Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 179539 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Zuraida Zulkarnain, supervisor
"Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat keracunan pestisida pada petani di Desa Srimahi Bekasi Utara pada tahun 2011. Tujuan penelitian ini didasarkan hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal terhadap tingkat keracunan pestisida pada petani di Desa Srimahi, Bekasi Utara pada tahun 2011. Desain penelitian yang digunakan adalah studi Cross sectional dengan menggunakan Data Sekunder dari Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekes Kemenkes Jakarta II pada tahun 2011. Analisa data dilakukan dengan uji Fischer Exact. Populasi dan sampel penelitian adalah semua petani di Desa Srimahi, Bekasi Utara pada tahun 2011.
Hasil untuk tingkat keracunan pestisida pada petani Desa Srimahi sebesar 6,1%. Variabel umur, lama bekerja, pendidikan, jenis kelamin, pengetahuan, sikap, prosedur, penggunaan APD (Alat Perlindungan diri), dan kontak yang lama dengan tingkat keracunan pestisida menunjukkan tidak ada hubungan. Walaupun begitu petani harus mewaspadai adanya keracunan pestisida pada saat musim penggunaan pestisida.

This study explored about the factors which associated with the poisoning rate of pesticides in the Srimahi Village?s farmers, North Bekasi in 2011. The purpose of this study is based on the discovery of the relation between the internal factors and the external factors to the poisoning rate of pesticides in Srimahi village, North Bekasi in 2011. The research design used is The Cross Sectional using the Secondary Data of Departement of Public Health, Poltekes Jakarta II in 2011. The data analyzing was performed by fischer exact. The study population and sampel study were all farmers in Srimahi Village,North Bekasi in 2011.
The result for the poisoning rate of pesticides represent the prevalence rate of the poisoning rate of 6,1%. Statistical test result showed there is no association between age, educational level, length of work, sex, knowledge, attitudes, procedures, the using of PPE (Personal Protection Equipment), and prolonged contact to the pesticide?s poisoning level. Even farmers should be aware of pesticide use during the season.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Nurfallah
"Hasil cholinesterase seita survey tentang persepsi, pengetahuan, personal hygiene, pcnggunaan APD yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Belmi tahun 2005 terhadap 200 petani didapatkan basil mia rata 40,50 % petani dengan keracunan berat, lata rata 75,50 % petani memiliki persepsi buruk, rata rata 76,00 % peta.ni` memiliki pengetahuan bumk, rata rata 83,00 % petani dengan personal hygiene buruk, rata rata 71,00 % petani berpcrilaku bnmik dalam menggunakan APD_Tesis ini bertujuan unmk mengelnhui korelasi anlara faktor - Ezktor yang mcmpengaruhi pcrsepsi risfko dalam mengelola pestisida denpn tingkat keracunan pestisida pada pctani sayuran yang meliputi : fhktor intemal (pengetahuan, perilaku penggunaan ala! pelindung diri, perilaku higiene perorangan, masa kegia ), faktor ekstemal (penyuluhan/pclatihan keselamatan dan kesehatn kerja, budaya keseiamatan dan keseharn kenja dan frekuensi komak dengan pestisida), tingkat keracunan pada petani dan persepsi xisiko.Jenis penelitian yang dilakukan adalah peneiitian deskriptif (descriptive research) adaiah jenis penelitian yang memberikan gambaran atau uraian atas suatu keadaan seiclas mungkin tanpa ada perlakuan terhadap obyek yang diteliti dengan pendekatan cross-seclionul smdjul-lasil penelitian yang tclah dilakukan terhadap faktor intcmal dan ckstemal yang mempcngaruhi persepsi yaitu ; pengetabuan dalam mengelola pestisida; perilaku penggunaan APD ; perilaku persona! hygiene ; budaya keselamatan dan kesehatan kelja sedangkan yang tidak berkorelasi yaitu : rnasa kelja petani ; penyuluhan /peiatihan K3 dan frekuensi kontak. Disamping ilu faktor internal dan ekstemal yang mempengaruhi risiko yang diterima(tingkat keracunan pestisida) yaitu ; pcngetahuan mengclola pestisida ; pcriiaku penggunaan alat pclindung diri perilaku personal hygiene; iiekuensi kontak; budaya K3, scdangkan ynag tidak mempcngarusi risiko yang diterima yaitu : masa kerja petani ; peiatihan K3 serta tidak ada koreiasi antara persepsi petani dcngan tingkat kemcunan/risiko yang diterima petani. Kesimpulan : ada 3 variabel faktor internal yang berkorelasi dengan persepsi ( pengezahuan ,penlaku penggunaan APD , perilaku personal hygiene ), ada l variabei faktor ekstcmal yang berkorelasi dengan persepsi pelani yaitu : budaya K3 , ada 3 variabel faktor internal yang berkorelasi dengan risiko yang diterima (pengetahuan ,perilaku penggunaan APD , perilaku persona] hygiene ), ada 2 varibel faktor ekstemal yang berkoreiasi dengan tingkat keracunan/risiko (Erekuensi kontak dan budaya K3).

