Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 18823 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sidabalok, Eka Hanna
"Dalam menanggung risiko-risiko dari tertanggung (nasabah/pemegang polis), adakalanya tidak semua bagian risiko tersebut ditanggung sendiri oleh perusahaan asuransi, terutama untuk risiko-risiko yang besar. Perusahaan asuransi menggunakan jasa reasuransi untuk mengasuransikan kembali sebagian risiko yang ditanggungnya. Salah satu jenis reasuransi yang paling dikenal yaitu reasuransi stop-loss. Dalam praktik reasuransi stop-loss, perusahaan asuransi menentukan terlebih dahulu besar retensi yang ditahannya dan sisanya akan dibayarkan oleh perusahaan reasuransi. Retensi adalah batas maksimum dari uang pertanggungan yang dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi atas suatu risiko tertentu. Penentuan retensi yang optimal sangat penting bagi perusahaan asuransi. Tiga kriteria penentuan retensi optimal untuk suatu reasuransi stop-loss yang akan dibahas di sini adalah retensi optimal untuk suatu modal tertentu, retensi optimal berdasarkan optimisasi Value at Risk (VaR), dan retensi optimal berdasarkan optimisasi Conditional Tail Expectation (CTE). Kriteria pertama didasarkan pada besar modal awal yang fixed. Adapun kedua kriteria lainnya didasarkan pada optimisasi ukuran risiko VaR dan CTE dari biaya total (total risiko) yang ditanggung oleh perusahaan asuransi. Jika solusi untuk kedua optimisasi VaR dan CTE ada, maka kedua optimisasi tersebut memberikan nilai retensi optimal yang sama.

In covering the risks of the insured (policy holder), occasionally not all of the risks are insured by the insurer itself, especially for the large ones. To cover the top part of the risk, the insurer purchases reinsurance coverage from another company (called reinsurer). One of reinsurance designs is a stop-loss contract. In the stop-loss reinsurance practice, the insurer determines a retention limit to be retained and the reinsurer will pay for the remainder. The retention equals the maximum amount to be paid out for every single claim by the insurer. Determining an optimal level of retention is important for the insurer. Three criteria of determining the optimal retention for a stop-loss reinsurance which will be discussed here are the optimal retention for a fixed capital, the optimal retention based on VaR-optimization, and the optimal retention based on CTEoptimization. The first criterion is based on an initial fixed capital of the insurer. The two others are based on optimization of VaR and CTE risk measures of the total risks of the insurer. If optimal solutions exist, then both VaR- and CTEoptimization criteria yield the same optimal retentions."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S42712
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Adhariyansyah
"ABSTRACT
Menurut Pasal 1 Undang-Undang nomor 40 tahun 2014 tentang Perasuransian, reasuransi adalah jasa pertanggungan ulang terhadap risiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi, perusahaan penjamin, atau perusahaan reasuransi lainnya. Ada beberapa macam bentuk reasuransi, salah satunya reasuransi stop-loss. Dalam reasuransi stop-loss, perusahaan asuransi akan menentukan batas kemampuannya dalam menanggung risiko dan sisa dari risiko yang tidak dapat ditanggung akan dialihkan kepada perusahaan reasuransi. Batas kemampuan ini disebut retensi. Oleh karena itu retensi yang optimal diperlukan oleh perusahaan asuransi penting untuk menghindari terjadinya kerugian yang lebih besar. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan optimisasi ukuran risiko VaR (Value-at-Risk). Akan tetapi, optimisasi ini tidak dapat dilakukan jika diketahui terdapat informasi yang tidak lengkap untuk memperkirakan distribusi dari total loss yang diterima oleh perusahaan asuransi, misalnya hanya terdapat 2 momen pertama dan support yang terdapat pada interval [0,b] dimana b dapat bernilai +. Oleh karena itu, dilakukan suatu pendekatan yang memanfaatkan informasi tidak lengkap ini, yaitu pendekatan distribution-free. Dengan menggunakan pendekatan ini, dapat dilihat hasil bahwa retensi optimal yang diperoleh bergantung pada 2 momen pertama dan kebijakan safety loading yang ditentukan oleh perusahaan reasuransi.

