Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 134519 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1998
S37174
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hernadi
"Perkembangan teknologi yang sangat dituntut perkembangannya oleh manusia telah melahirkan banyak sekali kemajuan pada teknologi itu sendiri, salah satunya adalah terdapat pada bidang pengobatan dan biomedis dimana dalam perkembangannya memerlukan cold storage yang mampu mencapai temperatur -80°C. Penggunaan sistem refrigerasi siklus tunggal hanya dapat mencapai temperatur efektif sekitar -40°C. Untuk mecapai temperatur -80°C digunakanlah sistem refrigerasi dengan menggunakan 2 siklus tunggal (cascade). Selama ini penggunaan refrigeran pada sirkuit temperatur rendah masih menggunakan refrigeran yang mengandung zat perusak ozon atau penyebab pemanasan global, sehingga diperlukan alternatif refrigeran alamiah yang ramah lingkungan seperti hidrokarbon dan CO2.
Sistem refrigerasi cascade memiliki karakteristik yang tergantung pada refrigeran dan komponen dari sistem terutama alat ekspansi yang dalam hal ini digunakan pipa kapiler. Oleh sebab ini dilakukan penelitian optimalisasi variasi panjang pipa kapiler pada mesin pendingin cascade dengan campuran Ethane dan CO2. Penelitian ini mengivestigasi sistem refrigerasi cascade yang menggunakan komposisi 70% Ethane dan 30% CO2 dan variasi panjang pipa kapiler dengan diameter 0.054 inch adalah 6 m dan 3 m.

The development of technology is demanded by many people have think out many progress, one of them is on the development of medical and biomedical that requires cold storage that capable of reaching -80oC temperatur. The use of a single cycle refrigeration system only able to achieve effective cooling temperature of -40°C. To reach such a low temperature, cascade refrigeration system used. The low temperature-circuit cascade refrigeration systems that exist today still using refrigerants that contain ozone-depleting substances or the cause of global warming, thus it needs alternatives that are environmental friendly natural refrigerans such as hydrocarbon and CO2.
Cascade refrigeration system has characteristics that depend on the refrigeran and the components of the system, especially the expansion device used in this case the capillary tube. Because of that, optimization research was carried out capillary tube length variation in cooling engine cascade with a mixture of Ethane and CO2. This research investigates cascade refrigeration system that uses 70% Ethane and 30% CO2 composition in refrigerant mixture and variations of capillary tube length are 6 m and 3m with the diameter is 0.054 inch.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42289
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Deny Eva Tri Pambudi
"Ilmu Pengobatan dan biomedis dalam perkembangan penelitianya memerlukan cold storage yang mampu mencapai temperatur -80°C. Untuk mencapai temperatur rendah tersebut digunakan sistem refrigerasi autocascade. Selama ini sistem refrigerasi autocascade menggunakan refrigeran yang mengandung zat perusak ozon atau penyebab pemanasan global. Karena itu, diperlukan alternatif refrigeran alamiah yang ramah lingkungan diantaranya yaitu hidrokarbon. Sistem refrigerasi Autocascade memiliki karakteristik yang tergantung pada refrigeran dan komponen dari sistem terutama alat ekspansi yang dalam hal ini digunakan pipa kapiler maka dari itu dilakukan penelitian optimalisasi variasi panjang pipa kapiler pada mesin pendingin autocascade dengan campuran refrigeran hidrokarbon.
Penelitian ini menginvestigasi sistem refrigerasi autocascade yang menggunakan empat campuran refrigeran dan variasi panjang pipa kapiler dengan diameter 0.028 inch. Refrigeran yang digunakan adalah Butana, propane, etana, dan metana dengan komposisi campuran 29% butana, 50% propane, 19,3% etana, dan 1.7% metana.Variasi panjang pipa kapiler yang dilakukan pada dua titik ekspansi adalah dengan mengkombinasikan antara panjang 15 m dengan 2 m. Penelitian ini menunjukkan bahwa temperatur evaporasi terendah diperoleh pada kombinasi panjang pipa kapiler pada ekspansi I adalah 2 m dan ekspansi II adalah 2 m.

