Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6947 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Heru Prasetio
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2005
T39755
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sugiyantari
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2005
T39802
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Apriyansah Putera
"Telah dilakukan pengukuran kestabilan keluaran dan energi berkas elektron pada energi 9, 12, 16, dan 20 MeV hasil Linac Varian 210°C di RS. Persahabatan dalam periode pengamatan hampir kontinyu 1,5 bulan. Metode eksperimen dilakukan dengan menggunakan aplikator 10 x 10 cm2, SSD 100 cm dan menggunakan detektor bilik ionisasi Farmer yang diletakkan dalam fantom akrilik. Pengukuran output dilaksanakan pada kedalaman 2,5 cm sedangkan pengukuran energi didasarkan pada rasio output pada 2,5 cm terhadap output pada 3,5 cm. Hasil pengukuran menunjukan output dan energi Linac cukup stabil sesuai batas toleransi ± 2 %. Pengukuran output pada energi 6 MeV tidak dapat dilakukan pengukuran karena telah melampaui jangkauan dari berkas elektron.

Stability of output and energies for Linac Varian 210°C electron beams for energies 9, 12, 16, and 20 MeV at Persahabatan hospital within the period of 1,5 months were measured. Experiments were done at SSD 100 cm using applicator size 10 x 10 cm2 and Farmer ionization chamber in PMMA phantom. Output was measured at 2,5 cm depth while energy was determined as the ratio of outputs at 2,5 and 3,5 cm depths respectfully. Results showed outputs and energies of Linac is within acceptable ± 2% variabilities. Measurements at 6 MeV energy was not possible due to phantom limitation."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2007
S28899
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Profio, A. Edward
New York: John Wiley & Sons, 1979
621.483 2 PRO r
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Schiller, Siegfred
New York: John Wiley & Sons, 1982
621.381 SCH e
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Loretto, M.H.,author
New York: Chapman & Hall, 1994
620.112 LOR e
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Adi Teguh Purnomo
"Evaluasi dosis radiasi yang diterima pasien dapat dilakukan menggunakan metode dosimetri in-vivo dengan melakukan pengukuran dosis masukan yang didefinisikan sebagai dosis serap pada kedalaman maksimum. Dosimeter in-vivo yang digunakan adalah TLD-100 rod, Film Gafchromic EBT2, dan dioda EDP-153G yang dikalibrasi berdasarkan protokol IAEA dan ESTRO. Hasil faktor kalibrasidetektor dioda sebesar 0.0988 cGy/ADU dan 0.0966 cGy/ADU untuk protokol IAEA dan ESTRO sedangkan Faktor kalibrasidetektor TLD memiliki rata-rata perbedaan sebesar 3.69 ± 0.04 %. Selain itu, faktor koreksi dioda EDP-153G terhadap variasi SSD, luas lapangan, dan linieritas dosis berada dalam rentang nilai 0.99-1.01 untuk protokol IAEA dan ESTRO sedangkan faktor koreksi terhadap sudut sinar datang berada dalam rentang nilai 1.028 - 1.037 dan 1.027-1.057 untuk protokol IAEA dan ESTRO. Pengukuran dosimetri in-vivo dititikberatkan pada kasus kanker paru dan prostat dengan meletakkan dosimeter in-vivo diatas permukaan kulit untuk beberapa titik pengukuran. Dosis masukan yang diperoleh bervariasi untuk setiap titik pengukuran akibat adanya perbedaan fluence. Evaluasi dosis pada organ target juga ditentukan dengan meletakkan film Gafchromic EBT2 pada slab fantom Rando Alderson. Persentase error yang diperoleh terhadap dosis yang direncanakan yakni sebesar 0.03% pada film 1 dan 2.5% pada film 2 untuk kanker paru sedangkan untuk kanker prostat sebesar 5.88% untuk film 1 dan 5.50% untuk film 2.

