Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 59953 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dina Zaenab
"Extended Elastic Impedance method is one of the methods in reservoir characterization, which is used to identify lithology and fluids content. This method is an extension of Elastic Impedance method by changing Sin²θ in Zoeppritz equation with tan χ to get scaled reflectivity equation. χ is angle range between -90° up to 90°. By using proper angle (χ), we can calculate the reflectivity that associates with the log parameter (Gamma Ray, Porosity, Lamda-Rho and Mhu-Rho). To proceeds this scheme we need to derive gradient and intercept from AVO analysis, which is used in Zoeppritz equation to calculate reflectivity volume. The proper angle (χ), which is derived from Whitcombe equation, is 30° for Gamma Ray. While the proper angle (χ) for porosity, mhu-rho, and lambda-rho is 60°, -90° and 15° respectively.
The result of mhu-rho and lamda-rho inversion in the target area contain of sandstone and oil in the time depth range of 1545 ? 1573 ms for horizon 1 and horizon 2. Based on seismic inversion, lamda-rho and mhu-rho crossplot analysis we can see that the distribution of reservoir in target area has lamda-rho value between 9050 ? 9300 m/s*g/cc or 25 ? 37 GPa*g/cc and mhu-rho value between 7500 ? 11200 m/s*g/cc or 25 ? 35 GPa*g/cc."
Depok: Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2009
T 26241
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dyah Woelandari
"Metode AVO yang bekerja pada domain reflektifitas secara umum dapat dipakai untuk mengidentifikasi dan menganalisa adanya anomali hidrokarbon, akan tetapi pada kasus-kasus tertentu diperlukan analisa yang lebih dalam untuk mendeteksi keberadaan hidrokarbon. Dalam studi ini digunakan workflows Extended Elastic Impedance (EEI) untuk memetakan lapisan karbonat dan kandungan fluidanya di lapangan "X" Jawa Barat Utara. Dalam studi ini Metode Extended Elastic Impedance (EEI) akan dikombinasikan dengan metode Color Inversion untuk menghasilkan peta penyebaran fluida (gas) dan litologi.
Identifikasi reservoar dilakukan dengan cara cross correlation antara kurva EEI dengan kurva GammaRay sedangkan untuk identifikasi kandungan fluidanya, dilakukan cross correlation antara kurva EEI dengan Resistiviti.
Metoda cross correlation tersebut dilakukan dengan increment sudut 0 10 = c pada sumur lapangan dari sudut 0 90 − sampai dengan 0 90 . Hasil nilai c (chi) dengan koefisien korelasi terbesar yang didapatkan kemudian ditransformasikan ke dalam nilai sudut datang ( q) dengan menggunakan hubungan c tan = q 2 sin . Sudut q (teta) tersebut kemudian digunakan dalam kombinasi proyeksi linier antara inversi data seismik near dan far.
Aplikasi metode EEI pada studi ini berhasil memperlihatkan pola penyebaran reservoar dan kandungan fluida (gas) nya sehingga selanjutnya bisa digunakan untuk keperluan pengembangan lapangan "X" di Jawa Barat Utara.

AVO method that works in reflectivity domain used to identify and analyze hydrocarbon anomaly. But, in some cases we need deeper analysis to predict the existence of hydrocarbon. In this study we use EEI workflows to predict lithology and fluid distribution of carbonate reservoir in "X" field, at North West Java basin.
In this study, Extended Elastic Impedance (EEI) as an extension from Elastic Impedance (EI) method will be combined with Color Inversion method to predict lithology from fluid (gas).
Cross correlation between EEI curve with Gamma Ray curve was used as a lithology identification and cross correlation between EEI curve with Resistivity curve as a fluid identification. The cross correlation was conducted every 0 10 of c(chi) value between 0 90 − to 0 90 . The c(chi) with the biggest coefficient correlation value then will be transformed to the angle of incident q (teta) thru equation : c tan = q 2 sin . Furthermore, the lithology and fluid impedance can be obtained by projecting seismic near and far inverse volume with q (teta) as an angle projection .
The result of EEI method in this study has been successfully predicting lithology and fluid (gas) distribution, therefore this method is applicable for field development purposes for "X" field at North West Java area."
