Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 125912 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sirait, Fransiska Desiani
"Penelitian ini bertujuan untuk menentukan intrinsic value dari saham PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk. Hal tersebut dilakukan dengan melakukan analisis fundamental yakni top-down analysis, yang diawali dengan analisis ekonomi makro, analisis industri perusahaan dan yang terakhir analisis perusahaan itu sendiri, untuk menilai bagaimana kinerja perusahaan dan prospeknya di masa depan. Data-data yang dipergunakan untuk melakukan analisis ini antara lain laporan tahunan perusahaan selama 2003-2007, dan data keadaan industri saat ini. Hasil dari analisa ini menunjukkan bahwa nilai intrinsik dari harga saham PT London Sumatra Indonesia, Tbk undervalued maka disarankan untuk investor melakukan buy atau hold untuk saham tersebut.

The objective of this thesis is to determine the intrinsic stock value of PT London Sumatera Indonesia Tbk. The method used in this thesis is top-down fundamental analysis, started with macro economy analysis, follow by industry analysis and internal analysis to predict the performance and prospect of the company in the future. The datas used are financial report from 2003-2007, and the latest information about this industry. The result suggest that the stock value of PT London Sumatera is undervalue and investors should take buy or hold position for this stock."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T26423
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hauwtan, Pegeen
"Penelitian ini bertujuan untuk menentukan intrinsic value dan perkiraan harga yang tepat untuk membeli dan menjual saham PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk. Hal tersebut untuk analisis fundamental dilakukan dengan top-down analysis, yang diawali dengan analisis ekonomi makro, analisis industri perusahaan dan yang terakhir analisis perusahaan itu sendiri, untuk menilai bagaimana kinerja perusahaan dan prospeknya di masa depan. Data-data yang dipergunakan untuk melakukan analisis ini antara lain laporan tahunan perusahaan selama tahun 2005-2009, dan data keadaan industri saat ini.
Hasil dari analisa ini menunjukkan bahwa nilai intrinsik dari saham PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk undervalued terhadap nilai wajar. Hal tersebut diperkuat analisis teknikal dengan menggunakan fibonnaci retracement dan fibonnaci extention. Dengan hasil perhitungan analisis fundamental dan teknikal tersebut, maka disarankan investor untuk melakukan buy untuk saham tersebut pada level harga Rp.7500,00 dan menjual kembali pada level harga Rp.9.224,00.

This study was aimed to determine the intrinsic value and estimate the right price to buy and sell shares of PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. It is used for fundamental analysis whish is done using top-down analysis, which begins with macroeconomic analysis, company's industry analysis and the analysis of the company itself, to assess the performance of the company and its prospects in the future. The data used for this analysis include the company's annual report for the year 2005-2009, and data of current industry conditions.
The results of this analysis indicate that the intrinsic value of the shares of PT PP London Sumatra Indonesia Tbk is undervalued against the fair value. This is reinforced by using technical analysis, specifically Fibonacci retracement and Fibonacci extensions analysis. With the calculation of fundamental and technical analysis, the recommended price level for investors to buy the stock is at Rp.7,500.00 and to sell it back at the price level of Rp.9.224.00.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T28208
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Manurung, Mirvan Julian
"Akuisisi merupakan salah satu topik dalam Corporate Finance. Ada beberapa rasionalisasi bagi perusahaan untuk melakukan akuisisi seperti menerima keuntungan dari perusahaan target yang undervalued, diversifikasi dan penyebaran risiko, mencapai sinergi keuangan, menggabungkan kekuatan fungsional dan mempertahankan pertumbuhan tinggi perusahaan. Pada tanggal 28^ Mei 2007, PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. mengusulkan akuisisi PT. Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk. (Lonsum). Bagian utama dari akuisisi adalah penilaian perusahaan target. Valuasi mencoba menemukan nilai riil perusahaan dan harga sahamnya. Tesis ini bertujuan untuk mengetahui nilai sebenarnya dari Lonsum sebagai target firm saat diakuisisi oleh Indofood. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah discounted cash flow, free cash flow to the firm model (FCFF).
