Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 1244 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Davis, A.
Geneva: World Health Organization, 1973
615.58 DAV d
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
London: Central of Information, 1973
362.293 PRE
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Elvina Karyadi
"ABSTRACT
The study was conducted to investigate whether the intestinal helminthiasis influence the acute phase response (APR), nutritional status and iron status, and the impact of anthelminthic treatment on the APR and iron status among school children 8 - 11 years old in SD 01 and 02 Papanggo, Tanjung Priok, North Jakarta. The prevalence of helminthiasis among these children was regarding to Ascaris lumbricoides 81.6 %, T richuris Trichiura 88.3 % and mixed infection A.lumbricoides and T : trichiura 70 %. Of 120 children enrolled in this study, 59 children received a single 400 mg dose Albendazole, 61 children received placebo.
The design of this study was a cross sectional association study combined with a randomized, doubly-masked, community intervention trial. At the beginning of the study, anthropometric measurements were taken. In addition, stool samples, plasma iron, hemoglobin, C-reactive protein (CRP), White Blood Cell (WBC), Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR), Interleukin-1 (IL-I), Interleuldn-6 (IL-6) and Tumor Necrosis Factor (TNF) concentrations were determined prior to the interventions and 10 days after.
The children with Z-score of WFA, WFH and FIFA less than -2 were 24,2 %, 6,7 % and 19.2 %, respectively. Of 30 % of the subjects were anemic (Hb <12 g /dl) and 21.6 % had plasma iron levels below normal (male < 59 µg/dl, female < 37µg/dl).
CRP,IL-1,IL-6 and TNF showed normal values in both groups before and 10 days after treatment. ESR was significantly increased in both groups 10 days after treatment. Within group increases in WBC count was significant only in the treatment group.
Plasma iron concentration was significantly increased in the treatment group (P = < 0.05) whereas it was significantly decreased in the placebo group (P = < 0.05). Increases in hemoglobin level in the treatment group and the decrease in the control group were no statistically significant.
This study concluded that the APR were normal during the intestinal helminthiasis and the intensity of infection were not proportional with the APR level, The helminth treatment with single 400 mg dose of Albendazole has not only a significant effect on decreasing worm burden but also a rise in plasma iron."
1995
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Johnson, Gordon E.
Philadelphia: W.B Saunders , 1991
615.58 JOH e
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Karch, Amy M.
Philadelphia : Lippincott comp , 2001
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Rowland, Malcolm
Baltimore: Williams & Wilkins, 1995
615.7 ROW c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Yolazenia
"Ruang lingkup dan cara penelitian: Infeksi cacing dan atopi akan meningkatkan respon Th2. Pada infeksi cacing terjadi peningkatan IgE poliklonal yang dapat menekan atopi. Hipotesis tentang adanya efek proteksi dari infeksi cacing terhadap atopi telah lama menjadi kontroversi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara infeksi cacing dan atopi pada ibu hamil di daerah endemis filariasis. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional. Sebanyak 286 orang ibu hamil dari daerah endemis filariasis, Kelurahan Jati Sampuma dan Jati Karya, Bekasi, diperiksa tinja untuk infeksi cacing usus, dan serologi Immunochromatographic test untuk infeksi filaria (Wuchereria bancrofi). Atopi pada ibu hamil dilihat dari Skin prick test yang positif dan riwayat alergi. ELISA digunakan untuk menentukan kadar IgE total, dan pengisian kuesioner untuk menilai status sosial ekonomi, pendidikan, dan riwayat alergi.
Hasil : Ada kecenderungan bahwa infeksi cacing (filaria dan atau cacing usus) mempunyai efek proteksi terhadap atopi (OR = 0,63 (95%CI: 0,37-1,08); P=0,09). Kadar IgE total rata-rata paling tinggi pada infeksi cacing filaria dengan prosentase atopi paling rendah (OR=0,51), diikuti oleh subjek yang terinfeksi cacing usus (4R=0,76) dan subjek tanpa infeksi cacing kadar IgE total rata-ratanya paling rendah dengan prosentase atopi paling tiriggi (DR=1,58). Infeksi cacing lebih banyak ditemukan pada sosial ekonomi dan pendidikan kurang, tetapi tidak terdapat perbedaan kasus atopi pada sosial ekonomi dan pendidikan baik dibanding kurang. Dengan mengontrol variabel sosial ekonomi, pendidikan, infeksi cacing usus, infeksi cacing campur (cacing usus dan atau filaria) dan kadar IgE total terdapat perbedaan bermakna kasus atopi pada ibu hamil yang terinfeksi filaria dengan tidak terinfeksi (DR=0,45, 95%CI(0,21-0,98); p=0,04).
