Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 116080 dokumen yang sesuai dengan query
cover
I Ketut Lawa Adiyana
"Untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, berdayaguna dan berhasil guna, maka pengembangan sumber daya manusia kesehatan mempunyai peranan yang sangat panting dan strategis, karena pelayanan kesehatan yang profesional tidak akan terwujud apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia kesehatan yang mengikuti perkembangan ilinu dan teknologi serta didukung oleh nilai-nilai moral dan etika profesi yang tinggi. Untuk mendapatkan sumber daya manusia kesehatan yang profesional tersebut, antara lain melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) SDM kesehatan.
Setiap kegiatan di bidang diktat pada dasamya merupakan usaha-usaha untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan, agar menghasilkan kinerja yang berhasilguna dan berdayaguna. Kegiatan-kegiatan diktat dilaksanakan sebagai upaya untuk menanggulangi kesenjangan dalam pelaksanaan tugaslpekerjaan yang disebabkan karena kekurang mampuan manusiawi, kurangnya kemampuan teknis atau kurangnya mengatasi masalah tertentu yang nantinya akan memberikan kontribusi kepada organisasi untuk mencapai tujuan.
Dalam penyelenggaraan diktat terdapat permasalahan berbpa belum diketahuinya efektifitas penyelenggaraan diktat karena tidak dilaksanakannya secara optimal sistem monitoring proses diktat kesehatan sehingga mutu penyelenggaraan diktat tidak dapat diukur.
Balai Pengembangan Ketrampilan Khusus Tenaga Kesehatan (BPKKTK) provinsi Bali sebagai salah satu institusi diktat kesehatan sangat memahami permasalahan tersebut, namun belum bisa berbuat banyak karena belum adanya sistem monitoring proses diktat yang baku yang dapat dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan diktat. Sedangkan permasalahan pada sistem monitoring yang sudah berjalan cukup banyak diantaranya belum 'dimanfaatkannya indikator yang tersedia, belum dilaksanakannya manajemen basis data dan belum dilakukan analisis terhadap data dart basil monitoring.
Dengan dikembangkannya sistem monitoring proses diktat diharapkan dapat membantu dalam penguatan manajemen penyelenggaraan diklat dan jugs dapat meningkatkan efeisiensi dan efektifitas pelaksanaan program diktat dalam pengelolaan data untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan diktat yang berkesinambungan.
Tujuan lain dikembangkannya sistem monitoring proses diktat adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi dan indikator yang menunjang monitoring proses diktat, diperolehnya informasi yang dapat memberikan prediksi untuk perencanaan diktat dan diperolehnya informasi yang dapat dijadikan rekomendasi untuk peningkatan kualitas diktat secara berkelanjutan.
Pengembangan sistem monitoring proses diklat ini mengikuti metode siklus hidup pengembangan sistem yang terbagi dalam empat tahap yaitu perencanaan, analisis sistem, perancangan sistem dan implementasi sistem.
Untuk dapat berjalan dengan balk, sistem monitoring proses diklat ini memiliki beberapa persyaratan yaitu dibutuhkan sumber daya manusia yang bisa mengoperasikari komputer dan disiplin untuk memasukan data seluruh diklat yang dilaksanakan dan mengerti tentang indikator-indikator yang digunakan dalam operasi sistem. Dan yang paling penting adalah semua pihak yang terlibat dalam pengoperasian sistem harus mengetahui dengan baik Cara kerja sistem. Untuk itu sebelum sistem dilaksanakan perlu ada sosialisasi terlebih dahulu.
Untuk mendapatkan sistem yang benar-benar dapat memenuhi kebutuhan pengguna, perlu dilakukan uji coba berulang kali dan dilakukan pemeliharaan sistem secara berkelanjutan sehingga sistem yang dibangun semakin lama akan menjadi semakin andal.

In order to reach high quality health services, then human resources development have a very important and strategic role, because a professional health services will not be existed if it is not supported by a well information and technology educated and highly morals and ethics personnel. One of many ways to obtain such proffessional human resources is by conducting training and education for health personnel.
