Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 35428 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Inggrid Christiana Ratna Dewi
"Skripsi ini membahas nilai-nilai moral di dalam Babad Ponorogo. Nilai-nilai moral ini dianalisis untuk mencari jati diri masyarakat ponorogo. Teori yang digunakan adalah teori sistem nilai budaya yang dikemukakan oleh C. Kluckhohn (1961), sedangkan metodologi yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Pada Babad Ponorogo, ada 17 nilai moral yang diperoleh. Ketujuh-belas nilai moral tersebut mencakup hakekat hidup yaitu keimanan, keadilan, demokrasi, kerukunan, bersyukur, berprasangka baik, menjauhkan diri dari hawa napsu, dan kesabaran; hakekat karya manusia nilai moral yaitu gotong-royong, keadilan, keberanian, kemandirian, amanah, dan rajin bekerja; persepsi manusia tentang waktu nilai moralnya yaitu bersikap realistis; pandangan manusia terhadap alam sekitar dengan menghargai alam; hakekat hubungan manusia dengan sesama yaitu amanah, keadilan, tidak pamrih, tolong-menolong, rendah hati, dan kejujuran. Nilai-nilai moral yang terdapat di dalam Babad Ponorogo tersebut dapat dijadikan sebagai jati diri masyarakat Ponorogo.

This thesis discusses the moral values in the Babad Ponorogo. These moral values are being analyzed to find the identity of Ponorogo's community. The theory that being used is the theory of cultural value system by C. Kluckhohn (1961) and the methodelogical that being used is analytical descriptive. Babad Ponorogo has seventeen moral values. These seventeen moral values includes the essence of life: faith, justice, democracy, harmony, gratitude, prejudiced good, stay away from the passions, and patience; the essence of the moral values of human work are mutual help, justice, courage, independence, trust, and diligent work; human perception of time for being realistic; human view of the environment with respect for nature; the essence of human relationships with others that are trustworthy, fairness, no strings attached, mutual help, humility, and honesty. Moral values contained in the Babad Ponorogo can be used as identity Ponorogo society."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2011
S514
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Iddah Bio Watti
"Skripsi ini membahas citra moral Wiralodra yang tercermin dalam Babad Darmay (BD), sebagai sastra sejarah BD dijadikan alat penyampaian moral bagi masyarakat Indramayu. BD yang disalin oleh H.R Sutadji pada tahun 1988 menceritakan tentang perjalanan Wiralodra dalam membangun cikalbakal Indramayu (Darmayu). Citra moral Wiralodra dibangun dalam setiap aspek BD. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian ini adalah citra moral Wiraldora dalam BD dapat dijadikan pedoman moral bagi masyarakat Indramayu, karena BD masih relevan dengan masyarakat masa kini.

This papaer is study about Wiralodra_s moral images that refelcted on Babad Darmayu (BD). As history literature, BD is used for moral dissemination of the Indramayu people. BD that copied by H.R. Sutadji on 1988 are talk about the journey of Wiralodra on creating the very BD_s aspect. This qualitative research with descriptive design. This research is try to extract the Wiralodra_s moral images so that can be used as moral deirective for Indramayu_s society, becouse BD are still relevant with nowdays people."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S11674
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Phillipus Kenny Wincana
"Skripsi ini membahas tentang bagaimana nilai moral giri dan ninjō tercermin dalam drama televisi Jin. Tujuan dari penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif ini adalah menjelaskan nilai moral giri dan ninjō yang tercermin dalam drama televisi Jin, kemudian menganalisis kedua nilai moral tadi dengan teori nilai yang dikemukakan oleh S.H. Schwartz dan W. Bilsky. Penelitian ini mendapat kesimpulan bahwa nilai moral giri dan ninjō tercermin pada dialog antartokoh dalam drama televisi Jin, dan keduanya sesuai dengan teori nilai milik Schwartz dan Bilsky.

This thesis focused on how giri and ninjō moral values reflected in Japanese television series Jin. The main point of this qualitative research, which uses analytical description method, is to describe giri and ninjō in television series Jin, and having both moral values analyzed with the value theory concepted by Schwartz dan Bilsky afterwards. The research comes to a conclusion that giri and ninjō moral values in the series reflected through dialogues between characters, and both moral values go along with the value theory concepted by Schwartz and Bilsky."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2011
S255
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Heidyanne Rahajeng Kaeni
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai moral yang terungkap
dalam cerita rakyat Betawi pada buku teks “Pendidikan Lingkungan Budaya
Jakarta (PLBJ)” untuk siswa SD. Ancangan penelitian ini didasarkan pada teori
Analisis Wacana Kritis Van Dijk (2008; 2009) yang menggunakan pendekatan
sosiokognitif untuk menunjukkan kesesuaian atau pertentangan pemahaman
wacana dengan konteks sosial. Beberapa teori lain seperti teori Alwi, et. al. (2003)
tentang pemerian kalimat dalam tata bahasa baku Bahasa Indonesia serta teori
proposisi makro dan skema naratif Van Dijk (1980) juga diterapkan untuk
mengalisis struktur teks. Sementara itu, kesesuaian atau pertentangan pemahaman
wacana dengan kesepakatan sosial atas nilai-nilai moral diuji dengan
menggunakan prinsip moral dasar Magnis-Suseno (1987). Hasil penelitian
memperlihatkan bahwa pembaca diarahkan untuk memahami tindakan-tindakan
dalam teks sebagai tindakan yang bernilai positif. Namun, temuan menunjukkan
bahwa tindakan tokoh-tokoh dalam teks cenderung digambarkan dengan kata-kata
berkonotasi negatif dan beberapa teks cenderung menggunakan kekerasan atau
perkelahian sebagai konsekuensi atas tindakan tertentu. Dari temuan yang
diperoleh, terlihat bahwa tindakan tokoh-tokoh yang terungkap dari teks cerita
rakyat Betawi dalam buku PLBJ untuk siswa SD melanggar nilai-nilai moral yang
menjadi kesepakatan sosial.