2010
T29108
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Andhy Pramudita
"Studi inversi seismik EI dan LMR untuk lapangan Blackfoot telah dilakukan untuk mengidentifikasi distribusi reservoar dan kandungan fluidanya. Lapangan blackfoot merupakan lapangan gas dan minyak dengan reservoarnya merupakan karbonat yang berada pada kedalaman sekitar 1555 m, dengan dominasi lapisan glauchonit. Studi ini menggabungkan antara metode inversi elastik impedansi dan metode lambda-mu-rho, dengan harapan dapat mengkarakterisasi reservoar terutama dalam memisahkan kandungan fluida dan memberikan informasi yang signifikan tentang perbedaan litologinya. Konsep inversi EI dan LMR mengacu pada perubahan rasio Vp/Vs yang dapat memberikan dampak yang besar kepada nilai lambda dan mu. Parameter lame`s yang berasosiasi dengan incompresibilitas, diharapkan mampu memberikan informasi tentang fluida yang mengisi pori batuan, sementara parameter mu yang berasosiasi dengan regiditas dapat memberikan informasi terkait jenis batuan. Pada implementasinya data seismik prestack diolah untuk mendapatkan berbagai macam penampang baik itu Rp, Rs, Near stack, Far Stack untuk digunakan sebagai input dalam berbagai proses inversi. Dengan demikian hasil inversi diharapkan bisa menyebarkan secara lateral sensitifitas LMR yang dimiliki oleh setiap sumur untuk memberikan informasi yang signifikan baik dalam hal membedakan litologi, maupun informasi keberadaan fluida.

Seismic inversion study of EI and LMR for Blackfoot field has been done to identify the distribution of Reservoar properties and fluid content. Blackfoot field is an oil and gas field with a carbonate Reservoar located at a depth of approximately 1555 m, with the dominance glauchonit layer. This study combines elastic impedance inversion method and the method of the lambda-mu-rho, in hopes of Reservoar characterization, especially in separating the fluid content and provide significant information about the differences in lithology. EI and LMR inversion concept refers to changes in the ratio Vp / Vs that can give a big impact to the value of lambda and mu. Lame`s parameters associated with incompressibility, are expected to provide information about the fluid that fills the pores of rocks, while the parameters associated with regiditity you can provide Information related to the rock type. In implementation prestack seismic data is processed to obtain various kinds of good cross-section was Rp, Rs, Near stack, Far Stack to be used as input in the inversion processes. So the result of inversion is expected to spread laterally LMR sensitivity of each of the wells to provide significant information both in terms of distinguishing lithology, as well as information on the presence of fluid."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2010
S29503
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Gunawan Wibisono
"ABSTRAK
Dalam bidang geologi dan geofisika, pendeteksian, identifikasi serta
pengkualifikasian batuan reservoir berdasarkan parameter berupa ketebalan, porositas dan kandungan fluida menggunakan data seismic refleksi merupakan hal yang sangat krusial. AVO dan inversion merupakan metoda yang berguna dalam membedakan batuan reservoir dengan kandungan hidrokarbon dari batuan lain disekitarnya. Batupasir yang memiliki kandungan gas, umumnya dicirikan oleh
kontras impedance yang relatif besar dibandingkan batuan di sekitarnya. Kombinasi antara data seismik, pemodelan langsung baik sebelum atau sesudah stack ditambah dengan informasi yang diperoleh dari sumur pemboran akan mempermudah proses penarikan kesimpulan berkaitan dengan distribusi penyebaran reservoir disertai perubahan yang terjadi pada parameter - parameter reservoir itu sendiri ; misalnya variasi tebal bersih kolom gas, tebal bersih reservoir/tebal bersih porositas.Pada daerah studi lapangan Blackfoot, dilakukan perhitungan rasio AI, EI dan ?Mu-Rho? dengan tujuan menentukan jenis unit litologi. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan hasil perhitungan even P-P dan P-S yang diperoleh dari data sonic. Korelasi yang diperoleh antara data log sumur dengan even seismik, didukung oleh rasio AI, EI dan ?Mu-Rho? memperlihatkan bahwa perubahan nilai Impedansi akustik, EI dan ?Mu-Rho?dapat dikaitkan secara
langsung dengan rasio sand/shale dan tingkat konsolodasi batuan sedimen baik secara lateral maupun vertikal. Hasil analisis menunjukkan bahwa batuan reservoir yang berkembang di
lapangan Blackfoot adalah batupasir glaukonit yang diendapkan pada lingkungan incised valley. Dalam seismic dapat dikenali melalui kedalamannya yang relatif dangkal (1500-1600 m), nilai porositas yang tinggi (15-26%), ketebalan batupasir dibawah tuning ( kurang dari 20 m) serta adanya anomali amplitudo yang tinggi (bright spot). Secara umum, glauconitic channel sand produk dari incised valley
pada lapangan Blackfoot memiliki karakter berupa nilai rasio Vp/Vs yang rendah, nilai P ? Impedance dan S ? Impedance yang rendah, Elastik Impedance yang rendah, nilai Mu ? Rho yang tinggi dan nilai Lambda ? Rho yang rendah.

