Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 94485 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Safyuni Lestari
"Skripsi ini membahas kebutuhan informasi mahasiswa strata satu (s-1) angkatan 2010 dalam mendukung proses belajar pada Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa jenis informasi utama yang dibutuhkan di dalam proses belajar adalah buku teks dan jenis informasi pendukung seperti jurnal ilmiah, kamus dan ensiklopedia. Namun ada beberapa jenis informasi yang kurang diminati oleh mahasiswa di dalam proses belajar, seperti majalah kesehatan dan kedokteran dan informasi kesehatan di dalam koran. Saluran informasi yang digunakan untuk mendukung dalam proses belajar adalah internet (google,yahoo), perpustakaan, dosen dan teman.

This thesis discusses the information needs of undergraduate students (S-1) class of 2010 in support of the learning process at the Faculty of Medicine, University of Tarumanagara. This study is descriptive quantitative research. The results of this research indicates that the main type of information needs in the learning process is a text book and the type of supporting information such as scientific journals, dictionaries and encyclopedias. But there are also several types of information which are less preferred for the students in the learning process, such as health and medicine magazines and health information in the newspaper. Channels of information uses to support the learning process are the internet (google, yahoo), library, teacher and friends."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2012
S1918
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Enny Irawaty
"ABSTRAK
Latar belakang: Keterampilan klinis mutlak diperlukan dokter dalam melakukan pelayanan kesehatan. Dokter yang tidak terampil melakukan keterampilan klinis tentu membahayakan keselamatan pasien. Oleh sebab itu, fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara (FK Untar) melaksanakan pembelajaran keterampilan klinis dasar (KKD) pada tahap pendidikan pre-klinik melalui fasilitas skills lab yang memadai. Meskipun demikian, angka ketidaklulusan ujian KKD pada beberapa blok masih tinggi. Stres menghadapi ujian dianggap berperan terhadap kegagalan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat stres dalam menghadapi ujian dengan hasil belajar KKD.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilakukan di FK Untar dengan responden berjumlah 196 orang mahasiswa semester tujuh pada blok sistem penginderaan. Penelitian menggunakan kuesioner Westside Test Anxiety Scale untuk menilai tingkat stres dan data nilai ujian KKD untuk melihat hasil belajar KKD. Faktor lain yang berhubungan dengan hasil belajar KKD juga diteliti yaitu strategi coping dan lama waktu persiapan belajar. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi-square. Selanjutnya, analisis multivariat dilakukan untuk mengetahui faktor yang lebih berperan terhadap hasil belajar KKD. Kuesioner juga memuat data kualitatif tentang penyebab stres pada ujian KKD (stressor) dan cara persiapan belajar.
Hasil: Tingkat stres sedang paling banyak dialami mahasiswa saat menghadapi ujian KKD (50.0%), diikuti dengan tingkat stres berat (28.1%) dan stres ringan (21.9%). Stressor yang paling banyak dilaporkan adalah ketakutan tidak lulus ujian KKD (46.9%). Belajar bersama teman merupakan cara persiapan belajar yang paling banyak dilaporkan (89.3%). Mahasiswa dengan tingkat stres berat cenderung tidak lulus ujian KKD dibandingkan mereka dengan tingkat stres ringan (nilai p= 0.019, OR= 2.809). Di antara berbagai strategi coping, active coping mempunyai hubungan bermakna dengan hasil belajar KKD (nilai p= 0.033, PR= 1.345). Lama waktu persiapan belajar tidak berhubungan dengan hasil belajar KKD (nilai p>0.05). Hasil analisis multivariat menunjukkan ketidaklulusan ujian KKD berhubungan dengan tingkat stres berat (nilai p= 0.022, OR= 2.805) dan penggunaan active coping yang rendah (nilai p= 0.025, OR= 3.590).
Kesimpulan: Tingkat stres berat dan penggunaan active coping yang rendah berperan terhadap ketidaklulusan pada ujian KKD. Mahasiswa dengan tingkat stres berat berisiko lebih besar untuk tidak lulus ujian KKD dibandingkan mahasiswa dengan tingkat stres ringan. Penggunaan active coping yang rendah, dalam hal ini persiapan belajar yang kurang memadai, berisiko bagi mahasiswa untuk tidak lulus ujian KKD.