Result from previous study on conducted by Public health service Beltasi District year in 2005 among 200 farmers indicated that the majority ofthe farmers ( 40,50 %) had a severe pesticide poisoning level. Based on the study, the majority of the farmers have poor perception ( 75,50 %), low level of knowledge (76,00 %), poor personal hygiene ( 83,00 %) and poor safe belmvior towards the use of personal protective equipment (PPE) ( 71,00 %).The aim ofthe study is to evaluate correlation between factors that influencing the vegetable lamrer risk perception in pesticide handling whit the lcvci of pesticide poisoning. The factors that influencing the risk perception of the vegetable farmer including internal factors ( Knowledge, safe behavior towards the use of PPE, personal hygiene, work period) ; external factors (OHS training, safety culture and frequency of contact with pesticide), level of poisoning in the farmer and risk perception. The type of research design used in the study was a descriptive research which describing on a particular object or condition without any treatment manipulation. The approach used in the study was based on cross sectional. Resulth suggested that internal external factors which influencing risk perception including knowledge on pesticide handling, the use- of PPE , personal hygiene, OHS cuiture were not correlated with work period, OHS training and tiequency of contact. Furthcmtore internal and external factor which influencing the level of' risk accepted by the farmer (level of pesticide poisoning) were : knowledge on pesticide handling, safe belmvior towards the use of PPE, personal hygiene, frequency of contact, OHS culture. In addition, factors that were not influencing the level of risk were : work period and OHS training, There were also no correlation between farmers risk perception with the level of risk accepted (level of pesticide poisoning). In conclusion, there were 3 vanble derived from internal factors that correlated with risk perception( knowledge on pesticide handling, safe behavior on the use of PPE and personal hygiene). There was one variable derived from extemal factor which was correlated with farmers risk perception (safety culture). There 3 variable derived from intemal factors which was correlated with of risk accepted (knowledge on pesticide handling, safe behavior on the use of PPE and personal hygiene). There 3 variable derived from internal &ctors which was correlated with level of risk (level of pesticide poisoning): frequency of contact and OHS culture."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2006
T34426
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Nurfallah
"Hasil cholinesterase serta survey tentang persepsi, pengetahuan, personal hygiene, penggunaan APD yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi tahun 2005 terhadap 200 petani didapatkan hasil rata rata 40,50 % petani dengan keracunan berat, rata rata 75,50 % pelani memiliki persepsi buruk, rata rata 76,00 % petani memiliki pengetahuan buruk rata rata 83,00 % petani dengan personal hygiene buruk, rata rata 71,00 % petani berperilaku buruk dalam menggunakan APD.Tesis ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara faktor - faktor yang mempengaruhi persepsi risiko dalam mengelola pestisida dengan tingkat keracunan pestisida pada petani sayunan yang meliputi : faktor internal (pengetahuan, perilaku penggunaan alat pelindung diri, perilaku higiene perorangan, masa kerja ), faktor eksternal (penyuluhan/pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja, budaya keselamatan dan kesehatan kerja dan frekuensi kontak dengan pestisida), tingkat keracunan pada petani dan persepsi risiko.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif (descriptive research) adaiah jenis penelitian yang memberikan gambaran atau uraian atas suatu keadaan sejelas mungkin tanpa ada perlakuan terhadap obyek yang diteliti dengan pendekatan cross-sectional study.
Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi persepsi yaitu ; pengetahuan dalam mengelola pestisida; perilaku penggunaan APD ; perilaku personal hygiene ; budaya keselamatan dan kesehatan kerja sedangkan yang tidak berkorelasi yaitu : masa kerja petani ; penyuluhan /pelatihan K3 dan frekuensi kontak. Disamping itu faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi risiko yang diterima (tingkat keracunan pestisida) yaitu ; pengetahuan rnengelola pestisida ; perilaku penggunaan alat pelindung diri perilaku personal hygiene; frekuensi kontak; budaya K3, sedangkan yang tidak mempengaruhi risiko yang diterima yaitu : masa kerja petani ; pelatihan K3 serta tidak ada korelasi antara persepsi petani dengan tingkat keracunan/risiko yang diterima petani. Kesimpulan : ada 3 variabei faktor internal yang berkorelasi dengan persepsi ( pengelahuan ,perilaku penggunaan APD , perilaku personal hygiene ), ada 1 variabel faktor eksternal yang berkorelasi dengan persepsi petani yaitu : budaya K3 , ada 3 variabel faktor internal yang berkorelasi dengan risiko yang diterima (pengetahuan ,perilaku penggunaan APD , perilaku personal hygiene ), ada 2 varibel faktor eksternal yang berkorelasi dengan tingkat keracunan/risiko (frekuensi kontak dan budaya K3).

Result from previous study on conducted by Public health service Bekasi District year in 2005 among 200 farmers indicated that the majority of the farmers ( 40,50 %) had a severe pesticide poisoning level. Based on the study, the majority of the farmers have poor perception( 75,50 %), low level of knowledge (76,00 %), poor personal hygiene ( 83,00 %) and poor safe behavior towards the use of personal protective equipment (PPE) ( 71,00 %).The aim ofthe study is to evaluate correlation between factors that influencing the vegetable farmer risk perception in pesticide handling whit the levei of pesticide poisoning. The factors that influencing the risk perception of the vegetable farmer including internal factors ( Knowledge, safe behavior towards the use of PPE, personal hygiene, work period) ; external factors (OHS training, safety culture and frequency of contact with pesticide), level of poisoning in the farmer and risk perception. The type of research design used in the study was a descriptive research which describing on a particular object or condition without any treatment manipulation. The approach used in the study was based on cross sectional.
Resulth suggested that internal external factors which influencing risk perception including knowledge on pesticide handling, the use of PPE , personal hygiene, OHS culture were not correlated with work period., OHS training and frequency of contact. Furthermore internal and external factor which influencing the level of risk accepted by the farmer (level of pesticide poisoning) were : knowledge on pesticide handling, safe behavior towards the use of PPE, personal hygiene, frequency of contact, OHS culture. In addition, factors that were not influencing the level of risk were : work period and OHS training. There were also no correlation between farmers risk perception with thc level of risk accepted (level of pesticide poisoning). In conclusion, there were 3 variable derived from internal factors that correlated with risk perception ( knowledge on pesticide handling, safe behavior on the use of PPE and personal hygiene). There was one variable derived from external factor which was correlated with farmers risk perception (safety culture). There 3 variable derived from internal factors which was correlated with of risk accepted (knowledge on pesticide handling, safe behavior on the use of PPE and personal hygiene). There 3 variable derived from internal factors which was correlated with level of risk (level of pesticide poisoning): frequency of contact and OHS culture.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2006
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fitria Maretha H.
"Tingkat keaktifan posyandu sangat bergantung pada peran serta kader dalam menyelenggarakan kegiatan rutin posyandu di masing-masing posyandu, LKMD sebagai pengelola dan masyarakat sebagai pemakai dari pendukung Posyandu. Pada tahun 2009 dari jumlah posyandu di Puskesmas Jatimulya yaitu 52 buah dan hanya 25% yang aktif melaksanakan kegiatan rutin posyandu. Faktor yang menyebabkan misalnya rendahnya peran serta kader. Diduga peran serta kader tersebut berhubungan dengan tanggapan kader terhadap kunjungan masyarakat ke posyandu. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan kader terhadap kunjungan masyarakat di posyandu serta faktor-faktor yang berhubungan di Puskesmas Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2011.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong lintang (cros sectional). Variabel terikat penelitian ini adalah tanggapan kader terhadap kunjungan masyarakat di posyandu, sedangkan variabel bebasnya adalah faktor internal (umur, lama menjadi kader, jarak rumah ke posyandu, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan kader terhadap tugasnya di posyandu dan sikap kader terhadap tugasnya di posyandu) dan faktor eksternal (dukungan tokoh masyarakat, pelatihan kader dan dukungan puskesmas). Penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap 75 kader dengan instrumen berupa kuesioner. Pengumpulan data dan analisis data oleh peneliti dilakukan pada Bulan Mei - Juni 2011. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak komputer dengan analisis univariat (menghitung proporsi dan frekuensi) dan bivariat (crosstab).
