Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 137229 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fahrur Rozi
"Penyediaan air bersih untuk masyarakat merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan kesehatan lingkungan dan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan studi hidrodinamika dan menganalisis hasil air olahan dari unit pengolahan air yang menggunakan proses ozonasi gelembung mikro dan filtrasi membran, terutama untuk kandungan besi dan mangan.
Dari penelitian ini didapatkan bahwa proses ozonasi dan filtrasi mampu menyisihkan logam besi dan mangan dalam air. Persentase penyisihan logam besi dan mangan secara terpisah yang terbaik didapat dengan menggunakan konfigurasi ozonator PVC - membran keramik sebesar 98,64% untuk logam besi dan 45,83% untuk logam mangan. Sedangkan untuk penyisihan logam besi dan mangan secara bersamaan dengan konfigurasi yang sama didapatkan penyisihan logam besi sebesar 98,48 % dan logam mangan sebesar 25 %.

Provision of clean water to communities is one of the important factors to improve the health of the environment and society. The objective of this research is to study hydrodynamic and analyze the product from water treatment unit which using micro bubbles ozonation and membrane filtration method, especially for iron and manganese removal.
From this research, it was found that the ozonation and filtration process can remove iron and manganese from water. The best percentage removal about 98,64% for iron and 45,83% for manganese in a separate manner is obtain with ozonator PVC ' ceramic membrane configuration. Whereas for iron and manganese removal simultaneously at the same configuration, the percentage removal is about 98,48% for iron and 25% for manganese.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S52218
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Bayu Satria Pratama
"Masalah air bersih merupakan masalah yang sangat krusial di lingkungan perkotaan. Terutama air bersih yang memenuhi persyaratan kesebatan untuk dipergunakan sebagai air minum dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Air bersih yang memenuhi standar atau persyaratan kesehatan adalah air yang tidak berbau, berwarna, dan berasa serta memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan. Masalah kekurangan air bersih akan semakin dirasakan terutama pada saat musim kemarau dimana jarang sekali turun hujan.
Pada saat ini sumur-sumur yang menggunakan air tanah akan mengalami kekeringan sehingga tidak dapat lagi digunakan. Hal ini juga kita rasakan di lingkungan Universitas Indonesia. Pada saat musim kemarau, persediaan air yang berasal dati menara air akan semakin menipis. sementara itu kebutuhan akan air dilingkungan Ul tidak berubah, sehingga terjadilah kekarangan air. Untuk mengatasi masalah tersebut maka harus dilakukan suatu usaha untuk mencari sumher air baru.
Dalam penelitian ini akan dilakukao proses filtrllsi untuk meningkatkan kualitas air danau. Proses filtrasi dipilih karana prosesnya sangat sederhana dan mudah diaplikasikan. Permasalahan yang timbul adalah proses filtrasi ini memiliki keterbatasan, yaitu tidak dapat menyisihkan polutan yang memiliki ukuran mikro. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dilakukan proses tambahan yang dapat meningkatkan kinerja dari proses filtrasi tersebut..."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S49517
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vinaa Raachma Maartina
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S49516
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Riri Ayu Nastiti
"Telah disintesis serat rayon terikat silang N,N?-Metilendiakrilamida (NBA) sebagai matriks pencangkokkan asam akrilat (AA) yang memiliki derajat pengembangan dalam air berkisar antara 300-400% serta tahan terhadap kondisi asam dan basa. Inisiasi ikat silang dan pencangkokkan monomer dilakukan dengan metode ozonasi dalam udara.
Metode ini dapat digunakan untuk memisahkan, mengontrol dan mengoptimasi pembentukan ikat silang dan pencangkokkan monomer AA dalam media N2. Gugus peroksida dan hidroperoksida yang terbentuk pada serat rayon pada berbagai variasi laju alir, waktu ozonasi, berat dan kerapatan serat ditentukan dengan metode iodometri dalam fasa organik.