ABSTRACT
Background: Clinical skills is an absolute necessity for doctor in conducting health services. Doctors who are not skillful in clinical skills will endanger patient safety. Therefore, the Faculty of Medicine of Tarumanagara University (FM Untar) conduct teaching and learning of basic clinical skills (BCS) at academic education level through adequate skills lab facility. Nonetheless, rate of failure in BCS exams are still high on some modules. Stress is considered as a factor that contributes to this failure. This study aims to determine the relationship of stress level and BCS learning outcomes.
Method: This is a cross sectional study, conducted in FM Untar with 196 students from the 7th semester who took sensory system module. This study use Westside Test Anxiety Scale questionnaire to assess stress level and student?s BCS test scores in order to find out the BCS learning outcomes. Other factors associated with BCS learning outcomes such as coping strategy and duration of preparation in studying are also observed. Bivariate analyses were conducted by chi-square. Multivariate analysis was also conducted to determine the factors that contribute more to the learning outcomes KKD. Qualitative data about the cause of stress (stressor) on BCS exam and preparation method in studying were also collected.
Results: Moderate stress is the stress level that students experienced the most (50.0%), followed by severe stress (28.1%) and mild stress (21.9%). The most dominant stressor is the fear of not passing the BCS exam (46.9%). In the case of preparation method in studying, it is reported that learning with friends is the most dominant (89.3%). Students with severe stress tend to fail the BCS exam than those with mild stress (p value= 0.019, OR= 2.809). Among the various coping strategies, active coping has a significant relationship with BCS learning outcomes (p value= 0.033, PR= 1.345). The duration of preparation in studying is not related to the BCS learning outcomes (p value>0.05). The multivariate analysis shows that the failure in BCS test is related to severe stress (p value= 0.022, OR= 2.805) and low usage of active coping strategy (p value= 0.025, OR= 3.590).
Conclusion: Severe stress and the low usage of active coping contribute to failure in BCS exam. Students with severe stress level have greater risk of not passing the BCS exam than students with mild stress level. Low usage of active coping, which means less preparation in studying, can cause the students to fail the BCS exam.
"
2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fajar Drestha Birawa
"Penelitian ini membahas tentang pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa Strata Satu (S1) Angkatan 2009 Program Studi Ilmu Psikologi Universitas Indonesia dalam persiapan penulisan skripsi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara apa saja yang digunakan mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan informasinya, sumber apa saja yang digunakan, serta manfaat informasi yang diperoleh bagi mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Program Studi Ilmu Psikologi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam memenuhi kebutuhan informasinya, mahasiswa tersebut menggunakan internet dan mengakses jurnal online serta datang ke perpustakaan. Informasi tersebut dapat diperoleh sumber laporan penelitian dan buku teks. Manfaat dari informasi yang diperoleh digunakan mahasiswa untuk membuat laporan penelitian, menyelesaikan tugas, dan untuk menambah wawasan.

This research is discussing about fullfillment information needs for undergraduate student of Class 2009 Psychology Science Programs University of Indonesia in preparation of writing a thesis.
This research aims to determine how students are to be used in meeting their information needs, sources that are to be used, as well as the benefits of information that obtained by students. The Respondents in this research were the undergraduate students of Psychology Science Programs.
The results of this research indicate that in meeting their information needs, the students use the internet, access the online journal and come to library. Such information can be obtained from research reports and textbooks. The benefit from the information that obtained is used by student to create research report, completing assignment, and to add insight.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S54609
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
M. Jarkasih
"Tesis bertujuan memahami dan menggambarkan perilaku informasi dosen dalam melaksanakan penelitian. Penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Hasilnya penelitian dilakukan dosen secara mandiri, sehingga kerjasama penelitian perlu ditingkatkan. Pola identifikasi kebutuhan informasi dilakukan dengan memahami pengetahuan yang dimiliki berkaitan dengan topik penelitian selanjutnya menganalisis informasi yang dibutuhkan. Pola pencarian informasi dari koleksi pribadi, perpustakaan, dan membeli. Pemanfaatan informasi melalui penggabungan pengetahuan yang dimiliki dengan informasi yang diperoleh. Sumber informasi buku, jurnal, laporan, dan berbagai sumber lainnya. Berbagi informasi antar dosen belum maksimal sebaliknya berjalan baik dengan pustakawan. Usaha dan fasilitas institusi untuk mendukung kegiatan penelitian tidak sejalan dengan keinginan dosen.

