Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 127591 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ahmad Riyanto
"Dengan perkembangan Internet yang pesat dan terus ditemukannya beberapa aplikasi jaringan seperti World Wide Web (WWW), e-mail serta perkembangan aplikasi yang memerlukan alamat IP global yang unik, pengalamatan IPv4 dianggap kurang mencukupi. Dilatarbelakangi kekurangan alamat IP inilah, IETF merekomendasikan IP generasi selanjutnya yang disebut IPv6. Dengan kelebihan utama berupa alamat IP 128 bit, IPv6 mampu mengalamatkan 2128 host atau setara dengan 3,4 x 10
Dalam skripsi ini, diujikan salah satu metode transisi dengan tunneling, yaitu ISATAP. Pengujian dilakukan untuk mengamati unjuk kerja web server pada jaringan ini. Sarana pengujian berupa test-bed yang terdiri dari lima buah PC yang terdapat pada Laboratorium Digital FTUI. Dari hasil pengujian, akan diamati parameter yang mewakili unjuk kerja web server berupa kecepatan transfer, jumlah koneksi per detik dan total waktu koneksi. Kemudian, hasil pengujian akan dibandingkan dengan unjuk kerja web server pada jaringan IPv4 dan IPv6.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa kecepatan transfer dan jumlah koneksi per detik yang dihasilkan oleh konfigurasi jaringan dengan tunneling ISATAP memiliki unjuk kerja yang paling baik (kecepatan transfer lebih baik 2,958% dari jaringan IPv4 dan lebih baik 4,047% dari jaringan IPv6, sedangkan jumlah koneksi per detik lebih baik 5,965% dari jaringan IPv4 dan lebih baik 8,139% dari jaringan IPv6). Dalam hal total waktu koneksi, total waktu koneksi pada jaringan dengan tunneling ISATAP lebih lama 8,095% dari jaringan IPv4 dan lebih lama 2,399% dari jaringan IPv6."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S40275
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Suyudiana
"IPv6 memiliki banyak keunggulan dibandingkan IPv4. Salah sam keunggulan IPv6 adalah kemampuannya clalam melakukan labeling sehingga qnalilv Q/'service dari sluatu pengiriman lelap texjaga. I-lal ini sangal pemlng khususnya untuk aplikasi real time. Kemampuan melakukan labeling tersebut dilakukan oleh header _/law label. Belum banyak penelitian mengenai kemampuan header flow label terkait clengan pengaruhnya terhadap uujuk kerja jaringan. Skripsi ini merupakan salah salu benluk penelilian lerhadap pengaruh dari header flow label dengan menggunakanjaringan les! ber/ yang dibangun oleh lima buah PC.
Dalam skripsi ini dilakukan pengujian terhaclap parameter laleucy , llzrougllpur dan round frip lime (RTT) pada kondisi dimana header flow label aktif dan tidal; aktif. Pengujian dilakukan untuk pakcl yang berbeda yaitu FTP dan ICMP. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terbukti header flow label mempengaruhi unjuk kexja jaringan. Hal ini dilunjukkan dengan perbedaan lcuetrcry dan rhrouglzpuz, dimana jil-ca heacler_flaw label diaktifkan. maka larency akan mengecil sampai dengan 130 %, sedangkan flu-ouglrpm membesar sampai 68,10 %.
Pada pengujian untuk pakel ICMP, header _/low label tidak lerlalu berpcngaruh bahkan harnpir tidak ada pengaruhnya. Hal ini dilandai dengan hasil pengujian yang hanya menunjukkan perbedaan sebesar 0,000l4 % untuk IC MP l6 byle dan 0,00042 % untuk ICMP 64 byle."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S39951
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ghiffari Aulia
"Pada skripsi ini akan dibangun suatu jaringan sederhana untuk mengamati performansi aplikasi transfer file pada jaringan IPv6 tunneling GRE dan ISATAP beserta perbandingannya. Tunneling IPv6 adalah fitur pada jaringan IPv6 untuk membantu migrasi jaringan IPv4 ke IPv6 secara bertahap. Pada proses integrasi ke jaringan tunneling, pemilihan tipe tunneling harus berdasarkan aplikasi yang dijalankan. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk membandingkan kedua tipe tunneling (GRE dan ISATAP) pada FTP berdasarkan parameter-parameter QoS. Parameter-parameter QoS yang dibandingkan merupakan parameter penting untuk menentukan tunneling mana yang lebih baik dalam mengantarkan paket TCP.
