Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 488 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Berlin: Springer, 2006
581.7 SEA
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Ayu Satya Damayanti
"ABSTRAK
Ancaman degradasi yang terus tetjadi pada ekosistem lmnun di pesisir Kabupaten Bintan menjadi dasar dilakukannya pengelolaan ekosistem lamun di dua dasa di pesisir Timor Bintan yaitu Desa Maiang Rapat dan Desa Teluk Bakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengelolaan ekosistem lamun berdasarkan pola konektivitas sistem sosial ekologi yang diukur dengan indikator ekologi, sosial ekonomi, kelembagaan. Penelitian dilakukan dengan metode survei selama bulan Agustus-September 2010 dengan jumlah responden 120 nelayan. lndikator ekologi memperlihatkan fluktuasi persentase tutupan lamun Bintan dari bulan Maret-Juni 2010 dan didominasi oleh spesies Enhalus acoroldes. Kondisi sosial ekonomi masyarakat umumnya adalah nelayan dengan alat tangkap jaring yang masih membutuhkan mata pencaharian altematif untuk menambah pendapatan. Karakteristik kelembagaan nelayan terlihat darl adanya kelompok nelayan di kedua desa namun sebegian besar nelayan tidak aktif di dalam kelompok tersebut.

ABSTRACT
The threat of degradation that continues to occur in sea grass ecosystems in the coastal of Bintan Regency became the basis sea grass ecosystem management in two villages on the eastern coast of Malang Rapat Vlllage and Teluk Bukau Village. This study aims to determine the effectiveness of seagrass ecosystem management based on connectivity patterns of socio-eoological sysrem as measured by indicators of ecological, socio-economic, end institutional. Research conducted by survey during August-September 2010 with the number of respondents 120 fishermen. Ecological indicator shows the percentage fluctuations in sea grass cover from March-1une 2010 and is dominated by species Enhalus acoroides. Socio-economic condition of community generally is fishing with nets fishing gear that still need alternative livelihoods to increase income. Institutional characteristics of fishermen can be seen from the group of fishermen in both villages but most fishermen are not active in the group. "
2011
T33709
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Asih Widiastuti
"Ekosistem lamun menyediakan produk dan jasa lingkungan bagi manusia. Produk dan jasa lingkungan dari ekosistem ini memiliki nilai ekonomi yang berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir. Oleh karena itu ingin mengetahui nilai ekonomi produk dan jasa ekosistem lamun sebagai pertimbangan untuk mendorong kegiatan lanjutan pasca program pengelolaan ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau dan Malang Rapat. Hasil Kajian nilai ekonomi produk dan jasa ekosistem lamun di desa Teluk bakau dan Malang Rapat untuk tahun 2010 didapatkan sebesar Rp 324.615.714.497.
Capaian program Trismades menunjukkan bahwa program tersebut berhasil untuk meningkatkan pengelolaan ekosistem lamun dan meningkatkan kesadaran masyarakat pada pengelolaan ekosistem lamun, namun kurang berhasil meningkatkan kegiatan ekonomi lokal yang ramah lingkungan. Rencana kegiatan untuk keberlanjutan program pengelolaan pasca program Trismades adalah mempertahankan capaian program, diantaranya: pengelolaan dan perawatan DPPL, pengelolaan Pondok Informasi, lanjutan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta lanjutan pelatihan mata pencaharian alternatif.;Seagrass ecosystems to provide environmental products and services for humans.

Environmental products and services from these ecosystems have economic value that contribute to the economic well-being of coastal communities. Therefore theresearch aim to study the economic value of seagrass ecosystem of products and services as a consideration to encourage post-program follow-up activities ecosystem management of seagrasses in the Teluk Bakau and Malang Rapat Village. Results Assessment of economic value of ecosystem products and services seagrasses and mangroves in the Gulf of Malang village meeting for the year 2010 amounting to IDR 324.615.714.497 obtained.
Trismades program achievements. indicates that the program successfully to improve the management of seagrass ecosystems and raise public awareness on the management of seagrass ecosystems, but less successful in increasing local economic activity is environmentally friendly. Action plans for the sustainability of post-program Trismades management program is to maintain the achievements of the program, including: management and maintenance of seagrass sanctuary and Community Information and Training Center, advanced training to increase public awareness as well as the advanced training of alternative income generation.
"
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2011
T30243
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hisao, Ogawa
Tokyo: Seizando-Shoten Publishing Co., Ltd., 2011
578.76 HIS s
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Irma
"Lamun merupakan satu-satunya kelompok tumbuhan berbunga yang hidup terbenam di dalam laut. Produktivitas lamun yang tinggi belum diimbangi dengan pemanfaatannya secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas lima jenis lamun Syringodium isoetifolium, Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, dan Halodule uninervis yang dikoleksi dari Kepulauan Seribu Jakarta sebagai inhibitor tirosinase. Herba dari lima jenis lamun diekstraksi dengan pelarut metanol. Ekstrak metanol dari masing-masing spesies lamun diuji aktivitas penghambatannya secara in vitro terhadap enzim tirosinase jamur. Dari kelima jenis lamun, ekstrak metanol Enhalus acoroides memiliki aktivitas penghambatan tirosinase yang paling tinggi dengan persen inhibisi 29,71%. Ekstrak metanol Enhalus acoroides di fraksinasi dengan menggunakan pelarut yang semakin bertingkat kepolarannya, n-heksana, etil asetat, n-butanol dan air. Dari uji aktivitas penghambatan tirosinase diperoleh fraksi n-butanol sebagai fraksi teraktif dengan persen inhibisi 31,27%. Hasil identifikasi golongan senyawa fitokimia menunjukkan bahwa di dalam fraksi nbutanol terdapat senyawa flavonoid, tanin, glikosida, saponin, dan antrakuinon.

