Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6672 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Philadelphia, Pennsylvania: Society for Industrial and Applied Mathematics (SIAM), 1991
532.059 VOR
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Sinuraya, Muhammad Ridho Ade Putra
"Sekarang ini kegunaan bahan bakar suplemen meningkat disebabkan oleh meningkatnya harga bahan bakar yang berasal dari fosil (minyak dan gas). Pada mesin diesel, bahan bakar tambahan tidak dapat langsung ditambahkan pada bahan bakar diesel . Vortex Mixer adalah sebuah alat untuk mengatur banyaknya suplai bahan bakar tambahan dan juga mencampurnya secara merata sebelum campuran tersebut masuk ke ruang pembakaran.
Eksperimen ini dilakukan untuk menganalisa karakteristik aliran udara setelah melewati Vortex Mixer dan menganalisa performa pencampuran. Eksperimen ini juga akan membuktikan bahwa Vortex Mixer ini mempercepat jarak yang dibutuhkan untuk mencampur bahan bakar suplemen dengan suplai udara. Untuk mencapai maksud tersebut dilakukan analisa dari profil kecepatan dan temperatur dari aliran setaleh melewati Vortex Mixer. Vortex mixer diuji coba dalam wind tunnel. Semua kondisi, seperti kecepatan wind tunnel dan temperatur dari Heat Gun, diatur untuk mensimulasikan kondisi kerja dari mesin diesel enam liter dan empat tak."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S38078
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
McCormack, Percival
"The subject of this book is the physics of vortices. A detailed analysis of the dynamics of vortices will be presented. The important topics of vorticity and molecular spin will be dealt with, including the electromagnetic analogy and quantization in superfluids. The effect of molecular spin on the dynamics of molecular nano-confined fluids using the extended navier-stokes equations will also be covered, especially important to the theory and applicability of nanofluidics and associated devices. The nanoscale boundary layer and nanoscale vortex core are regions of intense vorticity (molecular spin). It will be shown, based on molecular kinetic theory and thermodynamics, that the macroscopic (solid body) rotation must be accompanied by internal rotation of the molecules. Electric polarization of the internal molecular rotations about the local rotation axis, the Barnett effect, occurs. In such a spin aligned system, major changes in the physical properties of the fluid result.
"
New York: Springer, 2012
e20421030
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Zainal Arsyadi
"Suatu aliran udara bertekanan tinggi yang dilewatkan pada sebuah nozzle dan diarahkan secara tangensial sepanjang dinding dalam sebuah tabung, akan berputar membentuk suatu vortex yang menimbulkan fenomena aliran udara bertemperatur panas dan dingin secara bersamaan. Penulis melakukan pengujian ini bertujuan ingin mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan jumlah Iubang inlet pada vortex generator FTX-1 terhadap besarnya penurunan temperatur yang dihasilkan. Metode yang diterapkan adalah dengan identitikasi masalah, studi literatur, konsultasi, membentuk benda uji merangkai, dan melakukan pengujian dengan cara mengambil data-data yang diperlukan yaitu temperatur masuk, temperatur dingin, temperatur panas, tekanan udara dingin, tekanan udara panas, laju aliran udara dingin dan Iaju aliran udara panas. Untuk Iangkah selanjutnya menganalisa data yang diperoleh dan mengambil kesimpulan dari data olahan. Berbagai variasi tekanan aliran udara masuk yaitu 5,63 dan 8 bar terhadap variasi jumlah lubang inlet tangensiai 1, 2, dan 3 dengan variasi panjang pipa panas 240 dan 400 mm telah dilakukan pengujian. Hasil akhir dari pengujian tersebut menunjukkan bahwa ΔT dingin maksimum dicapai pada tekanan udara masuk 8 bar, menggunakan panjang pipa panas 400 mm dengan vortex generator 3 inlet yaitu diperoleh niiai ATm,.gin sebesar 20 °C pada fraksi massa dingin pc sebesar 0,43."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
S36217
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kheradvar, Arash