Pembentukan ikat silang dilakukan pada berbagai konsentrasi monomer dan suhu reaksi. Pencangkokkan AA pada serat yang telah terikat silang dilakukan melalui variasi waktu ozonasi kembali dan konsentrasi monomer. Serat rayon-co-NBA-g-Poliakrilat yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan FTIR. Kadar peroksida pada serat semakin tinggi dengan meningkatnya laju alir dan waktu ozonasi.
Hasil yang diperoleh menunjukkan makin tinggi derajat ikat silang, makin sedikit AA yang dapat tercangkok. Derajat pengembangan dan ketahanan serat terhadap kondisi asam dan basa dipengaruhi oleh banyaknya ikat silang dan kadar AA tercangkok. Semakin banyak jumlah ikat silang pada serat, derajat pengembangan akan menurun dan ketahanan terhadap kondisi asam dan basa meningkat.

Cross-linked rayon fiber with N,N'-Methylenediacrylamide (NBA) as graft copolymerization matrix of acrylic acid (AA) has been synthesized. The grafted fibers which is resistant to acidic and alkaline conditions shown degree of swelling between 300-400%. The initiation of the cross-link formation and graft copolymerization of monomer were carried out by ozonation method in the air.
This method can be used to separate, to control and to optimize the cross-link process and graft copolymerization of AA in the media of N2. Peroxide and hydroperoxide groups formed on the rayon fibers at various flow rate, ozonation time, weight and density were determined by iodometric method in the organic phase.
Cross-linked rayon fibers was prepared at various monomer concentrations and reaction temperature. The graft copolymerization of acrylic acid on the crosslinked fiber is conducted at various ozonation time and AA concentration. Rayon fiber-co-NBA-graft-Polyacrylic were characterized using FTIR. Peroxide concentration on the rayon fibers increases with flow rate and ozonation time.
The result showed the increases in degree of cross-linking will decreases the amount of AA grafted. It was observed that the fiber swelling and resistant to acidic and alkaline conditions were depend on degree of crosslinking and the total of carboxylic group grafted onto rayon fiber. The higher concentration of crosslinking agent, the degree of swelling will be lower and stability in acidic and alkaline condition will be increases.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S1304
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Eva Fathul Karamah
"Pada penelitian ini, kavitasi (hidrodinamika dan ultrasonik) dimanfaatkan untuk mengatasi kelemahan ozonasi, yaitu kelarutan dan stabilitas yang rendah di dalam air serta selektivitasnya. Peran kavitasi dikaji dalam memperbaiki perpindahan massa ozon dari fasa gas ke fasa cair, meningkatkan jumlah radikal OH melalui dekomposisi ozon dan kinerjanya dalam mengolah senyawa fenol. Dalam rentang kondisi yang diterapkan dalam penelitian ini, hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien perpindahan massa (kLa) ozon meningkat sekitar 3,5 kali, 7,5 kali dan 20 kali dari kLa ozonasi tunggal karena efek total kavitasi masing-masing untuk penggunaan kavitasi hidrodinamika (HD), kavitasi ultrasonik (US) dan keduanya (HD + US) simultan; dimana efek kimiawi lebih signifikan perannya dalam peningkatan nilai kLa. Laju dekomposisi ozon meningkat 20%-40% dengan penggunaan kavitasi. Yield radikal OH meningkat 3,3 kali, 3,8 kali dan 4,4 kali dari hasil proses ozonasi tunggal masing-masing dengan pemakaian kavitasi HD, kavitasi US dan kavitasi HD + US. Yield fenol tidak mengalami perubahan berarti dengan penggunaan kavitasi. Namun, tingkat mineralisasi meningkat hingga sekitar 2 kali dengan penggunaan kavitasi tunggal, dan 3,3 kali dengan penggunaan kavitasi secara simultan. Kavitasi meningkatkan utilisasi ozon, dimana kavitasi HD menunjukkan utilisasi tertinggi yaitu 4,45 mg/menit. Selain menghasilkan produk-produk oksidasi yang bersifat asam ? dibuktikan dengan penurunan pH ? proses ozonasi dan gabungannya dengan kavitasi menghasilkan senyawa-senyawa rantai panjang.

