Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2093 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Kartono
Yogyakarta: Andi, 1995
514 KAR p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
D. Suryadi H.S.
Jakarta: STI & K, 1994
514 SUR t
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1994
S38586
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
P.D.A. Kusumojati
"
ABSTRAK
Jalan merupakan prasarana perhubungan darat yang sangat penting dalam transportasi. Karena itu perawatan jalan sangat diperlukan. Salah satu faktor yang diperlukan dalam manajemen perawatan jalan adalah pengenalan pola retak jalan.
Pada skripsi ini dibuat suatu perangkat lunak yang dapat mengenali pola retak jalan berda-sarkan tipenya yaitu alligator, diagonal, longitudinal. dan transversal_ serta jalan yang tanpa retak. Jalan yang digunakan sebagai data dalam skripsi ini hanyalah jalan dengan perkerasan aspal.
Jaringan saraf tiruan merupakan implementasi dari jaringan saraf mahluk hidup dalam hal pengenalan pola yang dibuat ke dalam suatu perangkat lunak. Jaringan syaraf tiruan yang digunakan dalam skripsi ini adalah jaringan saraf tiruan propagasi balik. Jaringan ini banyak sekali dipakai untuk pengenalan pola karena kemampuannya dalam hal membedakan data-data yang terpisah secara tidak linier.
"
Depok: Universitas Indonesia, 1997
S39471
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Harry Darmawan Suprapto
"Pertumbuhan trafik yang begitu besar mengakibatkan peningkatan kebutuhan kapasitas dan kecepatan jaringan yang besar. Hal tersebut dapat dipenuhi oleh jaringan serat optik. Tetapi hal ini akan terasa sia sia jika dalam perencanaan dan pangembangannya tidak dilakukan secara benar. Salah satu yang mempengaruhinya adaiah bentuk topologi yang dapat menghasilkan unjuk kerja yang baik unjuk kerja yang dipakai dalam skripsi ini adalah kongesti. Bentuk topologi dapat dikatakan baik jika kongesti yang dihasilkan minimum.
Skripsi ini membahas tentang perancangan topologi logika pada jaringan, dengan unjuk kerja kongesti minimum. Kongesti minimum dipengaruhi oleh topologi jaringan, jumlah panjang gelombang yang digunakan, dan derajat logika yang dipakai. Peningkatan panjang gelombang dan derajat Iogika diharapkan mampu untuk menurunkan nilai kongesti minimum yang dicapai. Tujuan skripsi ini adalah menentukan nilai derajat logika dan jumlah panjang gelombang yang digunakan, agar kongesti yang dihasilkan kecil, sehingga topologi logika nya dapat dikatakan optimum.
Hasil perancangan menunjukkan bahwa peningkatan jumlah panjang gelombang yang tersedia mampu menurunkan kongesti sampai nilai terténtu, yaitu nilai maksimum panjang gelombang yang digunakan. Sedangkan peningkatan nilai derajat logika pada jaringan EON tidak menurunkan kongesti yang dicapai."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
S39638
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Interaksi partikel netral namun bermomen magnet intrinsik dengan medan elektromagnet dalam alam mikro memunculkan keaktualan peranan vektor potensial elektromagnet A seperti ditegaskan dalam teori topologi kuantum yang menjelaskan interaksi elektromagnetik melalui invariasi tera. Secara teoretis yang diselidiki efek Aharonov-Casher (A-C) sebagai komplemen efek neutron dengan bermomen magnetik internal. Suatu pergesaran pola interferensi terjadi pada interferensi dua berkas neutron yang koheren apabila distribusi arus listrik solenoid dan elektron pada efek A-B masing-masing diganti dengan distribusi muatan listrik garis dan berkas neutron terpolarisasi. Hamiltonan efektif digunakan untuk menentukan pola interferensi A-C"
JURFIN 9:28 (2005)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Dyaz Caesar Muhammad
"Mengikuti tren global dari mengadopsi energi terbarukan ke dalam sistem tenaga listrik, banyak arus langsung (DC) rumah konsep yang diusulkan, karena sebagian besar energi terbarukan sumber tegangan DC. Penulisan ilmiah ini membahas pengembangan pengisian baterai yang ringan, rendah profil, dan terpasangn di dalam pada sepeda listrik yang tidak mengambil ruang yang berlebihan dan kompatibel untuk sistem DC rumah. Oleh karena itu, inverter yang umum digunakan dapat dihilangkan karena menghasilkan kerugian konversi daya yang lebih rendah. Desain topologi Half bridge resonant LLC dalam frekuensi switching tinggi di atas 1MHz menggunakan magnetis planar dilakukan untuk memilih Konverter DC-DC yang paling sesuai. Untuk mencapai efisiensi tinggi dalam frekuensi switching tinggi dan untuk mengurangi ukuran charger, perangkat divais elektronika wide band gap (wbg) yang digunakan. Langkah-langkah metodologi desain diusulkan dan divalidasi melalui simulasi pada rangkaian yang mengonversi 120 V dari input ke kisaran tegangan output 48-55 V di 0,5 kW

Following the global trend of adopting renewable energy into the electric power system, many direct current (DC) House concepts are proposed, because most of the renewable energy sources are DC voltage. This Scientific writing discusses the development of lightweight, low profile, and the built-in electric bike charger that does not take up excessive space and are compatible for home DC systems. Therefore, commonly used inverters can be eliminated as it generates lower power conversion losses. The topology design for the Half-bridge resonant LLC in high switching frequencies above 1MHz using planar was performed to select the most suitable DC-DC converter. To achieve high efficiency in high switching frequencies and to reduce the size of the charger, wide band gap (WBG) devices are used. Step-by-step in design methodology is proposed and validated through simulation on the circuit convert 120 V from input to output voltage range 48-55 V at 0.5  KW"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Timotius Witono
