Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 80709 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Devi Irma Safitri
"Skripsi ini mencoba menganalisis peranan matematika dalam komunikasi dalam novel Hakase no Aishita Suushiki karangan Ogawa Yoko, dengan menggunakan konsep komunikasi. Penelitian ini mencoba mengungkapkan peranan matematika dalam novel Hakase no Aishita Suushiki sebagai suatu komponen yang digunakan tokoh Profesor dalam berkomunikasi dengan tokoh-tokoh lainnya. Penelitian ini mempergunakan metode deskriptif analisis dengan memusatkan diri pada pengkajian korpus, kemudian dengan konsep komunikasi mencoba menganalisis proses komunikasi yang terjadi pada Profesor dan tokoh-tokoh lainnya. Penelitian pun mengungkapkan bahwa melalui proses komunikasi yang dilakukan Profesor dengan tokoh-tokoh lainnya, matematika telah memperlihatkan peranannya sebagai komponen dalam komunikasi, yaitu pesan yang disampaikan oleh Profesor kepada Watashi dan Root, yang menjadikan komunikasi di antara ketiganya berjalan efektif, sehingga terjalinnya pertalian di antara ketiga tokoh. Matematika telah berfungsi sebagai alat komunikasi yang menjembatani tokoh Profesor dengan tokoh-tokoh lainnya, sehingga Profesor mampu menunjukkan keberadaan dirinya yang ternafikan selama ini.

By using the concept of communication, this research is trying to analyze the role of mathematics in Ogawa Yoko’s novel, Hakase no Aishita Suushiki. This research is trying to find out the role of mathematics in The Hakase no Aishita Suushiki novel, as a component that is used by Professor in communication with others. This research concentrate its corpus assessment by using descriptive analysis method, and then with the concept of communication, this research is trying to analyze the process of communication between Professor and other characters. The analysis shows that through the process of communication, math has demonstrated its role as a component in the communication. Math has become the message of communication that is delivered by Professor to other characters, which has made the communication worked effectively between them, thereby enhanced the social connection between them. Math has been the communication tool for Professor in reaching other characters, so then he could show his existence which has been denied before."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S44024
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rima Devi
"Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap struktur keluarga Jepang yang dibangun oleh Ogawa Yoko dalam tiga novelnya yaitu Kifujin A No Sosei, Hakase no Aishita Suushiki, dan Miina No Koushin. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode kajian kepustakaan dengan analisis menggunakan konsep ruang sosial yang dikemukakan oleh Bourdieu dan konsep keluarga tradisional Jepang yaitu sistem ie. Dari penelitian diketahui bahwa Ogawa Yoko menangkap perubahan struktur keluarga yang terjadi dalam masyarakatnya dan menuangkan ke dalam novel. Struktur keluarga yang dibangun oleh Ogawa Yoko tidak sama dengan struktur keluarga tradisional Jepang, dan berbeda dengan struktur keluarga modern sehingga keluarga yang dibangun oleh Ogawa Yoko dapat disebut dengan hubungan keluarga interdependen atau interdependent family relantionship atau 􂔦􀮫􀱫􁏑􂓗􁐙􁪘􃛵􀲀 (sougoizonteki kazokukankei).

This research aims at uncovering the structure of Japanese family set up by Ogawa Yoko in her three novels, i.e. Kifujin A No Sosei, Hakase No Aishita Suushiki, and Miina No Koushin. It is a qualitative research using library research as its method. Social field proposed by Bourdieu and ie system of Japanese traditional family have been chosen to analyse the issue. This research has found out that Ogawa Yoko had caught the change of the family structure taking place in her society and has expressed it in her three novels. The family structure Ogawa Yoko has developed differs from both the structure of Japanese traditional family and modern family. Thus, Ogawa Yoko has developed interdependent family relationship / 􂔦􀮫􀱫􁏑􂓗􁐙􁪘􃛵􀲀 (sougoizonteki kazokukankei."
2015
D2046
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Julia Eka Ananda
"Karya ilmiah ini fokus pada proses kebangkitan Superego dua tokoh Katyu?a dan Nekhlyudov dalam novel Rusia, Kebangkitan. Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis bagaimana peran kedua tokoh yang saling memicu proses kebangkitan Superego. Kebangkitan Superego ini diasosiasikan kebangkitan moral menurut Tolstoy. Superego merupakan salah satu komponen psikis yang terdapat dalam teori psikoanalisi sastra oleh Sigmund Freud yang memiliki nilai moral dalam jiwa manusia.
Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah novel Воскресение, 1899 (Voskresenye)? Kebangkitan karya Лев Николаевич Толстой/Lev Nikolaevic Tolstoj.