Throughput pada jaringan tunneling ISATAP mengalami kenaikan sebesar 0,15% dari throughput pada jaringan tunneling GRE. Delay juga tidak banyak berbeda, pada tunneling ISATAP delay hanya menurun sebesar 0,98%. Perbedaan yang signifikan terjadi pada packet loss dimana ISATAP mempunyai packet loss yang lebih besar, yaitu 7,488% dibandingkan packet loss pada GRE yang bernilai 5,562%. Oleh karena itu, tunneling GRE lebih baik digunakan pada aplikasi FTP jika koneksi antar router yang membentuk tunnel tidak stabil dan sering mengalami gangguan interferensi yang menyebabkan paket hilang saat pengiriman file.

This thesis will design a testbed to measure file transfer performance on IPv6 tunneling GRE and ISATAP including the comparison. IPv6 tunneling is a feature in IPv6 to help network migrate from IPv4 network to IPv6 network gradually. In the process of integration, choosing the type of tunneling has to be based on running application on the network. This paper aims to compare two type of tunneling (GRE and ISATAP) on FTP by referring to their QoS parameters. These QoS parameters are important to select the best tunneling type between GRE and ISATAP when transporting TCP packets.
ISATAP tunneling throughput on the network has increased by 0.15% of the throughput on the network GRE tunneling. Delay is also not much different, the ISATAP tunneling delay only decreased by 0.98%. Significant differences occurred in which the ISATAP packet loss have a greater packet loss, which is 7.488% as compared to the GRE packet loss is 5.562%. Therefore, GRE tunneling is better used on FTP when connection between the routers making the tunnel is not stable and often get interference that can make packet lost during file transfer.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S44402
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Taofik Haryanto
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S39966
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
E Diamond C P
"ABSTRAK
Jaringan Mobile IPv6 mendukung Mobile Node untuk tetap terhubung kepada
titik akses jaringan dan berpindah ke titik akses lain tanpa harus melakukan
koneksi ulang. Pada jaringan vertical mobile, perpindahan titik akses disebut
handover yang dan didukung dengan dua jenis metode komunikasi antara
Correspondent Node dengan Mobile Node, yaitu Bidirectional Tunneling dan
Route Optimization. Untuk mengetahui performansi jaringan pada kedua jenis
metode komunikasi tersebut, dibuat suatu jaringan MIPv6 sederhana dan diukur
beberapa parameter performansi seperti transfer time, delay, dan throughput. Pada
skripsi ini akan digunakan aplikasi File Transfer Protocol (FTP).
Hasil pengukuran membuktikan bahwa transfer time dengan metode komunikasi
Route Optimization lebih cepat 8.82% pada Home Link dan lebih cepat 32.49%
pada Foreign Link, delay dengan metode komunikasi Route Optimization lebih
kecil 8.85% pada Home Link dan lebih kecil 32.50% pada Foreign Link, dan
throughput dengan metode komunikasi Route Optimization meningkat sebesar
9.71% pada Home Link dan meningkat sebesar 47.71% pada Foreign Link.

Abstract
Mobile IPv6 networks support Mobile Nodes to stay connected to the network
access point to another without having to do a connection reset. On the network
the mobile vertical displacement called handover and is backed with two methods
or communication between Mobile Node and Correspondent Node with
Bidirectional Tunneling and Route Optimization. To find out which network
performance on both types of communication methods, has made a simple MIPv6
network and be measured several parameter such as transfer time, delay, and
throughput. Here will be using File Transfer Protocol (FTP) application.
