Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 208282 dokumen yang sesuai dengan query
cover
B. Bramantio Yuliarto
"Pada masa krisis perekonomian Indonesia mengalami kegoncangan dalam berbagai bidang industri. Gejala ini dapat terlihat pada perkembangan dalam pasar modal Indonesia. Bagi para investor terutama yang berinvestasi pada saham tentu mempertimbangkan kembali keputusan investasinya. Salah satu pertimbangan investor untuk mau berinvestasi di perusahaan tersebut yaitu dengan melihat kinerja dari perusahaan. Penelitian ini dilakukan pada tiga industri dengan market capitalization terbesar, yaitu industri barang konsumsi; industri dasar dan kimia; serta industri infrastruktur, utilitas, dan telekomunikasi. Penelitian ini untuk menguji apakah pada periode tahun 1999-2001 masih ada saham dari perusahaan yang mempunyai tingkat pengembalian yang menguntungkan sehingga bisa dimasukkan ke dalam portofolio investasi. Metode pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan metode Sharpe, Treynor dan Jensen yang melibatkan unsur risiko. Model Sharpe (excess return to variability) dengan risiko fluktiiasi return sebagai pembagi, kemudian model Treynor (excess return to beta) dengan beta sebagai ukuran risiko atau yang sering disebut sebagai systematic risk. Sedangkan pendekatan yang terakhir lebih sebagai perluasan dan konsep CAPM yaitu dengan melihat kemampuan portofolio menghasilkan return di atas return pasar (differential return), atau yang lebih dikenal dengan sebutan model Jensen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan pada ketiga industri tersebut masih mempunyai kinerja di atas kinerja pasar. Perhitungan kinerja menujukkan kinerja industri terbaik yang berbeda-beda pada setiap tahun. Pada tahun 1999 yang terbaik adalah industri barang konsumsi, sedangkan tahun 2000 yang terbaik adalah industri dasar dan kimia, dan yang terakhir pada tahun 2001 yang terbaik adalah industri infrastruktur, utilitas, dan telekomunikasi. Sedangkan industri dengan kinerja terbaik untuk keseluruhan periode adalah industri dasar dan kimia. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat return sangat mempengaruhi perhitungan kinerja perusahaan. Tingkat return yang besar pada suatu tahun dapat mempengaruhi hasil kinerja untuk keseluruhan periode. Selain itu penelitian menunjukkan adanya kecenderungan yang menurun pada garis CML dan SML, karena return pasar (IHSG) lebih rendah daripada risk free rate (SBI)."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2003
S19404
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Winda Kusumajati
"Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh indikator atau ukuran risiko berdasarkan akuntansi terhadap risiko sistematis saham sektor industri barang konsumsi periode 2003-2007. Penelitian ini mengguna kan metode OLS dengan jenis data cross section. Pengurangan variabel dilakukan untuk mengatasi masalah multikolinieritas antar variabel bebas dalam penelitian ini untuk mendapatkan model pene litian yang optimal, dengan model yang lebih sederhana namun memiliki kemampuan prediksi yang terbilang lebih efektif.
Hasil penelitian me nunjukkan bahwa terdapat indikator atau ukuran risiko akuntansi yang memiliki pengaruh terhadap beta, yang digunakan untuk meng gambarkan risiko sistematis dari saham. Total aset signifikan ber pengaruh positif terhadap risiko sistematis saham. Likuiditas, yang direfleksikan oleh current ratio memiliki pengaruh negatif yang signi fikan terhadap risiko sistematis. Earnings variability yang diperoleh dari standar deviasi earnings to price ratio secara signifikan berpe ngaruh positif terhadap risiko sistematis saham.

The purpose of this research is to investigate the effect of accounting determined risk measures on systematic risk of consumer goods sec tor for the period 2003-2007. This research uses OLS method with cross section data. Omission of variabels is used to alleviate the problem of multicollinearity in this research to find an optimal model which is more simple but with more effective prediction ability.
This research shows that accounting determined risk measures have effect on beta, which is used to reflect systematic risk on stocks. Total assets has significant positive effect on systematic risk. Liqu idity, which is reflected by current ratio, is negatively associated with systematic risk and has significant effect also on systematic risk. Earnings variability that is derived from standard deviation of earning to price ratio has significant positive effect on systematic risk.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
S6624
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ani Poerwati Firdaus
"ABSTRAK
Baik pihak manajemen perusahaan maupun pihak di luar perusahaan seperti investor, kreditur, Pemerintah, dan serikat buruh, memerlukan untuk melakukan evaluasi prestasi keuangan suatu industri/perusahaan sesuai dengan kepentingan masing-masing.
