Ditemukan 23575 dokumen yang sesuai dengan query
Agung Wiradad
"Kompensasi daya reaktif pada suatu sistem tranmisi sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan tegangan dalam sistem tenaga listrik. Apabila sistem terdapat banyak beban yang membutuhkan daya reaktif maka sistem tersebut akan mengalami perubahan tegangan akibat dari beban tersebut. Perubahan tegangan itu bermacam ? macam karakteristiknya sesuai dengan jenis bebannya. Bervariasinya beban dalam sistem tenaga listrik menyebabkan sistem tenaga listrik tersebut membutuhkan daya reaktif yang bervariasi pula. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat menyediakan kompensasi daya reaktif secara bervariasi. Salah satu sistem itu adalah Static Var Compensator (SVC). Sistem ini dapat mengkompensasi daya reaktif secara aktif dalam sistem sesuai dengan kebutuhan. Dalam melakukan kompensasi daya reaktif, SVC dilengkapi dengan thyristor untuk mengatur seberapa besar injeksi atau penyerapan daya reaktif yang dilakukan. Simulasi yang dilakukan pada skripsi ini adalah mempelajari mengenai metode dalam mengatur thyristor pada SVC tersebut. Metode yang akan digunakan adalah pengendali Jaringan Syaraf tiruan (JST) dan pengendali konvensional. Dengan simulasi kedua metode tersebut, diharapkan dapat diketahui metode yang lebih baik untuk mengatur SVC tersebut.
Reactive power compensation in transmission line is needed to maintain voltage stability in power system. If the system have a lot of load which need reactive power, the voltage of the system will be changed due to the need of the reactive power. Voltage change in power system vary depend on the load of system itself. The variety of load in power system cause power system needs reactive power which varied too. Because of that, a system which can provide variety reactive power compensation is needed. One of the system is Static Var Compensator (SVC). This system can compensate reactive power actively in power system. So that, the variety of reactive power which is needed in the power system can be provided with this system. The main component of SVC in doing reactive power compensation is thyristor. This thyristor in SVC is used for controlling injection or absorption of the reactive power. Simulation in this paper is to learn about method for controlling thyristor in SVC. Method which will be used for controlling SVC are Neural Network based control and conventional control. With simulation of that two method, the better performance can be analysed."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S40340
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Melisa Mulyadi
"
ABSTRAKPerubahan karakteristik pada Heat Exchanger akibat adanya endapan
kotoran yang melapisi pennukaan perpindahan panas, membuat sistem
rnenjadi sulit untuk dikendalilcan. Untuk mengatasi masalah tersebut dipilih pengendali PID (Proporsional. Integral dan Diferensial) sebagai pengendali sistem, dengan bantuan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) untuk menentukau parameter pengendalinya. Proses belajar JST menggunakan algoritma backpropagation dengan arsitektur jaringan yang terdiri dari tiga lapis neuron. Pada proses belajar dilakukan cara pelatihan dengan memberikan bobot yang berbeda pada tiap Iapisannya dan dicari pola keluaran yang paling mendekati pola target yang ditetapkan. Pada penelitian ini program sirnulasi dibuat dalam bahasa pernrogratnan Pascal. Dari basil simulasi dapat dilihat bahwa JST mampu rnenentukan parameter pengendali PID yang dapat memperbaiki karakteristik sistem, bila terjadi perubahan pada parameter proses.
"
1995
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1999
S39042
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
"Sistem Pengaturan Lampu Lalu Lintas Terdistribusi adalah sebuah sistem lampu lalu lintas yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akan kinerja pengaturan lampu lalu lintas yang cerdas dengan pengambilan data secara real-time. Sistem ini dapat melakukan penjadwalan dan pengaturan jaringan banyakpersimpangan secarareal-time yang tidak bisa dilakukan oleh sistem pengaturan lampu lalu lintas konvensional. Penerapan klasifikasi di dalam sistem ini digunakan untuk meningkatkan akurasi dari pengenalan mobil. Proses klasifikasi diimplementasikan menggunakan tiga algoritma Jaringan Syaraf Tiruan, yakni Backpropagation, FLVQ, dan FLVQ-PSO. Berdasarkan hasil ujicoba, dapat ditunjukkan bahwa algoritma Backpropagationmemiliki performa akurasi yang lebih baik dibandingkan dua algoritma JST yang lainnya.
