Ditemukan 9020 dokumen yang sesuai dengan query
Wilopo
Ithaca: Cornell University, 1959
330.1 WIL s
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Heersink, Christiaan.
Leiden : KITLV Press, 1999
330.959 8 HEE d
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
New Delhi: UNDP Regional Project on HIV and Development, 1997
362.196 SOC
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Wahyudi Husain
"WHO mengestimasi prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 masih sangat tinggi, yaitu 31%. Walaupun menurut Survey Status Gizi Indonesia 2022 prevalensi stunting nasional hanya 21,6% namun 101 kabupaten/kota masih di atas 30%. Di sisi lain, program imunisasi nasional sebagai salah satu intervensi pencegahan dan penanganan stunting telah mencapai sejumlah kesuksesan tetapi 20% kelahiran per tahun terutama di daerah tertinggal belum memperoleh imunisasi lengkap bahkan tidak imunisasi sama sekali. Akibatnya, berbagai penyakit yang dapat menghambat tumbuh-kembang anak masih terjadi di berbagai daerah. Dengan menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2022 penelitian ini mencoba melakukan estimasi pengaruh cakupan imunisasi dasar lengkap terhadap prevalensi stunting di 514 kabupaten/kota di Indonesia. Metode Ordinary Least Square (OLS) digunakan dengan mengestimasi berbagai variabel yang juga berpengaruh terhadap prevalensi stunting. Hasil estimasi menunjukkan imunisasi dasar lengkap berasosiasi terhadap 0,11% penurunan prevalensi stunting secara nasional dan 0,15% di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
The World Health Organization (WHO) estimated that the prevalence of stunting in Indonesia in 2022 remained significantly high at 31%. According to the 2022 Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI), the national prevalence of stunting was reported to be 21.6%. However, the prevalence of stunting in 101 districts/cities exceeded 30%. Despite the national immunization program achieving considerable success in preventing stunting, approximately 20% of births annually, particularly in underdeveloped areas, remain under-immunized or unimmunized. Consequently, various immunization-preventable diseases that impede children's growth persist in many regions. Utilizing data from the 2022 National Socioeconomic Survey (SUSENAS), this study aims to estimate the impact of the coverage of full basic immunization on the prevalence of stunting across 514 districts and cities in Indonesia. The Ordinary Least Square (OLS) regression method was employed to estimate various factors influencing the coverage of full basic immunization and stunting prevalence. The regression results indicate that the coverage of full basic immunization is associated with a 0,11% reduction in stunting prevalence nationally and 0,15% in underdeveloped districts."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Boca Raton: Universal-Publishers, 2012
320.956 1 DEM
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Duham, N.C.: Duke University Press , 1961
300 TRA
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Sarah Ghania
"Salah satu dampak pandemi COVID-19 terhadap Pekerja Migran Indonesia adalah menurunnya pendapatan Pekerja Migran Indonesia. Namun, dampak tersebut cukup bervariasi antar kelompok pekerja migran karena dipengaruhi oleh karakteristik sosial-ekonomi diantaranya; sektor lapangan kerja, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, usia, jenis kelamin serta umur. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis probabilitas penurunan pendapatan Pekerja Migran Indonesia selama COVID-19 berdasarkan karakteristik sosial-ekonomi. Unit analisis pada penelitian ini adalah 109 individu yang teridentifikasi sebagai Pekerja Migran Indonesia pada data Survey Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) periode agustus 2020. Dengan menggunakan regresi probit, hasil penelitian ini menunjukan bahwa pekerja migran yang memiliki probabilitas penurunan pendapatan yang tinggi adalah pekerja pada sektor perdagangan, hotel dan restaurant, pekerja dengan tingkat pendidikan dibawah SMA/SMK/Sederajat sedangkan pekerja migran yang bekerja sebagai teknisi dan operator dan pekerja migran dengan masa kerja 5-10 tahun memiliki probabilitas yang lebih rendah untuk mengalami penurunan pendapatan. Tidak ditemukan hasil yang signfikan mengenai perbedaan pendapatan bedasarkan jenis kelamin dan umur.