Penelitian ini juga menggunakan analisis fundamental dan analisis lingkungan industri untuk mengumpulkan informasi sebagai Nilai Lonsum yang dihasilkan dari penelitian untuk tiga skenario pertumbuhan perusahaan adalah sebagai berikut : Rp. 6.434,50 per saham untuk pertumbuhan optimis, Rp. 4.309,20 per saham untuk skenario moderat dan Rp. 3.569,32 per saham untuk skenario pesimis. Nilai ekspektasi saham berdasarkan probabilitas masing-masing skenario adalah Rp. 4.724,82 per saham. Valuasi tersebut menunjukkan bahwa harga penawaran akuisisi sebesar Rp. 6.500 per saham memang harga yang overvalued. Alasan menawarkan harga yang dinilai terlalu tinggi dapat bervariasi dari nilai sinergi yang dicapai hingga antisipasi tindakan pertahanan dan penghapusan saingan dalam akuisisi. Namun alasan-alasan tersebut tidak dikaji lebih lanjut dalam tesis ini
Acquisition is one of the topic in Corporate Finance. There are several rationalizations for a firm to do an acquisition such as receiving gains from an undervalued target firm, diversification and spreading risks, achie^hng financial synergy, combining functional strengths and maintaining firm's high growth. On 28^ May 2007, PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. proposed an acquisition of PT. Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk. (Lonsum).
The main part from an acquisition is the valuation of target firm. The valuation tried to find a real value of the firm and the price of its stocks. This thesis' purpose is to find the real value of Lonsum as target firm when acquired by Indofood. The method that is used in this study is discounted cash flow, free cash flow to the firm model (FCFF).
The study also used fundamental analysis and analysis of industiy environment to gathered information as The value of Lonsum resulted from the study for the three scenarios of firm's growth are as follow : Rp. 6.434,50 per stock for optimistic growth, Rp. 4.309,20 per stock for moderate scenario and Rp. 3.569,32 per stock for pessimistic scenario. The expected value of the stock based on the probability of each scenario is Rp. 4.724,82 per stock. The valuation showed that the offer price of acquisition of Rp. 6.500 per stock is indeed an overvalued price. The reasons of offering an overvalued price may varied from the value of synergy achieved to the anticipation of defense action and elimination of rivals in acquisition. However, these reasons is not studied further in this thesis.
"
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Gunawan
"ABSTRAK
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menentukan nilai dari perusahaan
dengan menggunakan metode valulasi DCF - FCFF. Analisa yang digunakan adalah
analisa secara fundamental, dimana anailsa dalam perhitungan nilai saham pada
penulisan tesis ini bertujuan untuk menaksir nilal intrinsik (intrinsik value) dari PT
BAT Indonesia yang termasuk dalarn industri rokok, kemudian dibandingkan dengan
harga pasar saham tersebut pada saat ¡ni (current market price).
Dalam menghitung nilai dari perusahaan kita memerlukan kondisi makro dan
mikro. Untuk setiap analisa fundamental selalu dimulai dengan kondisi
makroekonomi yang kemudian digabungkan dengan kondisi mikro dari perusahaan
Bagaimanapun tidak akan mudah menggabungkan industri dengan makroekonomi,
terutama jika tidak ada teori yang cocok untuk digunakan dan kurang cukupnya data
yang diperlukan untuk melakukan analisa.
Makroekonomi merupakan lingkungan dimana perusahaan beroperasi,
sehingga untuk setiap analisa fundamental selalu dimulai dengan kondisi
makroekonomi. Bagaimanapun tidak akan mudah menggabungkan industri dengan
makroekonomi, terutama jika tidak ada teori yang cocok untuk digunakan dan
kurang cukupnya data yang diperlukan untuk melakukan analisa.
Analisa industri dari perusahaan pada dasarnya adalah untuk mengidentifikasi
faktor-faktor apa saja yang berperan penting dalam menentukan asumsi yang dapat
dimasukkan dalam model yang dibuat. Kemudian dengan menggunakan asumsi
tersebut dibuat proyeksi untuk Laporan keuangan perusahaan dimasa yang akan
datang.