Evaluation of the radiation dose received by the patient could be performed with the in-vivo dosimetry by mean of the entrance dose measurement which defined as the absorbed dose to the maximum depth. TLD-100 rod, Gafchromic EBT2 film, and diode EDP-153G were used as in-vivo dosimeters and calibrated by the IAEA and ESTRO protocol. The results of calibration factor for diode EDP-153G was 0.0988 cGy/ADU and 0.0966 cGy/ADU for the IAEA and ESTRO, respectively while the differences of mean percentage was 3.69 ± 0.04 % relative to IAEA protocol for TLD. In addition, a correction factor for diode EDP-15­3Gto the variation of SSD, field size, and dose linearity were within the range of0.99-1.01 for the IAEA and ESTRO while the angular correction factor was at 1.028-1.037 and 1.027-1.057 for the IAEA and ESTRO protocol, respectively. The in-vivo dosimetry measurement was concerned in lung and prostate carcinoma by putting the in-vivo dosimeters on skin surface at some points of interest. The entrance dose measurement was varied for each point of measurement due to difference of fluence. The target dose evaluation was also determined by placing the Gafchromic EBT2 Film into slab of Rando Alderson phantom. The percentage error to the planned dose was 0.03% at the film 1 and 2.5%at the film 2 for lung carcinoma while for prostate carcinoma was 5.88% for the film 1 and 5.50% for film 2.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
S54915
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Supriyanto
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2005
15-25-19298961
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syaifulloh
"Pengukuran dalam radioterapi untuk perhitungan dosis seperti percentage depth dose (PDD) dilakukan dalam fantom air yang memiliki densitas homogen, dengan densitas hampir sama densitas otot (1 g/cm3). Pada perlakuan radioterapi seperti pada kanker paru, berkas radiasi melewati material yang tidak homogen yaitu otot, tulang dan paru itu sendiri yang berakibat pada perubahan PDD, sehingga perlu pengukuran pada medium inhomogen seperti pada fantom rando.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur distribusi dosis pada paru dengan simulasi perlakuan radioterapi pasien kanker paru dengan fantom rando kemudian dibandingkan dengan hasil perhitungan TPS. Pengukuran distribusi dosis menggunakan TLD dan film Gafchromic. Untuk memperoleh distribusi dosis pada paru TLD diletakkan pada titik - titik yang berada pada bidang utama berkas dalam fantom rando. Pengukuran distribusi dosis dengan film dilakukan dengan meletakkan film Gafchromic diantara 2 irisan fantom rando. Pengukuran dilakukan untuk 3 lapangan, 5 x 5 cm2, 10 x 10 cm2, dan 15 x 15 cm2. Hasil pengukuran dengan film dan TLD kemudian dibandingkan dengan hasil perhitungan TPS.
Hasil penelitian menunjukkan persentase dosis pada berbagai kedalaman antara hasil pengukuran film Gafchromic dengan perhitungan TPS berbeda secara signifikan, dan semakin besar lapangan semakin besar deviasi. Hasil pengukuran dengan film gafchromic mendapatkan nilai deviasi persen dosis hingga 6 % untuk lapangan 5 x 5 cm2, 16 % untuk lapangan 10 x 10 cm2, dan 17% untuk lapangan 15 x 15 cm2. Untuk pengukuran dengan TLD deviasi persen dosis hingga 8% untuk lapangan 5 x 5 cm2, 11% untuk lapangan 10 x 10 cm2, 12% untuk lapangan 15 x 15 cm2 masing ? masing pada kedalaman 15 cm.

Measurements in radiotherapy for dose calculation as percentage depth dose (PDD) are done in a water phantom with homogeneous density (1 g/cm3). In the radiotherapy treatment such as lung cancer, the radiation beam passes through inhomogeneous materials i.e. muscle, bone and lung itself, which resulted change in PDD, so necessary measurements on inhomogeneous medium like the rando phantom.
The purpose of this study was to measure dose distribution in the lung with simulated radiotherapy treatment of lung cancer patients with a rando phantom and compared with the TPS calculation. Measurement of dose distributions is using TLD and gafchromic films. To obtain the dose distribution in the lung, TLD placed at the points located on the main field of the beam in the rando phantom. Field measurements were made for 3 field sizes, 5 x 5 cm2, 10 x 10 cm2, and 15 x 15 cm2. The results were then compared with the TPS calculation.
The results show the percentage dose at various depths between the measurement and TPS calculation differ significantly, and the larger the field the greater the deviation. Measurement using gafchromic film resulting in deviation in dose percentage reaching up to 6 % for 5 x 5 cm2 field size, 16 % for 10 x 10 cm2, and 17 % for the 15 x 15 cm2. For TLD measurement, deviation is up to 8% for 5 x 5 cm2 field size, 11% for 10 x 10 cm2, and 12% for 15 x 15 cm2 at 15 cm depth respectively.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2013
T35528
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Seno Kuncoro S
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2004
T40299
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>