Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 177569 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Retno Hastuti
"Dengan semakin maraknya merek mobil yang beredar di Indonesia, maka persaingan dalain bidang usaha ini menjadi semakin ketat. Dari 86 model mobil dari 26 merek yang berbeda, sekitar 70% volume penjualan setiap tahunnya, dikuasai oleh jenis kendaraan niaga, dimana bagian terbesar penjualannya dicapai oleh kendaraan niaga kategori I. Salah satu merek jenis kendaraan itu adaiah Toyota Kijang yang posisinya bersaing ketat dengan Isuzu Panther. Terjadinya peningkatan penjualan yang sangat tinggi terhadap Panther, semeritara Kijang mengalami
penurunan yang tajadi pada tahun '91/'92, tentunya
tidak semata-mata disebabkan karena Panther menggunakan bahan bakar solar yang berarti biaya operasional sehari-harinya jauh lebih murah dibanding Kijang.
Disamping itu, diperkirakan ada perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut-atribut yang dimiliki Kijang dan Panther, sehingga menyebabkan perbedaan dalam keputusan penentuan pembeliannya.
Model analisa yang digunakan
adalah Multidimensional Scaling (Multiattrihute Scaling), dengan alat analisa MDPREF (Multidimensional Preferences) yang menghasilkan matrix product mapping, dan dievaluasi dengan model analisa PC'S., PG'L, Vector Model, Distance Model dan Compensa tory Distance Model.
Data hasil analisis tersebut kemudian dipakai sebagal dasar penentuan posisi produk (product positioning) dengan menggunakan model positioning berdasarkan Porter, Kotler, Stanton, dan Peta Persepsi.
Dengan menetapkan posisi produk yang benar pada benak konsumen, maka akan terhentuk persepsi dan preferensi yang tepat terhadap suatu produk. Dengan deinikian, program yang dikomunikasikan perusahaan untuk membentuk persepsi produk yang benar pada benak konsumen, akan tercapai."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1994
S18782
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Harryadin Mahardika
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2003
S26340
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Schiffman, Susan S.
New York, N.Y.: Academic Press, 1981
001.42 SCH i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Niken Kusumawati
"ABSTRAK
Keputusan memilih pemasok bukanlah sebuah hal yang mudah, pada kenyataannya ada banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih pemasok yang berkualitas. Selain itu, risiko dapat menjadi factor utama yang mempengaruhi pemilihan pemasok. Risiko disini dapat berupa risiko penolakan barang pesanan, maupun risiko keterlambatan pengiriman barang. Sementara harga yang ditawarkan oleh tiap-tiap pemasok juga sering kali berubah-ubah secara fluktuatif akibat dari kebijakan pemasok sendiri maupun dari perubahan harga bahan baku di pasar global. Pada Penelitian ini dibahas mengenai bagaimana cara memilih pemasok yang paling baik dengan mempertimbangkan faktor ketidakpastian dan risiko.

ABSTRACT
The decision to select a supplier is not an easy thing, in fact there are many things to consider in choosing a quality supplier. In addition, the risk can be a major factor influencing the selection of suppliers. Risk here can be a risk of rejection of goods ordered, and the risk of delay in delivery of goods. While the prices offered by each supplier are also often volatile changes in policy resulting from its own suppliers as well as from changes in raw material prices in the global market. In this study discussed how to choose the best supplier by considering the factors of uncertainty and risk.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
T31111
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Leslie Melisa
"Latar Belakang: Emosi memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, yaitu sebagai dorongan untuk beraksi dan bentuk komunikasi. Dalam dunia profesional, emosi penting karena dapat mempengaruhi fungsi kognitif berupa memori, persepsi, judgment, dan pengambilan keputusan. Psikiater sebagai tenaga medis yang paling sering menghadapi kasus-kasus yang memunculkan beragam emosi perlu memiliki kesadaran terhadap emosi dalam diri dan kemampuan regulasi emosi yang baik agar dapat terhindarkan dari bias dan burnout. Instrumen MEQ dapat menilai reaktivitas dan regulasi emosi individu. Penelitian ini bertujuan untuk menilai validitas dan reliabilitas instrumen tersebut pada psikiater di Indonesia.
Metode: Penelitian potong lintang ini dilakukan dengan pengumpulan kuesioner secara daring (dalam jaringan) pada psikiater di seluruh Indonesia dari bulan Desember 2022 hingga Januari 2023. Rekrutmen responden menggunakan teknik stratified random sampling (N=227). Sebanyak 2 responden dieksklusi karena tidak aktif praktik saat ini. Penerjemahan instrumen dilakukan oleh dua pasang penerjemah tersumpah dan penerjemah dari bidang psikiatri. Validitas isi dinilai oleh 3 ahli di bidang psikiatri sementara validitas konstruk dinilai menggunakan teknik CFA (confirmatory factor analysis) terhadap model yang telah ditetapkan sebelumnya. Reliabilitas konsistensi internal dinilai menggunakan nilai Cronbach alpha sementara reliabilitas test-retest dinilai menggunakan analisis korelasi Pearson.