Alat yang populer dipakai dalam mengevaluasi prestasi kekuatan keuangan perusahaan/industri adalah analisa Laporan Keuangan dan analisa Ratio Keuangan. Carslaw & Mills (1991) telah menguji suatu model dengan menggunakan analisa Ratio Keuangan (CFSRA) yang didasarkan oleh salah satu Laporan Keuangan Utama yaitu Cash Flow Statement. Menggunakan dasar CFS dianggap lebih akurat dalam menggambarkan kekuatan keuangan sesungguhnya dan profitabilitas perusahaan/industri karena menggunakan adjustment terhadap unsur-unsur non kas, dan dapat mencerminkan seluruh aktivitas perusahaan (usaha, investasi dan pendanaan). Dengan menggunakan CFS Indirect Method, kemampuan perusahaan diukur dati kelebihan arus kas bersih dari kegiatan usaha (CFFO) terhadap Laba Bersihnya.
Tujuan penelitian ini untuk melihat prestasi kekuatan keuangan perusahaan/industri semen yang sudah 'go public' selama 1990-1993, yaitu PT. Indocement Tunggal Prakarsa (ITP), PT. Semen Cibinong (SC), PT. Semen Gresik (SG) yang masing-masing diperkirakan menquasai hampir 70 % pangsa pasar Indonesia dalam hal menghasilkan Arus Kas dari Aktivitas Usaha (CFFO) guna membiayai Aktivitas Usaha, investasi maupun pendanaannya.
Model CFSRA dipilih untuk penelitian ini karena dapat mengukur prestasi kekuatan dan kemampuan perusahaan dalam menjaga atau meningkatkan : (1) likuiditas dan solvabilitas usaha, (2) kualitas income, (3) capital expenditures, maupun (4) cash flow returns.
Alat yang dipakai untuk mencari sejumlah kriteria yang mempengaruhi prestasi keuangan perusahaan adalah : (a) cash interest coverage, cash debt coverage, dan cash dividend coverage ratios, (b) quality of income ratio, (c) capital expenditures ratio, dan (d) cash flow returns per share, cash returns on assets, cash returns on debt and shareholders' equity, cash returns on stockholders' equity ratios.
Sejumlah pertanyaan yang timbul dalam penelitian ini adalah : (1) bagaimana perkembangan kemampuan prestasi keuangan industri semen dari waktu ke waktu selama periode 1991-1993, (2) bagaimana perkembangan kemampuan setiap perusahaan semen dari waktu ke waktu selama tahun 1991-1993, (3) perkembangan posisi setiap perusahaan di dalam industri semen dari waktu ke waktu selama 1991-1993. Dalam menjawab pertanyaan di atas dilakukan Analisa Industri, Analisa Horizontal, dan Vertikal terhadap masing-masing perusahaan yang dikembangkan dalam 27 pertanyaan dan 8 hipotesa yang di uji secara statistik.
Hasil penelitian menunjukkan : (1) secara industrial tidak ada perbedaan kemampuan yang berarti dalam prestasi keuangan industri semen'dalam periode 1991-1993. (2) Meski demikian secara deskriptif, analisa Vertikal dan Horizontal terhadap sejumlah perusahaan semen menunjukkan adanya gejala-gejala penting yang mempengaruhi prestasi keuangannya selama 1991-1993, yaitu :
Prestasi keuangan perusahaan ITP selama 1991-1993 menunjukkan : (1) gejala berfluktuasi membaik dalam hal meningkatkan nilai perusahaan, menjaga efektivitas penggunaan Aktiva maupun dana Hutang dan Modal Sendiri, serta kemampuan dana internal dan membayar deviden, (2) namun perlu dicatat adanya penurunan berfluktuasi dalam pengembalian pinjaman dan bunganya maupun effisiensi usaha.
Prestasi keuangan perusahaan SC selama 1991-1993 menunjukkan (1) gejala membaik pada kemampuan dana internal membiayai investasi, namun (2) gejala penurunan pada kemampuan CFFO membayar pinjaman (solvabilitas) bunga dan deviden (likuiditas), effektivitas dan effisiensi usaha' apalagi peningkatan nilai perusahaan.
