Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 71775 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Eddy Yusuf
"Telah dilakukan penetapan kadar residu Oksitetrasiklin HC1 dalam air susu sapi secara kromatografi cair kinerja tinggi. Sampel susu dikumpulkan pada interval waktu tertentu dari sapi perah Frisian hol stain penderita mastitis yang mendapat pengobatan Oksitetrasiklin HC1 dosis tunggal (20,0 mg/kg BB) secara intra muskuler. Proses ekstraksi diawali dengan penanibahan Na 2 EDTA untuk melepaskan ikatan koinpleks Oksitetrasiklin HC1 dengan kalsium. Deproteinasi dilakukan dengan asetonitril, sedangkan leinak dicuci dengan n-heksana. Cairan yang diperoleh ditarik dengan etil asetat. Hasil analisis menunjukkan bahwa tiga han setelah pengobatan, konsentrasi Oksitetrasiklin HC1 dalam air susu memenuhi persyaratan untuk dikonsumsi, seperti yang ditetapkan oleh FAQ dan WHO. Setelah tujuh hari residu tersebut tidak terdeteksi lagi. Laju penurunan konsentrasi mengikuti persamaan reaksi orde pertama, dengan konstanta eliminasi = 0,01678 jam -1 dan waktu paruh dalain susu = 41,30 jam."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1992
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Budi Satrio
"Mastitis merupakan penyakityang merugikan peternak sapi
perah karena dapat menurunkan produksi susu. Untuk
pengobatan mastitis biasanya digunakan antibiotika. Hal
mi menyebabkan adanya residu dalam susu. TUJUan
penelitian mi adalah untuk mengetahui tenggang waktu
residu kloksasilin dalam susu yang berasal dari ambing
yang menderita mastitis. Lima ekor sapi Frisian hoistain
penderita mastitis diberi 200 mg/kuartir/hari kloksasilin
selama 3 hari berturut-turut. Residu dalam susu diamati
selama 10 hari dengan alat KCKT. Ekstraksi diawali dengan
penambahan asetonitril untuk mengendapkan protein dan
lemak, kemudian penyar-ian dengan CH2C1 2 dalam suasana
bufer fosfat •pH 2,2. Petroleum eter (30°-60°C) ditambahkan
pada ekstrak CH2C12 untuk mempermudah ekstraksi
selanjutnya menggunakan bufer fosfat pH 7. Filtrat yang
• diperoleh ditambahkan ammonium sulfat Jenuh sebelum disari
dengan asetonitril. Pada alat KCKT .digunakan kolom
pBondapak t19 RP (300 mm x 3,9 mm. 10 Mm) dengan fase
gerak KH2PO4 0,01 M : CH7CN : CHOH (50 :30 : 20)
dengan kecepatan aliran 1 mi/menit dan dideteksi pada
220 nm. Hasil analisis menunjukkan bahwa residu
kloksasilin tidak terdeteksi lagi pada han ke-8 dihitung
sejak hari pengobatan terakhir.

Mastitis in dairy cow has caused a significant losses to
the farmers due to reduced in milk production. Intensive
used of antibiotics in the treatment of mastitis have
caused antibiotic residue in milk. A study was carried out
to determine withdrawal time of cloxacillin in milk
produced by mastitis dairy cow. Five Frisian ha1tain
suffering from mastitis were treated intramammarily with
200 mg/quarter/day of cloxacillin for 3 successive days.
The residue was observed for 10 days using HPLC method.
Extraction was performed with the addition of CH 3CN to
precipitate proteins and lipids, followed by CH.C1,, in
phosphate buffer at pH 22. Petroleum ether (30°-60°C) was
added to the CH2C1 2 extract to facilitate further
extraction in phosphate buffer at pH 7. Saturated ammonium
sulfate was added to the filtrate before extracting with
CHCN. HPLC analysis was carried out using /.iBondapak C18
Reversed-Phase column (300 mm x 3.9 mm, 10 m) and
KH2PO4 0.01 M : CH3CN : CH3OH (50 : 30 : 20) as mobile
phase with a flow rate of 1 ml/minute and detected at
220 nm. The results showed that cloxacillin residue was
not detected anymore in milk after 8 days since the last
day of treatment.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1992
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Elis Dwi Rahayu
"ABSTRAK
Telah dilakukan percobaan pendahuluan untuk menemukan kondisi kromatografi penetapan kadar noretindron dalam plasma darah. Sebagai standar dalain digunakan tnedroksi progesteron asetat. Isolasi obat dari plasma dilakukan dengan 2 cara, yaitu pengendapan protein dengan inetanol dan ekstraksi cair-cair dengan dikioroinetan. Selektivitas yang baik diperoleh pada penyuntikan hasil ekstraksi diklorometan dengan kondisi kroinatografi fase diatn kolom C18 ( 25 cm x 0,4 cm ) dan fase gerak metanol-air (3:1), kecepatan aliran 0,4 ml/inenit. Kepekaan KCKT terhadap noretindron dicari dengan ineinbuat kurva kalibrasi pada tingkat pikogram. Tanggapan yang cukup linear diperoleh pada penyuntikan noretindron dengan interval 50 pg. Deteksi dengan ultra violet dilakukan pada panjang gelombang 238 nm. Batas deteksi noretindron pada percobaan mi adalah 200 pg."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1992
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Panggabean, Freadi Sabhara Irwanto
"Sejak dahulu teh dikenal sebagai minuman yang menyehatkan. Katekin, khususnya epigalokatekin galat, merupakan senyawa polifenol yang terkandung di dalam teh, belakangan ini banyak menarik perhatian karena kemampuan antioksidan dan antikarsinogeniknya. Kofein, sebagai senyawa alkaloid terbesar di dalam teh, memiliki efek stimulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar kofein dan epigalokatekin galat dalam teh hijau secara kromatografi cair kinerja tinggi. Sistem pemisahannya menggunakan kolom fase terbalik C18, fase gerak campuran air-asetonitril-metanol-etil asetat (89:8:1:2,v/v), serta kecepatan aliran 0,8 mL/menit. Metode ini telah memenuhi syarat uji presisi dan perolehan kembali. Dari 5 sampel yang diperiksa, semua sampel mengandung kofein dan epigalokatekin galat. Kandungan kofein dalam sampel kering (2,15 ± 0,02)% hingga (2,72 ± 0,04)%, sedang epigalokatekin galat (3,91 ± 0,01)% hingga (5,41 ± 0,08)%."