ABSTRACT
According to Article 1 of Law No. 40 of 2014 on Insurance, reinsurance is a service of reinsurance of decisions made by insurance companies, guarantee companies or other reinsurance companies. There are several types of reinsurance, one of them is stop-loss reinsurance. In stop-loss reinsurance, reinsurance company will determine the bound of its ability to guarantee the risk and the remainder of the risk that cannot be guaranteed will be transferred to the reinsurance company. The bound of this ability is called retention. Therefore, optimal retention is needed for the insurance company to prevent bigger loss. One of the way that can be used is optimization of VaR (Value-at-Risk) risk measure. But, this optimization cannot be done if incomplete information is known to estimate the distribution of total loss that accepted by the insurance company, for the example there are only 2 first moments and support in interval [0,b] where b can have value +. Therefore, an approximation that utilizes this incomplete information can be used, this called distribution-free approximation. With this approximation, can be seen the result that the obtained optimal retention is depend on 2 first moments and safety loading obligation that determined by the reinsurance company."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1985
S17720
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tampubolon, Robert
"Sebagaimana lembaga keuangan lainnya pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan dalam industri asuransi sangat perlu dilakukan, alasan utama pengawasan tersebut adalah adanya fakta bahwa seluruh nilai (value) dari janji (Promise) yang dijual pada masyarakat oleh perusahaan asuransi terletak pada kondisi perusahaan di masa yang akan datang (Future Perfomance). Dengan pengertian lain kesanggupan perusahaan asuransi dalam memenuhi janjinya terletak pada bagaimana perusahaan menjaga kondisinya saat sekarang dan saat yang akan datang.
Untuk melindungi masyarakat sebagai pengguna jasa asuransi dan dalam rangka pengawasan dan pembinaan industri asuransi pemerintah memberlakukan ketentuan-ketentuan tentang usaha penyelenggaraan usaha peransuransian, kesehatan keuangan perusahaan dan batas tingkat solvabilitas perusahaan. Ketentuan ini mengharuskan seluruh perusahaan asuransi dan Reasuransi menjaga tingkat solvabilitas atau aturan lain sebaik-baiknya.
Dengan metode perhitungan Risk Based Capital (RBC) regulator mengawasi seluruh perusahaan asuransi dan Reasuransi dengan menentukan tingkat minimun solvabilitas yang harus dipenuhi yaitu sekurang-kurangnya 120 persen dari risiko kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari deviasi pengelolaan kekayaan dan kewajiban. Deviasi tersebut meliputi :
1. Kegagalan pengelolaan kekayaan.
2. Ketidaksesuaian antara kekayaan dan kewajiban
3. Ketidaksesuaian antara kekayaan dan kewajiban
4. Perbedaan antara klaim yang terjadi dan beban beban yang diperkirakan.
5. Ketidakcukupan premi akibat perbedaan antara hasil investasi yang diperkirakan dan yang terjadi) dan terakhir
6. Ketidakmampuan reasuransi memenuhi kewajiban
Tidak terkecuali PT Reasuransi Internasional Indonesia sebagai satu dari empat Profesional dalam negeri mutlak memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan. Dari perhitungan Risk Based Capital (RBC) yang dilakukan dalam penulisan ini, PT Reasuransi Internasional belum mencapai tingkat solvabilitas yang diwajibkan, oleh karenanya kerja keras dan keinginan untuk menaikkan tingkat solvabilitas dapat dilakukan melalui tindakan-tindakan efektif seperti revaluasi atas asset, utang-piutang atau cara lain dalam menaikkan tingkat solvabilitas. Penyampaian perhitungan tingkat solvabilitas dalam tulisan ini diharapkan bermanfaat membantu pembaca dalam memahami dan menghitung tingkat solvabilitas dengan metode Risk Based Capital (RBC)."