ABSTRACT
The detection, identification, and qualification of thickness, porosity, and fluid content in reservoirs rocks, using seismic reflection data, is a very important topic in the area of geology and geophysics. AVO and Inversion method is gained to identify the reservoirs that contain hydrocarbon. For the gas sands has relatively strong contrast between the elastic properties of these and those of the
surrounding rocks is expected, the detection and qualification depends upon many other factors: degree of consolidation, ratio depth/thickness, lithologies involve, clay content, etc. The integration of seismic data with direct modeling, both before and after
stack, and with well information, allowed us to draw important conclusions regarding reservoirs extensions, as well as changes in other properties (net gas thickness in one case, and net sand thickness/net porosity thickness for the other) which are important for advanced development of these fields. Using the interpreted correlations the interval times of P-P and P-S events were used to calculate AI, EI, ?Mu-Rho? ratio for the principal lithologic units in
Blackfoot area. Well log correlations to seismic events and AI, EI, ?Mu-Rho? ratio data indicate that changes in AI, EI, ?Mu-Rho? can be directly related to changes in the sand/shale ratio and the consolidation state of the sediments both laterally and vertically in the section. The AI ratio as the function of P-Impedance and S-Impedance correlatewith Elastic Impedance of the reservoirs properties and ?Lambda-Mu-Rho?are giving the best result to determine the lithology and fluid contents. In this seismic perspective, I considered with glauconitic incised valley sands. At Blackfoot filed, which is characterized by shallow depth (1500-1600 m), high porosities (15-26 %), sand thickness below tuning (less than 20 m), and where the reservoirs show as high amplitude anomalies (bright spot).
In the Blackfoot area, the productive glauconitic incised valley sands can be identified by Vp/Vs ratio at the low value, P-Impedance and S-Impedance at low value, Elastic Impedance at the low value, Mu-Rho at the high value and Lambda-Rho at the low value."
2009
T26240
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Bambang Mujihardi
"Metoda seismik inversi saat ini memegang peranan penting dalam dunia eksplorasi sebagai alat identifikasi parameter fisis suatu batuan, dan terkadang untuk identifikasi hidrokarbon dalam suatu reservoir. Dalam penelitian ini dipilih metoda inversi Extended Elastic Impedance (EEI) yang merupakan perluasan dari metoda Elastic Impedance (EI) dengan cara merubah |sin2θ| dengan tan χ dalam persamaan Elastic Impedance. Variabel χ mempunyai harga antara -90o dan 90o yang merupakan range sudut untuk memperoleh parameter fisik batuan. Dengan menggabungkan parameter intercept dan gradient dengan sudut (χ) yang optimum akan menghasilkan reflektivitas parameter fisik batuan tersebut.
Tujuan studi ini adalah meneliti aplikasi metode EEI sebagai alat untuk menghasilkan prediksi berbagai parameter fisik batuan termasuk Lambda-Mu-Rho (LMR) yang dapat menunjukkan keberadaan sebaran reservoir dan keberadaan hidrokarbon di dalam lapisan reservoir. Hasil dari studi ini diperoleh dengan melakukan korelasi antara log LMR dengan model log EEI untuk mendapatkan harga sudut optimumnya. Sudut optimum Lambda-Rho yang diperoleh sebesar 18o dengan korelasi 0.7 dan Mu-Rho sudut optimumnya sebesar -45o dengan korelasi 0.9. Dari slicing hasil inversi reflectivity Lambda-Rho dan Mu-Rho menunjukkan akumulasi gas berada pada 10 ms ? 30 ms di bawah Formasi Talang Akar yang berada pada daerah tinggian dari struktur dan yang bukan merupakan tinggian, sehingga menunjukkan jebakan yang terjadi merupakan jebakan struktur dan stratigrafi.

