Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5483 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sinuraya, Muhammad Ridho Ade Putra
"Sekarang ini kegunaan bahan bakar suplemen meningkat disebabkan oleh meningkatnya harga bahan bakar yang berasal dari fosil (minyak dan gas). Pada mesin diesel, bahan bakar tambahan tidak dapat langsung ditambahkan pada bahan bakar diesel . Vortex Mixer adalah sebuah alat untuk mengatur banyaknya suplai bahan bakar tambahan dan juga mencampurnya secara merata sebelum campuran tersebut masuk ke ruang pembakaran.
Eksperimen ini dilakukan untuk menganalisa karakteristik aliran udara setelah melewati Vortex Mixer dan menganalisa performa pencampuran. Eksperimen ini juga akan membuktikan bahwa Vortex Mixer ini mempercepat jarak yang dibutuhkan untuk mencampur bahan bakar suplemen dengan suplai udara. Untuk mencapai maksud tersebut dilakukan analisa dari profil kecepatan dan temperatur dari aliran setaleh melewati Vortex Mixer. Vortex mixer diuji coba dalam wind tunnel. Semua kondisi, seperti kecepatan wind tunnel dan temperatur dari Heat Gun, diatur untuk mensimulasikan kondisi kerja dari mesin diesel enam liter dan empat tak."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S38078
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Philadelphia, Pennsylvania: Society for Industrial and Applied Mathematics (SIAM), 1991
532.059 VOR
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
McCormack, Percival
"The subject of this book is the physics of vortices. A detailed analysis of the dynamics of vortices will be presented. The important topics of vorticity and molecular spin will be dealt with, including the electromagnetic analogy and quantization in superfluids. The effect of molecular spin on the dynamics of molecular nano-confined fluids using the extended navier-stokes equations will also be covered, especially important to the theory and applicability of nanofluidics and associated devices. The nanoscale boundary layer and nanoscale vortex core are regions of intense vorticity (molecular spin). It will be shown, based on molecular kinetic theory and thermodynamics, that the macroscopic (solid body) rotation must be accompanied by internal rotation of the molecules. Electric polarization of the internal molecular rotations about the local rotation axis, the Barnett effect, occurs. In such a spin aligned system, major changes in the physical properties of the fluid result.
"
New York: Springer, 2012
e20421030
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Zainal Arsyadi
"Suatu aliran udara bertekanan tinggi yang dilewatkan pada sebuah nozzle dan diarahkan secara tangensial sepanjang dinding dalam sebuah tabung, akan berputar membentuk suatu vortex yang menimbulkan fenomena aliran udara bertemperatur panas dan dingin secara bersamaan. Penulis melakukan pengujian ini bertujuan ingin mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan jumlah Iubang inlet pada vortex generator FTX-1 terhadap besarnya penurunan temperatur yang dihasilkan. Metode yang diterapkan adalah dengan identitikasi masalah, studi literatur, konsultasi, membentuk benda uji merangkai, dan melakukan pengujian dengan cara mengambil data-data yang diperlukan yaitu temperatur masuk, temperatur dingin, temperatur panas, tekanan udara dingin, tekanan udara panas, laju aliran udara dingin dan Iaju aliran udara panas. Untuk Iangkah selanjutnya menganalisa data yang diperoleh dan mengambil kesimpulan dari data olahan. Berbagai variasi tekanan aliran udara masuk yaitu 5,63 dan 8 bar terhadap variasi jumlah lubang inlet tangensiai 1, 2, dan 3 dengan variasi panjang pipa panas 240 dan 400 mm telah dilakukan pengujian. Hasil akhir dari pengujian tersebut menunjukkan bahwa ΔT dingin maksimum dicapai pada tekanan udara masuk 8 bar, menggunakan panjang pipa panas 400 mm dengan vortex generator 3 inlet yaitu diperoleh niiai ATm,.gin sebesar 20 °C pada fraksi massa dingin pc sebesar 0,43."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
S36217
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kheradvar, Arash
"The book begins with a synopsis of the fundamentals aspects of fluid mechanics to give the reader the essential background to address the proceeding chapters. Then the fundamental elements of vortex dynamics will be discussed, explaining the conditions for their formation and the rules governing their dynamics. The main equations are accompanied by mathematical models. Cardiovascular vortex formation is first analyzed in physiological, healthy conditions in the heart chambers and in the large arterial vessels. The analysis is initially presented with an intuitive appeal grounded on the physical phenomena and a focus on its clinical significance.In the proceeding chapters, the knowledge gained from either clinical or basic science literature will be discussed. The corresponding mathematical elements will finally be presented to ensure the adequate diligence. The proceeding chapters ensue to the analysis of pathological conditions, when the reader may have developed the ability to recognize normal from abnormal vortex formation phenomenon. Pathological vortex formation represents vortices that develop at sites where normally laminar flow should exist, e.g. stenosis and aneurisms. This analysis naturally leads to the interaction of vortices due to the surgical procedures with respect to prediction of changes in vortex formation. The existing techniques, from medical imaging to numerical simulations, to explore vortex flows in the cardiovascular systems will also be described. "
London : Springer, 2012
e20420710
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Finkler, Amit
"This thesis presents a novel method for fabricating the smallest superconducting quantum interference device (SQUID) that resides on the apex of a very sharp tip. The nanoSQUID-on-tip displays a characteristic size down to 100 nm and a field sensitivity of 10^-3 Gauss/Hz^(1/2). A scanning SQUID microsope was constructed by gluing the nanoSQUID-on-tip to a quartz tuning-fork. This enabled the nanoSQUID to be scanned within nanometers of the sample surface, providing simultaneous images of sample topography and the magnetic field distribution. This microscope represents a significant improvement over the existing scanning SQUID techniques and is expected to be able to image the spin of a single electron."