Persentase tanggapan kader terhadap kunjungan masyarakat di posyandu Puskesmas Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi adalah tanggapan kader yang baik sebesar 57,3% dan tanggapan kader yang kurang sebesar 42,7%. Faktor-faktor internal dan eksternal yang berhubungan secara statistik dengan tanggapan kader terhadap kunjungan masyarakat di posyandu Puskesmas Jatimulya antara lain pendapatan kader dengan nilai p 0,036 ( < p 0,05 ), sikap kader terhadap tugasnya di posyandu dengan nilai p 0,029 ( < p 0,05 ) dan dukungan TOMA dengan nilai p 0,029 ( < p 0,05 ). Sedangkan faktor-faktor internal dan eksternal yang tidak berhubungan secara statistik antara lain umur kader, lamanya menjadi kader, jarak tempat tinggal, pendidikan, status pekerjaan, pengetahuan kader, pelatihan kader dan dukungan puskesmas.
Diharapkan adanya kerjasama antara kader, tokoh masyarakat, petugas puskesmas dan petugas dinas kesehatan dalam penyelenggaraan kegiatan posyandu dan mendukung dalam usaha peningkatan tanggapan kader terhadap kunjungan masayarakat di posyandu.

The Integrated Health Care (IHC) level of activity is very dependent on the participation of cadres in carrying out routine activities in their respective posyandu Posyandu, LKMD as the manager and the users of the supporters of IHC. In 2009 the number of IHC in Jatimulya Health Care is 52 pieces and only 25% are actively carrying out routine activities posyandu. Factors causing such low participation of the cadres. Anticipated participation is associated with a cadre of volunteers to visit the community response to the posyandu. Therefore, the purpose of this study was to determine cadre responses toward the community visit in Integrated Health Care and factors is associated in Jatimulya Health Care Tambun Selatan, Bekasi in 2011.
This study used a cross-sectional research design (CROs sectional). The variable is bound this study is the response of volunteers to visit the community during that session, while the independent variables are the internal factors (age, length of the cadre, the distance IHC to home, education, occupation, income, knowledge cadre on duty during that session and attitude toward his job at posyandu cadre) and external factors (support of community leaders, cadre training and support centers). The study was conducted by an interview of 75 cadres in the form of a questionnaire instrument. Data collection and data analysis conducted by researchers at the May-June 2011. Data analysis was performed using computer software with univariate analysis (calculate proportions and frequencies) and bivariate (crosstab).
Percentage response cadre of community visits in health centers posyandu Jatimulya South Tambun Bekasi District is a good response cadre of 57.3% and less response cadre of 42.7%. Internal factors and external that are statistically associated with response to the visit of community volunteers in IHC Jatimulya Health Center, among others, the income of cadres with p value 0.036 ( < p 0.05 ), attitude toward his job at posyandu cadre with p value 0.029 ( < p 0 , 05 ) and support of community leader with p value 0.029 ( < p 0.05 ). While internal factors and external that are not associated statistically among other cadres age, duration of a cadre, a distance of residence, education, employment status, knowledge of cadres, cadres training and support health centers.
Expect to cooperation between cadres, community leader, health centers official and health centers district for Integrated Health Care activities and support for increasing cadre responses toward The community visit in Integrated Health Care.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2011
S234
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Suroso
"Pestisida adalah suatu senyawa kimia yang merupakan bahan beracun dan berbahaya, yang bila tidak dikelola dengan bijaksana dan baik dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkunganya. Program pengamanan penggunaan pestisida pada tingkat petani kurang memadai, dampak negatifnya dapat berupa keracunan akut atau pun akibat keracunan jangka panjang juga tidak dapat terhindar. Ini terbukti masih tingginya angka keracunan pada petani di Kota Jambi pada tahun 2001.
Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kondisi keracunan pungguna pestisida pada petani sayur di Kota Jambi. Propinsi Jambi dan fakfor-fakfor apa yang berhubungan dengan keracunan tersebut. Faktor-faktor yang diduga adalah umur, jenis kelamin, lama pendidikan, status pekerjaan petani, pengetahuan, perilaku, penggunaan APD, leas lahan, lama penyemprotan perhari, frekuensi penyemprotan per minggu, lama penanganan, teknik penyemprotan dan jenis/goloragan pestisida yang digunakan.