This journal focuses on the process of resurrection Superego in two characters in Russian novel ?Resurrection? Katyu?a and Nekhlyudov. Superego is one part of psyche structures in Sigmund Freud?s psychoanalytic which contain moral value in human soul. The purpose this thesis is to analyse the role of two characters that trigger the process of resurrection Superego. The Superego resurrection associated moral awakening according to Tolstoy.
The writing method in this thesis uses descriptive-analytic method. This thesis uses novel Resurrection or in Russian word is Воскресение, Voskresenye, 1899 written by Russian novelist Leo Tolstoy."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016
S62386
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Firman Hadiansyah
"Adaptasi film ke dalam novel atau sebaliknya seialu menimbulkan perubahan, sebagai akibat dari perbedaan media dan hasil interpretasi penulis dan sutradara. Penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan sejumlah persamaan dan perbedaan mendasar yang dihasilkan oleh adaptasi dari film ke dalam novel Biala Tak Berdawai, dilihat dari unsurunsur penceritaan.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan strukturalisme yang memfokuskan pada unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam film dan novel Biola Tak Berdawai. Unsur-unsur film dan novel yang dianalisis dan dibandingkan dalam penelitian ini adalah alur penyajian, alur sebab akibat, tokoh dan penokohan, latar ruang dan Tatar waktu.
Hasil analisis film dan novel Biola Tak Berdawai terhadap unsurunsur di atas, menunjukkan persamaan sekaligus perbedaan. Cerita dalam film dan novel pada dasarnya sama tetapi menjadi terkesan berbeda ketika Dewa dijadikan penutur di dalam novel. Tokoh Dewa menjadi serba tahu dan mampu menuturkan dengan fasih mengenai kejadian-kejadian yang ada di sekelilingnya, padahal di dalam film, tokoh Dewa digambarkan sebagai anak yang sangat sulit untuk berkomunikasi dengan prang fain dikarenakan penyakit autis dan cacat ganda. Dengan demikian, tokoh utama di dalam novel tidak hanya Renjani, tetapi juga Dewa. Perbedaan Iainnya terletak pada berupa kemunculan cerita pewayangan di dalam novel, juga terdapat penghilangan, dan penambahan beberapa cerita. Semua perbedaan tersebut menunjukkan adanya perbedaan interpretasi penulis novel atas cerita film Biola Tak Berdawai.
Berbeda dengan unsur alur penyajian, alur sebab akibat antara film dan novel tidak menunjukkan perbedaan. Dad awal hingga akhir cerita, novel adaptasi tetap bersetia terhadap film sebagai cerita pertama. Begitu juga dengan latar ruang dan waktu.

The adaptation of film into novel or vice verse always produces changes as the consequence of the different media and the result of the actor and the director's interpretation. This study aims to present some basic similarities and differences which are produced by the adaptation from film into novel Biola Talc Berdawai, and viewed from the story elements.
The method used is structuralism, focusing on the intrinsic elements in film and novel Biota Tak Berdawai. The film and novel elements which are analyzed and compared in this study are plot, the characters and characterization, and setting.
The result of the analysis of film and novel Biola Tak Berdawai to the mentioned elements presents similarities and differences at the same time. The story in film and novel is basically the same but it imprisons different when Dewa is made as a narrator in the novel. The character of Dewa knows everything and he can utter fluently what happens in his surrounding, whereas in film the character of Dewa is showed as the boy who has difficulty to communicating with other people because he is autistic and has double deformity. So the main character in the novel is not only Renjani but also Dewa. The other difference is on the presence of things pertaining to the wayang story in the novel. All those differences present the difference of the writer's interpretation on the story of Biota Tak Berdawai film.
It is different to plot presence, the cause and effect plot between film and novel does not present the difference. From the beginning until the end of story, adapted novel keep loyal to film as the original story. It also happens to the setting of place and time.
"
Jakarta: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2006
T17618
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rr. Shinta D. Yahya
"Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis interferensi dalam novel A Clockwork Orange karya Anthony Burgess. Dalam analisis ditemukan 150 kata Bahasa Rusia, diantaranya terdapat 85 kata benda, 18 kata sifat, 5 kata bilangan,36 kata kerja dan 6 kata yang tidak terinterferensi.
Dari kata-kata yang telah dianalisis, interferensi yang ditemukan di dalam kelas kata benda adalah interferensi gramatika begitupun dengan kelas kata kerja. Sementara itu dalam kelas kata bilangan interferensi yang terjadi adalah pembedaan yang berlebih pada fonem. Lalu, dalam kelas kata kerja interferensi yang dominan adalah interferensi penafsiran kembali terhadap perbedaan.

