Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 95615 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhammad Khabib Junaini
"Tesis ini merupakan studi teoretik-komputasi tentang sifat-sifat magnetoresistif dan magnetokalorik bahan oksida mangan. Studi dimulai dengan memformulasikan model dalam Hamiltonian yang terdiri atas suku kinetik elektron yang diturunkan dari pendekatan tight binding, suku interaksi magnetik Double Exchange (DE) antara spin-spin elektron konduksi dengan momen-momen magnetik lokal ion-ion Mn, suku kinetik dan potensial fonon, serta suku interaksi elektron-fonon (EP) yang diformulasikan dengan pendekatan Holstein. Model ini diselesaikan dengan metode Dynamical Mean Field Theory (DMFT). Secara khusus hasil-hasil studi ini dibandingkan dengan data-data eksperimental bahan kristal tunggal La1-xCaxMnO3 (dengan x=0,3). Hasil-hasil perhitungan density of states (DOS), resistivitas, dan magnetisasi dengan variasi temperatur menunjukkan bahwa interaksi DE membentuk fase ferromagnetik-metal pada temperatur rendah, sedangkan interaksi EP bertendensi merusak keteraturan magnetik, yang mengakibatkan turunnya temperatur transisi magnetik, sekaligus melokalisasi elektron sehingga membetuk fase paramagnetik-insulator pada temperatur tinggi. Lebih lanjut, perbandingan perilaku resistivitas sebagai fungsi temperatur untuk berbagai nilai medan magnet luar antara hasil perhitungan teoretik dan data eksperimental menunjukkan bahwa efek magnetoresistansi kolosal bahan oksida mangan merupakan hasil dari keterkaitan peran (interplay) antara interaksi-interaksi DE dan EP. Investigasi terhadap magnetisasi dan perubahan entropi sebagai fungsi temperatur untuk berbagai nilai medan magnet luar menegaskan bahwa efek magnetokalorik timbul karena adanya transisi fase paramagnetik-ferromagnetik yang muncul sebagai akibat dari adanya interaksi DE. Interaksi EP tidak banyak mempengaruhi nilai perubahan entropi akibat pemberian medan magnet luar, tetapi menyebabkan turunnya temperatur transisi magnetik secara signifikan, sehingga menggeser daerah kerja aplikasinya untuk mesin pendingin magnetik ke arah temperatur yang lebih rendah. Untuk lebih memahami peran interaksi EP terhadap efek magnetokalorik, penelitian teoretik lebih lanjut masih perlu dilakukan mengingat masih adanya aspek-aspek magnetikalorik lainnya, seperti kapasitas panas (cv) sebagai fungsi temperatur, yang belum dieksplorasi secara teoretik untuk dibandingkan dengan data-data eksperimental yang sudah tersedia."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
T29859
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Cobi Henerli
"Efek magnetokalorik pada material oksida mangan kristal tunggal diketahui bernilai lebih besar dibandingkan dengan yang terjadi pada material oksida mangan polikristal. Di samping itu, transisi fase kemagnetan pada oksida mangan kristal tunggal dengan doping tertentu ditemukan berkarakter orde ke-1, yang berbeda dari yang umumnya terjadi yaitu orde ke-2. Kenyataan umum menunjukkan pula bahwa sifat-sifat anisotropik yang terdapat pada material kristal tunggal menjadi tidak tampak ketika material tersebut berada dalam bentuk polikristal. Fakta-fakta tersebut di atas mendorong sebuah hipotesis yang mendasari penelitian ini, yaitu bahwa fase ferromagnetik pada oksida mangan kristal tunggal dikontrol oleh interaksi pertukaran magnetik yang bersifat anisotropik. Untuk menguji hipotesis ini, pada studi ini dilakukan pemodelan sistem oksida mangan dengan Hamiltonian yang terdiri atas suku kinetik elektron yang diturunkan dari pendekatan tight-binding dan suku interaksi magnetik Double-Exchange antara spin-spin elektron dengan momen-momen magnetik lokal Mn. Pemilihan model dengan melibatkan derajat kebebasan elektron adalah untuk mengantisipasi penggunaan lebih lanjut hasil-hasil studi ini untuk prediksi sifat-sifat transpor dari sistem. Model diselesaikan dengan metode Dynamical Mean Field Theory (DMFT) dengan melibatkan koreksi interaksi pertukaran Heisenberg anisotropik. Hasil perhitungan kami menunjukkan bahwa transisi magnetik orde ke-1 dapat terjadi karena adanya pengaruh interaksi pertukaran anisotropik, dengan kopling ferromagnetik pada arah planar, atau dengan kopling antiferromagnetik pada arah axial. Walaupun magnitud dari koreksi anisotropik ini sangat kecil, namun efeknya sangat signifikan dalam mereduksi temperatur Curie sistem dan mengubah karekter transisi magnetik dari orde ke-2 menjadi orde ke-1"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
T29860
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Salemba Humanika, 2018
302.17 SUB p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Tamsil Hariri
"ABSTRAK
Telah dibuat Heterostruktur Sumur Kuantum Selaput Tipis ZnS-ZnO yang mempunyai sela energi (Eg) = 0.95 eV, pada temperatur kamar. bahan tersebut merupakan Semikonduktor dan mempunyai sifat transisi tidak langsung (indirect transition). Pembuatannya dilakukan dengan jalan evaporasi termal, pada tingkat kevakuman antara 1.5 - 8 x l0-6 mbar. Untuk membuat sebuah sampel dilakukan beberapa kali evaporasi. Dengan menggunakan alat UV-VIS-NIR untuk dipelajari sifat optis (absorpsi dan transmitans) pada panjang gelombang 250 nm sld 1.800 nm, untuk 7 Lapisan perlapis 100 Angstrom. Selain itu dilakukan juga pengukuran sifat elektris (I-V) dengan menggunakan sebuah rangkaian DC. Ternyata cuplikan-cuplikan yang dibuat menunjukkan adanya hambatan negatif dan penerowongan resonans di dalam sumur kuantum heterostruktur selaput tipis ZnS-ZnO yang dipelajari. Besar kemungkinan telah terbentuk superlatis untuk struktur yang terdiri baik dari 3 (tiga), 5 (lima) maupun 7 (tujuh) lapis, sebagian dapat dijelaskan dari pola kurva-kurva karakteristik elektris (I-V) masing-masing.