This research utilized ultrasonic and hydrodynamic cavitations to overcome the the drawbacks of ozonation process, which are low solubility and stability of ozone in water and its selectivity. The role of cavitations was assessed in enhancing ozone mass transfer, increasing radical production from ozone decomposition and improving the performance of phenol removal. In the range of conditions limited in this research, the results shows that ozone mass transfer coefficient (kLa) enhanced about 3.5, 7.5 and 20 times of kLa of single ozonation due to total effects of cavitations respectively for utilization of hydrodynamic (HD), ultrasonic (US) and both kinds (HD + US) of cavitations simultaneously. The role of chemical effect was more significant than mechanical effect in enhancing kLa . Cavitations increased ozone decomposition rate by 20%-40%. The yield of OH radicals increased 3.3, 3.8 and 4.4 times of it was from single ozonation respectively for utilization of HD, US and (HD + US) cavitations. The yield of phenol was not changed significantly by utilization of cavitations. However, mineralization ability improved about 2 times for utilization of only one kind of cavitation, and about 3.3 times for utilization both kinds of cavitation simultaneously. Cavitations improved ozone utilization, where application of HD cavitation was the highest by 4.45 mg/menit. Ozonation of phenol and its combinations with cavitations produced acidic intermediate compounds which was indicated by pH reduction along the process. And they also produced higher (long-chained) compounds."
Depok: Universitas Indonesia, 2013
D1467
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Hidrodinamika merupakan sifat dasar dari sistem yang diperlukan untuk mengklasifikasikan sistem unggun terfluidisasi tiga fasa. Parameter-parameter yang termasuk di dalamnya adalah waktu tinggal, hold up dan koefisien dispersi aksial, dimana nilainya diperoleh dari serangkaian percobaan dengan menggunakan metode tracer untuk penentuan waktu tinggal, metode penangkapan gas dan cairan secara simultan untuk penentuan hold up, sedangkan koefisien dispersi aksial diperoleh dari hubungan antara bilangan Peclet dan hold up fasa cair.
Teknik untuk menentukan harga waktu tinggal dari kolom fluidisasi G-C-P yaitu dengan cara menginjeksikan bahan kimia yang bersifat inert, yang disebut sebagai tracer, ke dalam kolom pada waktu t = 0 kemudian konsentrasinya diukur pada aliran keluar sebagai timgsi waktu. Metode ini disebut sebagai metode tracer.
Sedangkan penelitian dengan menggunakan metode penangkapan gas dan cairan secara simultan melibatkan penutupan katup aliran gas dan cairan yang masuk ke dalam kolom secara serentak, kemudian diukur ketinggian kolom yang terisi oleh tiap fasa Metode ini dilakukan untuk sistem gas-cair-padat dan sistem gas-cair.