Kesimpulan : Infeksi cacing (terutama filaria) mempunyai efek proteksi terhadap atopi pada ibu hamil di daerah endemis filariasis."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2005
T16231
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Luthfianti
"Salah satu penyakit yang banyak diderita oleh anak-anak, khususnya usia sekolah dasar adalah penyakit infeksi kecacingan, yaitu 40-60 %. Penyakit kecacingan terkait dengan kebiasaan mencuci tangan. MI Al Istiqomah merupakan salah satu sekolah di daerah Kedaung Wetan Tangerang dengan angka kecacingannya tinggi yaitu sebesar 34 % jumlah cacing Ascaris dan 18 % cacing Trichuris. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku mencuci tangan memakai sabun pada siswa-siswi kelas 3, 4 dan 5 MI Al Istiqomah dan SDN Kedaung Wetan Baru 2, Kota Tangerang Tahun 2008. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2008 dengan menggunakan desain penelitian crosssectional.
Jumlah sampel penelitian adalah 164 siswa dari MI Al Istiqomah dan SDN Kedaung Wetan Baru 2. Data yang dikumpulkan adalah data primer yang meliputi gambaran sekolah, jenjang kelas, jenis kelamin, karakteristik keluarga, tingkat keterpaparan informasi kesehatan, kebijakan sekolah dan pemanfaatan fasilitas mencuci tangan di sekolah serta perilaku (pengetahuan, sikap dan praktik), sedangkan data sekunder meliputi data tentang angka kecacingan di MI Al Istiqomah, informasi lisan tentang kasus infeksi kecacingan di daerah Kedaung Wetan, data tentang gambaran umum MI Al Istiqomah dan SDN Kedaung Wetan Baru 2.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan perilaku mencuci tangan anak berdasarkan jenjang kelas (p value = 0,0001). Ada perbedaan perilaku mencuci tangan anak berdasarkan jenis kelamin (p value = 0,0001). Ada perbedaan perilaku mencuci tangan anak berdasarkan pekerjaan ibu (p value = 0,025). Ada perbedaan perilaku mencuci tangan anak berdasarkan kebiasaan orangtua (p value = 0,0001). Ada perbedaan perilaku mencuci tangan anak berdasarkan tingkat keterpaparan informasi kesehatan (p value = 0,0001). Ada perbedaan perilaku mencuci tangan anak berdasarkan kebijakan sekolah (p value = 0,012). Ada perbedaan perilaku mencuci tangan anak berdasarkan pemanfaatan fasilitas (p value = 0,002).
Saran pada penelitian ini diantaranya adalah untuk Dinas Kesehatan Kota Tangerang agar bekerjasama dengan puskesmas-puskesmas mendistribusikan posterposter kesehatan ke sekolah-sekolah dasar terutama sekolah-sekolah di daerah yang rawan penyakit, untuk puskesmas Kedaung Wetan Tangerang agar bermitra dengan pihak swasta (Misalnya : PT Unilever) dalam penyediaan sarana mencuci tangan memakai sabun di sekolah-sekolah dasar, untuk Dinas Pendidikan dan Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kecamatan Neglasari agar membantu sekolah-sekolah dasar dalam pembinaan PHBS (Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat) di sekolah, dan untuk MI Al Istiqomah serta SDN Kedaung Wetan Baru 2 agar program pemberantasan penyakit cacing dapat dipertim bangkan untuk dimasukkan kedalam program Usaha Kesehatan Sekolah."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Geneva: World health organization, 1993
616.9 TRE
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>