Seagrasses is the only flowering plants which grow submergely in marine environtments. Seagrass beds are highly diverse and productive ecosystem but not yet intensively studied especially in term as a source of natural products. The purpose of this study is to get the information about tyrosinase activity from Syringodium isoetifolium, Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii,Cymodocea rotundata,andHalodule uninervis collected from Kepulauan Seribu, Jakarta. All seagrass samples were extracted with metanol and were screened. The result showed that Enhalus acoroides extract in the most active extract with inhibition 29,71%. Methanol extract from Enhalus acoroides was separated with different polarity solvents, n-hexane, ethyl acetate, n-buthanol, and water. The potent fraction is n-buthanol with inhibition 31,27%. Chemical identification test allowed that n-buthanol fraction contained flavonoid, tanin, glycoside, sapponin and antrakuinon."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2013
S53312
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Auriga Rafsandjanie
"ABSTRAK
Indonesia merupakan negara yang terletak pada iklim tropis dengan paparan sinar matahari sepanjang musim. Paparan sinar yang terdiri dari sinar UVA dan UVB ini dapat memicu pembentukan radikal bebas yang berdampak buruk bagi kulit manusia, seperti sunburn atau kulit terbakar, penuaan dini, kulit kemerahan, hingga kanker kulit. Selain itu radikal bebas juga dapat memicu pembentukan melanin dengan mengaktivasi enzim tirosinase, sehingga dapat menyebabkan kulit tampak lebih gelap dan kusam. Oleh karena itu, dibutuhkan sediaan kosmetik tabir surya sekaligus pencerah kulit. Salah satu bahan alam yang berpotensi untuk digunakan sebagai zat aktif adalah tumbuhan lamun. Thalassia hemprichii merupakan salah satu lamun yang banyak tersebar di pantai-pantai Indonesia. Dari penelitian sebelumnya, diketahui T.hemprichii mengandung senyawa polifenolik dan senyawa flavonoid yang berpotensi untuk dijadikan sumber antioksidan yang dapat mengatasi kerusakan kulit akibat paparan sinar UVA dan UVB. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh kadar fenolik total dari ekstrak T.hemprichii, serta memperoleh sediaan krim fitosom ekstrak lamun dengan stabilitas fisik yang lebih baik dibandingkan dengan krim ekstrak lamun tanpa fitosom. Dalam penelitian ini, fitosom dibuat dalam dua formula berdasarkan perbandingan massa antara ekstrak dan fosfatidilkolin, yaitu 1:1 dan 1:2 menggunakan metode hidrasi lapis tipis. fitosom kemudian dikarakterisasi distribusi ukuran partikel, potensial zeta, dan efisiensi penjerapannya. Lalu, formula terpilih diformulasikan ke dalam sediaan krim, kemudian dievaluasi. Uji stabilitas fisik dilakukan pada sediaan krim fitosom dan krim tanpa fitosom. Fitosom dengan perbandingan 1:1 adalah formulasi yang lebih baik dibandingkan formulasi 1:2 dengan karakteristik Dv90 sebesar 522 nm, indeks polidispersitas 0,530, potensial zeta -25,7 mV dan efisiensi penjerapan sebesar 54,80 ± 0,91%. Evaluasi sediaan yang dilakukan menunjukkan sediaan krim memiliki karakteristik yang baik. Dapat disimpulkan bahwa sediaan krim tanpa fitosom ekstrak lamun memiliki stabilitas fisik yang lebih baik dibandingkan sediaan krim fitosom.

