Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 14787 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Agung Triharyadi
"Tugas Akhir (Skripsi) ini membahas tentang metoda-metoda perhitungan jumlah surplus yang dapat dibagi pada perusahaan asuransi jiwa. Akan dibahas tiga metoda pendistribusian untuk surplus yang dapat dibagi, yaitu metoda penetapan distribusi (methods of determining distributions), metoda kontribusi (contribution method) dan metoda premi dari pengalaman (experience premium method). Beberapa asumsi-asumsi seperti tingkat mortalita, biaya dan bunga, baik yang dipcrgunakan dalam perhitungan tarif premi maupun berdasarkan pengalaman perusahaan serta realisasinya akan digunakan untuk mcnghitung distribusi surplus yang dapat dibagikan. Ketiga metoda ini akan diterapkan pada laporan keuangan sebuah perusahaan asuransi jiwa untuk menentukan besamya dividen bagi pemegang polis.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1996
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lalu Dema Arkandia
"Untuk menekan kerugian sekecil mungkin, lazimnya perusahaan asuransi akan mengambil suatu jumlah tertentu sebagai jaminan atas risiko yang ia tutup (cover) dan jumlah ini adalah yang disebut dengan retensi. Metode batas retensi yang ditetapkan oleh perusahaan selama ini memang memberikan nilai keamanan bagi perusahaan, tetapi dari segi biaya reasuransinya mengurangi pendapatan/keuntungan perusahaan, cara ini sangat lemah. Metode ini sering berakibat tingkat retensi sebagai batas yang dicadangkan melebihi jumlah klaim. Metode solusi Teorema Rosenthal mencoba untuk menjawab hal itu dengan tujuan minimalisasi kerugian, sekaligus mengevaluasi tingkat retensi perusahaan. Pendekatan Rosenthal menjawab efektifitas dari taksiran total klaim dalam satu peristiwa, metode umum yang biasa digunakan asuransi syariah. Setelah dilakukan uji Chi-square dan analisis varians, taksiran retensi Rosenthal untuk tertanggung individu lebih baik daripada retensi yang selama ini ditetapkan perusahaan Sehingga perusahaan Asuransi Syariah "X" disarankan untuk mengevaluasi dan merubah batas retensi yang selama ini ditetapkan untuk tertanggung individu yang telah ditentukan, dengan menghitung metode Rosenthal Approximation. Pada penelitian kali ini Teorema yang dikembangkan Rosenthal tidak dapat digunakan untuk mencari batas retensi untuk tertanggung grup perusahaan.

In order to minimize the loss as minimum as possible, an insurance company will usually take a certain amount as the collateral for the risk it cover. This amount is called retention. Indeed, the retention limit method which is specified by the company up to present may provide a security value to the company. However, viewed from the aspect of reinsurance cost, it may decrease the revenue/profit received by the company. Therefore, this method proved to be inefficient. This method frequently results in the retention level, as the reserved limit, to exceed the value of the claim. The Theorem Rosenthal solution method seek to solve the problem with the intention of minimizing the loss as well as to respond to the effectiveness of the estimated total claim for an incident, a general method usually applied by the syariah insurance_ After performing a Chi-square test and variance analysis, the estimated Rosenthal retention for the individual sufferer proved to be better than the retention previously specified by the company. Therefore, the Syariah Insurance "X" is recommended to evaluate and modify the retention limit previously specified by the individual sufferer, by calculating the Rosenthal approximation method. In this research, the Theorem developed by Rosenthal may not be applied to find the retention limit for the company group sufferer."