Dari hasil percobaan diketahui bahwa kecepatan air dan udara serta ukuran diameter partikel mempengaruhi waktu tinggal, hold :gp tiap fasa dan tingkat dispersi dalam aliran. Semakin besar lcecepatan fluida cair maupun gas, maka harga waktu tinggal semakin kecil, dan semakin kecil diameter partikel harga walctu tinggal akan semakin besar_ Kecepatan air yang semakin besar akan menyebabkan hold up cairan meningkat, sedangkan hold :go gas dan padatan akan menunm. Semakin besar kecepatan udara maka hold :go gas dan padatan akan meningkat, sedangkzm hold iq;
cairan akan menurun Sedangkan pengaruh diameter partikel rnemherikan hasil semakin besar ukuran diameter partikel maka hold up gas dan cairan akan menumn, sedangkan hold up padatan meningkat. Intensitas dispersi akan meningkat dengan bertambahnya kecepatan udara dan ukuran diameter partikel serta dengan berkurangnya kecepatan cairan."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
S49062
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rositayanti Hadisoebroto
"Telah dilaporkan bahwa kinerja pengolahan di kolam fakultatif di Instalasi Pengolahan Air Kotor (IPAK) Bojongsoang adalah tidak stabil. Salah satu penyebabnya adalah karakteristik hidrodinamika yang tidak sesuai dengan criteria. Yang termasuk dalam karakteristik hidrodinamika yang tidak tepat antara lain kehadiran daerah mati, aliran pendek, dan turbulensi oleh arus eddy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh variasi debit influen terhadap karakteristik hidrodinamika menggunakan model matematis. Model hidrodinamika dua dimensi dibangun dari dua persamaan hidrodinamika, yaitu persamaan kontinuitas dan persamaan momentum. Kedua persamaan diselesaikan dengan metoda numerik beda hingga semi implisit (Crank-Nicolson). Dari hasil simulasi, dianalisa nilai bilangan Froude aliran serta waktu tinggal efektif dan luas efektif kolam fakultatif untuk melihat kehadiran daerah mati.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa daerah mati terdapat di tengah kolam. Apabila debit influen semakin besar, waktu tinggal efektif dan luas efektif semakin besar. Selain itu, distribusi nilai bilangan Froude menunjukkan bahwa nilai 10-10 semakin berkurang bila debit influen semakin besar. Dapat dikatakan bahwa daerah mati akan berkurang pada debit influen yang lebih besar. Dengan demikian debit influen yang semakin besar akan memperbaiki karakteristik hidrodinamika di kolam fakultatif.

The Effects of Influent Debit on Hydrodynamic Characteristic of Bojongsoang Facultative Pond: Without Wind Effects. The performance of facultative pond in Bojongsoang WWTP have reported to be unstable. One of the cause of the unstable performance is the hydrodynamic characteristics that not met the criterion. The improper hydrodynamic characteristics are included the existence of dead-zone, the short-circuiting, and the turbulence due to eddy current. The study was to analyze the effect of the influent debit variation on the hydrodynamic characteristics of the pond using mathematical model. The two-dimensional hydrodynamic model was built from two hydrodynamic equations which are continuity and momentum equations. The equations were solved by finite-difference numerical method of semi-implicit (Crank-Nicolson).
From the simulation results, the Froude number of the water flow was analyzed. Beside that, the effective residence time and the effective area were calculated. All of them were done to analyzed the existence of the dead-zone in the pond. The simulation results show that the dead-zone was exist in the center of the pond. when the influent debit was larger, the effective residence time and the effective area become larger. The distribution of the Froude number value shows that the area with the value of 10-10 become reduced in the larger influent debit. The existence of the dead-zone was reduced since the influent debit become larger. It can be said that the larger influent debit can improve the hydrodynamic characteristics of the pond."
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 2004
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Titen Pinasti
"Penelitian ini menggabungkan metode ozonasi dan kavitasi hidrodinamika dengan injektor waterjet. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh penggabungan metode ozonasi dan kavitasi hidrodinamika terhadap proses penyisihan limbah fenol. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penyisihan dengan metode ozonasi tunggal dan kavitasi tunggal sebagai pembanding. Limbah yang digunakan merupakan limbah fenol sintetik dengan konsentrasi 10 mg/L. Untuk mengetahui kondisi terbaik pada proses penyisihan dilakukan variasi pH dan dosis ozon.