Medical and biomedical sciences in the development treatment require cold storage capable of reaching -80°C temperatures. To achieve such a low temperature refrigeration systems used autocascade. During this autocascade refrigeration systems using refrigerants that contain ozone-depleting substances or the cause of global warming. Hence, it needs alternatives that are environmentally friendly natural refrigerants among which hydrocarbons. Autocascade refrigeration systems have characteristics that depend on the refrigerant and the components of the system, especially the expansion device used in this case the capillary tube from the optimization study was carried out capillary tube length variation in engine cooling autocascade with a mixture of hydrocarbon refrigerants.
This study investigates autocascade refrigeration system that uses a mixture of four refrigerant and variations of the length of the capillary tube with a diameter 0028 inch. Refrigerant used is butane, propane, ethane, and methane with a mixture composition of 29% butane, 50% propane, 19,3% ethane, and 1.7% metana.Variations of capillary tube length is done between two points of expansions that combine 15 m and 2 m lengt. This study shows that the lowest evaporation temperature obtained on a combination of capillary tube length of the expansion I is 2 m and expansion II is 2 m.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S53436
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zico Adysaputra
"Cryosurgery adalah salah satu jenis pengobatan medis yang digunakan untuk membunuh sel kanker yang ada di dalam maupun luar tubuh manusia dengan melakukan pendinginan secara berulang-ulang hingga mencapai temperatur pendinginan cryo pada temperatur -500C dan sel kanker tersebut akan mengalami frost bites. Campuran zeotropis hidrokarbon merupakan refrigeran alternatif yang menjanjikan dan ramah lingkungan. Studi simulasi dan eksperimen pada mesin pendingin joule?thomson mengindikasikan campuran hidrokarbon dikompinasikan dengan nitrogen dan helium dapat mencapai temperature hingga -178 oC tanpa pemakain heater (N.S Walimbe et.al, 2008). Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini akan berkonsentrasi pada pencapaian temperature yang optimal serta pengaruh perubahan komposisi massa refrigeran dan dampak variasi panjang pipa kapiler 0,049 inci terhadap perubahan temperature di evaporator.

Cryosurgery is one of medical method used to destroy cancer cells that exist within and outside the human body by performing cooling repeatedly until reaching the cryo temperature at -50 0C. An zeotropic mixture of hydrocarbon is a promising alternative refrigerant. Past simulation and experiment studies indicate that this refrigerant mixture hydrocarbon combination with nitrogen and neon was able to achieve temperature of -178oC without heater (N.S Walimbe et.al, 2008). this study will be concentrating on the effect of a change of refrigerant mixture?s composition during circulation in joule-thomsosn refrigeration system through experiment. The main objective of this study is to obtain the optimum composition mixture of refrigerant and to study the effect of longer capillary tube."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
S1531
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ardi Yuliono
"Pengobatan dan penelitian biomedis memerlukan cold storage yang mampu mencapai temperatur -80°C dan untuk mencapai temperatur rendah tersebut digunakan sistem refrigerasi autocascade. Selama ini sistem refrigerasi autocascade menggunakan refrigeran yang mengandung zat perusak ozon atau penyebab pemanasan global. Karena itu, diperlukan alternatif refrigeran alamiah yang ramah lingkungan diantaranya yaitu hidrokarbon. Sistem refrigerasi Autocascade memiliki karakteristik yang tergantung pada refrigeran dan komponen dari sistem terutama alat ekspansi yang dalam hal ini digunakan pipa kapiler maka dari itu dilakukan penelitian optimalisasi variasi panjang pipa kapiler pada mesin pendingin autocascade dengan campuran refrigeran hidrokarbon.
Penelitian ini menginvestigasi sistem refrigerasi autocascade yang menggunakan beberapa variasi campuran refrigeran dan variasi panjang pipa kapiler dengan diameter 0.028 inch. Campuran refrigeran hidrokarbon yang digunakan, yaitu Butana/Etana/Metana dengan variasi komposisi dalam perbandingan massa : 16g Butana/ 20g Etana/ 4g Metana, 18g Butana/ 14g Etana/ 8g Metana, dan 30g Butana/ 8g Etana/ 2g Metana. Adapun variasi panjang pipa kapiler yang dilakukan pada penelitian ini adalah 15 meter, 12 meter, 9 meter, 6 meter, 3 meter, 2 meter dan 1 meter. Penelitian ini menunjukkan bahwa temperatur evaporasi terendah diperoleh pada komposisi campuran refrigeran Butana/Etana/Metana : 16g Butana/ 20g Etana/ 4g Metana dan kerja optimal mesin pendingin autocascade ini adalah dengan panjang pipa 6 meter.