One of the impacts during COVID-19 Pandemic experienced by Indonesian Migrant Workers is the income loss of Indonesian Migrant Workers, the impact is varied between groups of migrant workers depending from socio-economic characteristics which include the employment sector, education level, type of work, age, gender and tenure. This study aims to analyze the income loss probability of Indonesia Migrant Worker based on socio economics during COVID-19. The unit of analysis in this study is 109 individuals identified as Indonesian Migrant Workers in National Labor Force Survey (SAKERNAS) data for the period of August 2020. Using probit regression, the results of this study indicate that migrant workers who have high probability of income loss is the migrant worker in trade, hotels and restaurants sectors workers with education level below SMA/SMK/equivalent. Meanwhile, migrant workers who work as technicians and operators, and migrant workers who works for 5-10 years have a lower income loss probability during pandemic. Meanwhile, there are no significant results regarding differences in income based on gender and age."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Sinta Marlia Dewi
"Kurang energi kronis pada ibu hamil dapat menyebabkan menurunnya kualitas sumber daya manusia yang akan dilahirkan. Keadaan ini bisa meningkatkan risiko bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) dan juga meningkatkan risiko kematian ibu. Angka kematian ibu, angka kematian bayi dan prevalensi lbu hamil berisiko KEK di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan hal tersebut, tujuan umum penelitian ini adalah mempelajari perbedaan ukuran lingkar lengan atas (LILA) pada ibu hamil menurut karakteristik demografi, sosial ekonomi dan akses ke tempat pelayanan kesehatan berdasarkan dala Riskesdas dan Susenas 2007. Ibu hamil dikatakan berisiko KEK bila berukuran lingkar lengan atas (LILA) < 23,5 em. Sa,pel penelitian sebanyak 6.868 ibu hamil yang tersebar di seluruh Indonesia. Adapun metode analisis yang digunakan terdiri dari analisis deskriptif dan analisis regresi logistik biner. Berdasarkan deskriptif odds ratio, disimpulkan bahwa semua variabel bebas kecuali variabel umur dan jwnlah anak yang dilahirkan mempunyai kecenderungan berisiko KEK searah dengan arah hipotesis. Setelah dilakukan pengujian secara statistik d3lam analisis inferensial, diperoleh bahwa pengeluaran makanan dan kesehatan sebagai dua faktor yang dipandang mernpunyai pengaruh seeara langsung terhadap risiko KEK pada ibu hamil, ternyata temuan penelitian menunjukkan hanya faktor kesehatan yang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap ukuran LILA ibu harnil. Pada faktor klasifikasi, dari dua faktor yang mewakili karakteristik demografi menunjukkan bahwa hanya umur yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap risiko KEK pada ibu hamil. Ibu hamil berumur kurang dari 20 tahun dinyatakan berisiko KEK lebih tinggi dibandingkan ibu harnil berumnr 20-34 tahun. Semua fuktor yang mewakili karakterisik sosial ekonomi selain daerah tempat tinggal, mempunyai pangaruh yang signifikan terhadap risiko KEK pada ibn hamil dan searah dengan hipotesis penelitian. Ibu hamil yang berpendidikan rendah dan menengah, ibu hamil dengan pendapatan perkapita rata sampel dan ibu hamil yang mempunyai lingkungan rumah tangga kurang baik berasosiasi positif lerhadap ukuran LILA ibu hamil. Daerah lempat tinggal juga rnempunyai pengaruh terhadap risiko KEK pada ibu hamil, tetapi besaran dan arab pengaruhnya tidak dapat diuji karena tidak memenuhi persyaratan analisis. Akses ke tempat pelayanan kesehatan juga merupakan faktor yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap risiko KEK pada ibu hamiL lbu hamil yang dapat menjangkau tempat pelayanan kesehatan lebih mudah mempunyai keeenderungan berisiko KEK lebih rendah dibandingkan ibu hamil yang sulit untuk menjangkau tempat pelayanan kesehatan.
Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnancy reduce the quality of human resources. It is high risk having low birth weight babies and a high risk of maternal mortality and sickness. Reported in The Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) 2002, maternal mortality rate in Indonesia still in high level The purpose of this research were to investigate the influence of demographic factors (age and parity). social economic factors (education, per capita expenditure, place of residence and household environment) and access to health set"vice center factors (distance, time and public transport facility to health service center} toward mid upper ann circumverenee of pregnant woman. Pregnant woman is having risk chronic energy deficiency (CED) ifMUAC <23,5 em. In this research, food expenditure over total expenditure and health were considered as the most important factors affecting mid upper arm circurnverencc (MUAC) beside other factors such as age, parity, education, per capita expenditure, place of residence, household environment and access to health service center. The data used in this research was Basic Health Research and National Socio Economic women. Descriptive analysis and logistic regression were used to examine the association. Result of the analysis showed that health had positive effect to MUAC on pregnant women, while food expenditure over total expenditure did not have significant effect to MUAC on pregnant women. Risk chronic energy deficiency were high among those pregnant women who were under 20 years of age, low level of education, bad household environment and have difficult aceess to health service center. Place of recidence also have effect to MUAC on pregnant women but ignorable of its direction. Age have strongest effect to MUAC on pregnant women. Base on that analisis. the effort to overcome the CED in pregnancy should be preventive measure before getting pregnant or even before marriage."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2009
T20974
UI - Tesis Open Universitas Indonesia Library
Geneva: WHO, 1973
362 INT
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Denpasar: Research Institute of Udayana University, 1997
R 300.72 SOC
Buku Referensi Universitas Indonesia Library