The reseach aims to understand and describe the information behavior of a lecturer in conducting research. Qualitative research case study method. The results of research conducted independently lecturer, so research cooperation needs to be improved. Pattern identification is done by understanding the information needs of knowledge related to the topic of further research is needed to analyze the information. Search pattern information from private collections, libraries, and buy. Utilization of information through the incorporation of knowledge possessed by the information obtained. Resources of books, journals, reports, and various other sources. Information sharing among lecturers have not been up otherwise runs well with librarians. Businesses and institutional facilities to support research activities are not in line with the wishes of the lecturer.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
T42500
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Oktavinda Safitry
"Latar Belakang: Kompetensi "mengambil keputusan terhadap dilema etika yang terjadi pada pelayanan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat" tercantum dalam SKDI 2005 sehingga harus ada dalam kurikulum dan dilaksanakan di dalam modul. Penerapan proses pengambilan keputusan etis (PKE) berkaitan dengan manajemen pasien, karena itu pembelajaran pada tahap klinis pendidikan kedokteran menjadi keharusan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses pembelajaran pengambilan keputusan etis di tahap klinispendidikan kedokteran di FKUI.
Metode: Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi komponen Buku Kurikulum, Buku Rancangan Pengajaran modul praktik klinik, dan dokumen lain; wawancara mendalam pengelola program studi, pengelola modul, staf pengajar; serta Focus Group Discussion (FGD) pada mahasiswa.
Hasil: Tidak ada modul praktik klinik yang lengkap mencantumkan PKE dalam dokumen. Pengelola modul kurang memahami kompetensi PKE SKDI 2006. Sebagai klinisi, staf pengajar mampu mengidentifikasi dan mengambil keputusan penyelesaian dilema etika. Mahasiswa memahami PKE dan menemukan kasus berdilema etika dalam proses pembelajaran tahap klinik. Mahasiswa mendiskusikan dilema etika yang ditemui dengan residen dan/atau dokter penanggungjawab kasus. Mahasiswa memiliki prior knowledge yang didapat pada tahap preklinik.
Kesimpulan: Proses pembelajaran pengambilan keputusan etis di tahap klinis merupakan hidden curriculum.Perlu dilakukan peningkatan kapasitas staf pengajar di bidang teori etika kedokteran dan penyusunan modul agar PKE menjadi komponen tertulis dalam kurikulum.

Background: Ethical Reasoning is one of competency component stated in the ?2006 Indonesian Medical Doctor Competencies Standard? therefor it has to be taught in medical faculties. The competency should be stated in all documents related to the curriculum. The learning of ethical reasoning should be done in clinical years since it is related to patient's managements. This research was done to evaluate the ethical reasoning learning process in the clinical stage medical education in Faculty of Medicine University of Indonesia.
Method: This is a descriptive qualitative research which identifies the component of curriculum inside the curriculum documents; indepth interview to the module developer, module organizer, and teachers; and focus group discussion with clinical year medical students.
Result: Ethical Reasoning Competency was not written as the aim of any module, as seen in the Instructional Design of all documents. The module developer did not recognize this competency despite their daily practice of ethical reasoning. The students learnt ethical reasoning in clinical stage by observing the medical staff during their interaction with patient with ethical dilemma. The student were able to identify the cases based on their prior knowledge from previous stage.
Conclusion: Ethical reasoning learning process in clinical stage is part of hidden curriculum.Capacity building for faculty members in medical ethics theory and module development for the faculty member are needed to make the ethical reasoning process as a part of the curriculum.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anggi Rifni Hanita
"Kebutuhan informasi adalah sebuah pengalaman subjektif yang hanya terjadi pada pikiran seseorang yang sedang dalam kondisi membutuhkan dan tidak bisa diakses secara langsung oleh para pengamat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis media informasi dan sumber informasi yang dibutuhkan oleh mahasiswa strata satu (S1) angkatan 2009 di Program Studi Ilmu Perpustakaan FIB UI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan jenis media informasi tercetak adalah yang paling banyak dicari, dengan presentase sebesar 70.8%. Sumber informasi berupa internet adalah yang paling banyak dipakai, dengan presentase sebesar 50%.