Perhitungan yang dibuat berdasarkan metode Discounted Cash Flow ? Free
Cash Flow to the Fìrm dimana dalam perlutungan ini digunakan 3 skenario yaitu;
mostlikely, most optimistic, dan most pessimistic, kemudian dilakukan analisis
sensitifitas terhadap ketiga scenario tersebut. Hasil nilal intrinsik yang paling
mendekati dengan harga Closing price adalah dengan menggunakan skenario
mostlikely. Dengan skenario mostlikely tersebut dapat dikatakan dalam 5 tahun
kedepan keadaan PT BAT Indonesia akan seperti yang tergambar dalam skenario
tersebut.
Berdasarka analisis sensitifitas nilai intrinsik saham yang didapatkan juga
masih under valued, hal ini menandakan harga pasar belum mencerminkan harga
yang sewajarnya dan investor masih bias mendapatkan keuntungan dengan
menanamkan modalnya di BAT.
Untuk meningkatkan nilai dan perusahaan sebaiknya PT BAT Indonesia
lebih memfokuskan strategi bersaingnya dengan para kompetitor sehingga dapat
mempertahankan market sharenya ataupun memperbesar market sharenya.
"
2002
T2088
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alfian
"Tesis ini membahas tentang penilaian nilai saham perusahaan yang dilakukan dengan dua metode yaitu FCFF dan Option Pricing Model. Untuk melakukan valuation dibutuhkan analisis data perusahaan secara keseluruhan terlebih dahulu. Data makro ekonomi, data keuangan, dan data industri dimasukan dalam karya akhir ini untuk mendapatkan asumsi yang tepat mengenai valuation dengan FCFF. Valuation dengan metode Option Pricing di lakukan dengan mengetahui nilai pasar atas aktiva cadangan minyak bumi dan gas yang belum di eksplorasi oleh perusahaan, dan mengetahui potensi cash flow yang mungkin di hasilkan di masa depan. Dengan dilakukan beberapa hal tersebut diatas diharapkan dapat diketahui nilai sebenarnya dari saham PT Medco Energi Internasional.

This thesis elaborate and analyzing the company value to its stock valuation by two methods, there are FCFF and Option Pricing Model. Deep Analitical review of company as a whole is a must for do these kind of valuation. Macro economic, financial, and industry data analysis are implied in this thesis to get the proper assumtion about the number and ratio to use in projection of the FCFF. The option pricing valuation was evalueate by knowing the market value of oil and gas reserve that company have, but not explored yet, it can predict the potensial cash flow in the future if the company delay the project. These method expecting to know the real value of PT Medco Energi Internasional Tbk stock.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T25532
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Alfian
"Tesis ini membahas tentang penilaian nilai saham perusahaan yang dilakukan dengan dua metode yaitu FCFF dan Option Pricing Model. Untuk melakukan valuation dibutuhkan analisis data perusahaan secara keseluruhan terlebih dahulu. Data makro ekonomi , data keuangan, dan data industri dimasukan dalam karya akhir ini untuk mendapatkan asumsi yang tepat mengenai valuation dengan FCFF. Valuation dengan metode Option Pricing di lakukan dengan mengetahui nilai pasar atas aktiva cadangan minyak bumi dan gas yang belum di eksplorasi oleh perusahaan, dan mengetahui potensi cash flow yang mungkin di hasilkan di masa depan. Dengan dilakukan beberapa hal tersebut diatas diharapkan dapat diketahui nilai sebenarnya dari saham PT Medco Energi Internasional.

