Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 107139 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Lusitra Munisa
"Indeks bias (n) dan koefi sien absorpsi optis (α) lapisan tipis amorf silikon karbon terhidrogenasi (a-SiC:H) telah diteliti dari hasil pengukuran refl eksi dan transmisi. Lapisan tipis a-SiC:H dihasilkan dengan metode deposisi dc sputtering menggunakan target silikon dalam campuran gas argon dan metan. Indeks bias (n) berkurang dengan peningkatan fl ow rate gas metan. Koefi sien absorpsi optis (α) bergeser ke energi yang lebih tinggi dengan bertambahnya fl ow rate gas metan. Lapisan tipis cenderung makin tidak teratur dan memiliki gap optis yang lebih lebar pada fl ow rate gas metan tinggi. Relasi komposisi terhadap sifat?sifat optik lapisan tipis akan didiskusikan demikianpula terhadap ketidakteraturan jaringan amorf.

Methane Flow Rate Effects On The Optical Properties of Amorphous Silicon Carbon (a-SiC:H) Films Deposited By DC Sputtering Methods. We have investigated the refractive index (n) and the optical absorption coeffi cient (α) from refl ection and transmission measurements on hydrogenated amorphous silicon carbon (a-SiC:H) fi lms. The a-SiC:H fi lms were prepared by dc sputtering method using silicon target in argon and methane gas mixtures. The refractive index (n) decreases as the methane fl ow rate increase. The optical absorption coeffi cient (α) shifts to higher energy with increasing methane fl ow rate. At higher methane fl ow rate, the fi lms tend to be more disorder and have wider optical gap. The relation of the optical properties and the disorder amorphous network with the compositional properties will be discussed."
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 2002
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Rosari Saleh
"Defek dangling bond dari lapisan tipis amorf silikon karbon (a-SiC:H) hasil deposisi metode dc sputtering telah dipelajari dengan spektroskopi ESR (electron spin resonance). Densitas spin berkurang tidak terlalu besar dengan peningkatan fl ow rate gas metan. Pengaruh kehadiran karbon dan hidrogen terhadap harga-g menunjukkan bahwa sampai fl ow rate gas metan 8 sccm, sinyal ESR didominasi oleh karakteristik defek a-Si:H, sedangkan untuk fl ow rate gas metan lebih besar dari 8 sccm, harga-g berkurang mendekati harga-g dari a-C:H. Hasil analisis inframerah menunjukkan semakin banyak karbon dan hidrogen yang membentuk ikatan Si-H, Si-C dan C-H dengan bertambahnya fl ow rate gas metan. Relasi hasil yang diperoleh dari inframerah dengan densitas defek dan harga-g akan dipelajari.

The dangling bond defect density in sputtered amorphous silicon carbon alloys have been studied by electron spin resonance (ESR). The results show that the spin density decreased slightly with increasing methane fl ow rate (CH4). The infl uence of carbon and hydrogen incorporation on g-value revealed that for CH4 fl ow rate up to 8 sccm, the ESR signal is dominated by defects characteristic of a-Si:H fi lms and for CH4 fl ow rate higher than 8 sccm the g-value decreased towards those usually found in a-C:H fi lms. Infrared (IR) results suggest that as CH4 fl ow rate increases more carbon and hydrogen is incorporated into the fi lms to form Si-H, Si-C and C-H bonds. A direct relation between the IR results and the defect density and g-value is observed."
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 2002
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Bondan Tiara Sofyan
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1991
S40301
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Maya Ayu Wulandari
"Pelat bipolar merupakan komponen utama dalam Polymer Electrolyte Membrane Fuel Cell (PEMFC). Pada penelitian ini pelat bipolar dibuat dari grafit komposit yang terdiri dari matriks grafit Electric Arc Furnace (EAF), carbon black sebagai pengisi, dan resin epoksi sebagai pengikat. Semua bahan dicampur dengan menggunakan high speed mixer dengan variabel komposisi dari carbon black ISAF N220 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, dan 10%.
Metode compression moulding dilakukan dalam pembuatan pelat bipolar dengan menggunakan tekanan 55 MPa selama 4 jam pada temperatur 100°C. Material dikarakterisasi melalui pengujian tarik, pengujian fleksural, pengujian densitas, pengujian porositas, pengujian konduktivitas listrik, dan pengujian Field Electron Scanning Electron Microscope (FESEM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada komposisi carbon black 10% menghasilkan pelat bipolar dengan karakteristik optimum dengan nilai konduktivitas tertinggi sebesar 7,07 S/cm. Kekuatan fleksural sebesar 51,34 MPa. Namun demikian, densitas terendah sebesar 1,96 gr/cm3 diperoleh dengan melakukan pencampuran carbon black 0% , dan porositas terkecil 0,49% diperoleh pada komposisi carbon black 10%. Pengamatan visual menunjukkan bahwa seluruh pelat bipolar mempunyai penampakan yang baik, tidak retak, dan permukaan yang rata.