"The book begins with a synopsis of the fundamentals aspects of fluid mechanics to give the reader the essential background to address the proceeding chapters. Then the fundamental elements of vortex dynamics will be discussed, explaining the conditions for their formation and the rules governing their dynamics. The main equations are accompanied by mathematical models. Cardiovascular vortex formation is first analyzed in physiological, healthy conditions in the heart chambers and in the large arterial vessels. The analysis is initially presented with an intuitive appeal grounded on the physical phenomena and a focus on its clinical significance.In the proceeding chapters, the knowledge gained from either clinical or basic science literature will be discussed. The corresponding mathematical elements will finally be presented to ensure the adequate diligence. The proceeding chapters ensue to the analysis of pathological conditions, when the reader may have developed the ability to recognize normal from abnormal vortex formation phenomenon. Pathological vortex formation represents vortices that develop at sites where normally laminar flow should exist, e.g. stenosis and aneurisms. This analysis naturally leads to the interaction of vortices due to the surgical procedures with respect to prediction of changes in vortex formation. The existing techniques, from medical imaging to numerical simulations, to explore vortex flows in the cardiovascular systems will also be described. "
London : Springer, 2012
e20420710
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Yudhi Mustari
"Vortex tube sebagai alat spot cooling memiliki kelebihan di dalarn mekanisme kerjanya yang sederhana dan relatif murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pengaruh beberapa kontigurasi pada arah aksial ternadap kemampuan penurunan temperatur dan kapasitas pendinginan maksimum yang dapat dicapai, sehingga diharapkan nantinya dapat dirancang sebuah vortex tube dengan menggunakan kombinasi penambahan inlet baik secara radial maupun aksial, dengan performa yang lebih baik.
Penelitian ini dilakukan dengan melakukan eksperimen unjuk kerja helical vortex generator pada vortex tube X-1 FTUI. Modifikasi dilakukan pada bagian vortex chambernya, yaitu dengan tidak menggunakan tipe oritis yang memiliki konfigurasi inlet tangensial pada arah radial saja, tetapi digunakan 3 buah vortex chamber dengan konfigurasi lubang inlet tangensial θ 1 mm masing-masing sebanyak 1, 2 dan 3 buah, yang diposisikan secara aksial, menggunakan variasi tekanan udara masuk dari kompresor sebesar 9 dan 11 bar. Nilai yang diukur adalah temperatur udara keluar dari pipa dingin (Tc), temperatur keluar dari pipa panas (Thot), temperatur udara masuk dari kompresor (Tin), laju aliran massa serta tekanan statis pada sisi keluar hot tube maupun cold tube. Pengukuran parameter-parameter di atas dilakukan pada sepuluh variasi putaran katup jarum.
Dalam pengujian dengan menambah lubang inlet pada arah aksial ini, di dapat penurunan temperatur maksimum sampai 21,5 °C, dengan temperatur minimum yang dioapai adalah 8 °C pada fraksi massa dingin 0,46 untuk penggunaan 2 Iubang inlet pada tekanan udara masuk 11 bar. Sedangkan pada penggunaan 3 lubang inlet, terjadi penurunan kinerja dalam hal penurunan temperatur jika dibandingkan dengan penggunaan 2 lubang inlet, dimana penurunan temperatur maksimum yang dapat dicapai adalah 18,3 °C dengan temperatur minimum 10 °C pada fraksi massa dingin 0,39 dan tekanan udara masuk 9 bar. Kenaikan tekanan udara masuk pada pengujian menggunakan 1 dan 2 inlet akan memperbesar pencapaian temperatur drop maksimumnya, tetapi akan berbeda untuk penggunaan 3 inlet, dimana kenaikan tekanan tersebut akan menurunkan kemampuan pencapaian temperatur drop maksimumnya.

Vortex tube as a spot cooling device has some advantage in its low price and simple work mechanism. This research is intended to know its level of performance if some axially inlet configuration applied in the design of helical vortex generator X-1 FTUI, so in the end we can combine radial and axial configuration of inlet nozzle for better vortex tube performance.
The research is based on experimental method on vortex tube X-1 FTUI using 1, 2 and 3 inlet nozzle axially position with θ1 mm. Measured parameter are temperature at outlet of cold and hot tube, air mass tiow rate and static pressure at the outlet of both tube. Each parameter was measured simultaniously in ten different valve position.