AbstractDistributed Traffic Light Control System is a traffic light system intended to meet the need for setting the performance of intelligent traffic lights with real-time data capturing. The system can perform scheduling and network settings of multi-junction in real time that can not be done by a conventional traffic light settings system. Application of classification within this system is used to improve the accuracy of the car recognition. Classification process is implemented using three neural network algorithms, namely Backpropagation, FLVQ, and FLVQ-PSO. Based on the test results, it can be shown that the Backpropagation algorithm performs better accuracy than the other two algorithms."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2011
AJ-Pdf
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1995
TA3171
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
"Sistem Pengaturan Lampu Lalu Lintas Terdistribusi adalah sebuah sistem lampu lalu lintas yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akan kinerja pengaturan lampu lalu lintas yang cerdas dengan pengambilan data secara real-time. Sistem ini dapat melakukan penjadwalan dan pengaturan jaringan banyakpersimpangan secarareal-time yang tidak bisa dilakukan oleh sistem pengaturan lampu lalu lintas konvensional. Penerapan klasifikasi di dalam sistem ini digunakan untuk meningkatkan akurasi dari pengenalan mobil. Proses klasifikasi diimplementasikan menggunakan tiga algoritma Jaringan Syaraf Tiruan, yakni Backpropagation, FLVQ, dan FLVQ-PSO. Berdasarkan hasil ujicoba, dapat ditunjukkan bahwa algoritma Backpropagationmemiliki performa akurasi yang lebih baik dibandingkan dua algoritma JST yang lainnya."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2011
AJ-Pdf
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
Arjo Baroto
"Berdasarkan jenis rotor, motor asinkron dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu motor asinkron rotor sangkar bajing (squirel cage rotor) dan motor asinkron rotor belitan (phase wound rotor). Rotor sangkar bajing mempunyai kumparan yang terdiri atas batang-batang konduktor yang berada pada celah dalam besi rotor dan setiap ujung batang konduktor terhubung singkat oleh suatu cincin. Rotor belitan mempunyai jumlah kutub yang sama seperti pada stator dan pada setiap kutubnya terlilit kumparan kawat tiga fasa. Pada setiap kumparan terdapat terminal dihubungkan oleh cincin slip (slip ring) terisolasi yang dipasang pada poros rotor. Sikat karbon yang terpasang pada cincin slip tersebut memungkinkan terminalterminal berada diluar motor. Keberadaan variabel resistor yang digunakan untuk pengaturan kecepatan motor digantikan oleh rangkaian elektronika daya bernama Static Kramer Drive (SKD) yang merupakan kombinasi dari Three wave bridge Rectifier dan Fully Controlled Bridge Rectifier. Pengaturan kecepatan dilakukan dengan cara mengendalikan sudut penyalaan pada thyrisitor yang terdapat dalam SKD. Pengaturan sudut penyalaan dilakukan oleh pengendali Proportional Integral Derivative (PID), sehingga pada saat terjadi pembebanan pada motor, kecepatan akan konstan sesuai dengan setpoint yang diinginkan. Hasilnya, dengan kombinasi antara SKD dan Controller PID maka rugi-rugi daya pada rotor dapat dikembalikan ke jala-jala dan lebih jauh lagi tidak ada perubahan yang signifikan pada kecepatan motor.
Asynchronous motor can be divided into two models. The first model is squirrel cage rotor and the second model is phase wound rotor. The Squirrel cage motor have bars that are connected into coils and located inside the rotor, each of the conductor are short circuit with the rings. The Phase wound rotor has equals poles with stator and each of the poles contains three phase coils. Each coil has terminals, which is connected by isolated slip ring. In the slip ring there is a carbon brush, which can be used to perform outside connection. Usually the variable resistor is used to control motor speed, but in Static Kramer Drive we use cascade converter, which contains three-wave bridge rectifier and fully controlled bridge rectifier. To control the speed we can adjust the firing angel from thyristor which is located in Static Kramer Drive. The PID controller controls the firing angle. The result shows that the losses in the rotor can be returned to sources and further more, the speed of the motor does not change."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S40715
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
Rinaldy Dalimi
"Changing the toad will affect to the value of the voltage at the customer side. In general, the voltage is very sensitive to the increasing or decreasing of the toad So that, it is needed to have the voltage regulator. The static VAR Compensator (SVC) can be used as a voltage regulator, which is responsive and accurate to maintain the voltage constant if the toad is changed."
2001
JUTE-15-2-Jun2001-189
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
Jong, Jek Siang
Yogyakarta: Andi, 2009
005.1 JON j
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library