ABSTRACT
The objective of this paper is to analyze the moral values of Betawi folktales in
“Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta (PLBJ)” textbook for elementary
students. This study employs Van Dijk’s Critical Discourse Analysis (2008; 2009)
as the core theory which applied sosiocognitive approach to explain how
comprehension of the discourse and social context corresponds or contradicts each
other. In addition, other theories such as sentence division in Bahasa Indonesia
grammar by Alwi, et. al. (2003) and macroproposition as well as narrative schema
by Van Dijk (1980) are applied to analyze the text structures while basic moral
principles by Magnis-Suseno (1987) is used to examine the moral values of the
stories. The results demonstrate that character behaviours in the stories can be
viewed as examples with positive values by readers. Meanwhile, those behaviours
are likely described using words with negative connotation and some texts tend to
utilize violence as consequences to certain behaviours. These findings suggest that
the behaviours in Betawi folktales in “Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta”
textbook for elementary students fail to comply with basic moral principles thus
cannot be consented by society."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
T39069
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yusuf Qardhawi
Jakarta: Robbani Press, , 2001
297.633 YUS p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
PATRA 11 (3-4) 2010 (1)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Lutfi Kurniawan
"Penerapan nilai-nilai moral Islami menjadi salah satu permasalahan yang ada pada sekolah Islam. Terdapat inkonsistensi antara moralitas yang diajarkan di kelas dengan moralitas pada kehidupan sehari-hari siswa. Studi-studi terdahulu hanya memaparkan aspek kurikulum yang hanya memberikan pengetahuan tentang moral Islam, tetapi tidak pada level praktik di sekolah Islam dan guru yang kurang bisa menjadi role model dalam menerapkan nilai-nilai Islami pada siswa-siswinya, menjadi faktor utama berhasil-tidaknya penerapan nilai-nilai moral Islami pada siswa-siswi di sekolah Islam. Melengkapi studi-studi sebelumnya, argumentasi dalam penelitian ini adalah perilaku Islami juga dibentuk dari tiga hal lain, yakni latar belakang religiusitas keluarga, budaya hedonisme, dan teman sebaya serta deviant culture yang ada pada ruang lingkup pertemanan siswa-siswi di sekolah Islam. Studi ini secara khusus menggambarkan perilaku Islami yang inkonsisten pada siswa-siswi sekolah X, di Kota Jakarta Selatan dan faktor yang melatarbelakangi keinkonsistenan tersebut. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa inkonsistensi perilaku moral Islami pada siswa-siswi di sekolah Islam juga dapat disebabkan oleh hal-hal lain yang sifatnya eksternal atau di luar sekolah, yaitu oleh tiga argumen utama penelitian ini.

The implementation of Islamic morality values and ethics are one of those problematic things found in Islamic school. There is an inconsistency between Islamic morality values that had been thought in the class to the students and in the implementation of them in the students’ daily basis life. Several studies before shows that only curriculum aspect that only taught the students cognitively about Islamic morality values and ethics, not until the practical levels or on how it is supposed to be implemented, and the teacher that less likely could be a role model in implementing Islamic morality values and ethics, as main factor of either the implementation of the Islamic morality values and ethics would be succeeded or not. In completing previous studies, arguments of this research are religiosity background of the family, the hedonism culture, and peer circumstances of the students in the Islamic school. This studies specifically pictures the Islamic behavior of students in the school X, in South Jakarta region and what factors that could support those Islamic behaviors. This studies uses qualitative method, and the data are gathered through the in-depth interview. The result of this research shows that those inconsistencies might occur because of external factors, which are the main arguments of this studies. "
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2019
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Noneng Fatonah
"Penelitian mengenai nilai-nilai moral yang tercermin dalam manga Doraemon bertujuan untuk menjelaskan nila-nilai moral seperti apa yang tercermin dalam manga Doraemon yang dapat dijadikan sumber pembelajaran moral bagi anak-anak Jepang. Dasar teori yang digunakan adalah teori amae menurut Takeo Doi, teori Giri Ninjou menurut Ruth Benedict, teori kejujuran dan kesetiaan menurut Izano Nitobe. M etode yang digun akan adalah studi pustaka. Data yang penulis peroleh, penulis kumpulkan, baca dan dicari data-data yang relevan dengan penelitian. Setelah itu, data-data tersebut penulis pahami dan interp retasikan sendiri, kemudian penulis deskrip sikan kembali dalam skrip si ini. Setelah memaparkan sejumlah data dan menganalisisnya, pada akhir penelitian ditarik kesimpulan bahwa dalam manga Doraemon tercermin nilai moral amae, giri, ninjou, kesetiaan dan kejujuran yang diperlihatkan oleh sikap dan perilaku tokoh-tokoh dalam manga Doraemon"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2008
S13752
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Yaningsih
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 1995
899.22 SRI n
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Yaningsih
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 1995
899.22 SRI n
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>