The Seismic Inversion method are important in the exploration nowadays, as tool to identify the basic physics of rocks, and also to determine the hydrocarbon in a reservoar. In this study, Extended Elastic Impedance (EEI) is extension of Elastic Impedance (EI) with modify the definition of Elastic Impedance beyond the range of physically meaningful angles by substituting tan χ for sin2θ in the two-term reflectivity equation. The primary variable now becomes χ rather than θ. The χ has vary between -90o and 90o , which gives an extension of EI for any combination of intercept and gradient. With combine χ optimum can create physic parameters reflectivity.
The aim this study is apply EEI method as tool to predict rock physic parameters include Lambda-Mu-Rho (LMR) can determine hydrocarbon presence in a reservoar. The study result is gained through the correlation between LMR log and EEI log model to get an optimum angle. The correlation extracting Lambda-Rho optimum angle is 18o with coefficient correlation 0.7 and Mu-Rho optimum angle is -45o with coefficient correlation 0.9. Lambda-Rho dan Mu-Rho inversion slices show the gas presence at 10 ms to 30 ms below Talang Akar Formation and also describe that the traps are stratigraphyc and structural.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2007
T21301
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Angga Peryoga
"Telah dilakukan analisis AVO (Amplitude Variation With Offset) dan studi inversi Elastic Impedance pada lapangan Penobscot, untuk mengkarakterisasi dan mengidentifikasi kandungan dan persebaran fluida pada reservoar. Pada implementasinya data seismik pre-stack yang diolah dengan menggunakan analisis AVO dan inversi Elastic Impedance menghasilkan output berupa penampang seperti Intercept (A), Gradient (B), Produk A*B, Scaled Poisson?s Ratio Changed, Near Angle Inverted, dan Far Angle Inverted untuk diinterpretasikan lebih lanjut, sehingga dapat dilakukan karakterisasi reservoar dan diketahui persebaran fluida pada reservoar tersebut. Analisis attribut AVO yang dilakukan pada data lapangan Penobscot termasuk pada anomali AVO kelas III (porous gas-sandstone), dan untuk lebih lanjut lagi maka dilakukan proses inversi Elastic Impedance dengan dilakukannya pengolahan data sumur dan dihasilkan output berupa EI near log dan EI far log sebagai pengontrol proses inversi Elastic Impedance. Selain itu dilakukan juga krosplot antara sumur dan penampang inversi untuk menentukan persebaran fluida pada reservoar. Didapatkan hasil pada penampang inversi EI near, zona gas berada pada nilai 17500 ft/s*gr/cc sampai dengan 22500 ft/s*gr/cc, dan pada penampang inversi EI far, zona gas berada pada nilai 10000 ft /s*gr/cc sampai dengan 15000 ft /s*gr/cc pada top AP2 ( top reservoar) pada rentang waktu 2000 - 2050 ms.

AVO (Amplitude Variation With Offset) analysis and Elastic Impedance inversion studies in the Penobscot field have been performed, to characterize and identify the content and distribution of fluid in the reservoir. In the implementation, seismic data pre-stack was processed by using analysis of AVO and inversion Elastic Impedance produced output section such as Intercept (A), Gradient (B), Product A*B, Scaled Poisson's Ratio Changed, Near Angle Inverted, and Far Angle Inverted for further interpretation. Reservoir characterization thus can be done and the distribution of fluid in the reservoir can be observed. AVO attribute analysis performed on the data field on the Penobscot, was included in class III AVO anomalies (gas-porous sandstone), and the Elastic Impedance inversion process was further performed by the well data processing and the resulting output from the log near EI and EI far as the log Elastic Impedance inversion process controller. Also performed well krosplot between wells and inversion to determine the cross-sectional distribution of fluid in the reservoir. Results obtained in cross section near EI inversion zone, the gas is at the value of 17500 ft / s * gr / cc up to 22500 ft / s * gr / cc, and the cross-section inversion EI far, the gas zone is in the 10000 ft / s * gr / cc up to 15000 ft / s * gr / cc at the top AP2 (top reservoir) in the period 2000 to 2050 ms."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2011
S1444
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Galih Dika Pranata
"Dengan keterbatasan data seismik yang tidak mampu menampilkan parameter-parameter fisis layaknya data sumur dan juga ketiadaan data shear-wave yang sangat penting dalam identifikasi fluida dan litologi, maka dibutuhkan metode yang mampu mengakomodir keterbatasan tersebut. Dengan memanfaatkan sumur sekitar yang memiliki informasi shear-wave, maka dapat dilakukan perhitungan stastistik menggunakan genetic algorithm untuk memperoleh algoritma yang mampu memprediksi shear-wave secara akurat dan merepresentasikan informasi fluida maupun litologi bawah permukaan. Bermodalkan shear-wave hasil prediksi yang akurat tersebut, maka dapat pula dilakukan inversi EEI dengan baik yang mampu menghasilkan volume seismik yang memiliki informasi parameter-parameter fisis layaknya data sumur. Inversi EEI dilakukan pada parameter lambda-rho, mu-rho, Vp/Vs ratio, porosity, density, water saturation, resistivity, dan gamma ray. Analisa terhadap inversi EEI dilakukan secara terpusat pada horizon B-32. Berdasarkan inversi EEI yang dilakukan, dapat diperoleh peta persebaran anomali hidrokarbon dan peta persebaran litologi. Peta persebaran anomali hidrokarbon ditunjukkan oleh parameter lambda-rho, Vp/Vs ratio, density, water saturation, dan resistivity. Sedangkan peta persebaran litologi ditunjukkan oleh parameter mu-rho, porosity, dan gamma ray.