"
1995
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Umbu Reku Raya
"Penelitian ini memiliki 2 tujuan. Pertama, memetakan hubungan pemilik-manajer pada perusahaan-perusahaan publik di Bursa Efek Jakarta. Diduga, terdapat konsentrasi kepemilikan atas perusahaan publik di tangan manajer. Kedua, menentukan variabel kepemi1ikan dan kebUal
Hasil penelitian menunjukkan terdapat konsentrasi kepemilikan saham Iebih dari 50 persen di tangan satu pihak: orang, keluarga, negara ataupun perusahaan asing. Sebagian besar pemilik mayoritas tersebut adalah manajer perusahaan itu sendiri. Secara rata-rata, manajer memegang saham Iebih besar dari 40 persen, sekalipun nilai ini cenderung menurun untuk perusahaan yang usia go publik lebih lama.
Kinerja diturunkan dari lndeks Harga Saham lndividu (IHSI), dengan 4 pengukuran: Sharpe's measure (S), Treynor?s measure (T), Wealth Relative (WR) dan Appraisal Ratio (AR). Variabel yang cliduga mempengaruhi kinerja adalah kepemilikan saham oleh: manajer, blok-hotder non manajer dan publik. Selain itu kebqakan pendanaan (leverage ratio) dan diversifikasi serla earning per share perusahaan juga diduga berpengaruh terhadap kinerja, di samping usia go publik dan kapitalisasi pasar.
Hasil pengujian empiris membuktikan bahwa leverage ratio dan EPS merupakan variabel yang signifikan pengaruhnya terhadap kinerja, apapun kondisi pasar. Sedangkan kepemilikan saham oleh manajer relatif terhadap blok-holder non manajer serta kepemilikan saham oleh publik akan kuat pengaruhnya jika Rm negatif. Usia go publik cenderung menjadi signifilran pengaruhnya pada Rm yang positif. Tingkat kapitalisasi pasar sama sekali tidak memberikan efek yang signifikan terhadap lfincrja. Kebijakan diversifikasi ternyata tidak berhubungan sama sekaii dengan kinerja. Model yang dikembangkan dalam penelitian ini belum memungkinkan dilakukannya optimisasi untuk kinerja. Pemodelan yang dinamis dan simpel serta pengujian pada rentang waktu yang panjang masih diperlukan."
Depok: Universitas Indonesia, 2000
T6154
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Tri Rahmat Gunadi
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
S26362
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hasibuan, Ernawaty
"Aset yang dimiliki (asset-in-place) dan kesempatan pertumbuhan (growth opportunities) di masa depan merupakan sumber nilai perusahaan (value of the firm). Kesempatan pertumbuhan perusahaan tergantung pada kesempatan-kesempatan investasi potensial yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan, yang disebut kumpulan kesempatan investasi (investment opportunity set). Sayangnya, kesempatan investasi relatif sulit untuk diamati oleh pihak eksternal perusahaan, karena itu dibangun suatu model yang menunjukkan bagaimana cara memeriksa atau mengukur investment opportunity set. Penelitian ini mencoba menjelaskan hubungan antara tingkat profitabilitas, ukuran perusahaan, multinasionalitas, struktur keuangan, dan risiko sistematis dengan investment opportunity set. Penelitian dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan manufaktur di Indonesia dalam kurun waktu 2003-2005. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif antara ukuran perusahaan dengan investment opportunity set yang dimilikinya. Sebaliknya tingkat profitabilitas, multinasionalitas, leverage, dan risiko sistematis ditemukan berhubungan negatif dengan investment opportunity set."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
S5764
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Saleh Basir
Jakarta: Salemba Empat, 2005
658.15 SAL a
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Alan Andhika
"Konsep nominee pada kepemilikan saham telah lama berkembang di Indonesia, dimana pada konsep ini didasarkan kepada asas kebebasan berkontrak dan adanya hukum terbuka pada hukum perjanjian di Indonesia. Namun setelah diundangkannya Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal telah ditegaskan mengenai pelarangan terjadinya praktek nominee tersebut pada pasal 33 angka (1) dan (2). Kemudian dalam Kitab Undang – Undang Hukum Perdata diatur mengenai syarat sah perjanjian dimana salah satunya adalah ‘sebab yang halal’. Dengan adanya ketentuan tersebut maka perjanjian nominee adalah perjanjian yang batal demi hukum. Dalam prakteknya tersebut, berlakunya nominee sering dilakukan sebagai penyelundupan hukum. Hal ini disebabkan karena tidak dicantumkan secara tegas larangan terhadap saham nominee di dalam Undang – Undang Perseroan Terbatas serta pengawasan yang kurang oleh institusi penegak hukum di Indonesia.