This thesis elaborate and analyzing the company value to its stock valuation by two methods, there are FCFF and Option Pricing Model. Deep Analitical review of company as a whole is a must for do these kind of valuation. Macro economic, financial, and industry data analysis are implied in this thesis to get the proper assumtion about the number and ratio to use in projection of the FCFF. The option pricing valuation was evalueate by knowing the market value of oil and gas reserve that company have, but not explored yet, it can predict the potensial cash flow in the fiiture if the company delay the project. These method expecting to know the real value of PT Medco Energi Internasional Tbk stock."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T26367
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
David Wisnu Wicaksono
"Di dalam era globalisasi di mana komunikasi antar individu atau perusahaan menjadi tidak mengenal batas, Teknologi Informasi menjadi sesuatu yang mutlak dibutuhkan. Bila awalnya Teknologi Informasi hanya berperan sebagai bagian pendukung operasional dan bisnis perusahaan, sekarang telah berkembang menjadi suatu keharusan yang dapat memberikan competitive advantage bagi perusahaan yang memanfaatkannya. Demikian pula halnya yang terjadi di Indonesia di mana anggaran belanja terhadap TI baik perangkat keras, piranti lunak maupun jasa TI semakin besar dari tahun ke tahun, bahkan diperkirakan meningkat sebesar 8,30% per tahun hingga tahun 2009. Hal mi menunjukkan bahwa pasaTI di Indonesia sangat prospektif dan akan terus berkembang, seiring dengan berkembangnya Teknologi Informasi secara global. Namun demikian, hal tersebut tidak tercermin di dalam kinerja saham perusahaan Teknologi Informasi yang diperdagangkan di bursa. Dan 9 (sembilan) perusahaan TI yang gopublic, sebagian besar menunjukkan trend penurunan hingga akhir tahun 2005. Tentunya hal mi menimbulkan pertanyaan, mengapa di satu sisi industri TI terus berkembang, namun hal tersebut tidak terefleksikan pada harga saham di bursa. Karya akhir mi mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan melakukan analisa secara mendalam terhadap salah satu perusahaan TI tersebut, yaitu PT. Metrodata Electronics, Tbk dengan cara meninjau dan mengevaluasi faktor eksternal maupun internal yang mempengaruhi kinerja perusahaan yang tercermin di dalam laporan keuangan perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan tersebut, dilengkapi dengan berbagai alat analisis yang lain kemudian dilakukan perhitungan terhadap nilai intrinsik saham perusahaan Penelitian mi dimulai dengan melakukan analisis terhadap lingkungan ekonomi makro untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan tersebut dan memahami bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja industri Teknologi Informasi secara umum atau perusahaan secara khusus. - Dari analisis tersebut, diketahui bahwa faktor tingkat suku bunga memiliki pengaruh yang cukup signifikan, di mana dengan adanya kebijakan Bank Indonesia untuk menurunkan BI Rate menjadi 8,00% pada akhir tahun 2007 temyata mendorong terjadinya transaksi perdagangan di Bursa sehingga semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan sumber pendanaan non-bank yaitu melalui penerbitan saham dan obligasi. Selain itu faktor nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang asing juga memberikan dampak yang cukup besar. Karena sebagian besar produk baik perangkat keras dan piranti lunak berasal dari produsen luar negeri, maka harga dari produk yang bersangkutan sangat berfluktuatif tergantung nilai kurs tersebut. Dengan menguatnya nilai mata uang rupiah dengan volatilitas yang menurun pada akhir tahun 2007, semakin banyak perusahaan yang melakukan belanja terhadap kebutuhan Teknologi Informasi. Analisis tersebut kemudian dilengkapi pula dengan analisis terhadap prospek perkembangan TI di Indonesia seth analisis terhadap lingkungan kompetisi industri. Berdasarkan analisis tersebut, diketahui bahwa kebutuhan terhadap produk TI masih didominasi oleh segmen perangkat keras. Namun persepsi pasar mulai berubah, yang ditunjukkan oleh pnioritas yang mulai bergeser ke arah piranti lunak dan jasa TI. Dengan demikian, segmen tersebutlah yang seharusnya diberikan perhatian yang lebih besar oleh perusahaan TI agar memperoleh peluang untuk memperoleh pendapatan. Namun di sisi lain, tingkat kompetisi yang dihadapi oleh perusahaan di dalani industri TI sangat ketat, yang ditandai oleh banyaknya pemain pasar dengan berbagai skala (atau ukuran), dan terdapat pandangan bahwa produk yang beredar di pasar cenderung homogen satu sama lain sehingga pasar menjadi sangat sensitif terhadap harga dan harus mengorbankan gross profit. Oleh Bagi investor, karya akhir mi dapat menjadi bahan pertimbangan di dalam mengambil keputusan investasi. Naniun, ada baiknya hal tersebut dilengkapi oleh berbagai analisis yang lain secara lebih detil, antara lain menganalisis struktur pasar TI di Indonesia beserta produk - dan pemainnya secara lebih dalam, analisis pendapatan perusahaan dalam mata uang transaksi serta berbagai faktor ekstemal lain (non-fundamental) yang dapat mempengaruhi perkembangan harga saham di bursa.