Depok: Universitas Indonesia, 2000
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Redjeki Hartono
"Indonesia merupakan suatu negara yang secara alamiah mempunyai berbagai segi yang sangat menguntungkan bagi pertumbuhannya, baik untuk kepentingan nasional maupun internasional. Dalam tata pergaulan internasional, terutama dalam rangka pergaulan ekonomi dan perdagangan internasional peranan Indonesia adalah tidak kecil, baik karena letaknya yang strategis yaitu dalam posisi silang antara dua samudera dan dua benua, maupun karena kekayaan alamiah yang dapat memenuhi kebutuhan dan pasaran internasional. Mengingat peranannya yang sangat penting dalam tata pergaulan ekonomi internasional, Indonesia sangat mcmbutuhkan berbagai perangkat peraturan yang dapat dipergunakan dalam tata pergaulan tersebut di atas. Perangkat peraturan tersebut, harus dapat memenuhi berbagai aspek baik dari kualitas maupun dalam tata kerjanya pada kebiasaan internasional. Salah satu aspek utama dalam tata pergaulan ekonomi internasional termaksud adalah aspek asuransi; karena pada dasarnya asuransi merupakan salah satu mata rantai yang dapat mempengaruhi kelancaran aktivitas dunia usaha pada umumnya baik dalam ruang lingkup nasional maupun internasional. Aspek lain sebagai mata rantai dalam kegiatan termaksud di atas adalah aspek pengangkutan, alat pembayaran, di samping kondisi masing-masing objek perdagangan itu sendiri. Dengan makin maju dan lancarnya dunia usaha dan perdagangan pada umumnya, maka dapat dipastikan bahwa kemajuan dan kelancaran dunia usaha tersebut akan diikuti pula dengan kemajuan kegiatan sektor perasuransian pada umumnya. Dapat dikatakan demikian, karena pada sctiap kegiatan dalam dunia perdagangan dan perekonomian pada umumnya selalu diperlukan jasa asuransi, yang dilayani oleh industri jasa asuransi. Dapat dipastikan bahwa setiap kegiatan dalam bidang perekonomian pada umumnya, termasuk perdagangan dan industri selalu mempergunakan jasa industri asuransi. Jadi jasa industri asuransi pada dasarnya selalu melibatkan diri pada setiap jenis kegiatan yang bergerak dalam bidang perekonomian, baik nasional maupun internasional."
Depok: Universitas Indonesia, 1990
D455
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Abdul Malik Mubim
1991
S27072
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adjitomo
Depok: Universitas Indonesia, 1998
S27541
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Cindy Claudia Sari
"[ABSTRAK
Laporan ini membahas penerapan perpajakan terkait kegiatan reasuransi dan juga kegiatan retrosesi pada PT DEF Indonesia. Analisis dilakukan dengan mengacu pada regulasi perpajakan dan juga teori yang berlaku. Dalam pelaksanaan yang dilakukan PT DEF Indonesia, terdapat beberapa kesesuaian yang ditunjukkan dari penerapan perpajakan terkait penerimaan premi bruto, pembayaran klaim bruto, dan pembayaran premi retrosesi, pembayaran komisi bruto, dan juga penetapan perusahaan sebagai wajib PKP. Namun ditemukan juga beberapa ketidaksesuaian antara peraturan dan teori berlaku dengan pelaksanaan yang dilakukan PT DEF Indonesia pada penerimaan klaim retrosesi dan penerimaan komisi retrosesi.;

ABSTRACT
The report discusses the implementation of tax related to reinsurance and retrocession activities also in PT DEF Indonesia. The analysis was performed with reference to the tax regulations and also the prevailing theory. In the implementation carried out by PT DEF Indonesia, there are several cases where their tax practices conform to regulations and theory, such as gross receipt premium, gross claims payment, paymentof retrocession premiums, gross commission payment, and also the establishment of the company as required PKP. But there are also some discrepancies between related regulations and theories to the implementation by PT DEF Indonesia at the reception of retrocession claims and receipt commission retrocession.;The report discusses the implementation of tax related to reinsurance and retrocession activities also in PT DEF Indonesia. The analysis was performed with reference to the tax regulations and also the prevailing theory. In the implementation carried out by PT DEF Indonesia, there are several cases where their tax practices conform to regulations and theory, such as gross receipt premium, gross claims payment, paymentof retrocession premiums, gross commission payment, and also the establishment of the company as required PKP. But there are also some discrepancies between related regulations and theories to the implementation by PT DEF Indonesia at the reception of retrocession claims and receipt commission retrocession.;The report discusses the implementation of tax related to reinsurance and retrocession activities also in PT DEF Indonesia. The analysis was performed with reference to the tax regulations and also the prevailing theory. In the implementation carried out by PT DEF Indonesia, there are several cases where their tax practices conform to regulations and theory, such as gross receipt premium, gross claims payment, paymentof retrocession premiums, gross commission payment, and also the establishment of the company as required PKP. But there are also some discrepancies between related regulations and theories to the implementation by PT DEF Indonesia at the reception of retrocession claims and receipt commission retrocession., The report discusses the implementation of tax related to reinsurance and retrocession activities also in PT DEF Indonesia. The analysis was performed with reference to the tax regulations and also the prevailing theory. In the implementation carried out by PT DEF Indonesia, there are several cases where their tax practices conform to regulations and theory, such as gross receipt premium, gross claims payment, paymentof retrocession premiums, gross commission payment, and also the establishment of the company as required PKP. But there are also some discrepancies between related regulations and theories to the implementation by PT DEF Indonesia at the reception of retrocession claims and receipt commission retrocession.]"