The result prove that the transfer time measurement with Route Optimization
method 8.82% faster on the Home Link and 32.49% faster on the Foreign Link,
delay measurement with Route Optimization method 8.85% faster on the Home
Link and 32.50% faster on the Foreign Link, throughput measurement with Route
Optimization method increase 9.71% on the Home Link and increase 47.71% on
the Foreign Link."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S43313
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rhaka Naufan Azmi
"ABSTRAK
Jaringan Mobile Internet Protocol adalah feature yang terdapat pada Ipv4 dan Ipv6 dan memungkinkan mobile device untuk dapat diidentifikasikan dengan menggunakan IP tunggal walaupun device tersebut berpindah dari satu jaringan (home network) ke jaringan lainnya (foreign network). Proses perpindahan tersebut dinamakan handover yang dibedakan menjadi horizontal dan vertical handover. Untuk mengetahui performa jaringan dengan kedua jenis handover tersebut, dapat diukur beberapa parameter QoS seperti throughput, delay, packet loss dan transfer time. Skripsi ini menggunakan aplikasi game flash yang akan diukur QoSnya. Pengukuran dilakukan dengan cara memainkan aplikasi antara server dan client. Dari hasil pengukuran QoS, dapat dilihat bahwa proses horizontal handover memiliki performa yang lebih baik dibandingkan proses vertical handover. Selisih performa skenario vertical handover dengan horizontal handover untuk parameter throughput, delay, packet loss, dan transfer time adalah 21,61%, 18,43%,20% dan 23,48%.

Abstract
Mobile Internet Protocol is a network feature contained in the IPv4 and IPv6 and enable mobile devices to be identified by using a single IP even though the device is moved from one network (home network) to another network (foreign network). Transfer process is called handover is divided into horizontal and vertical handover. To find out the network performance with both types of handover, the QoS can be measured several parameters such as throughput, delay, packet loss and transfer time. This thesis uses flash game application to be measured QoSnya. Measurements were performed by means play between server and client applications. Of QoS measurement results can be seen that the horizontal handover has better performance than the vertical handover process. Difference in the performance of vertical handover scenarios with horizontal handover to the parameters throughput, delay, packet loss, and transfer time is 21.61%, 18.43%, 20% and 23.48%."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S43552
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Mahesa Adhitya Putra
"Jaringan Mobile Internet Protocol adalah suatu fitur yang terdapat pada IPv6 yang memungkinkan Mobile device dapat diidentifikasikan menggunakan IP tunggal walaupun terjadi perpindahan koneksi dari satu jaringan (Home Network) ke jaringan lain (Foreign Network) tanpa mengganggu proses aplikasi yang sedang berjalan. Performa jaringan akan diuji menggunakan threat (serangan) dan diukur dengan parameter transfer time, delay dan throughput. Aplikasi yang digunakan adalah FTP (File Transfer Protocol). Hasil penyerangan tersebut dibandingkan antara sebelum dan sesudah dilakukan penyerangan di Home Network dan Foreign Network. Serangan yang paling besar pengaruhnya adalah di Foreign Network dengan Denial of Service 24 thread, dimana transfer time meningkat 31.05%, delay meningkat 25.38% dan throughput menurun 18.97% dibandingkan dengan sebelum diserang.

Mobile Internet Protocol is a feature contained in IPv6 which enable Mobile device to be identified by using a single IP even though the connection is moved from a network (Home Network) to another network (Foreign Network) without intruding application processing. Network performance is tested using two threats and measured using transfer time, delay and throughput as parameters. The application used in the form is FTP (File Transfer Protocol). The results will be compared before and after attacked in Home Network and Foreign Network. The result shows that the most affected network is Foreign Network with 24 thread of Denial of Service, where transfer time increased 31.05%, delay increased 25.38% and throughput decreased 18.97% compared to before attack."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S47637
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zulfahmi
"Transmission Control Protocol (TCP) merupakan protokol yang berfungsi untuk mengatur aliran data antar dua komputer, atau disebut dengan transport protocol. TCP Vegas merupakan salah satu jenis TCP yang diperkenalkan pada tahun 1995 oleh Brakmo [1]. Kemacetan yang terjadi pada sistem komunikasi data bila tidak ditangani dengan baik maka akan sangat mempengaruhi unjuk kerja sistem tersebut. Pembuangan paket data akan dilakukan untuk mengatasi kemacetan. Random Early Detection (RED) merupakan salah satu teknik pembuangan data yang dapat digunakan untuk mengatasi kemacetan yang muncul akibat jumlah data yang telah melebihi kapasitas buffer pada router (overflow) [2]. RED yang diperkenalkan pada tahun 1993, menggunakan TCP Tahoe sebagai transport protocol pada end user [2]. Tahap slow start yang terdapat pada TCP Tahoe bekerja dengan meningkatkan jumlah pengiriman data secara eksponensial dalam waktu yang singkat sehingga menyebabkan banyaknya paket data yang terbuang [3]. Oleh sebab itu modifikasi pada TCP Tahoe dapat meningkatkan unjuk kerja dari teknik RED. TCP Vegas memodifikasi teknik Slow Start yang terdapat pada TCP Tahoe.