As the result in this experiment, comparing 1, 2 and 3 inlet nozzle, maximum temperature drop was occurred when using 2 inlet nozzle. Lower performance happens when using 3 inlet, und the lowest performance occurred when using 1 inlet nozzle. The maximum temperature drop can be obtain in this experiment is 21,5 °C while using 2 inlet nozzle with coolest temperature is 8 °C.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2001
S37103
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Maskur
"Vortex tube adalah sebuah alat pendingin tanpa refrigerant dalam proses kerjanya. Vortex tube telah banyak dlgunakan dl dunia industri untuk mengatasi barbagai masalah spot cooling karena relatif murah dan sederhana. Penelltian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari perubahan diameter inlet pada vortex tube pada berbagai variasi tekanan udara dari kompresor.
Pengujian dilakukan dengan menggunakan vortex tube proto x-1 F TUl dengan variasi lntet 1 mm dan 0,7 mm. Untuk besar tekanan udara masuk dlpakai empat variasi tekanan yaltu 5 bar; 6 ban 7 bag dan 8 bar: Parameter performa yang digunakan adalah penurunan temperatur dan kapasltas refrierasl yang dihasltkan oleh vortex tube.
Dari pengujian yang dilakukan pada semua variasi tekanan udara masuk diperoleh hasll untuk vortex tube dengan diameter inlet 1 mm menunjukan klnesjia yang lebih balk dibanding dengan diameter inlet 0,7 mm.
Perbedaan performa yang cukup signifikan ini karena pada diameter inlet yang Iebih besar diperoleh udara masuk yang juga besan Hal ini membuat performanya juga lebih maksimal."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S37679
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Indra Siswantara
"Vortex tube adalah sebuah alat pendingin tanpa refrigerant dafam proses kerjanya Vortex tube telah banyak digunakan di dunia induslri Ulttuk mengarasi berbagai masalah spot cooling karena relatif murah dan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari perubahan diameter inlet pada vortex tube pada berbagal variasi tekanan udara dari kompressor.
Pengujian dilakukan dengan menggunakan vortex tube proto x-1 FTUI dengan variasi inlet 1 mm dan 0,7 mm untuk besar tekanan udara masuk dipakai empat variasi tekanan yaitu 5 bar, 6 bar, 7 bar, dan 8 bar. Parameter performa yang digunakan adalah penurunan temperatur dan kapasitas refrijerasi yang dihasilkan oleh vortex tube.
Dari pengujian yang dilakukan pada semua variasi tekanan udara masuk diperoleh hasil uniuk vortex tube dengan diameter inlet 1 mm menunjukkan kinerja yang lebih baik dibanding dengan diameter inlet 0,7 mm.
Inlet Kapasitas Refrijerasi Tempratur drop 1 mm 52.324 J/s 18.9℃
0.7 mm 21.398 J/s 12.8℃
Perbedaan performa yang cukup signifikan ini karena diameter pada inlet yang lebih besar diperoleh udara masuk yang juga besar. Hal ini membuat performanya juga lebih maksimal."
Depok: Universitas Indonesia, 2002
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
R. Eko Santoso
"Jika suatu aliran udara bertekanan tinggi mengalir ke suatu celah sempit, kemudian diatirkan secara tangensial malta timbul fenomena aliran udara bertemperatur panas pada ujung keluaran pipa dan aliran udara bertemperatur dingin pada ujung tainnya.
Dengan mengatur bukaan kalup jarum pada ujung pipa aliran udara panas diperoleh besar fraksi massa aliran udara dingin maupun fraksi massa aliran udara panas yang, jika dijumlahkan merupakan Iaju aliran udara masuk.
Fraksi massa dingin L¢1_,,,_g,,,) mempunyai korelasi dengan beda temperature dingin terhadap temperature masuk (ATJMW). Korelasi lersebul dinotasikan sebagai ATJL-1gm = f(;1¢»,@.) Hubungan fungsi antara kedua parameter tersebut menyatakan karakteristik dari suatu tabung vortex. Berbagai variasi tekanan udara masuk yaitu 5 bar, 6 bar, 7 bar dan B bar terhadap perubahan panjang pipa udara panas 400 (mm) dan 240 (mm) dimana panjang pipa udara dingin tetap yaitu 80 (mm).