Penelitian bersifat deskriptif analitik menggunakan metode Observasional dengan desain penelitian kasus kontrol dengan jumlah responden sebanyak 134 petani untuk kasus dan 134 petani untuk kontrol. Hasil uji bivariate dengan menggunakan uji statistik chi-square menunjukan beberapa variabel yang berhubungan signifikan/bermakna adalah variabel umur (p-value = 0,009), perilaku petani (p-value = 0,001), penggunaan APD (p-value = 0,000), lama penyemprotan perjam perhari (p-value = 0,006), dan lama penanganan (p-value = 0,037) dengan kejadian keracunan sebagai variabel dependen, sedangkan untuk hubungan yang tidak signifikan/bermakna adalah variabel jenis kelamin/sex, lama pendidikan responden, pengetahuan, luas lahan, frekuensi menyemprot hari per minggu, teknik penyemprotan, dan jenis/golongan pestisida dengan kejadian keracunan pestisida sebagai variabel dependen.
Dari hasil uji multivariate Regresi Logistik Ganda Prediksi, maka model akhir di dapat adalah variabel umur (p-value = 0,015), perilaku (p-value = 0,000), dan penggunaan alat pelindung diri (p-value = 0,000). Dari ketiga variabel tersebut maka variabel independen yang paling berhubungan adalah perilaku (dilihat dari angka Odds Ratio serbesar yaitu 3,121).
Hasil uji interaksi memberikan petunjuk bahwa hubungan penggunaan APD dengan kejadian keracunan memberikan efek yang berbeda untuk mereka yang berumur muda dan tua, begitu juga sebaliknya hubungan umur dengan kejadian keracunan memberikan efek yang berbeda untuk mereka yang menggunakan APD yang lengkap dan tidak lengkap.
Agar para petani dapat terhindar dan keterpaparan pestisida pada waktu melaksanakan kegiatannya perlu dilakukan intervensi dalam hal penyuluhan, bimbingan dan pembinaan tentang cara-cara penanganan pestisida yang lebih baik dan bijaksana secara lintas sektoral, dan pemantauan oleh instansi yang; berkompeten secara berkesinambungan sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
Daftar bacaan : 44 ( 1976 - 2001 ).

Factors Related to the Pesticide Poisoning on Vegetable Farmer in Jambi City in The Year of 2001Pesticide is the poisoned and dangerous chemical agent which mismanagement will result negative impact for environment and human health. In adequate utilization and safety program on fanner has negative impact as acute poisoning or Elm effect of long term can not avoided as well. This is proved by the high level poisoning on the farmer in Jambi in the year of 2002.
The research's objective is to find out the poisoning condition description of pesticide user on vegetable fanner in Jambi, Jambi Province and related factor to the poisoning incident. Sex, Educational, Status of Farmer Job, Knowledge, habitual, occupational application, daily and weekly time of spraying, spraying technique, and pesticide variety, are the suspicious factors of poisoning.
This is an analytic descriptive study, using observational method by case control research design with 134 fanner as case and 134 farmers as control. Bivariate test result using chi-square test show that several significant variable are age (p-value = 0,0009), farmer habit (p-value = 0,0001) APD apply (p-value 0,0000), daily spraying (p-value = 0,0006) and time of handling (p-value = 0,037) with poisoning incident as dependent variable, while insignificant relationship is sex variable, educational background, knowledge, vast of field, weekly frequency of spraying, spraying technique, pesticide variety with poisoning incident as the dependent variable.
From multivariate test, Double prediction of logistic regression, then last model found is age variable (p-value = 0,015), habitual (p-value = 0,0000) and APD application (p-value = 0,0000). The most related variable is habitual (Derived from highest odds ratio of 3,121).
Interaction test show the direction that the relationship of APD application with poisoning incident give different effect for those with old and young of age. Poisoning give the different effect for those who applying completeness and incompleteness of APD.
In order to avoid pesticide exposure in the farmer activity, intervention need to be given in the matter of counseling, guiding how to pesticide handling correctly, and also monitoring by competent authority continuously according to each occupational field.
References: 44 ( 1976 -- 2001 )
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2002
T8589
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Matelda Rumatora
"Chikungunya disebabkan oleh virus chikungunya yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Kejadian luar biasa chikungunya baru per-tama terjadi di Dusun Mentubang Desa Harapan Mulia Kabupaten Kayong Utara. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan den-gan kasus chikungunya pada kejadian luar biasa di Dusun Mentubang.