Information needs is a subjective experience that only happens in the mind of someone who is in need and cannot be accessed directly by the observer. The goal of this research is to identify the types of information media and sources of information needed by the undergraduate students majoring in library science FIB UI. This research using quantitative descriptive method and using survey for collecting data. The results showed that printed materials is the most used by undergraduate students, with a percentage of 70.8%, and 50% internet sources used by undergraduate students."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2012
S42108
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Elvina Sugito
"Pada era globalisasi seperti saat ini perkembangan teknologi semakin berkembang pesat di Indonesia. Penerapan Sistem Informasi Teknologi Informasi SI TI telah menjadi hal yang umum dan banyak diterapkan di berbagai sektor termasuk dunia pendidikan. Universitas Tarumanagara Untar adalah salah satu universitas yang melakukan implementasi SI TI dalam kegiatan belajar mengajarnya. Fakultas Teknologi Informasi FTI Untar merupakan salah satu fakultas yang melakukan implementasi SI TI yang berupa "E Learning System" Namun dalam pemanfaatannya tidak semua berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu kendala yang dihadapi adalah tingkat penerimaan pengguna terhadap sistem sehingga pemanfaatannya dirasakan belum optimal dan tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan.
Penelitian terdahulu menjadi salah satu acuan penulis untuk melakukan penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan sejumlah dosen dan mahasiswa FTI Untar. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi kuesioner dan wawancara Kuesioner dibuat berdasarkan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology UTAUT yang telah dimodifikasi. Peneliti melakukan pengolahan data dengan menggunakan teknik Partial Least Square PLS dan menggunakan aplikasi bernama SmartPLS. Data diolah berdasarkan tiga kategori pengguna yaitu pengguna secara umum pengguna laki laki dan pengguna perempuna.
Hasil penelitian menyatakan bahwa faktor yang memengaruhi pengguna secara umum adalah e learning motivation facilitating conditions dan behavioral intention. Pada pengguna laki laki faktor faktor yang memengaruhi penggunaan E Learning System adalah content quality facilitating conditions dan behavioral intention. Pada pengguna perempuan faktor faktor yang memengaruhi adalah e learning motivation dan behavioral intention. Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa memang terdapat perbedaan antara pengguna berjenis kelamin laki laki dan perempuan dalam mengimplementasikan suatu teknologi."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2015
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ade Kiki Riezky
"Latar Belakang: Umpan balik membantu mahasiswa mencapai tujuan pembelajaran dan membantu staf pengajar menjamin pencapaian sasaran pembelajaran oleh mahasiswa. Berdasarkan penelitian, perbedaan persepsi mengenai umpan balik antara staf pengajar dan mahasiswa dapat menghambat proses pemberian dan penerimaan umpan balik. Sampai saat ini belum diketahui proses pemberian dan penerimaan umpan balik dalam diskusi Problem Based Learning (PBL) di Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama, sehingga perlu dilakukan eksplorasi mengenai gambaran keseluruhan pemberian dan penerimaan umpan balik pada tutor dan mahasiswa tahap pre-klinik. Pemberian umpan balik konstruktif dapat memotivasi mahasiswa, memperbaiki kinerja dan mempersiapkan diri untuk masuk ke tahap klinik.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan fenomenologi. Pengambilan data menggunakan focus group discussion (FGD) pada tutor dan mahasiswa pra klinik serta observasi kegiatan diskusi PBL dengan menggunakan daftar tilik.
Hasil: Berdasarkan analisis data kualitatif ditemukan tiga faktor yang mempengaruhi pemberian umpan balik oleh tutor, yaitu; 1) Tutor kurang memahami materi pembelajaran, 2) Sikap tutor yang tidak peduli terhadap diskusi, 3) Tidak memiliki waktu untuk memberikan umpan balik. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya umpan balik oleh mahasiswa yaitu; 1) Sikap tutor (ramah, arogan dan tidak peduli) selama diskusi PBL, 2) Karakter mahasiswa (dapat menerima dan tidak dapat menerima umpan balik negatif) , 3) Reaksi afektif, 4) Self assessment, 5) Kepercayaan mahasiswa terhadap staf pengajar kurang dan 6) Umpan balik tidak spesifik.
Kesimpulan : Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pemberian umpan balik harus mendapat perhatian khusus dari tutor agar umpan balik yang diberikan dapat ditanggapi oleh mahasiswa. Tutor dan mahasiswa sepakat bahwa umpan balik konstruktif dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa

