Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 69416 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dhita Hapsarani
"Martin Boyd is a writer whose works have recently received a good deal of critical attention after a period of critical neglect. Most of the critics admitted that he is a novelist who is difficult to characterized and to evaluate. That is the reason why there are various comments and opinions written about his novels. But generally there are two kinds of comment; those who praise him as a genius, intelligent and witty writer, and those who claim him as an untalented and poor writer. Due to the above mentioned contradicting comments, I am interested in Martin Boyd's novels, especially his most important novel Lucinda Brayford.
The aim of the thesis is to show and to prove that Lucinda Brayford is a valuable novel which shows implicitly the greatness of its writer. To achieve this purpose Lucinda Brayford will be analyzed intrinsically by using the structuralism theory. Structuralism pay close attention to the structure of a novel. It deals with the elements of a novel and their relations in creating and supporting its theme. The most important elements in Lucinda Brayford are plot, characterization and setting. These three elements and their relations to the theme are discussed thoroughly in this thesis.
The result of the analysis shows that despite of Lucinda Brayford's easy and lucid style, it has a complex design in it's structure and a serious theme. The simplicity of the style covering the complexity of the structure and the seriousness of the theme actually gives a richer value to the novel."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1988
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Boyd, Martin
Melbourne : Lansdowne, 1965
813.54 BOY d
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Niall, Brenda
Melbourne: Oxford University Press, 1974
823 NIA m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Boyd, Martin
"Buku yang berjudul Lucinda Brayford ini ditulis oleh Martin Boyd. Buku ini merupakan sebuah novel berbahasa Inggris."
Sydney: Landsdowne Press, 1946
823.912 BOY l
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Furkanita
"Penulisan skripsi ini bertujuan untuk membuktikan kegagalan Martin Walser menampilkan beberapa aspek kehidupan nyata masyarakat Jerman melalui alur dan karakter para tokoh drama Eiche und Angora yang diramu dalam suatu bentuk drama yang tersendiri. Kehidupan masyarakat Jerman sering dijadikan sebagai latar belakang penulisan karya-karyanya, misalnya drama Eiche und Angora. Selain menghibur, melalui karya ini Walser berusaha menampilkan kekejaman dan kejahatan para pejabat pemerintah Nazi pada akhir Perang Dunia II serta sikap sikap mereka yang mementingkan diri sendiri, dengan harapan agar publik dapat belajar dari pengalaman-pengalaman pahit tersebut. Namun, bentuk dramanya yang mengandung perpaduan berbagai unsur drama yang tidak berpadu justru melemahkan penggambaran kehidupan nyata itu. Hal ini dapat diperkuat dengan telaah-telaah Rainer Taeeni dan AE. Waine serta pen_dapat Walser sendiri tentang Eiche und Angora. Ketidakpadu_an unsur-unsur itu mengakibatkan publik akhirnya menilai Eiche und Angora sebagai drama komedi untuk hiburan semata. Jadi, dapat dilihat bahwa Eiche und Angora tidak ber_hasil mengangkat kehidupan nyata masyarakat Jerman pada suatu masa sekaligus menghibur publik."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1987
S14636
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Boyd, Martin
New York: E.P. Dutton, 1980
828.99 BOY l
Koleksi Publik  Universitas Indonesia Library
cover
Parulian, Tigor
"ABSTRAK
Perspektif merupakan salah satu elemen terpenting dalam sebuah film. The Male Gaze, yang merupakan sudut pandang atau perspektif laki-laki terhadap elemen-elemen yang ada dalam film, telah menjadi hal yang lumrah dalam film-film Hollywood. Hal tersebut terjadi karena mayoritas orang-orang penting dibalik pembuatan film adalah laki-laki. Lebih jauh lagi, saat ini film adalah salah satu jenis media yang paling berpengaruh. Oleh karena itu, makalah ini mencoba untuk menganalisis penggambaran Male Gaze dalam The Wolf of Wall Street, sebuah film oleh Martin Scorsese yang dirilis pada tahun 2013, melalui pengansingan terhadap karakter-karakter wanitanya. Makalah ini menggunakan definisi Male Gaze dari Laura Mulvey sebagai landasan teori dalam menganalisis scene, karakter, monolog, dan dialog dalam film tersebut.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa The Wolf of Wall Street sangatlah dipengaruhi oleh Male Gaze karena karakter-karakter perempuan yang ada dalam film ini hanya berperan sebagai bawahan dari karakter laki-laki.

