Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 133281 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Hutajulu, Sabam
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1984
S17055
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nita Yosita Hawadi
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1983
S17011
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nasser Taher
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1983
S17000
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sawitri Handayani
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1984
S17112
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Agus Salim
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1985
S17377
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Maria Apung
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1991
S17945
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sugeng Pramono
"Serangkaian paket deregulasi yang Lelah digulirkan oleh pemerintah selama satu dasawarsa terkhir ini Lelah membuktikan berbagai dampak pada kehidupan perekonomian negara kita. Paket paket deregulasi tersebut diantaranya adalah deregulasi perbankan yang mana dimulai dari Pakjun 1983, Pukto 1988. Pukjan 1990, Paktri 1991. Pakjun 1991. UU Perbankan 1992 dan Pukmei 1993. Semua paket kebijaksanaan ini membawa konsekwensi didunia perbankan. Diantaranya yang paling jelas adalah situasi persaingan antar bank yang semakin ketat. Untuk menghadapi suasana kompetisi yang ketat ini bank dituntut suatu operasi yang makin efisien dari efektif. Operasi yang efisien dan efektif hanya akan tercapai jika bank memiliki manajemen yang handal dan peralatan yang memadai sebagai alat bantu untuk menyediakan informasi yang memadai guna pengambilan keputusan yang tepat. Maka pada titik inilah akuntansi manajemen berperan. Karena akuntansi manajemen pada dasarnya adalah suatu sistem informasi yang dapat mengakumulasi, mencatat dan melaporkan biaya produksi, serta membantu untuk membuat perencanaan dan sekaligus alat pengendalian biaya produksi."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1993
S18485
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Winani Kumalasari
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1982
S16797
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yulius Purnama Junaedi
"Biaya pemasaran mempunyai arti dan pengaruh yang sama pentingnya seperti halnya biaya produksi. Namun demikian seringkali biaya pemasaran kurang mendapat perhatian dibandingkan dengan biaya produksi. Padahal dalam banyak perusahaan biaya pemasaran ini dapat mencapai 25% sampai 50% dari total biaya yang dikeluarkan suatu perusahaan untuk suatu produk tertentu.
Sebagai sistem akuntansi biaya yang menggunakan pendekatan aktivitas, sistem ABC memperlakukan semua biaya sebagai biaya langsung. Metode ini mencoba menelusuri semua biaya yang ter¬jadi karena adanya aktivitas ke penyebab timbulnya, sehingga setiap biaya yang dibebankan ke produk merupakan .biaya yang ditimbulkan oleh aktivitas yang dikonsumsi oleh produk yang bersangkutan. Sistem ABC ini akan sangat terlihat manfaatnya, apabila dilaksanakan di suatu perusahaan yang memproduksi banyak produk (multi-produk).Dalam skripsi ini penulis mencoba menganalisa bagaimana penerapan sistem activity-based costing untuk mengendalikan biaya pemasaran.
Adapun metode penelitian yang digunakan adalah:
1. Penelitian kepustakaan yang dilakukan dengan jalan meneliti buku-buku dan artikel-artikel yang berhubungan dengan sistem ABC dan biaya pemasaran. Hasil penelitian ini digunakan untuk membangun kerangka teoritis serta sebagai dasar untuk melakukan analisa atas hasil penelitian lapangan.
2. Penelitian lapangan, dengan obyek penelitian berupa sebuah perusahaan industri lampu.
Dari penelitian-penelitian tersebut diketahui bahwa sistem activity-based costing memungkinkan pihak manajemen perusahaan untuk mendapatkan informasi biaya pemasaran per-produk dan per- daerah pemasaran secara lebih akurat. Dengan adanya informasi biaya pemasaran yang, lebih akurat ini maka pihak manajemen dapat mengendalikan biaya pemasaran tersebut secara lebih baik.
Penerapan sistem activity-based costing juga memungkinkan pihak manajemen untuk melakukan pengaturan aktivitas dengan lebih baik. Melalui sistem ABC, pihak manajemen dapat mengiden¬tifikasikan aktivitas-aktivitas yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Selain itu melalui penentuan cost driver dan rate cost driver untuk setiap aktivitas, pihak manajemen akan memperoleh gambaran yang lebih baik mengenai' penyebab dari variabilitas biaya aktivitas. Jadi, dengan mengatur aktivitas maka pihak manajemen mempunyai kesempatan yang lebih baik untuk mengendalikan setiap pengeluaran biaya pemasaran.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1993
S18588
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
R. Sidharta Boedhi Soeparto
"Perekonomian negara kita dewasa ini telah berkembang cukup pesat dimana pelaksanaannya bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga melibatkan segenap pelaku ekonomi didalam masyarakat, termasuk dalam hal ini pihak swasta, yang perannya tidak dapat diabaikan dalam pembangunan perekonomian dewasa ini. Salah satu pihak swasta disini adalah PT Pancha Suryacoy yang bergerak dalam bidang industri tekstil. Melihat perkembangan situasi usaha dewasa menunjukkan adanya persaingan yang ketat ini yang diantara perusahaan-perusahaan industri sejenis, maka pelaksanaan pengendalian biaya semakin penting untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan tanpa mengabaikan kwalitas dari hasil produksinya. Peranan manajer sebagai pimpinan perusahaan didalam pengendalian biaya produksi yang terjadi semakin penting, tetapi karena perkembangan perusahaan yang semakin maupun untuk besar maka mereka harus mendelegasikan wewenang tanggungjawab tugasnya kepada bawahannya; dimana melaksanakan pengendalian terhadap bawahannya, maka pimpinan perusahaan memerlukan suatu informasi akuntansi. Penerapan akuntansi pertanggungj awaban didalam perusahaan untuk pengendalian biaya produksi adalah merupakan upaya perusahaan untuk melakukan pengendalian secara efisien dan efektif. Akuntansi pertanggungjawaban yang merupakan salah satu bentuk akuntansi yang ditujukan untuk membantu manajemen dalam kaitannya dengan pengendalian diharapkan dapat memberikan informasi akuntansi tersebut. Pengendalian biaya produksi melalui akuntansi anggaran dimiliki pertanggungjawaban dilakukan dengan membuat sesuai tugas, wewenang dan tangggung jawab yang oleh manajer suatu bagian atau pusat pertanggungjawaban dan membuat laporan pelaksanaan dari anggaran tersebut. Dengan demikian akan memudahkan bagi manajemen untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas penyimpangan-penyimpangan yang terjadi."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1995
S18877
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>