Background: Feedback should help student to achieve learning objectives and teacher to ensure achievement of learning objectives by student. Based on the research, the different perceptions about feedback between teachers and students can obstruct the process of delivering and receiving the feedback process. Hitherto, the process of delivering and receiving feedback in Problem Based Learning discussion at the Medical School of University of Abulyatama is not known yet. Thus, an exploration of the overall picture of delivering and receiving feedback to the tutors and the students of preclinical stage is necessary. The delivery of constructive feedback should be able to motivate students in improving their performance and prepare them to enter the Clinical Stage.
Method : This study used qualitative research methods with phenomenology study. Data was retrieved trough focus group discussion (FGD) on tutors and students and observation of PBL discussions using a checklist.
Result: Based on the qualitative data analysis it is found that three influential factors for the delivery of feedback are 1) Incomprehension of tutors upon the learning material, 2) Lack of attention on discussion, 3) Lack of time to deliver the feedback. Whereas, factors that influenced whether or not feedback was received by the students are 1) Attitude of tutors (friendly, arrogant and careless) during discussion, 2) Students’ characteristic (can or cannot receive negative feedback), 3) Affective reaction, 4) Self-assessment, 5) Lack of trust on the tutors, and 6) General feedback.
Conclusion : Factors that influence the delivery of feedback should gain special attention from the tutors, so that students can receive the feedback given. Tutors and students agree that constructive feedback can improve students’ learning motivation.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Karisma Paramida
"Skripsi ini meneliti tentang kemampuan literasi informasi mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Angkatan 2012 dalam kegiatan perkuliahan sehari-hari. Literasi informasi adalah kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi dan menggunakan informasi secara efektif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei tahun 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengambilan data berupa kuesioner yang dibuat berdasarkan model literasi informasi The Big6 yang disusun oleh Eisenberg. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa mahasiswa FIB UI angkatan 2012 telah melakukan keenam tahapan The Big6 antara lain : berdiskusi dengan orang lain dalam penentuan topik, lebih memilih menggunakan search engine dalam menemukan informasi, menggunakan strategi pencarian sederhana dalam menemukan informasi dan mereka menggunakan aturan pengutipan dalam menggunakan sumber informasi.

This thesis examines the information literacy skills of undergraduate students in daily lectures activities. This thesis uses a quantitative approach, which using questionnaire for data collection. The questionnaire was made based on The Big 6 Information Literacy Models which developed by Eisenberg. The conclusion of this research is that students are rarely use the library in information literacy steps."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S52606
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nenny Puspandari
"Thalassemia adalah kelainan herediter yang disebabkan oleh mutasi pada gen globin dan memiliki fenotip yang bervariasi. Terdapat empat fenotip thalassemia, yaitu silent carrier yang gambaran hematologinya dapat normal, -thalassemia trait dengan gambaran hematologi yang mungkin mikrositik, penyakit HbH dan Hb Bart's hydrops fetalis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran hematologi thalassemia delesi satu gen pada pemeriksaan penapisan thalassemia pada 266 mahasiswa FKUI. Dilakukan deteksi delesi satu gen globin menggunakan polymerase chain reaction multipleks, sedangkan kadar HbA2 diperiksa dengan metode high performance liquid chromatography. Didapatkan 10 (3,7%) subjek mengalami delesi satu gen globin, dan seluruhnya berupa delesi 3,7 kb heterozigot. Gambaran hematologi dari subjek penelitian yang mengalami delesi satu gen didapatkan kadar hemoglobin normal berkisar 12,0 - 14,6 g/dL, nilai VER bervariasi berkisar 75,5 - 82,8 fL, nilai HER 26,0 - 28,0 pg, nilai RDW 13,8 - 23,7%. Morfologi eritrosit didapatkan 67% mikrositik hipokrom dan kadar HbA2 dalam batas normal dengan rentang 2,6 - 3,1 %.

Alpha thalassemia is a hereditary disorder caused by alpha globin gene mutation and has various phenotype. There are four clinical phenotypes of alpha thalassemia, silent carrier which may have normal hematology parameters, -thalassemia trait which have only microcytic hypochromia, HbH disease and Hb Bart’s hydrops fetalis. The aim of this study is to get hematology profile of one gene deletion alpha thalassemia in the thalassemia trait screening in 266 students of faculty of medicine UI. Detection of one gene deletion was investigated in these subjects by multiplex polymerase chain reaction. HbA2 was measured using high performance liquid chromatography. There are 10 (3.7%) subject who have one gene deletion, and all of the mutation are heterozigous 3.7 kb deletion. Hematology profile of one gene deletion subject in this study, hemoglobin are normal with the range 12,0 - 14,6 g/dL, MCV 75,5 - 82,8 fL, MCH 26,0 - 28,0 pg, RDW 13,8 - 23,7%. Erytrocyte morphology 67% microcytic hipochromic and HbA2 value 2,6 - 3,1 %.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>