Penelitian ini mensimulasikan dan menganalisa unjuk kerja clan TCP Vegas yang dikombinasikan dengan teknik RED. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan mengkombinasikan TCP Vegas dengan teknik RED dapat mengurangi jumlah data yang dibuang.

Transmission Control Protocol (TCP) is a protocol that manages data flow between two computers, called transport protocol. TCP Vegas is one of TCPs which is proposed in 1995 by Brakmo [1]. The Congestion will lead to bad performance of communication system if it is not well overcome. Usually, packet dropping will be done in order to alleviate congestion. Random Early Detection (RED) is a packet dropping policies that can be used to overcome congestion due to packet overflow in a router [2]. RED technique that is proposed in 1993, used TCP Tahoe as end user protocol [2]. Slow start phase which is a part of TCP Tahoe technique that increases data transfer rate exponentially in short time made a packet loss in large amount [3]. That's why a modified end user protocol may improve the performance of RED. TCP Vegas is a end user protocol that modified TCP Tahoe's slow start technique.
This research simulates and analyzes performance of Transmission Control Protocol (TCP) Vegas with Random Early Detection (RED) technique. The Result shows that the combination of TCP Vegas and RED can decrease the packet loss.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
T14607
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zulfahmi
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
TA3258
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Wildan
"Seiring dengan perkembangan teknologi informasi baik data, voice, maupun video melalui jaringan TCP/IP, sedangkan bandwidth yang tersedia pada jaringan relatif terbatas, maka perlu adanya suatu mekanisme pengaturan pemakaian bandwidth tersebut. Pengaturan bandwidth bisa dilakukan oleh bandwidth manager yang memiliki kemampuan mengatur trafrk data yang melewatinya. Dalam togas akhir ini akan dirancang bandwidth manager CBQ, yaitu suatu hardware yang terbuat dari sebuah komputer yang diinstall software linuxdan free software lain, seperti software CBQ yang berfungsi mengatur bandwidthTCPIIP yang memiliki harga relatif jauh lebib murah dibandingkan dengan bandwidth manager dipasaran. Web Interface sebagai alat bantu penginputan konfigurasi juga akan diterapkan pads bandwidth manager CBQ untuk menghindari kesalahan pada pembuatan konfigurasi CBQ.
Dalam tugas akhir ini juga akan dibuat konfigurasi bandwidth manager CBQ untuk mengatur bandwidh pada jaringan PT. Capella dengan tujuan sebagai berikut: Menjamin pemakaian bandwidth internet oleh aplikasi-aplikasi penting seperti Email, Web browsing, Ftp. Menyesuaikan apokasi bandwidth dengan karakteristik transfer data suatu aplikasi atau protokol. Sebagai contoh aplikasi akses web dan akses ftp ke internet memiliki bandwidth upload lebih kecil dibandingkan dengan bandwidth download, sedangkan akses web server internal dan akses f1p server internal dari internet memiliki karakteristik bandwidth upload lebih besar dibandingkan dengan bandwidth download. Serangkaian aturan tersebut di-set pada Bandwidth Manager CBQ, sehingga pemakaian bandwidth internet pada jaringan komputer tersebut menjadi lebih optimal."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S40015
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>