi, ternyata hanya variabel SIZE yang memiliki interaksi signifikan dengan perbedaan jenis usaha. Perbedaan skala perusahaan di kelompok Ritel dan Consumer goods memiliki dampak yang signifikan terhadap keputusan struktur modal perusahaan. Dengan memperhatikan variabel yang signifikan terhadap tingkat leverage perusahaan, manajemen dapat memilih aktivitas mempengaruhi struktur modal ke arah yang dianggap optimal. Pihak kreditur disarankan untuk mengikutsertakan variabel yang signifikan ketika melakukan penilaian dalam memutuskan besar pinjaman yang akan diberikan ke perusahaan."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T 23065
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Taufik Ariyanto
"Pemegang saham selalu concern terhadap tingkat kesejahteraan mereka. Sebagai pemegang saham dari sebuah perusahaan, mereka akan selalu mempengaruhi/menekan manajemen perusahaan untuk meningkatkan value dari perusahaan (maximized value of the firm). Dengan menggunakan dua pendekatan yaitu teori struktural modal dan teori keagenan (agency teori), maka pemegang saham akan selalu mempengaruhi manajemen untuk mencapai tingkat hutang yang mendekati optimal sehingga memberikan value optimal buat perusahaan yang juga berarti kesejahteraan yang maksimal bagi pemegang saham.
Penelitian ini berupaya untuk mengetahui pengaruh dari pemegang saham terhadap tingkat hutang perusahaan. Selain itu, perlu juga diketahui faktor-faktor lain seperti size, profitability, investment policies dan dividen policies sebagai pertimbangan dari manajemen dalam menentukan tingkat hutang perusahaan.
Penelitian ini menggunakan data sekunder dari 40 perusahan sampel. Model pengujiannya adalah semi-log cross sectional regression model. Pengujian ekonometrik akan diberlakukan untuk mengetahui tingkat keakuratan dan kesahihan dari hasil perhitungan. Pengujian statistik standar juga akan diberlakukan untuk mengetahui kesignifikan dari model secara keseluruhan dan kesignifikan dari masing-masing variabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam periode perekonomian normal dan krisis, pemegang saham mempunyai pengaruh yang negatif terhadap tingkat hutang perusahaan walaupun dengan tingkat kesignifikanan yang berbeda-beda. Dari beberapa faktor lain yang diuji, dividen policies ternyata tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan baik dalam kondisi perekonomian normal maupun dalam kondisi krisis. Sementara faktor seperti size, profitability dan investment policies tetap signifikan baik dalam kondisi perekonomian normal maupun krisis. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2000
T269
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Taufik Ariyanto
"Pemegang saham selalu concern terhadap tingkat kesejahteraan mereka. Sebagai
pemegang saham dari sebuah perusahaan, mereka akan selalu mempengaruhi / menekan manajemen perusahaan untuk meningkatkan value dari perusahaan (maximized value of
the firm). Dengan menggunakan dua pendekatan yaitu teori struktur modal dan teori
keagenan (agency theory), maka pemegang saham akan selalu mempengaruhi manajemen untuk mencapai tingkat hutang yang mendekati optimal sehingga memberikan value optimal buat perusahaan yang juga berarti kesejahteraan yang maksimal bagi pemegang saham.
Penelitian ini berupaya untuk mengetahui pengaruh dari pemegang saham terhadap tingkat hutang perusahaan. Selain itu, perlu juga diketahui faktor faktor lain seperti size, profitability, investment policies dan dividen policies sebagai pertimbangan dari manajemen dalam menentukan tingkat hutang perusahaan.
Penelitian ini menggunakan data data sekunder dari 40 perusahaan sampel. Model pengujiannya adalah semi - log cross sectional regression model. Pengujian ekonometrik
standar akan diberlakukan untuk mengetahui tingkat keakuratan dan keshahihan dari hasil perhitungan. Pengujian statistik standar juga akan diberlakukan untuk mengetahui kesignifikanan dari model secara keseluruhan dan kesignifiknan dari masing masing variabel.
Hasil peneltian menunjukkan bahwa dalam periode perekonomian normal dan krisis, pemegang saham mempunyai pengaruh yang negatif terhadap tingkat hutang perusahaan walaupun dengan tingkat kesignifikanan yang berbeda beda. Dari beberapa faktor lain yang diuji, dividers policies ternyata tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan baik dalam kondisi perekonomian normal maupun dalam kondisi krisis. Sementara faktor seperti size, profitability dan investment policies tetap signifikan baik dalam kondisi perekonomian normal maupun krisis.
"
2000
T20419
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Idawati S. Hanafi
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1983
S16939
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>