Bipolar plate is a major component in Polymer Electrolyte Membrane Fuel Cell (PEMFC). In this study bipolar plates made of graphite composite consisting of a matrix of graphite Electric Arc Furnace (EAF), carbon black as filler, and epoxy resin as a binder. All the ingredients are mixed using a high speed mixer with variable composition of carbon black ISAF N220 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, and 10%.
Methode of compression molding is done in the manufacture of bipolar plates using a pressure of 55 MPa for 4 hours at a temperature of 100°C.
The results showed that the composition of 10% carbon black produce bipolar plates with optimum characteristics with the highest conductivity value of 7.07 S / cm. Fleksural strength of 51.34 MPa. However, the lowest density of 1.96 gr/cm3 obtained by mixing carbon black 0%, and the smallest porosity of 0,49% is obtained on the composition of 10% carbon black. Visual observations showed that all bipolar plates have a good appearance, no cracks, and a flat surface.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S46392
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Renda Filosofi Raisuli
"Rekayasa komposit TiO2-karbon aktif untuk proses disinfeksi bakteri E.coli telah dilakukan. Komposit yang dilapiskan pada penyangga batu apung dengan diameter 1-2 mm mampu mendisinfeksi kandungan bakteri E.coli dengan konsentrasi awal 6,9 x 10^4 sel/mL hingga mencapai nilai konversi 100% dalam 90 menit.
Hasil uji kinerja juga menunjukkan bahwa penambahan 2% karbon aktif pada fotokatalis TiO2 mampu meningkatkan laju disinfeksi bakteri E.coli hamper dua kalinya dibandingkan tanpa penambahan karbon aktif. Ukuran penyangga yang lebih kecil (1-2 mm) mampu meningkatkan nilai konversi dari 81% menjadi 100% dibandingkan apabila komposit disangga oleh batu apung ukuran 2-5 mm.

Photocatalytic Disinfection of Escherichia Coli bacteria with activated carbon- TiO2 film composites has been done. Composite superimposed at pumice support with diameter 1-2 mm and initial concentration of 6,9 x 10^4 cell/mL can disinfect E.coli bacteria to 100% of its conversion value in 90 minutes.
Performance test result also indicates that addition of 2% of activated carbon at photocatalyst TiO2 can increase disinfection rate of E.coli bacteria approximant twice compared to without addition of activated carbon. Smaller support measure (1-2 mm) can increase conversion value from 81% to 100% compared to if composite supported to pumice with larger diameter (2-5 mm).
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S52185
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Lia Rahmawati
"Modifikasi elektroda glassy carbon (GC) sebagai sensor kimia parasetamol dikembangkan secara molecular imprinted polymer (MIP). Pembentukan lapisan polimer polifenol atau polianilin pada permukaan elektroda GC di sekeliling parasetamol sebagai molekul cetakan dilakukan dengan teknik elektropolimerisasi secara voltametri siklik. Hasil optimasi pembuatan elektroda GC MIP fenol pada perbandingan konsentrasi fenol dan parasetamol 1x10-4 M : 1x10-2 M, diperoleh nilai sensitivitas 0,0183 µA/ppm dan batas deteksi 3,9786 ppm. Modifikasi elektroda GC MIP fenol pada pengukuran persen kadar parasetamol yang kelinieran diperoleh pada rentang konsentrasi 10 ppm sampai 700 ppm. Aplikasi untuk obat komersial Parasetamol tablet didapatkan kadar 98,38 % dan Bodrex® tablet adalah 95,21%. Hasil optimasi elektroda GC MIP anilin pada perbandinagn konsentrasi anilin dan parasetamol 1x10-1 M : 1x10-2 M, diperoleh nilai sensitivitas 0.0243 µA/ppm dan batas deteksi 2,2010 ppm, untuk elektroda GC MIP anilin kelinieran diperoleh pada rentang konsentrasi 10 ppm sampai 1200 ppm. Aplikasi pada sampel obat komersial parasetamol 100,90 % dan Bodrex® diperoleh 97,18%. Berdasarkan penelitian dan aplikasi pada sampel obat, analisis dengan menggunakan elektroda GC MIP dibandingkan dengan metode KCKT kedua metode tersebut masuk dalam rentang persyaratan yang terdapat pada Farmakope Indonesia.