2015
TA-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 1997
S27473
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arniz Dwifahdithia
"[ABSTRAK
Tesis ini membahas pengaruh piutang reasuransi terhadap risiko kredit reasuransi dan manajemen risiko perusahaan asuransi umum terbuka di Indonesia. Kemampuan reasuradur untuk memenuhi liabilitasnya merupakan faktor penting yang mempengaruhi risiko bawaan perusahaan asuransi umum karena hal ini terkait dengan piutang reasuransi dan risiko kredit reasuransi, yaitu risiko kerugian keuangan yang disebabkan pelanggan atau pihak lawan gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya yang dalam hal ini berarti kegagalan reasuradur untuk membayar klaim pemulihan kembali. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh piutang reasuransi terhadap risiko kredit reasuransi dan melihat program reasuransi yang dimiliki oleh perusahaan asuransi umum terbuka di Indonesia dengan uji hipotesis dan analisis regresi linier serta analisis kuadran pemetaan piutang reasuransi dan risiko kredit reasuransi. Penelitian ini juga melihat implikasi manajerial terkait pengendalian piutang reasuransi dan risiko kredit reasuransi perusahaan asuransi umum terbuka di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa piutang reasuransi berpengaruh terhadap risiko kredit reasuransi walaupun tidak secara signifikan. Secara keseluruhan terjadi peningkatan angka piutang reasuransi perusahaan asuransi umum terbuka di Indonesia di tahun 2013 jika dibandingkan dengan tahun 2012.

ABSTRACT
This thesis discusses the effect of reinsurance receivables on reinsurance credit risk and risk management of the general insurance public listed company in Indonesia. Reinsurer's ability to meet its liabilities are important factors that affect the risk of congenital general insurance because it is associated with reinsurance receivables and reinsurance credit risk, i.e the risk of financial loss due to customers or counterparties fail to meet contractual obligations which in this case means the failure of reinsurers to pay recovery claims. This study aims to look at the effect of reinsurance receivables on reinsurance credit risk and the reinsurance program by the general insurance public listed company in Indonesia with hypothesis testing and regression analysis also quadrant mapping analysis of reinsurance receivables and reinsurance credit risk. This study also examines the managerial implications of reinsurance receivables and reinsurance credit risk of the general insurance public listed company in Indonesia. The results showed that the reinsurance receivables affect the reinsurance credit risk, although not significantly. Overall there is an increase in the numbers of reinsurance receivables in the general insurance public listed company in Indonesia at 2013 when compared to 2012.
;This thesis discusses the effect of reinsurance receivables on reinsurance credit risk and risk management of the general insurance public listed company in Indonesia. Reinsurer's ability to meet its liabilities are important factors that affect the risk of congenital general insurance because it is associated with reinsurance receivables and reinsurance credit risk, i.e the risk of financial loss due to customers or counterparties fail to meet contractual obligations which in this case means the failure of reinsurers to pay recovery claims. This study aims to look at the effect of reinsurance receivables on reinsurance credit risk and the reinsurance program by the general insurance public listed company in Indonesia with hypothesis testing and regression analysis also quadrant mapping analysis of reinsurance receivables and reinsurance credit risk. This study also examines the managerial implications of reinsurance receivables and reinsurance credit risk of the general insurance public listed company in Indonesia. The results showed that the reinsurance receivables affect the reinsurance credit risk, although not significantly. Overall there is an increase in the numbers of reinsurance receivables in the general insurance public listed company in Indonesia at 2013 when compared to 2012.
, This thesis discusses the effect of reinsurance receivables on reinsurance credit risk and risk management of the general insurance public listed company in Indonesia. Reinsurer's ability to meet its liabilities are important factors that affect the risk of congenital general insurance because it is associated with reinsurance receivables and reinsurance credit risk, i.e the risk of financial loss due to customers or counterparties fail to meet contractual obligations which in this case means the failure of reinsurers to pay recovery claims. This study aims to look at the effect of reinsurance receivables on reinsurance credit risk and the reinsurance program by the general insurance public listed company in Indonesia with hypothesis testing and regression analysis also quadrant mapping analysis of reinsurance receivables and reinsurance credit risk. This study also examines the managerial implications of reinsurance receivables and reinsurance credit risk of the general insurance public listed company in Indonesia. The results showed that the reinsurance receivables affect the reinsurance credit risk, although not significantly. Overall there is an increase in the numbers of reinsurance receivables in the general insurance public listed company in Indonesia at 2013 when compared to 2012.
]"
2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>