Nominee concept in shareholding practice has been known and adapt for a long time in Indonesia. This concept is based on the principle of freedom of contract as well as the open systems in the Indonesian law of treaties. After the enactment of ‘Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal’ the prohibition of nominee practice in Indonesia was emphasized in article 33 paragraph 1 and 2.‘KUHPerdata’ regulates the conditions for valid agreement where one of the conditions is ‘legal cause’. With these provisions nominee agreements are null and void. The causes of these problems are there are no explicit regulation on nominee agreements and shares in the Indonesian Corporate Law as well as lack of supervision by the law enforcers of Indonesia."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2015
S58495
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ivan Lazuardi Suwana
"Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak mengatur secara khusus mengenai pelaksanaan eksekusi gadai saham melalui penjualan secara tertutup atau bawah tangan. Hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya permasalahan dengan timbulnya perbedaan interpretasi berkaitan dengan syarat pelaksanaan eksekusi gadai saham melalui penjualan secara tertutup atau bawah tangan. Sebagian pihak berpendapat bahwa pelaksanaan eksekusi gadai saham melalui penjualan di muka umum adalah persayaratan mutlak yang harus dilaksanakan dan oleh karenanya sesuai dengan ketentuan Pasal 1156 KUHPerdata, penjualan dengan cara lain (termasuk dengan cara penjualan secara tertutup atau bawah tangan) hanya dapat dilaksanakan setelah ditentukan oleh Hakim. Sedangkan sebagian pihak lainnya beranggapan bahwa pelaksanaan eksekusi gadai saham melalui penjualan secara tertutup atau bawah tangan dapat langsung dilaksanakan sepanjang memang telah diperjanjikan oleh para pihak sesuai dengan ketentuan Pasal 1155 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Dalam perkara ekskusi gadai saham PT Ongko Multicorpora yang dilakukan secara tertutup atau bawah tangan, Majelis Hakim pada tingkat Peninjauan Kembali telah memutuskan bahwa eksekusi gadai saham tersebut adalah sah meskipun dilakukan melalui penjualan secara tertutup atau bawah tangan berdasarkan persetujuan yang telah diperjanjikan terlebih dahulu oleh para pihak. Dengan demikian, keberadaan putusan tersebut dapat menjadi suatu preseden bahwa eksekusi gadai saham melalalui penjualan di muka umum tidak lagi menjadi suatu hal yang mutlak karena dapat dikesampingkan berdasarkan persetujuan dari para pihak.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan yuridis normatif. Data yang akan digunakan adalah data sekunder dengan didukung oleh bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang dihimpun melalui studi dokumentasi. Tesis ini akan berusaha untuk membahas dan menganalisa secara terperinci mengenai penerapan dari ketentuan Pasal 1155 dan 1156 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dalam perkara tersebut, sehingga diharapkan kesimpulan dari Tesis ini dapat menjawab permasalahan ketidapastian hukum terkait dengan pelaksanaan ekeskusi gadai saham melalui penjualan secara tertutup atau bawah tangan yang terjadi dewasa ini, dengan tetap memperhatikan aspek perlindungan hukum baik bagi kreditur maupun debitur.

The Indonesian Civil Code doesn't explicitly stipulate the provisions of execution of pledge of shares. This fact has caused different interpretations of the legal requirements for the execution of pledge of shares through private selling. Some parties are in the opinion that the execution of pledge of shares through public selling is an absolute requirement that shall be fulfilled and therefore, in accordance with the provision of Article 1156 of the Indonesian Civil Code, another form of selling (including private selling) could only be performed after being determined by the Judges. Meanwhile, the other parties are in the opinion that the execution of pledge of shares through private selling could be performed based on the consent of the parties, in accordance with the provision of Article 1155 of the Indonesian Civil Code.
In PT Ongko Multicorpora? case, the Panel of Judges at the Civil Request (Peninjauan Kembali) level have decided that the execution of pledge of shares is lawful, even was performed through private selling based on the consent of the parties. This decision could be a legal precedent that the execution of pledge of shares throgh public selling is no longer an absolute requirement, since it could be waived based on the consent of the parties.
Research methodology used is descriptive methodology with library research. The data used is secondary data and supported by premier, secondary and tertiary source. This thesis will analyze the implementation of the provision of Article 1155 and Article 1156 of the Indonesian Civil Code in such case, in order to answer the legal uncertainty issue regarding the execution of pledge of shares through private selling, by considering the legal protection aspect both from creditor or debtor.
"
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2009
T25156
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>