Every activitiy in training and education section basically is an effort to improve knowledge, attitude and practices, in regard to yield a personnel with powerfull and highly skill personnel. Those activities also an effort to cover the gaps between their job function and what they should be done as a result from an incapabilities and low technical skill to solve several problems that would ended in contribution for the organization goals.
In the training and education process there is several problems such as we dont know how effective and eficient this training and educational process is. This problems was caused by the monitoring.of the training and education process activity is not yet done optimally, so the quality of the training and education process cannot be measured.
Development of Health Personnel Skill Instutition (Balai Pengembangan Keterampilan Khusus Tenaga Kesehatan) In Bali province is one of the health institution that aware of those problems, however they can not do much more to solve it, because there is no standardized systems for monitoring on training and education process that can be used as a manual in order to run a training and education activities.
Existing indicators that not used in monitoring activities, the development of database management system, and the analizing of the data is not yet done are several known problems in monitoring on training and education activities.
With the development of this monitoring on training and education process system is expected to strengthen on management in training and education also improve eficient and effectiveness in the activities on data management of training and education process to gain a high quality and continuity training and education process.
Another goal on this system development is to identify the need for information and indicators that can support the monitoring activities, to predict the need for the planning on training and education process, and information for recommendation that can be used in order to improve the continuity and quality on the training and education process.
This system development on monitoring the training and education process was based in system development life cycle methods, wich divided in 4 steps activities, that is planning, system analyze, system design, and system implementation.
In order to function as it expected this system have a several requirementssuch as the need for personnel who can routinelly inputting monitoring data and can operate computers hardwares also well known about the indicators that used in this systems. And the most important thing is t socialize the systems among personnels about how the systems works so with that they will know the need of the systems.
To reach the maximum operational systems that satisfied the need of the user, trials for the systems are needed, continuity of system maintaining also needed to get a well developed and reliable systems."
Depok: Universitas Indonesia, 2006
T19064
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pulungan, Amanda Desviani
"Penelitian ini mencoba mengevaluasi penerapan konsep Corporate University di PT. X yang disebut dengan X University. Penelitian dilakukan dengan melakukan analisis core processes yang diterapkan di X University berdasarkan konsep corporate university wheel. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yakni dengan melakukan wawancara dengan perwakilan dari X University untuk memperoleh informasi mendalam mengenai penerapan konsep corporate university di PT.X . Secara garis besar dari hasil penelitian X University sudah memahami dan menerapkan konsep corporate university dengan baik.

This study tries to evaluate the application of the Corporate University in PT. X called X University. Research carried out by analyzing core processes applied at the X University based on the concept of corporate university wheel. This research is conducted using qualitative methods by doing interviews with representatives from X University to obtain in-depth information regarding the application of the corporate university’s concept in PT.X. In general, X University already understand and had applied the concept of good corporate university."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Motorola. Sun Microsystems. Charles Schwab. Toyota. These global business leaders have bred excellence through innovative executive and management development organizations that go well beyond traditional job training. Known as corporate universities, these entities are essentially strategic partners of their sponsoring companies. Often working in conjunction with traditional educational institutions, they boast cream-of-the-crop faculty from the academic and business communities."
New York: [American Management Association;, ], 2002
e20438273
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
New York: AMA membership Publications Division, 1986
331.259 2 WOR
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Fery Fahrizal
"Akreditasi pendidikan tenaga kesehatan adalah upaya pemerintah yang dilakukan secara sistematis. berkesinambungan. terencana dan terarah guna menetapkan strata yang menggarnbarkan mutu penyelenggaraan pendidikan tenaaga kesehatan. Secara umum, tujuan dilaksanakannya akreditasi pendidikan tenaga kesehatan adalah untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan yang berdampak menghasilkan lulusan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan (Pusdiknakes, 200 I)
Pembinaan dan pengawasanan penyelenggaraan Dari hasil analisis situasi dan analisis sistem ditemukan beberapa masalah yang ada seperti pembinaan institusi pendidikan tenaga kesehatan belum dilakukan secara kontinyu dan berdasarkan kebutuhan institusi pendidikan tenaga kesehatan, pengolahan data masih secara konvensional, keberadaan tim akreditasi provinsi yang belum jelas karena adanya KepMenkes Nomor : HK.00.06.1.03.03853 yang menyatakan Tim Akreditasi ditunjuk oleh Pusdiknakes, umpan balik yang disampaikan kepada institusi pendidikan tenaga kesehatan yang memuat aspek-aspek dari setiap komponen yang masih perlu ditingkatkan belum dijadikan bahan perencanaan pembinaan institusi pendidikan tenaga kesehatan.