With the limitation of seismic data that cannot showing physical properties as well log data and without shear-wave that very important in identification of fluid and lithology, so it needed method that can solve and accommodate the limitation. By utilizing shear-wave from another well log data, shear-wave can be predicted statistically by genetic algorithm method. Shear-wave predicted are reliable and represent fluid and lithology information that is key to perform EEI inversion. EEI inversion are used to produce seismic volume that contains physical properties as well log data. EEI inversion analysis are concentrated on horizon B-32 and resulting maps that contains information of distribution of hydrocarbon and lithology. Maps of hydrocarbon distribution are consist of physical parameter such as lambda-rho, Vp/Vs ratio, density, water saturation, and resistivity. Maps of lithology distribution are consist of physical parameter such as mu-rho, porosity, and gamma ray."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2015
S60207
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Irfan Eka Putra
"Model impedansi akustik dapat menjadi indikator litologi, porositas, serta sebagai data untuk analisis kuantitatif dari sifat fisik reservoar seperti porositas. Hasil analisis inversi impedansi akustik serta dengan pendekatan geostatistika menunjukkan bahwa reservoar yang berkembang di lapangan penelitian adalah batupasir tight yang diendapkan pada lingkungan fluvial ? dominated fan delta, dengan nilai impedansi akustik yang tinggi, hidrokarbon gas, nilai porosity yang rendah, nilai gamma ray yang rendah, nilai resistivity yang tinggi, nilai sonic yang tinggi, dan nilai density yang tinggi pada horison Caddo, Davis, Runaway, Vineyard. Namun reservoarnya tidak tebal dan dibawah limit of separability tetapi masih diatas limit of visibility.

The reservoir is developed in the field of research is that tight sandstones deposited in fluvial environment - dominated fan delta, with high acoustic impedance value, hydrocarbon gases, low porosity value, low gamma ray value, high resistivity value, high sonic value, and high density value in horizon of Caddo, Davis, Runaway, Vineyard. But not thick reservoir and below the limit of separability but still above the limit of visibility."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2010
T29105
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Fritz
"Perkembangan akhir dari teknologi impedansi seismik menyajikan sebuah pendekatan kuantitatif dalam karakterisasi reservoir. Impedansi yang dinyatakan sebagai Extended Elastic Impedance (EEI) ini yang juga merupakan bentuk ekstensi dari impedansi elastik mampu memberikan akses untuk mengeksplor informasi yang terdapat di sumur melalui data seismik sehingga memungkinkan kita untuk memprediksi distribusinya . Korelasi optimum antara EEI dengan suatu parameter reservoir memberikan pemungkinan untuk menggunakan EEI sebagai pendekatan dari parameter reservoir tersebut. Proyeksi sudut konstan dari penampang seismik dapat digunakan untuk membuat penampang reflektifitas parameter reservoir, yang secara konsep, dibangkitkan oleh EEI. Sehingga akan terdapat pasangan reflektifitas dan impedansi yang menggambarkan distribusi dari nilai parameter reservoir. Dalam penelitian ini, EEI digunakan sebagai pendekatan terhadap gamma-ray dan lamda-rho untuk memprediksikan perkembangan reservoir dan akumulasi gas dari posisi sumur ke sepanjang tutupan daerah survey seismik. Hasilnya menunjukan bahwa adanya kesimpulan yang sinergi antara pendekatan EEI yang satu dengan yang lain dalam memprediksikan deliniasi reservoir."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2008
S28968
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>