The modification of glassy carbon (GC) electrodes as paracetamol chemical sensors has been develoved by using molecular imprinted polymer (MIP) based on polyphenol and polyaniline. The formation of polyphenols or polyaniline polymer layer on the surface of GC electrodes as the molecular molding around the paracetamol molecule is performed electrochemically using cyclic voltammetry technique. For polyphenol based MIP fabrication, phenol to paracetamol concentration ratio with the value of 1x10-4 M : 1x10-2 M gives the optimum results giving the sensitivity value 0.0183 A/ppm and LOD 3.9786 ppm. The modified electrode also shows a linearity in the paracetamol concentration range between 10 to 700 ppm. In addition the paracetamol detected using the modified electrodes reveals 98.38% and 95.61% similarity to that of shown on the label of Paracetamol and Bodrex® respectively. Meanwhile, for polyaniline-based MIP fabrication the optimum aniline to paracetamol concentration ratio is 1x10-1 M : 1x10-2 M which gives the sensitivity value 0.0243 A/ppm, LOD 2.2010 ppm and range of linearity 10 to 1200 ppm. In respect of commercial medicine application, the detection using polyaniline-based modified electrode shows 100.90% and 97.18% similiarites to that of shown on the label of Paracetamol and Bodrex® respectively. The detection of paracetamol using both MIP modefied electrodes is also comparable to the detection using conventional method such as HPLC.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2013
T34608
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Fadhil
"Dewasa ini penggunaan material komposit serat karbon mulai banyak digunakan dalam berbagai sektor industri karena memiliki sifat-sifat yang mampu memenuhi tuntutan teknologi, seperti ringan, tahan fatik, dan tahan terhadap temperatur tinggi. Penelitian terhadap perfoma komposit serat karbon baik termal dan mekanik masih jarang dilakukan. Oleh karena itu dilakukanlah pengujian untuk mengetahui hal tersebut. Komposit serat karbon yang digunakan memiliki variasi densitas berbeda yaitu 200 dan 240 gr/m2
Metode yang digunakan dalam penelitian ini berbasis pada kalorimeter kerucut. Pembakaran dilakukan pada nilai fluks kalor maksimum 23,61 kW/m2 dan minimum 14,15 kW/m2. Pada penelitian ini juga dilakukan pengujian tarik dan SEM untuk mengetahui sifat mekanik dari komposit serat karbon.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan semakin tinggi fluks kalor, maka laju produksi kalor dari pembakaran komposit serat karbon juga meningkat dimana laju produksi maksimum yang dicapai bernilai 160-170 kW/m2. Sementara itu dari pengujian mekanik didapatkan bahwa material komposit serat karbon memiliki sifat diantara ulet dan getas.

In this present days, the use of carbon fiber composite material used widely in various industrial sectors. This happens because carbon fiber composite have good properties that can fulfill the demands of technology requirements, such as lightweight, fatigue resistant, and withstand to high temperatures. Studies on carbon fiber composites performance, especially regarding its thermal and mechanical performance, are still not observed widely. Carbon fiber composites used in this study has density of 200 and 240 gr/m2.
The method used in this study based on cone calorimeter. Combustion was performed onthe maximum heat flux of 23.61 kW/m2 and a minimum heat flux of 14.15 kW/m2. This study also used the tensile test and SEM analysis to determine the mechanical properties of carbon fiber composites.
The results of this study showed that at the higher heat flux, the heat release rate (HRR) carbon fiber composites was increased withthe maximum valueof 160-170 kW/m2. Meanwhile, analysis of mechanical properties showed that the carbon fiber composite material has a characteristic between ductile and brittle.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S55780
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Setiyaningrum
"Pengembangan material biologis mampu luruh alami sebagai aplikasi perancah pembuluh darah telah banyak dilakukan. Pada penelitian sebelumnya Fe-Mn-C berstruktur busa dengan 5% kalium karbonat (K2CO3) berhasil dikembangkan dengan fasa austenit dan laju degradasi yang cukup baik. Namun kandungan karbon yang terbentuk masih sangat tinggi dengan membentuk fasa grafit (C) menyebabkan kekerasan yang terlalu tinggi dan meninggalkan sifat magnet yang akan mengganggu saat pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Variasi komposisi unsur karbon (0%, dan 0,5%C) dilakukan untuk memperbaiki sifat mekanik dan membentuk fasa austenit sepenuhnya guna diperoleh sifat yang non magnetic. Pemaduan mekanik material serbuk dilakukan dengan metode rotary mixing dengan komposisi target Fe-35Mn dan Fe-35Mn-0,5C. Sinter dilakukan pada temperatur 850oC selama 3 jam dan dilanjutkan dengan sinter dekomposisi pada temperatur 1100oC selama 1,5 jam di atmosfer inert gas Nitrogen (N). Hasil sinter kemudian dilakukan karakterisasi sifat fisik, kimia, mekanik, dan perilaku korosinya. Fasa yang terbentuk adalah fasa austenit, dan fasa mangan oksida dengan laju degradasi yang baik dan tidak bersifat magnet.

Development of degradable biomaterial for coronary stent applications has been carried out. Degradable biomaterial Fe-Mn-C with foam structure with 5% potassium carbonate (K2CO3) was successfully developed with austenite phase and good degradation rate. However, the carbon content still too high and produce graphite phase (C) causing the hardness becomes too high and will produce the magnetic properties that interfere with the examination process of MRI (magnetic resonance imaging). Variations of carbon composition (0%, and 0.5% C) has been done to improve mechanical properties and form a fully austenite phase to produce non-magnetic properties. Mechanical alloying of powder material done by rotary mixing method with a target composition of alloy are Fe-35Mn and Fe-35Mn-0,5C. Sintering was performed in inert gas atmosphere of nitrogen (N) at temperature of 850oC for 3 hours and continued at 1100oC for 1.5 hours. Several characterization was performed on sintered sampel such as physical, chemical, and mechanical properties also degradation behavior. Austenite and manganese oxide phase with a good rate of degradation and not magnetic properties are formed in this degradable biomaterial Fe-Mn-C.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S56521
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>