Berlin : [Springer, ], 2012
e20424977
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Catharina Rosa Carolina
"Vortex tube adalah separator energi yang menggunakan aliran tangensial (vortex). Dengan inlet berupa jet tangensial, terjadi medan aliran vortex yang menyebabkan perbedaan temperatur diantara duo outlet. 5atu outlet di bagian peripheral mempunyai temperatur lebih tinggi, yang outlet di bagian tengah mempunyai temperatur lebih rendah dibanding inlet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mernpelajari medan aliran di dalam vortex tube dengan CFI), dengan menggunakan model turbulen RNG. Analisa medan aliran ini mencakup: flow pattern: distribusi kecepatan oksial, kecepatan total, distribusi tekanan static dan tekanan total, distribusi temperatur total. Hasii ini akan divalidasi dengan hasil pengukuran temperatur total melalui eksperimen. Proses komputasi menggunakan model komputer dengan dimensi soma dengan eksperimen, model turbulensi RNG, dengan input kecepatan yang dihitung berdasarkan pengukuran laju aliran rnassa inlet dan outlet dalam eksperimen. Keunikan model eksperimen ini terletak pada swirling generator yang mempermudah input tangensial udara kompresor, walaupun disederhanakan dalam model komputer. Selain itu, komputasi ini berhasil memadelkan katup jarum, sehingga komputasi ini memberikan hasil yang lebih akurat di daerah katup Sarum.
Hasil komputasi menunjukkan adanya daerah aliran-bolik (reversal flow) di dalam vortex tube. Aliran batik ini terjadi terutama pada daerah sumbu sampai jarak radial 0.5 RID, dan jarak aksial dari inlet sampai 7.8 XID. Hasil penting lainnya adalah bentukon duo bush vorteks, vorteks luar yang membentuk distribusi kecepatan seperti vorteks Rankine, don vorteks dalam yang membentuk distribusi kecepatan seperti vorteks bebas, dengan kecepatan di sumbu yang lebih tinggi dibandingkan kecepatan pada radius yang lebih besar. Batas ke duo vorteks tersebut terletak di antar 0.4 sampai dengan 0.5 RID. Hasil komputasi juga memperlihatkon pengaruh dominan dari medan aliran terhadap temperatur total. Data eksperimen memvalidasi trend temperatur total raja, tanpa kesesuaian nilai temperatur total.

Vortex tube is energy separator using tangential inlet. The vortex flow-field created temperature differences at the two outlets. One outlet at the tube's periphery had higher temperature, and the other outlet at the center with lower temperature. The temperature differences at both outlets might be reached 80K at 6 bar pressure inlet.Computational model was built up in such way, with the same dimensions, velocity inlet and pressure outlet that counted down from the parameters that have been used in the experiment as the boundary conditions. RNG turbulence-model was used to solve the governing equations. The unique swirling generator was used in the experiment to simplify the distribution for air tangential-inlet, although it is simplified in the computer model. Besides, the needle valve has been able to be modeled. It brings more accurate of the flow field's result at the valve's area.
The results: the figures of the flow patterns: axial velocity, velocity magnitude, static and total pressure, and the distribution of total temperature. The result of total temperature distribution is validated with the experiment's result.The computational result shows a reversal flow in the certain area in the vortex tube. The reversal flow occurs in the axis until radial distance 0.5 Rib, with axial distance from inlet area until 7.8 XIS. Be-side, there is curve of two integrated vortex. The outer vortex formed like Rankine vortex, and the inner vortex with free-vortex distribution, which has higher velocity in the core than the peripheral. The flow field dominates the total temperature distribution, thus they are formed likely, with radii of both inner and outer vortex between 0.4 and 0.5 RID, as the velocity magnitude distribution curve. The experimental data figures the same trend as the computational result, but with non-suited value.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Most of Indonesia resident which have profession as a farmer consume the phosphate fertilizer high enough about kurang lebih 2 million tons/year. The demand is supllied by PT. Petrokimia Gresik and some small of phosphate fertilizer industries..."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Rudi Suardi
"Vortex tube adalah sebuah ala( yang mampu memisahkan panes dari sebuah aliran udara bertekanan menjadi dua buah aliran, dimana temperatur aliran yang pertama menjadi Iebih panas sedangkan aliran yang lainnya menjadi febih dingin daripada ternperatur udara masuk.