Hasil dari pengembangan sistem ini, telah dibuat prototipe Sistem Informasi Akreditasi Pendiilikan 'Fenaga Kesehatan (SIAYf-K) yang diharapkan dapat dipergunakan sebagai wat evaluasi diri bagi institusi diknakes maupun untuk pembinaan kepad institusi pendidikan tenaga kesehatan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. seca effektif dan effisien.
Rekomendasi kepada Pusdiknakes terkait dengan pengembangan Sistem Informasi Akreditasi Pendidikan enaga K:esehatan : I ) Tim pelaksana akreditasi terdiri dari unsur Pusdiknakes, Organisasi Profesi tingkat pusat, Dinas Kesehatan Provinsi ditambah dengan unsur Poltekkes masing-masing provinsi ; 2) untuk rekruitmen asesor, Pusdiknakes melakukan tahapan kegiatan ulai dari penetapan kriteria calon asesor, sosialisasi pendaftara calon asesor kepada Dinas kesehatan Provinsi Organisasi Profesi dan Poltekkes, seleksi (fit and proper test), penetapan Tim Akreditasi.

Accreditation of the health manpower education is a overnment program which is carried eut systematical y, sustainable, planned and directed in order to fasten a strata representing implementation quality of the health manpower education. In general, the goals of the accreditation of the health manpower education are to improve the implementation quality of the health manpower education producing qualified graduates in accordance with the need of the health services (Pusdiknakes, 2001).
Guidance and supervision to tlie implementation of the health manpower. From the situation and system analysis, several problems were found such as the education institution construction of the health manpower is not continually carried out and not based on the need of education institution of the health manpower. Other problems found are data processing method is still conventional, the existence of the accreditation team in the province level is not clear due to KepMenkes No. HK.00.06.1.03853 stating that the Accreditation Team is appointed by Pusdiknakes. The other problem encountered is feed back to the education institution of the health manpower containing many aspects to be improve is not considered as an input for planning the assistance to the education institution of the health manpower.
The development of this the Health Manpower Education ( Sislem informasi Pendidikan Tenaga Kesehatan, SJAPTK) which is expected to be used as a self evaluation institution, as well as for a guidance to the education institution of the health manpower by Office of Health1n Southumatera Province efficiently and effectively.
Recommendation to Pusdiknakes related to the development of SIAPTK: 1) Implementation Team consists f element from Pusdiknakes, Professional Organization in the Central level, Health Office in Province level completed by the element from Poltekkes in province level; 2J related to the assessor recruitment process, Pusdiknakes carries out the activity gradually from determining assessor candidate criteria, socialization of the assessor candidate to the HealthOffice in Province level, the Professional Organizations and Peltekkes, selection (fit and proper test)."
Depok: Universitas Indonesia, 2007
T20954
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Sungkowo Mudjiamano
"ABSTRAK
Program penuntasan wajib belajar pendidikan dasar semakin lama akan semakin sulit oleh adanya latar belakang dan masalah yang bervariasi. Oleh karena itu perlu adanya alternatif perencanaan yang tepat sesuai dengan tingkat kesulitan yang dihadapi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat kesulitan yang dihadapi dalam melaksanakan wajib belajar pendidikan dasar serta mengembangkan sistem perencanaan penuntasan wajib belajar pendidikan dasar sesuai dengan tingkat kesulitannya..