Metode yang digunakan yaitu rancangan kasus kontrol dengan jumlah kasus dan kontrol masing-masing sebanyak 65. Faktor yang diteliti yaitu umur, jenis kelamin, pen-didikan, pekerjaan, pengetahuan, kebiasaan melaksanakan PSN, kebiasaan meng-gunakan obat anti nyamuk, kebiasaan memakai kelambu, kebiasaan menggantung pakaian, keberadaan barang bekas penampung air hujan, keberadaan jentik nya-muk dalam kontainer dan penggunaan kasa pada ventilasi rumah.
Sampelnya ada-lah penduduk yang menderita gejala utama demam, ada bercak kemerahan di permukaan kulit dan nyeri sendi. Sedangkan kontrolnya adalah penduduk yang tidak mengalami gejala chikungunya. Pengumpulan data melalui wawancara dan pengamatan.
Hasil penelitian diperoleh dua faktor berhubungan dengan kejadian chikungunya yaitu kebiasaan menggunakan kelambu dengan OR=4,171 (95%CI=1,5-11,2) dan kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar dengan OR=2,977 (95%CI=1,2-6,8). Faktor dominan pada kejadian chikungunya adalah kebiasaan menggunakan kelambu.
Disarankan kepada penduduk dusun Mentu-bang membiasakan menggunakan kelambu saat tidur siang atau tidur malam agar terhindar dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus.

Chikungunya is caused by the chikungunya virus is transmitted by the mosquito Aedes Aegypti and Aedes albopictus. Chikungunya outbreak first occurred in Hamlet Mentubang Harapan Mulia village North Kayong District. The study was conducted to determine the factors associated with chikungunya cases in outbreaks in hamlet Mentubang.
The method used the case control design with a number of cases and controls each of 65. Factors studied were age, sex, educa-tion, occupation, knowledge, habits implement PSN, the habit of using anti-mosquito,mosquito net use habits, the habit of hangingclothes, the presence of rainwater used goods, the presence of mosquito larvae in containers and the use of gauze on ventilation home.
Sample is the main symptom of people suffering from fever, there are patches of redness on the surface of the skinand joint pain. While the controls are residents whodo not experience symptoms of chikungunya. Data collection through interviews and observations.
The results obtained by two factors related to occurrence of chikungunya is the habit of using bed nets (OR = 4.171 95% CI = 1.5to11.2) and the habit of hanging clothes in the room (OR =2.977 95% CI = 1.2 to 6.8). Dominant factor in the incidence of chikungunya is the habit of using mosquito nets.
It is to familiarize Mentubang villagers use mosquito nets when sleeping day or night to avoid mosquito bites of Aedes aegypti and Aedes Albopictus.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2011
T29013
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Wiwiet Hermita
"Masa nifas merupakan masa kritis dalam kehidupan ibu. Sekitar 60% kematian ibu terjadi segera setelah melahirkan, dan hampir 50% dari kematian pada masa nifas terjadi pada 24 jam pertama setelah persalinan. Angka Kematian Ibu di Kota Pariaman tahun 2009 adalah 256/100.000 KH (4 kematian ibu/1.558 KH), 50 % kematian ibu terjadi pada masa nifas (2 kematian ibu dari total 4 kematian ibu). Cakupan kunjungan nifas pada tahun 2009 adalah 63.3% (dari cakupan persalinan yang ada di Kota Pariaman). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan desa dalam pelaksanaan kunjungan nifas di Kota Pariaman Tahun 2011. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan populasi dan sampel seluruh bidan desa di Kota Pariaman yang berjumlah 71 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis data univariat dan bivariat (chi square). Instrument penelitian ini adalah kuisioner.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja bidan desa yang baik dalam pelaksanaan kunjungan nifas 45.07% dan kinerja jelek 54.93%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor motivasi dan rencana kerja memiliki hubungan yang bermakna secara statistic dengan kinerja bidan desa dalam pelaksanaan kunjungan nifas di Kota Pariaman, dan 6 faktor yang mempengaruhi kinerja bidan desa secara tidak langsung dan harus melalui motivasi kerja bidan desa di Kota Pariaman adalah faktor rencana kerja, faktor pengetahuan, faktor transportasi, dan faktor supervisi dinas kesehatan, faktor supervisi oleh IBI dan faktor pembinaan Ka. Puskesmas. Dengan adanya penelitian ini maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan kinerja bidan desa dengan meningkatkan motivasi kerja dan rencana kerja. Peningkatan motivasi kerja dapat dilakukan dengan membuatkan acuan rencana kerja yang baku bagi bidan desa, meningkatkan pengetahuan bidan desa, penyediaan sarana transportasi dan pelaksanaan supervisi.