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2006
T17929
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Stein, Ben
Jakarta: Gramedia, 2006
152.41 STE e
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Noviyanti Ika Wardhani
"Structural Equation Model (SEM) merupakan salah satu metode statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan simultan antar variabel laten. Selain digunakan untuk menganalisis hubungan simultan antar variabel pada data yang tidak berpasangan, ternyata SEM juga dapat digunakan untuk menganalisis hubungan simultan antar variabel pada data yang berpasangan, baik pasangan yang dapat dibedakan maupun pasangan yang tidak dapat dibedakan. Pada tugas akhir ini akan dibahas SEM untuk data berpasangan yang tidak dapat dibedakan. Ada 3 model pada SEM untuk data berpasangan yang tidak dapat dibedakan, yaitu model actor-partner, model mutual-influence dan model mixed. Pada penelitian ini akan digunakan model mixed yang merupakan penggabungan dari model actor-partner dan model mutual-influence. Tidak seperti pada metode SEM pada umumnya, SEM untuk data berpasangan yang tidak dapat dibedakan menggunakan 2 matriks input, yaitu matriks between-dyad dan matriks within-dyad. Selain itu digunakan pula variabel phantom yang selain berguna untuk merepresentasikan pengaruh pasangan, juga membantu proses estimasi parameter dalam model. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2007
S27736
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Farmers perform double roles at the same time in treating rice commodity, that are as producers and as consumers. This research tried to find out the average amount of rice marketable surplus at the hand of farmers? households and to analyze which variables significantly influence the surplus. The results of the research conducted in four rice production centres od South Sumatra reveal that the average rice consumption of famers? households were 98,42 kg per person or 402.75 kg per household with 4 members, while their rice production were 5842,75 kg per household. Farmers in all rice production centers have actually carried out marketable surplus on their rice production as their consumed a portion as needed and sold the majority amounts to the market. There were variations of rice consumed between rice production centers. Rice marketable surplus in all production centers (OKU Timur, OKI, Musi Rawas and Banyuasin) were significantly influenced by rice production. In three production centers, the rice production also was influenced significantly by the number of household members and off-farm income, while in two production centers, it was also determined by rice price and age composition of farmer family members. The other variables affected rice marketable surplus exclusively in each area"
330 JSE 12:2 (2006)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Sembiring, Kompani
Depok: Universitas Indonesia, 1989
S27297
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Antonius Eryoko H
"Tujuan utama dari penulisan ini adalah membahas beberapa buah integral yang melibatkan fungsi Bessel Jenis I, yaitu : integral berhingga meliputi integral yang didapat dari rumus pengulangan, integral pertama Sonine, integral dari fungsi Bessel berorde genap dengan argumen 2zcosx dan 2zsinx; integral tak berhingga meliputi integral yang diselidiki oleh Hankel dan integral Eksponensial I dan II Weber.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1995
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aida Juwita
"Tugas akhir ini membahas model inventori dengan kenaikan harga yang telah diketahui, sehingga terdapat waktu T yaitu kesempatan terakhir untuk memesan. Kebijaksanaan yang akan diambil adalah menentukan berapa banyak jumlah barang yang dipesan dan kapan saja terjadi pemesanan. Kebijaksanaan ini dibagi menjadi 2 tipe yaitu kebijaksanaan tipe 1 dengan inventori dihabiskan pada waktu T dan kebijaksanaan tipe 2 dengan inventori tidak dihabiskan pada waktu T. Kedua tipe kebijaksanaan ini akan dibahas menggunakan model inventori dengan horison terbatas dan horison tak terbatas, serta akan dibandingkan kebijaksanaan mana yang menghasilkan solusi yang optimal yaitu total biaya inventori minimum."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1995
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Heru Setyawan
"Tugas akhir ini membahas tentang bagaimana menentukan tingkat persediaan dan biaya yang optimal dengan sistem order level untuk permintaan yang deterministik maupun probabilistik. Perbandingan biaya antara sistem order level untuk permintaan yang deterministik dan probabilistik menunjukkan bahwa biaya untuk sistem order level dengan permintaan probabilistik temyata lebih besar dibandingkan dengan sistem order level untuk permintaan yang deterministik.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1996
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ario Satyadi
"
ABSTRAK
Di PT "P" -salah satu anak perusahaan dari Astra Heavy Industries yang memproduksi Frame Forklift dan merakitnya menjadi Forklit- proses manuaktur dari bahan baku sampai menjadi barang jadi (frame) seperti gambar dibawah ini:
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menentukan sistim pengendalian persediaan-di-tengah-
proses yang tepat dimana dapat menghasilkan Tingkat Persediaan yang optimum dengan Biaya Persediaan minimum sehingga masalah kekurangan atau kelebihan bahan 1/2 jadi dapat diatasi.
Dalam usaha mengendalikan persediaan akan diterapkan suatu metode yang merupakan suatu sistem perencanaan pemenuhan kebutuhan komponen untuk proses manufaktur yang didasarkan pada Jadwal Produksi Utama dan disebut Material Requirements Planning (ABB)
dimana dalam perancangannya akau diterapkan juga konsep Safety Stock.
Hasil dari penulisan skripsi ini adalah suatu perencanaan jumlah dan jadwal penerimaan pemenuhan kebutuhan selama horison perencanaan dalam skripsi ini satu tahun berdasarkan pemenuhan ukuran pemesanan (lot sizing) yang menghasilkan Biaya Persediaan paling kecil dimana status persediaan setiap sub periode diatas atau sama dengan Safety Stock.
Kesimpulan yang dapat diambil dari skripsi ini adalah dengan pemilihan metode for sizing yang tepat untuk sedap jenis komponen maka akan diperoleh jadwal pemenuhan kebutuhan yang tepat dan dengan jumlah yang tepat pula sehingga tingkat persediaan yang tinggi atau kelebihan persediaan (overstock) dapat dikurangi sementara dengan penambahan Safety Stock maka resiko kekurangan persediaan pada saat dibutuhkan atau stockout dapat dihindari."
1997
S36632
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>