Dalam penelitian ini digunakan metode Cartwright untuk menentukan tingkat kesulitan yang dihadapi dalam penuntasan wajib belajar pendidikan dasar dan menggunakan teknik analisis Delphi untuk mengembangkan model perencanaan wajib belajar pendidikan dasar yang sesuai dengan karakteristik sasaran target.
Berdasarkan hasil penelitian ini ada 14 problem yang menghambat bagi terlaksananya wajib belajar.
Dari analisis DELPHI dihasilkan : (a) analisis untuk setiap item pertanyaan, terjadi perubahan baik dalam skor rerata maupun angka penyimpangan baku selama tiga kali putaran. Hai ini merupakan indikator bahwa pengiriman kembali hasil analisis putaran sebelumnya kepada responden memiliki dampak pada pengisian kuisioner berikutnya; (b) analisis setiap responden untuk semua pertanyaan merupakan sajian pandangan dari masing-masing responden untuk seluruh item pertanyaan yang diberikan. Maka pandangan masing-masing responden diberlakukan sebagai pandangan terhadap ide model perencanaan gabungan dari atas dan dari bawah, karena responden yang dipilih adalah para pakar pendidikan dan perencanaan pendidikan.
Dari hasil evaluasi dan analisis dapat disimpulkan bahwa problem yang berupa jarak dan sekolah jauh, aspirasi pendidikan keluarga rendah, motivasi sekolah anak rendah, kehidupan keluarga siswa secara ekonomi kurang mampu, anak diperlakukan sebagai tenaga kerja, anak dipaksa untuk membantu bekerja, penduduk jarang karena tersebar tidak merata, mobilisasi dana masyarakat rendah, secara geografis daerah sulit, memiliki variabilitas tinggi dan status problem kompleks, upaya pemecahannya harus direncanakan dari bawah. Sedangkan problem yang berupa kekurangan ruang kelas dan gedung sekolah, kekurangan guru, anggaran dari Pemerintah Daerah terbatas, komunikasi dan transportasi belum lancar, memiliki variabilitas rendah dan status problem sederhana, maka upaya pemecahan problem harus direncanakan dari pusat.
Dari hasil penelitian ini disarankan agar perencanaan penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun disusun menggunakan model kombinasi antara perencanaan dari bawah dan perencanaan dari atas.
"
1997
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Perlu disadari bahwa anak berkebutuhan khusus (ABK) memerlukan pendidikan khusus di mana pada pendidikan khusus bukan berorientasi pada ketidakmampuan dan kecacatan melainkan difokuskan pada kebutuhan individu dan keamampuan yang bisa dikembangkan , sehingga dituntut proses pembelajaran yang luwes...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Nana Rahayu
"ABSTRAK
Tesis mi membahas pengembangan pendidikan melalui buku-buku pelajaran yang
digunakan pada sekolah dasar di Kyoto-shi pada zaman Meiji Tujuan dan
penelitian mi adalah untuk memberikan pengetahuan mengenam sejarah
modernisasi dalam pendidikan di Jepang yang berawal dari zaman Meiji
Penelitian im adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptmf Hasil
penelitian menjelaskan bahwa buku-buku yang digunakan pada pendidikan
sekolah dasar di Kyoto shi pada zaman Meiji dibagi menjadi tiga kelompok
pendidikan pada masa transisi pendidikan yang mengarah kepada pendidikan
Barat dan pendidikan untuk memngkatkan taraf hidup manusia Pembagian
kelompok buku-buku pelajaran tersebut berdasarkan konsep jitsugaku.

ABSTRACT
This thesis discusses the development of education through textbooks used in
primary schools in Kyoto shi in the Meiji era The objective of this thesis is to
deepen our knowledge about the history of modernization in education in Japan
which started from the Meiji era Using descriptive approach this thesis explains
that the textbooks used in primary schools in Kyoto shi in the Meiji era can be
divided into three categories the transitional era the Western education and the
education for a better life These categories are found by applying the concept of
jitsugaku on the textbooks.

"
2012
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>