Biomedical treatment and biomedical requiring cold storage are able to reach the temperature-80°C and to achieve such a low temperature used refrigeration system autocascade. During this autocascade refrigeration systems use refrigerants that contain ozone or global warming. Because of that, they need an alternative environment-friendly natural refrigerants such as the hydrocarbons. Autocascade refrigeration system has characteristics which depend on the refrigerant and components of the system, especially the expansion tool which is used in this case the capillary tube from the optimization study was done a long variation of the capillary tube to the refrigeration autocascade with a mixture of hydrocarbon refrigerants.
This study investigates autocascade refrigeration systems that use some variation of a refrigerant mixture and the variation of capillary length with diameter 0.028-inch. Mixture of hydrocarbon refrigerants used, the Butane / Ethane / Methane with composition variations in the ratio of mass: 16g Butane / 20g Ethane /4g Methane, 18g Butane / 14g Ethane / 8g Methane, and 30g Butane / 8g Ethane / 2g Methane. The capillary length variation made in this study is 15 meters, 12 meters, 9 meters, 6 meters, 3 meters, 2 meters and 1 meter. This study shows that the lowest evaporation temperature obtained on the composition of refrigerant mixture of Butane / Ethane / Methane: 16g Butane / 20g Ethane / 4g Methane and optimal working autocascade refrigeration pipe length is 6 meters.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S50932
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Surya Fikri Utomo
"Kegiatan pengobatan dan penelitian biomedis membutuhkan cold storage untuk menyimpan spesimen biomedis seperti sel induk (stem cells), sperma, darah dan organ-organ lainnya dalam jangka waktu yang cukup lama. Organ-organ tersebut membutuhkan ruang pendingin yang mampu mencapai temperatur -130°C atau lebih rendah yang disebut ultra low cold storage (Aprea, 2009).
Sejatinya, refrigeran jenis CFC (Chloro-Fluoro-Carbon) memegang peranan penting dalam perkembangan sistem refrigerasi. Refrigeran CFC memiliki banyak keutamaan-keutamaan yang pada waktu itu sangat menguntungkan untuk dipergunakan sebagai komoditas refrigerant dunia. Penelitian pendahuluan simulasi dan eksperimental mesin pendingin cascade dua tingkat dengan refrigeran ramah lingkungan telah terbukti mampu mencapai -80oC (Nasruddin, 2008 & 2009), sehingga bila dilakukan penelitian lebih lanjut akan mencapai temperatur lebih rendah dari -100°C dengan mesin pendingin autocascade.
Pada percobaan ini hasil yang didapat adalah temperatur optimum yang mampu dicapai adalah -42°C, dengan pressure diatas 2 bar dengan komposisi propane 1100 gr dan ethane 200 gr. Meski high-system sudah dapat dikatakan baik, dengan mencapai -31°C, namun low-system masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai komposisi refrijeran yang baik.

Medicine and biomedical research activities require cold storage to store the biomedical specimens such as stem cells, sperm, blood and other organs within a period of time. These organs require cooling chamber which is able to reach temperatures 130°C or lower, called ultra low cold storage (Aprea, 2009).
Indeed, refrigerant type CFC (Chloro-Fluoro-Carbon) plays an important role in the development of the refrigeration system. CFC refrigerants has many virtues which at that time was very advantageous to be used as the world refrigerant commodity. Preliminary simulation studies and experimental cascade refrigeration machine with two levels of environmentally friendly refrigerants have proven capable of achieving, -80°C (Nasruddin, 2008 & 2009), so if further investigation to reach temperatures lower than 100 oC with the engine-cooling autocascade.
In this experiment the results obtained are able to achieve the optimum temperature is -42°C, a pressure above 2 bar with a composition of 1100 gr propane and 200 gr ethane. Although high-system are well enough, reaching -31°C, but the low-system still needs further research on the best refrigerant composition.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S42135
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Choirun Cahyoabdi
"Torch brazing adalah salah satu metode brazing berdasarkan sumber panas. Metode ini dalam proses penyambungan logam tergolong liquid-solid state thermochemical dan pada umumnya digunakan dalam penyambungan pipa. Proses brazing ini memanaskan logam pengisi hingga mencapai titik leleh tanpa melampaui titik leleh logam dasar yang akan disambung. Logam pengisi akan memberikan sambungan yang kuat pada logam dasar setelah mengalami pendinginan. Pemberian tekanan dan panjang lap joint pada proses brazing akan berpengaruh pada kualitas sambungan.
Pada penelitian ini akan diketahui pengaruh tekanan dan panjang lap joint terhadap kekuatan sambungan pipa baja rendah karbon bundy dan tembaga C1100T. Konfigurasi yang paling optimal pada panjang lap joint akan diketahui dari hasil beban tarik. Beban tarik dan jarak antar sambungan adalah faktor yang mempengaruhi kekuatan dari sambungan brazing. Hasil penelitian menunjukkan tekanan memiliki pengaruh lebih besar daripada panjaang lap joint terhadap logam tak sejenis menggunakan torch brazing.