"Internet adalah bagian penting dari kehidupan modern dan para peneliti melakukan upaya untuk meningkatkan kinerjanya. Salah satu fokus para peneliti adalah pada bidang topologi internet, yang mempelajari struktur jaringan internet. Penelitian topologi internet mayoritas dilakukan pada tingkat autonomous system (AS). AS adalah jaringan yang dikelola secara independen dan saling terhubung untuk membentuk internet. Internet tingkat AS berada pada tingkat makro, sehingga permasalahan pada tingkat ini dapat berdampak global. Titik berat penyelesaian masalah dalam penelitian ini adalah pada usaha memperoleh peta logis topologi internet Indonesia yang berupa relasi antar AS dalam representasi AS-graph sebagai studi kasus, untuk kemudian menjadi dasar perumusan metodologi pemetaan topologi internet regional pada tingkat AS. Penelitian juga melakukan implementasi metodologi pemetaan topologi internet regional tersebut dengan rentang waktu tertentu, untuk dapat menghasilkan analisis evolusi dari topologi internet Indonesia berdasarkan topological graph metrics. Penelitian ini menyajikan metodologi untuk memetakan topologi internet pada tingkat AS di wilayah regional spesifik, yang membedakannya dari penelitian-penelitian sebelumnya. Metodologi ini didasarkan pada proses pemetaan topologi internet tingkat AS, dengan studi kasus yang berfokus pada wilayah regional Indonesia. Evaluasi penelitian, baik dengan menguji aplikasinya terhadap satu negara terpilih ataupun dengan meminta penilaian dari para ahli, menunjukkan bahwa hasil penelitian dapat diterima. Penelitian memberikan kontribusi pada bidang keilmuan topologi internet dengan mengusulkan metodologi komprehensif pemetaan topologi internet, khususnya pada tingkat AS dan wilayah regional terbatas. Selain itu, penelitian ini juga memberikan hasil pemetaan topologi internet Indonesia beserta evolusinya berdasarkan topological graph metrics, sebagai kontribusi bagi penelitian topologi internet yang secara khusus berfokus pada sebuah negara ataupun sebuah area regional tertentu. Hasil pemetaan topologi internet Indonesia beserta hasil analisis evolusinya, diharapkan dapat berguna bagi para peneliti di bidang topologi internet, ataupun bagi pemangku kepentingan dari tata kelola internet Indonesia

The internet is an important part of modern life and researchers are making efforts to improve its performance. One focus of researchers is in the field of internet topology, which studies the structure of internet networks. The majority of internet topology research is carried out at the autonomous system (AS) level. AS is an independently managed network that is interconnected to form the internet. The AS level of the internet is at the macro level, so problems at this level can have a global impact. The focus of problem solving in this research is on efforts to obtain a logical map of Indonesia's internet topology in the form of relations between AS in the AS-graph representation as a case study, to then become the basis for formulating a regional internet topology mapping methodology at the AS level. This research also implemented the regional internet topology mapping methodology over a certain time span, to be able to produce an evolutionary analysis of Indonesia's internet topology based on topological graph metrics. This research presents a methodology for mapping internet topology at the AS level in specific regional areas, which differentiates it from previous studies. This methodology is based on an AS level internet topology mapping process, with case studies that focus on regional areas of Indonesia. Research evaluation, either by testing its application to a selected country or by asking for assessments from experts, shows that the research results are acceptable. This research contributes to the scientific field of internet topology by proposing a comprehensive methodology for internet topology mapping, particularly at the AS level and limited regional areas. Apart from that, this research also provides the results of mapping Indonesia's internet topology and its evolution based on topological graph metrics, as a contribution to internet topology research which specifically focuses on a country or a particular regional area. It is hoped that the results of Indonesia's internet topology mapping along with the results of its evolution analysis will be useful for researchers in the field of internet topology, or for stakeholders in Indonesia's internet governance."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2024
D-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kendiarto
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
S41311
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Salah satu masalah dasar dalam topologi adalah menentukan apakah
dua ruang topologi saling homeomorfik atau tidak. Secara intuisi dua ruang
dikatakan homeomorfik jika ruang yang satu dapat diubah menjadi ruang
yang lain tanpa dipotong atau ditempel, sedangkan secara matematis adalah
dengan menunjukkan terdapat homeomorfisma antara keduanya. Untuk
menunjukkan dua ruang tidak homeomorfik dilakukan dengan menunjukkan
terdapat sifat topologi yang berlaku pada satu ruang tapi tak berlaku pada
ruang lainnya. Kulit bola, torus, bidang proyeksi dan figure eight adalah
ruang-ruang topologi yang jika dilihat dari bentuknya dapat dikatakan tidak
homeomorfik tetapi secara matematis sulit untuk menunjukkan ruang-ruang
ini tidak homeomorfik karena keempat ruang ini mempuyai banyak sekali sifat
topologi yang sama. Karena itu akan digunakan perbedaan sifat grup
fundamental dari masing masing ruang untuk menunjukan bahwa keempat
ruang ini tidak homeomorfik, jika grup fundamental dari kulit bola, torus, bidang proyeksi dan figure eight tidak isomorfik, maka keempat ruang tersebut tidak homeomorfik. Akan dicari sifat grup fundamental dari masingmasing
ruang, kemudian akan ditunjukkan bahwa sifat grup fundamental dari masing-masing ruang tersebut tidak isomorfik."
Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>