This research aimed to identify any kinds of interferences of Russian words in the novel A Clockwork Orange by Anthony Burgess. 150 words have been found based on analysis. They consist of 85 nouns, 18 adjectives, 36 verbs, 5 numerals an 6 not include in interferences.
Based on analysis, the interference found both in the noun and verb is grammatical interference. Meanwhile, Overdifferentation of phonems is the interference found in numeral. Moreover, dominant interference found in verb is Re-interpretation of distinctions."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S53396
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ari Prasetiyo
"Disertasi ini membahas keterkaitan antara kehidupan Suparto Brata dengan hasil karya tulisnya serta membahas pandangan Suparto Brata berkaitan dengan peranan dan kedudukan perempuan Jawa sebagaimana terepresentasikan dalam novel Donyane Wong Culika dan Bekasi Remeng-Remeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra yang mengaitkan unsur intrinsik (berupa fakta kemanusiaan fiksionalitas) dengan unsur ekstrinsik (fakta kemanusiaan realitas). Temuan atas penelitian ini adalah bahwa latar belakang kehidupan Suparto Brata berupa hadirnya tiga perempuan (ibu, ibu mertua, istri) serta nilai-nilai budaya Jawa yang terkandung dalam ungkapan-ungkapan bahasa Jawa sangat mempengaruhi isi karya sastranya. Pandangan dan sikap perempuan Jawa berkaitan dengan permasalahan gender dilandasi oleh empat jenis motivasi yaitu motif biogenetis, motif sosiogenetis, motif teogenetis, serta motif psikogenetis. Berdasarkan keempat motivasi tersebut, sosok perempuan Jawa dapat dikatakan sebagai sosok perempuan yang humanis dan religius. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa peranan perempuan Jawa sangat dominan. Perempuan Jawa dapat melakukan hal-hal yang berkaitan dengan masalah domestik sekaligus publik. Dikarenakan peranannya yang sangat besar tersebut, kedudukan perempuan Jawa menjadi sangat tinggi dan sangat terhormat.

This dissertation discusses the interrelationship between life of Suparto Brata with the results of his writings and discuss Suparto Brata`s view about the role of and position of Javanese women as represented in the novel Donyane Wong Culika and Bekasi Remeng-Remeng. This study uses sociology of literature approach that linked the intrinsic elements (in the form of humanitarian fact of fiction) with extrinsic elements (humanitarian facts of reality). The findings of this research is that the background of life of Suparto Brata form of the presence of three women (mother, mother-in-law, wife) and Javanese cultural values contained within the Java language expressions greatly influence the content of his literary work. The views and attitudes of Javanese women related to gender issues based on the four types of motivation that biogenetic motive, sosiogenetic motive, theogenetic motive, and the psikogenetic motive. Based on the fourth motivations, Javanese women can be regarded as the humanist and religious figure of women. The conclusion of this study is that the role of Javanese women is very dominant. Javanese women can do things that are related to domestic issues and public at once. Due to the very huge role, the position of Javanese women become very high and very respectable."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016
D2184
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hamzah Hamdani
Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, Kementrian Pendidikan Malaysia, 1993
899.330 9 HAM n
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Triskaidekaman
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2018
813 TRI b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Triskaidekaman
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2019
899.221 TRI b
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Nadia Putri Rahmani
"ABSTRACT
Novel dengan berlabel dewasa selalu dikaitkan sebagai novel yang khusus dibaca untuk orang dewasa. Akan tetapi, ditemukan juga novel dewasa yang tidak mengangkat cerita untuk dewasa atau sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indikator yang menentukan dewasa atau tidaknya sebuah novel. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari novel berlabel dewasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik. Pendekatan yang digunakan adalah unsur intrinsik. Teori yang digunakan, yaitu sosiologi sastra, novel populer, dan teori perkembangan manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik novel dewasa populer, yaitu tokohnya adalah orang dewasa, selalu menghadirkan unsur seks, latar yang digunakan adalah perkotaan, dan alur yang lebih kompleks.

ABSTRACT
Novels with adult labels are always associated as novels that are specifically readable for adults. However, some adult novels are found that do not use stories for adults or vice versa. This study aims to knowing the indicators that determine an adult novel. In addition, this study also aims to determine the characteristics of novel labeled adult. The method used in this research is analytical descriptive. The approach that used is intrinsic. Theories that used are the sociology of literature, popular novels, and theories of human development. The results of this study indicate that the characteristics of popular adult novels are the characters are adults, always present the element of sex, the background used is urban, and has a complex plot. Key words popular novels, adult novels, charateristics. "
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>