Salah satu faktor terpenting n yang mempengaruhi karakterisfik dari vortex tube, adalah sisi inlet. Untuk mengetahui pengaruh sisi inlet terhadap perubahan temperatur udara panas dan udara dingin serta kapasitas pendinginan yang dihasilkan maka difakukan ` penelitian secara eksperimental, dengan menggunakan termokope! sebagai pengukur temperatur, manometer raksa untuk mengukur tekanan dan rotameter untuk mengukur flow ratenya.
Berdasarkan hasil penelitian pada setiap ni!ai tekanan udara masuk, didapatkan temperatur udara dingin akan minimum pada 0,5-0,6 nilai fraksi massa dingin sekitar temperatur udara panas akan maksimum pada nilai fraksi massa dingin sekitar 0,7 dan 0,8 kapasitas pendinginan akan maksimum pada nifai fraksi massa dingin sekitar 0,8. Kapasitas pendinginan yang akan dihasilkan akan terus meningkat seiring dengan peningkatan udara masuk. Pada tekanan udara masuk 10 bar dengan temperatur 29,4°C dan nilaf fraksi massa dingin aktual 0,41, vortex tube ini akan mampu menghasiH

Vortex tube is a device that can separate (heat from pressured air How) into 2 air How, where the temperature of lirst air tlow is hotter than the second air How compared to temperature of inlet How.
One important thing can effect the characteristics of vortex tube is inlet section. To tind how it effect the change of temperature of hot water and cold water and cooling capacity, then it must be done by done by doing research experimentally. This research utilites thennocouple to measure temperature, manorneter to measure pressure and rotameter to measure rate of air flow.
According to result of this research, for each value of inlet pressure, the temperature of cold air will be minimum cold mass fraction value 0,5-0,6 around the hot air temperature and will be max at cold mass fraction value 0, 7 and 0,8, and cooling capcity will be max at cold mass fraction value 0, 8. From the data, it is look like that the cooling capacity will keep increasing along with inlet air pressure. Vortex tube can produce hot air at 44,5°C and cold air at 9, 5°C when inlet air pressure 10 ban temperature 29,4°C and cold mass fraction value 0,41.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
S37180
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jon Harmintardjojwono
"Tuntutan mendapatkan efisiensi yang tinggi pada alat pembakar, pada kondisi kerja yang tertentu, mendorong perancangan, pembuatan, dan pengembangan yang lebih baik alat bakarnya. Untuk mewujudkan hal ini, fenomena-fenomena pembakaran,pencampuran bahan bakar oxidant, stabilisasi nyala, harus dipahami benar.
Penelitian ini ditujukan untuk hal tersebut diatas, dengan melakukan pada mixer aliran tangensial - 0 50 mm, dengan variasi variasi : tinggi mixemya, port ratio, pengaruh aliran bahan bakar, dan intensitas pusaran.
Pengaruh ketinggian mixer terhadap stabilisasi nyala dilakukan dengan merubah ketinggiannya mulai dari 50 mm sampai dengan 200 mm. Port ratio divariarisi dengan port -2,5 mm - berjumlah 8 port, menjadi port 005,5 mm -berjumlah 8 port, yang arah alirannya membentuk sudut 15° dengan horisontal.
Pengaruh arah aliran bahan bakar diperbandingkan antara nosel tanpa pengarah aliran (hams keatas),dengan nosel yang port-nya membuat sudut 15 dengan horisontal, dengan diameter port yang sama ( 0 2,5 mm - berjumlah 8 port ).
Pengaruh intensitas pusaran ,dilakukan dengan menutup salah satu saluran udara masuknya dan diperbandingkan dengan, tanpa menutup saluran udara masuk. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah :
Untuk pengaruh ketinggian mixer pada ketinggian mixer tertentu ada pengaruh yang signifikan, dan siklus perilaku ini berulang. Untuk pengaruh port ratio terhadap stabilisasi nyala ,terdapat pengaruh yang signifikan dan kemudian hilang pada ketinggian mixer yang tertentu.
Untuk pengaruh arah aliran bahan bakar, ada pengaruh yang signifikan terhadap stabilisasi nyala, pada ketinggian mixer yang rendah (50 mrn)yang kemudian akan hilang/ menyusut pada ketinggian selanjutnya. Untuk pengaruh intensitas pusaran, sama sekali tidak ada pengaruhnya walaupun terdapat perbedaan ketinggian nyala api.
Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa : variabel-variabel proses pencampuran (ketinggian mixer, port ratio, arah aliran bahan bakar masuk, dan intensitas pusaran) memiliki pengaruh-pengaruh tertentu terhadap kestabilan nyala.
Untuk penelitian selanjutnya dengan tema yang sama, sebaiknya penambahan segmen silinder mixer lebih diperkecil lagi, arah aliran masuk bahan bakar dibuat berlawanan dengan arah pusaran udara, penggunaan partikel penjejak untuk memantau proses pencampuran dan keefektifan proses pencampuran, terhadap stabilisasi nyala, dan munculnya rumus experimental yang terkait dengan penelitian."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
T2674
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>