Hasil: Validitas isi instrumen MEQ versi bahasa Indonesia mendapatkan nilai rerata I-CVI dan rerata S-CVI sebesar 0,99, dan S-CVI/UA sebesar 0,975. Validitas konstruk mendapatkan hanya dua model yang cocok, yaitu skala reaktivitas emosi positif dan skala reaktivitas emosi negatif, dengan nilai CMIN/df berturut-turut 3,120 dan 3,442. Nilai Cronbach alpha untuk konsistensi internal adalah 0,821 (diskret emosi positif) dan 0,850 (diskret emosi negatif). Nilai korelasi Pearson berkisar antara 0,547 (diskret emosi senang) hingga 0,933 (diskret emosi cemas).
Simpulan: Instrumen MEQ versi bahasa Indonesia, meskipun reliabel, dinilai belum cukup valid untuk menggambarkan reaktivitas emosi psikiater di Indonesia. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meneliti emosi positif dan negatif yang paling sering dirasakan psikiater di Indonesia.

Background: Emotion holds important roles in human lives, e.g as motivators for action and forms of communication. In professional world, emotions are vital because they could influence memory, perception, judgment, and decision-making processes. Psychiatrists encounter various cases which would elicit a range of emotions in their daily practice. Thus, they need to be aware of their emotions and have a good emotion regulation capacity in order to prevent biases and burnout. The instrument MEQ is able to assess an individual’s emotion reactivity and emotion regulation. This study aims to evaluate the validity and reliability of the instrument in psychiatrists in Indonesia.
Method: This cross-sectional study was conducted using online surveys distributed among psychiatrists throughout Indonesia from December 2022 to January 2023. The recruitment of respondents used stratified random sampling technique (N=227). There were 2 inactive respondents and thus were excluded from the analysis. The translations of the instrument were done by 2 pairs of sworn language translator and translator from psychiatry background. Content validity was assessed by 3 experts from psychiatry while construct validity was evaluated using CFA (confirmatory factor analysis) method on hypothesized models. Internal consistency was assessed using Cronbach alpha and test and retest reliability was assessed using Pearson correlation analysis.
Results: Content validity of MEQ Bahasa version obtained mean I-CVI and mean S-CVI scores of 0.99, and S-CVI/UA score of 0.975. Construct validity using CFA found that only two models fitted the data, i.e. positive reactivity scale and negative reactivity scale, with CMIN/df values 3.120 and 3.442 respectively. For internal consistency, the Cronbach alpha values were 0.821 for discrete positive emotion and 0.850 for discrete negative emotion. Whereas for test and retest reliability, the Pearson correlation values ranged from 0.547 (discrete happy emotion) to 0.933 (discrete anxious emotion).
Conclusion: MEQ Bahasa version, although reliable, was assessed to be not valid enough to represent Indonesian psychiatrists’ discrete emotions. Further studies need to be done to explore which positive and negative emotions often experienced by psychiatrists in Indonesia.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2023
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Siahaan, Tangkas Arief Manuasar
"lndustri kendaraan bermotor Indonesia dilindungi oleh larangan impor kendaraan dalam bentuk CBU (Completely Built-Up), tarif atas impor kendaraan dalam bentuk CKD (Completely Knocked-Down) dan persyaratan kandungan lokal. Tulisan ini bertujuan melakukan pengukuran atas biaya perekonomian yang ditimbulkan oleh regime proteksi tersebut, serta pengukuran atas besarnya perubahan biaya neto oleh adanya reformasi kebijakan, yaitu dari proteksi yang bersifat hambatan kuantitatif (larangan impor dan persyaratan kandungan lokal) kebentuk proteksi tarif semata. Termasuk di dalam pengukuran adalah besarnya transfer dan biaya diantara kelompok-kelompok masyarakat dalam perekonomian. Sekalipun telah banyak literatur yang memberikan penjelasan teoritis atas biayamanfaat yang ditimbulkan oleh proteksi, namun perhitungan aktualnya, terutama bagi Indonesia, masih jarang dilakukan. Metode perhitungan menggunakan model yang dikembangkan oleh Wendy E. Takacs. Suatu model analisa keseimbangan statis, untuk membandingkan dua skenario kebijaksanaan dalam suatu periode. Dalam hal ini kondisi keseimbangan dalam pasar kendaraan dibawah regime yang protektif dengan pasar kendaraan dibawah regime tarif semata. Dampak dari suatu kebijaksanaan dilihat