Puerperal period is a critical period in the life of the mother. Approximately 60% of maternal deaths occur soon after birth, and nearly 50% of deaths during childbirth occur in the first 24 hours after delivery. Maternal Mortality in the City of Pariaman in 2009 was 256/100.000 KH (4 deaths ibu/1.558 KH), 50% of maternal deaths occur during childbirth (2 maternal deaths out of 4 total maternal deaths). Puerperal visit coverage in 2009 was 63.3% (from the coverage of deliveries in the city of Pariaman). Therefore this study aims to obtain information about the factors associated with the performance of village midwives in the implementation of puerperal visit in Pariaman City in 2011. The research design used was a cross sectional sample of the entire population and village midwives in the City Pariaman numbering 71 people. The analysis used was univariate and bivariate data analysis (chi square). Research instrument was questionnaires.
The results of this study indicate that the performance of a good midwife in the implementation of puerperal visits 45.07% and 54.93%. The result of bivariate analysis showed that the factor of motivation and action plans have statistically significant correlation with the performance of village midwives in the implementation of post partum visit in City of Pariaman, and 6 factors that affect the performance of village midwives and should indirectly through motivation village midwives working in the City of Pariaman is factors work plan, knowledge factors, transport factors, and factors of the health department supervision, supervision by the IBI factor and development factor Ka. PHC. Given this research it is necessary to attempt to improve the performance of village midwives to enhance work motivation and work plans. Increased motivation to work can be done by making a standard reference work plan for village midwives, village midwives to increase knowledge, providing transportation and supervision.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ana Sulistiani
"Sampai saat ini angka kematian ibu di Indonesia masih sangat tinggi, menurut SDKI 2012 angka kematian ibu sebesar 359/100.000 kelahiran hidup. Sebagian besar penyebab langsung kematian ibu adalah perdarahan, sedangkan penyebab tidak langsung salah satunya adalah anemia. Laporan Riskesdas Tahun 2013 menyebutkan bahwa prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 37,1%. Pengaruh anemia dalam kehamilan adalah risiko terjadi abortus, persalinan prematur, hambatan tumbuh kembang janin dalam Rahim, ancaman dekompensio kordis yang berbahaya bagi jiwa dan keselamatan ibu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Kabupaten Bekasi Tahun 2013. Sumber data pada penelitian ini adalah data sekunder, dengan desain penelitian cross sectional dan Jumlah sampel sebesar 623 ibu hamil.
Hasil analisis menunjukkan prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 38,5%, dengan kadar hemoglobin rata ? rata sebesar 11,336 mg%. Berdasarkan hasil analisis, dari 9 faktor yang diteliti terdapat 1 faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Kabupaten Bekasi tahun 2013, yaitu umur kehamilan. Pada variabel umur kehamilan diperoleh nilai p = 0,000, dengan OR sebesar 2,6 untuk umur kehamilan trimester 2 dan 3,115 pada umur kehamilan trimester 3.

Until now, Indonesia's maternal mortality rate is still very high, according to IDHS 2012 maternal mortality rate of live births 359/100.000. Most of the direct causes of maternal death are hemorrhage, where as indirect causes one of which is anemia. Riskesdas in 2013 states that the prevalence of anemia in pregnant women in Indonesia amounted to 37.1%. Effect of anemia in pregnancy is a risk of miscarriage, preterm labor, fetal growth barriers in the uterus, cardiac dekompensio dangerous threat to the life and safety of the mother.
This study aims to determine the factors - factors related to the incidence of anemia in pregnant women in Bekasi in 2013. Sources of data in this study are secondary data, the cross-sectional study design and the number of samples of 623 pregnant women.