Hasil penelitian menunjukkan proses penyisihan fenol terbaik dengan menggunakan gabungan metode ozonasi dan kavitasi hidrodinamika dengan persentase penyisihan fenol sebesar 96,60%. Proses dilakukan pada kondisi pH basa, laju alir sirkulasi sebesar 8 L/menit dan konsentrasi ozon masuk ke dalam sistem sebesar 108,69 mg/jam. Hasil penyisihan tersebut dievaluasi dengan tingkat mineralisasi yang terukur dengan jumlah Total Organic Carbon tersisih sebesar 6,1 mg/L dan analisis GC-MS membuktikan senyawa antara yang terbentuk berupa senyawa alifatik dengan rantai panjang.

This research combined ozonation and hydrodinamic cavitation method with waterjet injector. The aim of the research is to evaluate the effect of ozonation and hydrodinamic cavitation combination method to remove phenol from wastewater. To advise the goal, elimination process with single ozonation method and single cavitation method was done as comparison. The wastewater used was phenol synthetic with 10 mg/L concentration. To know the best condition of phenol removal process, variation pH and ozone dossage was done.
The result of research showed that the best phenol removal process by using combination of ozonation and hydrodinamic cavitation method with percentage phenol removal is 96,60%. The process was done in the alkali condition, circulation rate is 8 L/min and ozone concentration was input to system is 108,69 mg/h. The result of phenol removal process was evaluated as mineralization level measured by Total Organic Carbon and GC-MS analysis showed that the intermediete compound was formed is aliphatic with long chain carbon compounds.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S64158
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Diah Anggraeni Jatraningrum
"ABSTRAK
Pada penelitian ini disimulasikan fermentor bioetanol untuk produksi skala besar.
Fermentor yang digunakan adalah tangki berpengaduk. Pengaduk yang digunakan
adalah propeler kapal bersudu tiga yang dipasang dari samping bawah tangki.
Dalam simulasi ini divariasikan kecepatan rotasi dan geometri propeler yang dapat
mempengaruhi yield dan konversi. Simulasi dilakukan berdasarkan konsep
dinamika fluida komputasional (CFD) dengan mempertimbangkan neraca
momentum aliran turbulen k-ε, neraca massa, dan kinetika reaksi. Hasil dari
simulasi model menunjukkan kesesuaian yang baik dengan data produksi di pabrik
bioetanol PT. Xyz untuk waktu fermentasi selama 40 jam. Kecepatan alir fluida
mempengaruhi laju pertumbuhan yeast, yang pada akhirnya mempengaruhi
konversi glukosa dan yield bioetanol. Konversi glukosa tertinggi adalah 51,37%
dan yield bioetanol tertinggi adalah 90,28% yang diperoleh pada diameter propeler
1000 mm, kecepatan rotasi propeler 500 rpm, jarak antar propeler 90o dan sudut
pemasangan shaft terhadap bidang horisontal 0o.

ABSTRACT
In this research, the large-scale fermentor for bioethanol production was simulated.
Configuration of fermentor is a stirred tank. Configuration of impeller is side-entry
three-bladed marine propeller that mounted on the bottom of the tank. This
simulation varying rotation speed and geometry of propeller that all of these are
known to affects yield and conversion. The simulation was performed based on the
concept of computational fluid dynamics (CFD) by considering momentum
balances of turbulent flow k-ε, mass balances, and reaction kinetics. The results
from the model?s simulations shows good agreement with the production data in a
bioethanol plant PT. Xyz for 40 hours fermentation. Fluid velocity affects yeast
growth rate, which in turn affects glucose conversion and bioethanol yield. The
highest glucose conversion is 51.37% and the highest yield is 90.28% which
obtained with diameter of propeller 1000 mm, rotation speed 500 rpm, spacing
between the propellers 90o and mounting angle of shaft against horizontal plane 0o."
Depok: [Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Fakultas Teknik Universitas Indonesia], 2014
T41828
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Hydrodynamic charactersitic for the mixing of gas-solid-liquid in membrane bioreactor submerged (MBRs) and its influence on mass transfer was studied computationally at various solid concentration, incoming gas rate and the befle distance
"
IPTEKAB
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>