Depok: Universitas Indonesia, 2007
S32614
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rachman Ramadhan
"Asiklovir, 9-[(2-Hidroksietoksi)-metil]guanin, adalah derivat guanosin asiklik yang merupakan penghambat selektif terhadap replikasi virus herpes dengan aktivitas antiviral yang poten secara klinis terhadap herpes simpleks dan virus Varicella zoster. Metode kromatografi cair kinerja tinggi yang sederhana dan sensitif telah dikembangkan dan dioptimasi serta divalidasi untuk menganalisis asiklovir dalam plasma manusia in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis dan konsentrasi garam yang digunakan sebagai reagen salting out sehingga metode yang digunakan lebih sensitif dan valid untuk penetapan kadar asiklovir. Sampel plasma (500 μl) diekstraksi dengan 3 ml diklormetan-isopropanol (1:1, v/v) dan penambahan 500 μl larutan amonium sulfat 4 M. Pemisahan komponen dalam ekstrak plasma dianalisis menggunakan kolom Kromasil® fase terbalik 100-5C18 (250 x 4,6 mm, 5μm) dan dideteksi pada panjang gelombang 253 nm. Analisis dilakukan dengan fase gerak yang terdiri dari metanol-larutan natrium dihidrogen fosfat 0,02 M yang mengandung natrium dodesil sulfat 5 mM pH 3,04 dengan variasi elusi gradien perbandingan komposisi fase gerak yaitu 30:70 (v/v) dan 25:75 (v/v) dengan kecepatan alir 1,0 ml/menit. Zidovudin digunakan sebagai baku dalam. Diperoleh koefisien korelasi kurva kalibrasi (r = 0,99546) pada rentang konsentrasi 20,32-1016 ng/ml. Nilai LLOQ yang diperoleh adalah 20,32 ng/ml. Nilai koefisien variasi dan % diff pada tiga konsentrasi asiklovir lebih rendah dari 15%. Uji perolehan kembali asiklovir diperoleh antara 80-120 %. Hasil validasi metode memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Acyclovir, 9?[(2-Hidroxysietoxy)-methyl]guanine, is an acyclic guanosine derivative that show selective inhibition of herpes virus replication by clinically potent antiviral activity against herpes simplex and Varicella zoster virus. A simple and sensitive high performance liquid chromatography method has been developed, optimized, and validated for analysis of acyclovir in human plasma in vitro. This study aims to determine the type and concentration of salt used for salting out reagent so that the method used is more sensitive and valid for the assay of acyclovir. Plasma sample (500 μl) was extracted with 3 ml dichlormethane-isopropyl alcohol (1:1, v/v) and the addition of 500 μl ammonium sulphate solution 4M as salting out reagent. Separation of components in the plasma extracts were analyzed using reversed-phase on Kromasil® 100-5C18 (250 x 4,6 mm) column and detected at wavelength of 253 nm. The analysis was done by using mobile phase consisting of methanol-sodium dihydrogen phosphate 0,02 M solution containing sodium dodecyl sulphate 5 mM pH 3,04 with gradient elution variation composition of mobile phase that was 30:70 (v/v) and 25:75 (v/v) at flow rate 1,0 ml/min. Zidovudine used as internal standard. The coefficient of correlation value obtained by calibration curve in the concentration range of 20,32?1016 ng/ml. The lower limit of quantitation (LLOQ) was found to be 20,32 ng/ml. Value of the coefficient of variation and % diff at three concentrations of acyclovir is lower than 15%. The acyclovir recovery percentage was between 80-120 %. The result of validation method fulfilled for the given criteria."
2012
S42133
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Harahap, Yahdiana
"A method by high performance liquid chromatography for the analysis of acrylamide in potato chips, is reported. The retention time for the elution of acrylamide from the C18 columm ranged from 3 to 3.2 minutes and the eluate was analyzed by UV-VIS detector. A linear response was found for the acrylamide standard tested within the concentration range of 0.8-10 g/ml and the corelation coefficient (r0 greater that 0.999 with detection limit 0.06 ppm and quantitatice limit 0.19 ppm. Sample preparation was performed by measn of solvent extraction using dichlormethane and subsequent re-extraction of the organic solvent with water. This aqueous sample solution was found to be free of any interferences and gave acrylamide and recorveries higher than 90%."
Majalah Ilmu Kefarmasian, 2005
MIKE-II-3-Des2005-154
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Syully B. Ongkowijaya
Depok: Universitas Indonesia, 1997
S32207
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>