"
1996
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sutrisno
Bandung: ITB Press, 1984
530.14 SUT f
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Sutrisno
Bandung: ITB Press, 1979
530.14 SUT s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jenny Primanita Diningrum
"[ABSTRAK
Prediksi dari posisi proton dan neutron dripline dipelajari dalam model Modi ed
Relativistic Mean Field (MRMF) menggunakan tujuh buah variasi parameter set.
Posisi proton dan neutron dripline diprediksi dengan menggunakan energi separasi
dan energi partikel tunggal. Dalam model MRMF ini, dapat dilihat pengaruh
kopling isovektor-isoskalar, tensor dan electromagnetic exchange terhadap prediksi
proton dan neutron dripline. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa prediksi proton
dripline pada isoton N = 28 tidak dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut. Selain
itu, proton dripline pada isoton N = 28 tidak memiliki korelasi yang kuat terhadap
sifat bulk inti. Prediksi neutron dripline pada isotop Ca dan isotop Pb dipengaruhi
oleh ketiga faktor tersebut yang ditandai dengan berbedanya prediksi pada setiap
variasi parameter set. Neutron dripline pada isotop Ca memiliki korelasi yang kuat
terhadap skin. Namun, pada isotop Pb tidak terlihat korelasi yang kuat terhadap
skin. Pada daerah superheavy, isoton N = 258 memiliki hasil prediksi proton dripline
yang dipengaruhi oleh ketiga faktor, terutama tensor dan electromagnetic exchange,
serta memiliki korelasi yang kuat terhadap skin, jari-jari muatan, dan ketebalan
permukaan.

ABSTRACT
Study of prediction of proton and neutron dripline in Modi ed Relativistic Mean Field
(MRMF) model using seven variations of parameter set. The position of proton
and neutron dripline predicted use energy separation and energy single particle method.
In this MRMF model, can be seen the e ects of coupling isovector-isoscalar,
tensors, and electromagnetic exchange on prediction of proton and neutron dripline.
The result of these calculation show that prediction of proton dripline in isotone N
= 28 not in
uenced by all these factors. Moreover, proton dripline in isotone N = 28
do not have a strong correlation with nucleus bulk properties. Prediction of neutron
dripline in isotope Ca and isotope Pb in
uenced by all these factors characterized
by di erent predictions on each variations of parameter set. Neutron dripline at
isotope Ca have a strong correlation with skin. However, at isotope Pb does not
look strong correlation with skin. In the superheavy region, isotone N = 258 has
the predicted outcome of protons which is in
uenced by all these factors, notably
tensors and electromagnetic exchange and having a strong correlation with skin,
charge radius, and surface thickness., Study of prediction of proton and neutron dripline in Modi ed Relativistic Mean Field
(MRMF) model using seven variations of parameter set. The position of proton
and neutron dripline predicted use energy separation and energy single particle method.
In this MRMF model, can be seen the e ects of coupling isovector-isoscalar,
tensors, and electromagnetic exchange on prediction of proton and neutron dripline.
The result of these calculation show that prediction of proton dripline in isotone N
= 28 not in
uenced by all these factors. Moreover, proton dripline in isotone N = 28
do not have a strong correlation with nucleus bulk properties. Prediction of neutron
dripline in isotope Ca and isotope Pb in
uenced by all these factors characterized
by di erent predictions on each variations of parameter set. Neutron dripline at
isotope Ca have a strong correlation with skin. However, at isotope Pb does not
look strong correlation with skin. In the superheavy region, isotone N = 258 has
the predicted outcome of protons which is in
uenced by all these factors, notably
tensors and electromagnetic exchange and having a strong correlation with skin,
charge radius, and surface thickness.]"
2015
T43784
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Cornfeld, I. P.
New York: Springer-Verlag, 1982
515.42 CON e
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Kielhöfer, Hansjörg
"This book gives a unified presentation in an abstract setting of the main theorems in bifurcation theory, as well as more recent and lesser known results. It covers both the local and global theory of one-parameter bifurcations for operators acting in infinite-dimensional Banach spaces, and shows how to apply the theory to problems involving partial differential equations. In addition to existence, qualitative properties such as stability and nodal structure of bifurcating solutions are treated in depth. "
New York: [Springer, ], 2012
e20419196
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Luo, Albert C.J.
"The book includes a theory for flow barriers and passability to boundaries in discontinuous dynamical systems that will completely change traditional concepts and ideas in the field of dynamical systems. Edge dynamics and switching complexity of flows in discontinuous dynamical systems are explored in the book and provide the mathematical basis for developing the attractive network channels in dynamical systems. The theory of bouncing flows to boundaries, edges and vertexes in discontinuous dynamical systems with multi-valued vector fields is described in the book as a “billiard” theory of dynamical system networks. The theory of dynamical system interactions in discontinued dynamical systems can be used as a general principle in dynamical system networks, which is applied to dynamical system synchronization. "
Berlin: Springer, 2012
e20420345
eBooks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>