Torch brazing is one method of brazing based on the heat source. This method as the process of joining metals in classified as liquid-solid state thermochemical and generally used in the joining pipe. This process heats the brazing filler metal until it reaches the melting point without exceeding the melting point of the base metals to be joined. The filler metal will give strong joining to the base metal after cooling. Giving pressure and length of lap joint in the brazing process will affect the quality of the joining.
This research will investigate the effect of pressure and length of lap joint to joint strength of low carbon steel bundy tube and C1100T copper. The most optimal configuration between length of lap joint will be known from the result of shear load, which are the factors that affect joint strength of brazing. The result shows that the pressure have effect bigger than length of lap joint for dissimilar metal using torch brazing.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2015
S59436
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Feisul Fadely
"Kebutuhan lemari pendingin sudah menjadi hal yang umum. Hal ini mengakibatkan peningkatan produksi refrigerant yang tidak ramah lingkungan. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan refrigerant hidrokarbon yang ramah lingkungan. Refrigeran yang digunakan adalah R-600a dan HC 134. Pengujian dilakukan pada suhu lingkungan 30 - 36°C. Lalu dilakukan analisa dengan melihat suhu dari kondenser dan evaporator. Suhu evaporator diambil suhu ratarata dari 10°C sampai -4°C. Diharapkan didapat hasil yang lebih baik dari refrigerant hidroflorocarbon. Pengolahan data dibantu dengan software coolpack. Penggunaan fotovoltaik pada lemari pendingin hanya bertujuan agar lemari pendingin dapat digunakan didaerah terpencil.

The need of refrigerator has become an ordinary matter. This cause an increase in the production of refrigerant that not environmental friendly. One of the solution is by using hydrocarbon refrigerant which is environmental friendly. The refrigerant in use are R-600a and HC 134. The test is being done in ambient temperature between 30 - 36°C. Then the analysis is done by seeing the condenser and evaporator temperature. The mean evaporator temperature taken is between 10 and -4°C. Coolpack software is used to help the analysis. And hoping that the result is better than hydroflourocarbon refrigerant. The reason of using photovoltaic is to make refrigerator can be used in remote area."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2007
S37951
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Two things that become world concern are energy crisis and environmental problem, Refrigerator is
one of the causes of the problems either direct or indirect. Refrigerator uses electricity source that comes
front fossil fuel as indirect cause of energy crisis and environmental' problem which contributes to ozone
depletion and global warming by using the refrigerant. Therefore we need a solution that can answer
the problems. The solution is photovoltaic refrigerator .system with hydrocarbon refrigerant. This system
uses photovoltaic module connected to the inverter. The function of inverter is to convert i2 Volt DC
electric voltage from photovoltaic module into 220 Volt A C electric voltage, The refrigerant are
hydrocarbon R-600a and HC-134 which charged at 20 bar pressure. The experiment shows that the
inverter which suitable for refrigerator is pure sine wave inverter type and the alternative refrigerant is
R-600a. Refrigerator with photovoltaic module can be used until 21.5 hours without charging.
"
Jurnal Teknologi, 21 (4) Desember 2007 : 265-273, 2007
JUTE-21-4-Des2007-265
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>