Sebagai tambahan, dibandingkan pula jumlah inlet langensial pada 3 buah vortex generator yailu 1 inlet, 2 inlet dan 3 inlet dengan variasi tekanan aliran udara masuk terhadap panjang pipa panes 400 (mm) dan 240 (mm).
Hasil akhir menunjukkan bahwa AT:,mS," makstmum dapat dicapai pada tekanan udara masuk 8 bar, menggunakan paniang pipa panas 400 (mm) Serta vortex generator yang mempunyai 3 inlet tangensial."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
S36214
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aris Sudyanto Arnadi
"Thesis ini menyajikan studi medan aliran di dalam model tabung vortex. Model yang dipergunakan mempunyai diameter kecil 16mm, diameter besar 32mm dan panjang seluruh tabung L = 200mm. tabung dengan diameter kecil mempunyai panjang 15mm. Aliran tersebut diberi gangguan berupa katup pada ujung yang mempunyai diameter besar. Dari satu inlet di dinding tabung yang mempunyai kecepatan ke arah radial dan tangensial akan keluar dua aliran melalui dua ujung tabung.
Studi numeris dilakukan dengan menggunakan persamaan Navier-Stokes sebagai persamaan atur. Dengan menggunakan model K-Epsilon sebagai model turbulensi, persamaan atur diselesaikan secara eksplisit dengan methode kombinasi volume atur dan elemen hingga. Suku-suku difusi dalam persamaan atur diselesaikan dengan methode variational Galerkin menggunakan skema upwinding, sedangkan suku konvektif diperlakukan sebagai persoalan Riemann dan diselesaikan dengan methode matrix dari Rhoe dengan akurasi sampai orde ke tiga.
Untuk mengakomodasi efek kompresibilitas akibat dilatasi tekanan dan dilatasi volume, dalam persamaan energi dan persamaan energi kinetik turbulen dimasukkan tambahan suku kompresibilitas. Model efek kompresibilitas yang dipergunakan adalah model yang dikembangkan oleh Ristorcelli.
Hasil studi menunjukkan adanya pengaruh efek kompresibilitas yang berperilaku sebagai sumber dalam persamaan energi total dan dan energi kinetik turbulen. Pada daerah yang mempunyai energi kinetik tinggi, model kompresibilitas ternyata berprilaku sebagai suku yang mentransfer energi kinetik menjadi energi dalam. Perilaku ini ditunjukkan dengan turunnya nilai dissipasi energi kinetik. Pengaruh efek kompresibilitas terutama terjadi pada jarak r/R> 0.5. Pada daerah tersebut energi total, temperatur, dan tekanan mempunyai nilai yang lebih tinggi dibanding daerah r/L<0.5.

This thesis investigated field of flow in the vortex tube model. Vortex tube model have 16mm and 32mm small diameter & large diameter and 200mm total tube length. Smaller tube have 1 5 mm length. A disturbance present in the vortex tube as a small valve in the end with larger diameter. Flow to be injected into vortex tube from the wall of largest diameter tube. Injected flow contain radial and tangensial velocity, without axial velocity.
Numerical study will solve Navier-Stokes equation as a governing equation. Solution used K-epsilon as a turbulence model, explicit scheme and combination of finite-volume and finite element with upwinding technique. Viscous part are treated using Galerkin Methode and convectiv are treated as Riemann problem and be solved by Rhoe Methode.
Compressibility effect as a result of pressure and volume dilatation will be accomodated as additional term in turbulence kinetic energy and energy equation. Ristorcelli model for compressibility effect will be used in this study.
This study shown that compressibility effect behave like source term in internal energy and turbulence kinetic energy equation. In high kinetic energy location, a part of these energy will be dissipased and the other part will be transfer to be internal energy. This study shown. on position r/R > 0.5, influence of compressibility effect have increased total energy, pressure and temperature. On this area, total energy, temperature and pressure have larger value than area on r/R <0.5.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2001
T657
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>