ABSTRACT
Perspective is one of the most important elements of film. The Male Gaze, which is male perspective or point of view towards film?s elements, has become a common thing in Hollywood movie. It happens because film makers are disproportionately male. Furthermore, today film is one of the most influential forms of media. For this reason, this research attempts to analyze the depiction of the Male Gaze in The Wolf of Wall Street, a 2013 film by Martin Scorsese, trough the relegation of its female characters. This research is using Laura Mulvey?s definition of the Male Gaze as a theoretical framework in examining the scenes, characters, monologues, and dialogues of the film.
The result of the research concludes that The Wolf of Wall Street is heavily influenced by the Male Gaze since the female characters role are diminished and they only serve as subordinate for the male characters.
"
2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1996
S11646
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Paulus, S. Margaretha K.
"ABSTRAK
Dalam skripsi ini penulis mencoba untuk menguraikan dengan baik suatu analisa pemikiran Martin Buber dari bukunya Aku dan Engkau. Buku Aku dan Engkau membahas masalah pokok yang menurjt Buber merupakan inti dari hidup manusia. Buber memperkenalkan apa yang dinamainya relasi dalam hidup manusia. Hubungan manusia dengan alam, manusia dengan manusia lain dan manusia dengan Tuhannya. Hubungan manusia dengan Tuhannya menurut istilah Buber dikenal dengan Aku-Engkau Yang Abadi adalah relasi tertinggi. Inilah puncak kehidupan religius yang oleh Buber disamaartikan dengan persatuan mistik. Semua ini ditunjukkan oleh Buber sebagai bukti bahwa manusia tetap memerlukan dimensi religius dalam hidupnya. Buber mengharapkan hal ini sebagai jawaban atas jaman yang sakit sebagai akibat ulah manusia modern dewasa ini...

"
1985
S16081
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rahayu Widiyarti
"ABSTRAK
Skripsi ini merupakan analisis terhadap tiga buah novel karya George Johnston, seorang penulis Australia., Ketiga novel tersebut merupakan sebuah trilogi dengan nama The Meredith Trilogy. Hal yang dapat dilihat dari trilogi tersebut adalah banyaknya masalah dalam perkawinan atau rumah tangga tokoh utamanya. Unsur tokoh dan latar ternyata sangat berperan dalam masalah perkawinan itu.
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menunjukkan bahwa perkawinan dalam The Meredith Trilogy mencerminkan perkawinan di Australia antara tahun 1940 hingga tahun 1960-an dan masalah yang dihadapi oleh tokoh-tokoh dalam novel merupakan masalah yang juga dialami oleh banyak pasangan di Australia.
Analisis terhadap skripsi ini dilakukan dengan menggu_nakan pendekatan historic-biografis berdasarkan buku tuli_san Wilfred L. Guerin: A Handbook of Critical Approaches to Literature. Pendekatan tersebut dikaitkan dengan unsure intrinsik dalam novel (penokohan dan latar) serta unsur ekstrinsik (biografi pengarang dan latar sejarah di Austra_lia).
Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa keretakan dan kehancuran perkawinan dalam The Meredith Trilogy itu disebabkan oleh masalah yang timbal dart dalam dan dari luar. Masalah, dari dalam berkaitan dengan tokoh-tokoh pelaku perkawinan itu sendiri yang berkaitan dengan sikap dan sifat mereka, sedangkan masalah dari luar berkaitan dengan keadaan atau latar. Dari analisis juga dapat ditunjukkan bahwa perkawinan dalam The Meredith Trilogy ini mencerminkan keadaan perkawinan di Australia pada masa itu (1940-1960-an), yang bisa juga disebut masa perang dan pasca-perang. Selain itu, perkawinan dalam novel juga mencerminkan perkawinan pengarang.

"
1995
S14029
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>