In globalization era, infonnation techonology is veiy vital and essential to enable communication among individuals and companies. Information technology, once treated only as a supporting unit, now has evolved into a necessity that can bring competitive advantages to company that utilize it. This phenomenon also happens in Indonesia which is reflected by increasing value of IT budget for hardware, software, IT services from year to year. It is even predicted that IT will grow with a rate of 8,30% each year until 2009. This prediction shows that IT market in Indonesia is very prospective and continuously growing in the same way as IT is growing globally. However, this potential picture is not reflected by the performance of IT stock in the stock exchange. Most of IT stocks were showing declining trend until the end of year 2005. This phenomenon raises a question: why on one side IT industiy shows high development but on a different side IT stock does not perform well in the stock exchange. This thesis is aimed to answer this question by conducting an in-depth analysis on one of IT companies, namely PT. Metrodata Electronics, Thk by exploring and evaluating external as well as internal factors that might influence stock performance as reflected on company's financial report. Using various analytic tools, stock valuation can be performed based on this report. This research is started by analyzing macroeconomic environment to identify its condition and also to understand its influence on information technology industry in general or company in particular. The result of this analysis shows that interest rate had a significant impact. Bank Indonesia's decision to lower BI rate to 8,00% at the end of year attracted many companies to use non-bank financing by issuing company stock or obligation. On the other hand, exchange rate of rupiah gave a same effect. Since most of IT products whether hardware or software were sourced from abroad, products' price is very fluctuative. As rupiah grew stronger with lower volatility at the end of 2007, more companies then decided to carry out their IT needs purchase. This analysis is also equipped with prospect of IT growth in Indonesia and also industry competition environment. From this analysis, it is then known that IT needs are still dominated by hardware products. However, market perception is slowly changing and IT priority is shifted into software and IT service. Therefore, these two segments should be given more attention by IT companies in order to capture revenue opportunities. On the other side, competition becomes tighter, marked by the entrances of several new market players, big and small. IT products tends to be treated as homogenous which causes market to be more price sensitive and IT companies have to sacrifice their gross profit by lowering their price. In order to survive, IT companies must differentiate itself by providing variative product mix as well as giving good quality service so that customer will see them as "preferred supplier". These were what PT. Metrodata Electronics, Tbk has tried to accomplish by its marketing strategies. In-depth analysis on company's financial performance shows a satisfying result. On one side revenues recorded by company keeps increasing from year to year with a very rapid growth in 2007. However, company's ability to gain net profit is still weak which is shown by a lower net profit margin compared to previous years. Morever, company's liquidity is also worsening. Operational activities outflow is bigger than its inflow. On the other side, company's strategy to use more of debts in its capital structures requires a sufficient cash flow to fulfill its short-term and long-term liability. If we compared company's fmancial performance with similar companies, only on activity ratio does company perform relatively better in generating sales revenue by utilizing its working capital and fixed assets. On the other hand, company's poor liquidity, high risk, and lower return rate (ROA, ROTC and ROE) will drive investors away because they consider the investment is less attractive than similar companies. Based on growth analysis, Common-size statement analysis and financial ratio analysis, a projection of company's cash flow using Free Cash Flow to the Firm (FCFF) can be made. By assuming several variables, the calculation of company's stock value results in Rp. 359,61 per stock or in the position of undervalue compared to its market price, Rp. 184 per stock at the end of December 2007. The same results are received from calculation of stock value using Price-Earnings Ratio (PER) method and Price-to-Book Value Ratio (PBV). According to PER method, value of stock should be Rp. 378,80 where as based on PBV method, the value is Rp. 352,36. Although these three methods came to the same conclusion, the calculation result of