The analysis showed the prevalence of anemia among pregnant women was 38.5%, with a mean hemoglobin level - average of 11,336 mg%. Based on the analysis, 9 factors studied, there is 1 factor associated with the incidence of anemia in pregnant women in Bekasi 2013, the gestational age. At gestational age variables obtained value of p = 0.000, with OR of 2.6 for the second trimester of gestation and 3,115 in the third trimester of gestation.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2014
S55967
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marbun, Renny Maria
"Hasil survei rumah tangga sehat pada 210 rumah tangga di Desa Pangarengan wilayah kerja Puskesmas Sukatani masih 32% dibawah target sebesar 65%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada ibu rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan potong lintang menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel 103 ibu rumah tangga menggunakan metode proportional cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara pengetahuan tentang PHBS dan ketersediaan sarana PHBS. Puskesmas Sukatani diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai jarak jamban sehat dengan sumber pencemar, syarat jamban sehat, jumlah sayur dan buah yang harus dikonsumsi setiap hari dan pentingnya mencuci tangan dengan sabun.

The results of household surveys in 210 households in Pangarengan Sukatani Health Center work area is still 32% below the target by 65%. This study aimed to determine factors associated with the Clean and Healthy behaviors on the housewives in. This study used cross-sectional approach using a questionnaire with a sample size of 103 housewives using proportional random cluster sampling method. The results showed that there was a significant relationship between knowledge of the clean healthy behavior and the availability of clean and healthy behavior. Sukatani health centers are expected to increase knowledge about healthy distance to the source of pollutant latrines, latrines healthy conditions, the amount of vegetables and fruit should be consumed every day and the importance of washing hands with soap."
Depok: Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sihite, Devi Suryanti
"ABSTRAK
Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok resiko tinggi yaitu bayi, anak balita, ibu hamil. Selain itu, malaria secara langsung menyebabkan anemia dan dapat menurunkan produktivitas kerja. Penduduk yang beresiko terkena malaria berjumlah sekitar 2,3 miliar atau 41% dari penduduk dunia. Setiap tahun jumlah kasus malaria berjumlah 300-500 juta dan mengakibatkan 1,5 sampai dengan 2,7 juta kematian. Kematian tersebut sebagian besar terjadi pada anak-anak dan orang dewasa, terutama di daerah endemis malaria seperti di Afrika Sub Sahara dan Asia. Wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan salah satu daerah endemis malaria di Sumatera Utara. Dari 20 kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, salah satu kecamatan yang endemis adalah Kecamatan Pandan. Pada Januari-Agustus 2010 ditemukan gejala klinis malaria sebanyak 2.267 orang dan 336 kasus positif malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria pada masyarakat di wilayah kerja UPT. Puskesmas Pandan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, Tahun 2011. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain coss sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh masyarakat yang bermukim di Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli tengah, Propvinsi Sumatera Utara yang berusia di atas 15 tahun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pendidikan (2,20; 1,11-4,37), pengetahuan (2,77; 1,40-5,50), dan perilaku pencegahan (5,87;2,85-12,09) dengan kejadian malaria pada masyarakat di wilayah kerja UPT. Puskesmas Pandan, Kecamatan Pandan. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian malaria di wilayah puskesmas tersebut adalah perilaku pencegahan (5,35; 2,55-11,19).

ABSTRACT
Malaria is one of world health problems which could cause death especially to high risk group of infants, children under five, and expectants. Furthermore, it is able to bring about anemia directly and lowers work productivity. Population at risk of malaria amount about 2.3 billion or 41% of world population. Each year case number of malaria are 300 ? 500 million and results 1.5 to 2.7 billion for death. Majority of death happened to children and adults, particularly in endemic area of malaria such as Sub-Saharan Africa and Asia. Middle Tapanuli Regency is one of endemic area of malaria in North Sumatera. Of 20 Sub-districts in this Regency, Pandan is one of endemic area of malaria. On January ? August 2010 found that malaria clinical symptoms as much as 2,267 people and 336 cases of positive of malaria. This study aims to find out factors associated with incident of malaria in community of working area of Pandan Public Health Center, Sub-district of Pandan, Regency of Middle Tapanuli, North Sumatera, year 2011. It is a quantitative research using cross sectional design. Study population on this research are all of community who reside in Pandan Sub-district, Middle Tapanuli Regency, North Sumatera Province age above 15 years. Study results show that there are meaning correlation between education (2.20; 1.11 ? 4.37), knowledge (2.77; 1.40 ? 5.50), and prevention behavior (5.87; 2.85 ? 12.09) with malaria incident in community at working area of UPT Pandan Public Health Center, Pandan Sub-district. The most dominant variable is prevention behavior (535; 2.55 ? 11.9).
"
2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>