sebagai dampak perubahan dalam nilai-nilai parameter kebijaksanaannya terhadap perubahan dalam nilai kerugian dan transfer diantara kelompokkelompok dalam masyarakat. Hasil perhitungan menunjukan bahwa regime otomotif yang protektif telah menimbulkan sejumlah transfer kepada industri perakitan dan industri komponen diatas kerugian yang harus dipikul oleh konsumen. Konsumen membayar 18-19 juta rupiah lebih mahal dari yang semestinya dibayar jika pasar dalam persaingan bebas. Penghapusan larangan impor kendaraan dalam bentuk CBU semestinya memberi peluang bagi impor yang tidak terbatas, pada tingkat tarif yang berlaku. Harga yang harus dibayar oleh konsumen juga turun menjadi harga impor plus tarif. Secara keseluruhan, penghapusan proteksi dalam bentuk pembatasan kuantitatif, dan menggantikannya dengan proteksi dalam bentuk tarif semata, semestinya lebih menguntungkan konsumen. Namun tingkat tarif yang demikian tinggi justru menyebabkan kerugian konsumen per unit kendaraan sebesar, berturut-turut, 42 juta rupiah, 23juta rupiah dan 19 juta rupiah, berdasarkan asumsi tarif 200%, 100% dan 80%. Jika pemerintah bersungguh-sungguh dengan komitmennya dalam mendorong industri otomotif agar lebih berdaya saing, maka deregulasi Juni'93 harus dilanjutkan dengan kebijakan penurunan tarif secara berangsur-angsur, hingga tarif atas kendaraan CBU dan CKD hilang sama sekali. Program-program penciutan merek juga perlu dilanjutkan, hingga produksi kendaraan di Indonesia hanya terbatas pada beberapa merek kendaraan. Dan akhirnya, untuk mengantisipasi perdagangan bebas di masa mendatang, kebijakan industri otomotif harus mengubah orientasinya dari substitusi impor ke arah promosi ekspor."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1996
S19040
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Beddi Prasetyo
"Segmentasi Konsumen Mobil Keluarga Berdasarkan Konsep Benefit Segmentation (E) Mobil Keluarga ialah sebuah primadona pasar bagi industri otomotif, terbukti dari porsi penjualannya yang sangat besar berkontribusi terhadap volume penjualan mobil nasional. Sekitar 30% dari penjualan mobil nasional dikontribusi oleh penjualan 4 besar merek mobil keluarga; Toyota Kijang, lsuzu Panther, Daihatsu Tanana, dan Mitsubishi Kuda. Maka kini kita dapat menyaksikan betapa ramainya jalan-jalan dengan kendaraan jenis ini, dan kinipun semakin banyak produk industri otomotif ini yang memasuki pasar untuk memperebutkan pangsa pasar yang memang potensial, terutama setelah dibukanya izin impor mobil dari luar negeri secara utuh (completely built upl CBU). Dengan bantuan segmentasi, maka dapat dipetakan ciri-ciri konsumen mobil keluarga ini. Lebih jauh lagi, segmentasi berdasarkan manfaat yang dicari (Benefit Segmentation) memfokuskan pemetaan konsumen berdasarkan manfaat-manfaat apa yang dicari/diutamakan konsumen dalam pembelian suatu mobil, sesuai dengan sifat segmentasi behavioral yang mengelompokkan konsumen berdasarkan perilakunya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen mobil keluarga dapat dibagi ke dalam 4 segmen yaitu antara lain; The Travelers (populasi : 26%) yang mementingkan kenyamanan yang baik dan konsumsi bahan bakar yang irit. Lalu The Enjoyers (populasi : 20%) yang mementingkan performa/tenaga mesin yang tinggi dan penampilan yang sportif/ modis, segmen ini pula merupakan yang paling terpengaruh dengan promosi. Kemudian The Financial Planners (populasi : 18%) yang mementingkan nilai jual kembali dan harga yang ekonomis. Terakhir, The Economist (populasi : 36%) yang mementingkan harga yang ekonomis dan juga konsumsi bahan bakar yang irit. Dari segmen 1,3, dan 4 terlihat bahwa pertimbangan-pertimbangan yang sifatnya ekonomis sangat berpengaruh terhadap perangkat evaluative criteria yang dikembangkan oleh konsumen, sementara kebalikannya terjadi pada segmen 2 yang cenderung tidak sensitif terhadap variabel-variabel yang bersifat ekonomis. lnformasi dari kegiatan segmentasi ini dapat digunakan oleh produsen mobil keluarga dalam mencocokkan antara atribut kendaraan yang akan diproduksi atau diluncurkan ke pasar dengan keinginan masyarakat sebagai konsumen; atribut apa dari suatu produk mobil keluarga yang mereka inginkan. Selain itu juga informasi tersebut dapat digunakan sebagai masukan bagi perusahaan agar program-program pemasaran yang disusun perusahaan dapat lebih diarahkan untuk lebih tepat sasaran dan lebih mempengaruhi konsumen potensial."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2003
S19409
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>