each method differs quite sgnificanfly to one another. This may be caused by the fact that only a few IT companies in Indonesia have already issued stocks at the public stock exchange and only a small number of them have the same characteristics with PT. Metrodata Electronics which influences calculation of relative valuation method. In addition, IT companies' profits tend to be volatile from year to year, but this tendency is not reflected by market stock value. Therefore, it can be conluded that investors look more on IT companies' future potentials and past performance which is shown by retained earnings. There are various actions can be perfortned by IT companies, or in this case PT. Metrodata Electronics, Thk to increase its stock value. Company should strengthen its market position by improving cooperation with customers in order to receive bigger future revenue opportunities, continuously differentiate itself from its competitors by providing more variative products to capture more of customer needs and improve customer service quality. Moreover, due to the importance of employees as company's asset, company should always"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T23070
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Manurung, David Irving Halomoan
"Penulisan karya akhir ini mengulas penerapan model FCFF untuk menentukan nilai intrinsik suatu saham yang dapat digunakan sebagai alat pengambilan keputusan bagi investor yang tertarik. Karya akhir ini mengambil studi kasus salah satu perusahaan perkebunan terkemuka di Indonesia, yaitu PT. Astra Agro Lestari Tbk. Saat ini, usaha agribisnis kelapa sawit sedang berkembang dengan pesat seiring dengan masih besarnya potensi yang dimiiiki oleh bangsa Indonesia. PT. Astra Agro Lestari merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. Astra Internasional, yang memfokuskan bisnisnya dalam bidang pengelolaan perkebunan kelapa sawit dan produksi CPO. Saat ini Astra Agra Lestari merupakan emiten yang memiliki area perkebunan terbesar dengan luas area mencapai 200,000 hektar. Selain CPO, Astra Agra juga memproduksi karet, teh, dan juga kakao. Namun, CPO masih merupakan kontributor terbesar terhadap pendapatan perseroan.
Untuk melakukan analisis yang menyeluruh atas kondisi perusahaan dapat dilakukan melalui analisis fundamental. Analisis fundamental dibuat berdasarkan pada pendekatan Five Forces of Porter. Kemudian dilakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan selama lima tahun kebelakang, yaitu dari tahun 2001 sampai dengan 2005. Dad seluruh analisis tersebut, penulis dapat membuat asumsi-asumsi yang diperlukan dalam menyusun proyeksi laporan keuangan baik neraca maupun laporan laba ¬rugi dalam lima tahun kedepan.
Proyeksi laporan keuangan tersebut digunakan untuk menghitung proyeksi free cash flow to the firm (FCFF) dari tahun 2006 sampai dengan 2010, dan dengan menggunakan metode Discounted Cash Flow Valuation (DCF), maka diperoleh value of the firm PT Astra Agro Lestari. Selanjutnya dapat dihitung intrinsic value of the equity per share dari perusahaan, yang didapat nilainya sebesar Rp. 7.151.- per lembar saham.
Dari perbandingan antara nilai pasar dengan intrinsic value per share tersebut, dapat disimpulkan bahwa PT. Astra Agro Lestari telah menjalankan bisnsnya dengan balk. Iiasil valuasi menunjukkan, bahwa harga saham PT. Astra Agro Lestari pada tanggal 29 Desember 2005 dalam posisi undervalue, yaitu sebesar Rp. 4.900/lembar saham, dibandingkan dengan instrinsic value per share hasi I valuasi FCFF sebesar Rp.7.15 L .-/lembar saham.

The aim of this final assignment is to study the implementation of FCFF model to determine the intrinsic value of a share that can be used as a tool for an interested investor in making decision. This final assignment took case study the one of the largest plantation firm in Indonesia, that is PT Astra Agra Lestari Tbk Today, palm oil business has been growing lastly meanwhile Indonesia still has great potency to develop. PT. Astra Agro Lestari is one of the subsidiary of PT Astra Internasional, which focused it's business in palm oil plantation and produces crude palm oil. Nowadays, PT. Astra Agro Lestari is the firm that listing on Jakarta Stock Exchange that has largest plantation area, about 200,000 hectare. Besides CPO (crude palm oil), firm also produces rubber, tea, and cocoa. But CPO is still the product that has biggest contribution to the sales of the firm.
To do whole analysis about the condition of the firm, we can use fundamental analysis. Fundamental analysis is done by Five Forces of Porter approach. Then we analyse the firm's financial statement in the past five years from year 2001 to year 2005. From the all analysis, the writer can make assumptions that it need to create financial statement projection, both balance sheet and income statement for the next five years.