ABSTRACT
Indonesia is a country located in a tropical climate with sun exposure throughout the season. This light exposure consist of UVA and UVB rays that can trigger the formation of free radicals which has a negative impact on human skin, such as sunburn, premature aging, redness, and skin cancer. Besides, free radicals can also trigger the formation of melanin by activating the tyrosinase enzyme, so that it can cause the skin to look darker and duller. Therefore, cosmetics sunscreen and skin lightening are needed. One of the natural ingredients that has the potential to be used as an active substance is seagrass. Thalassia hemprichii is one of the seagrasses that are widely spread on the beaches of Indonesia. From previous studies, it was found that T.hemprichii contains polyphenolic compounds and flavonoid compounds that has a potential to be used as a source of antioxidants that can overcome skin damage due to exposure to UVA and UVB rays. The aim of this study was to obtain total phenolic levels of T.hemprichii extract, and obtain phytosome cream preparations of seagrass extract with better physical stability compared to seagrass extract cream without phytosome. In this study, phytosome was prepared in two formulation based on mass ratio between the extract and phosphatidylcholine, which is 1:1 and 1:2 using thin layer hydration method. Then, the phytosome was characterized by its particle size distribution, zeta potential, and absorption efficiency. Selected formulation are formulated into topical preparation of phytosome cream, then evaluated. Physical stability test was performed on topical preparation of phytosome cream and cream without phytosome. Phytosome with ratio 1:1 is preferable than the 1:2 ratio formulation with characteristics of Dv90 is 522 nm, polydispersity index 0.53, zeta potential -25.7 mV, and absorption distribution 54.80 ± 0.91%. The topical preparation of cream phytosome evaluation shows good characteristics. The conclusion is the topical preparation of cream."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Erni Johan
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2005
T39465
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eka Hesdianti
"ABSTRAK
Luas padang lamun di Pulau Panjang Teluk Banten terus menurun akibat aktivitas industri di sekitar Teluk Banten Hilangnya padang lamun merugikan dikarenakan kapasitas lamun dalam menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar dan waktu yang lama Penelitian bertujuan mengetahui struktur komunitas lamun estimasi laju penyerapan karbon pada lamun Enhalus acoroides dan Cymodocea serrulata beserta nutrien di Pulau Panjang Teluk Banten Komunitas lamun diukur menggunakan metode analisis vegetasi di 3 stasiun pengamatan Penyerapan karbon diukur menggunakan metode penandaan daun Zieman pada 30 tegakan lamun selama 21 hari Kandungan karbon pada lamun dan sedimen di analisis menggunakan metode Wakley Black sedangkan nutrien N P menggunakan metode Kjedahl untuk nitrogen dan metode Bray Kurts untuk fosfat Lamun yang ditemukan di Pulau Panjang yaitu Enhalus acoroides Cymodocea serrulata Syringodium isoetifolium Halophila ovalis dan Halodule uninervis Padang lamun didominansi oleh S isoetifolium dengan nilai kepentingan IV 119 90 Estimasi karbon yang diserap E acoroides dan C serrulata adalah 1 58 gC m2 hari dan 0 31 gC m2 hari dan karbon tersimpan yaitu 142 88 gC m2 untuk E acoroides dan 18 91 gC m2 untuk C serrulata Lamun mengandung 42 91 44 08 karbon dan

ABSTRACT
Seagrass bed in Panjang Island Banten Bay has been decreased due to industry activities Seagrass loss was demetrial because seagrass has capacity in uptake and store carbon in greater scale The aims of research were to gain the seagrass community structure and to estimate carbon uptake and store by seagrass Enhalus acoroides and Cymodocea serrulata also it rsquo s nutrient content in Panjang Island Banten Bay Seagrass community was measured using vegetation analysis method Carbon uptake using Zieman leaf marking method The method was examined at 30 seagrass shoots for 21 days Carbon storage in seagrass also in sediment was analyzed using Wakley Black method There were 5 species seagrass found in Panjang Island Enhalus acoroides Cymodocea serrulata Syringodium isoetifolium Halophila ovalis and Halodule uninervis Seagrass was dominated by S isoetifolium with Importance Value IV 119 90 Seagrass condition on Panjang Island was medium high desity 235 03 ind m2 and good coverage 60 16 Estimation of carbon uptake by E acoroides and C serrulata in Panjang Island were 1 58 gC m2 d and 0 31 gC m2 d while carbon storage were 142 88 gC m2 and 18 91 gC m2 respectively Nutrient in seagrass contained of 42 91 44 08 carbon less than 0 91 nitrogent and phospate under 0 23 ppm Conversely nutrient on the sediment has much greater phosphate average 104 54 116 76 ppm and less than 1 carbon and nitrogent "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
T39372
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mugi Mulyono
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2006
T39469
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Cambridge, UK: Cambridge University Press, 1986
599.8 PRI
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>