This financial statement projection are used to calculate free cash flow to the firm (FCFF) projection from year 2006 to year 2010, and by Discounted Cash Flow Valuation (DCF) method we can get value of Astra Agro Lestari. After that we can calculate intrinsic value of the equity per share and we find the value is Rp. 7.151. - Per share.
From the comparation between market value and intrinsic value per share, we can conclude that PT. Astra Agro Lestari has done its business well. The result of valuation shows that the value of share on 29 December 2005 is undervalue, that is Rp. 4.900 per share, while the intrinsic value per share is Rp. 7.151 per share."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
T19721
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Inne Rahayuningdiah
"Tantangan utama seorang business leader adalah berambisi mencapai banyak tujuan pada saat yang bersamaan. Permasalahannya adalah perusahaan dapat lebih profitable, tetapi tidak bertumbuh dalam penjualan. Yang diperhatikan adalah bagaimana cara agar kedua tujuan tersebut tercapai. Dari tujuan-tujuan yang saling bertentangan, menurut Dodd dan Favaro (2006) terdapat tiga tensions yang utama yaitu: profitability vs. growth, short term vs. long term dan whole vs. parts. Agar tujuan yang saling bertentangan tersebut dapat dicapai secara bersamaan, maka perlu adanya pengendalian tension dalam perusahaan. Batting Average dapat digunakan sebagai tool untuk mengendalikan tensions tersebut. Dengan menggunakan batting average dapat diukur seberapa sering perusahaan dapat mencapai tujuan yang saling bertentangan dalam kurun waktu tertentu. Semakin tinggi batting average perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan dapat mengendalikan tension yang ada dalam perusahaan dengan baik. Lebih lanjut Dodd dan Favaro (2006) menyatakan bahwa semakin tinggi batting average perusahaan, maka semakin tinggi Total Shareholder Returns (TSR) perusahaan yang merupakan tujuan utama suatu bisnis yaitu meningkatkan kekayaan pemiliknya. Karya akhir ini merupakan riset replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Dodd dan Favaro (2006) dalam karya tulisnya yang bertopik: "Managing the Right Tension". Studi dalam karya akhir ini dilakukan di Indonesia dengan menggunakan sample salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit nasional (PT. PP London Sumatra Tbk), dan akan dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan kelapa sawit nasional lainnya (PT. Astra Agro Lestari Tbk. dan PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk).
Berdasarkan studi ini, sample salah satu perkebunan kelapa sawit nasional PT. PP London Sumatra Tbk memiliki batting average yang secara umum lebih rendah dibandingkan dengan pesaingnya dalam insdustri yang sama. Tension utama yang perlu diperhatikan (lead tension) yang dihadapi perusahaan adalah today vs. tomorrow tensions. Lebih lanjut ditemukan bahwa faktor utama dalam short term vs. long term tension perusahaan adalah perusahaan semakin sulit untuk mencapai target pendapatan tanpa harus menunda investasi. Lonsum cenderung berfokus pada long term performance yang mengakibatkan short term performance sulit dicapai. Untuk dapat meningkatkan batting average perusahaan, Lonsum disarankan untuk berfokus pada common bond dari today vs tomorrow tensions yaitu sustainable earnings agar kinerja jangka panjang dan kinerja jangka pendek dapat dicapai secara bersamaan. Keunggulan Lonsum dalam hal mutu dan penyediaan produk merupakan competitive advantage yang dapat memberikan sustainable earnings bagi perusahaan. Secara umum business model perusahaan dapat dikaji ulang agar tercapai sustainable earnings bagi Lonsum. Studi ini juga mendukung hipotesis dari Dodd dan Favaro (2006) bahwa batting average memiliki korelasi yang positif dengan economic profit over time, dan batting average mempunyai hubungan yang positif dengan Total Shareholder Returns (TSR). Jadi dapat disimpulkan bahwa pengendalian tensions dengan menggunakan batting average dapat dijadikan tool dalam meningkatkan Total Shareholder Returns (TSR) dan kesuksesan perusahaan yang berkelanjutan (sustainability)."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T23045
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>