Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 202459 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Meta Vyatry Anggraini
"Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah variabel bebas (DOL, DFL, aciivity dan liquidity) berpengaruh terhadap risiko sistimatis (BETA) pada periode krisis (tahun 1997-1999) dan pasca krisis (tahun 2000-2002). Penelitian dilakukan dengan menggunakan seluruh sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) selama periode 1995-2002.
Sebagai proksi risiko sistimatis digunakan variabel beta., yang diukur dengan menggunakan model pasar dan regresi time series. Beta diukur sebagai koefisien regresi, dimana variabel terikatnya adalah return saham sedangkan variabel bebasnya adalah return pasar (IHSG). Untuk menguji pengaruh variabel bebas (DOL, DFL, activity dan liquidity) terhadap risiko sistimatis (beta) digunakan data panel dengan metode pooled cross-section. Regresi dilakukan dua kali, yaitu pada periode krisis (tahun 1997-1999) dan pasca krisis (tahun 2000-2002).
Dari hasil regresi metode pooled cross-section diperoleh variabel DOL terbukti berpengaruh positif terhadap beta pada periode pasca krisis. Tapi, pada periode krisis diperoleh adanya pengaruh yang negatif antara DOL terhadap beta. Adanya perbedaan hasil antara kedua periode tersebut, disebabkan umumnya perusahaan manufaktur memiliki capital intensive yang tinggi, dimana perusahaan melakukan investasi yang besar terhadap pabrik atau mesin-mesin berat yang memerlukan biaya operasi yang besar. Sedangkan, penjualan pada lcrisis ekonomi umumnya mengalami penurunan yang relatif cukup besar akibat menurunnya daya beli masyarakat. Akibatnya, EBIT perusahaan banyak yang negatif. DFL terbukti memiliki pengaruh negatif terhadap beta pada periode pasca krisis, tapi pada periode krisis diperoleh adanya pengaruh yang tidak signifikan. Karena umumnya penxsahaan manufaktur memiliki hutang yang besar untuk membiayai operasinya (baik dalam mata uang rupiah maupun asing). Sehingga, pada saat lcrisis ekonomi banyak perusahaan yang mengalami kesulitan untuk membayar kembali hutangnya karena nilai nominal hutang menjadi tinggi akibat kenaikan kurs. Sedangkan, liquidity untuk kedua periode pengamatan terbukti tidak signifikan berpengaruh terhadap beta. Terbukti adanya pengaruh signifikan yang negatif antara activity terhadap beta hanya pada periode krisis, sedangkan pada periode pasca krisis tidak ditemukan pengaruh yang signiiikan. Ketidakefektifan perusahaan dalam mengelola aset untuk menghasilkan sales dikarenakan tingginya biaya produksi yang harus dikeluarkan akibat adanya kenaikan kurs, sedangkan daya beli masyarakat menurun. Hal ini mendorong perusahaan untuk mengurangi sales-nya agar mereka masih dapat bertahan dalam kondisi kisis ekonomi.

This research is aimed at identifying whether free variables (DOL, DFL, activity and liquidity) are influential on the systematic risk (beta) during the period of crisis (1997-1999) and post-crisis period (2000-2002). The research was conducted by using all samples of manufacturing companies registered in Jakarta Stock Exchange (JSX) from 1995 until 2002.
Beta variable is used as the proxy of systematic risk, meastued by employing market and time series regression models. Beta is measured as the coefficient of regression where the attached variable is the return shares while the free variable is the return of market. To test the free variable (DOL, DFL, activity and liquidity) on systematic risk (beta), data panel is used by applying pooled cross-section method. Regression is multiplied twice, in the crisis period (1997-1999) and post-crisis period (2000-2002).
From the result of regression of pooled cross-section method was obtained DOL variable which proved to have positive impact on beta during post crisis period. However, during the crisis, there was negative impact of DOL on beta. The cause of the difference in the results of both periods was that in general manufacturing companies had high intensity capital, in which they invested large amounts in factories or machinery - heavy machinery requires large operational costs. While sales dining economic crisis in general decreased in a relatively gig manner because of decreased purchase power of the people. Consequently, many EBIT of companies were negative. DFL proved to have a negative impact on beta during post crisis, but during the crisis the impact was not significant. As in general manufacturing companies have large debts for hnancing their operations (in rupiahs as well as foreign denominations), dining the economic crisis many companies met with difficulties to repay their debts. The nominal value of debts became high because of increase in rate of exchange. While liquidity during both periods of observation proved to have insignificant impact on beta. Activity proved to have a negative impact on beta only during the crisis period, and no signiticant impact was found during post crisis. Ineffectiveness of companies in managing their assets in order to produce sales was the results of high cost of production which in turn was caused by increased rate of exchange, while the purchase power of the people decreased. This caused companies to reduce their sales so that they may still survive under the economic crisis condition."
Depok: Universitas Indonesia, 2005
T15805
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anjar Adrias Pitaloka
"Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh right issue terhadap respon pasar yang terjadi pada emiten (perusahaan yang telah go public) pada tahun 1997-2002. Faktor-faktor yang diperkirakan mempengaruhi respon pasar adalah perbandingan saham, ukuran perusahaan_ ukuran likuiditas saham, fraksi harga, Debt to Equity Ratio (DER), umur perusahaan. dan persentase saham publik.
Untuk mencapai tujuan penelitian, peneliti mengelompokkan sampel ke dalam dua kelompok yaitu untuk emiten jasa keuangan dan emiten di luar jasa keuangan yang melakukan right issue tahun 1997-2002. Total sampel yang diperoleh sebanyak 126 emiten yang terdiri dari 54 emiten jasa keuangan dan 72 emiten di luar jasa keuangan.
Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t-test, multiple regresion, dan F.test. Regresi dilakukan dengan menetapkan Cumulative Average Abnormal Return (CAAR) pada periode long event window (pengamatan jangka panjang) yaitu pada pengamatan t = -40 sampai dengan t = +5, di mans t = 0 merupakan tanggal efektif sebagai variabel terikat dengan beberapa variabel bebas. Untuk variabel bebas terdiri dari perbandingan saham, ukuran perusahaan, ukuran likuiditas saham, fraksi harga, DER, umur perusahaan, dan persentase saham publik.
Berdasarkan penelitian ini, pengumuman right issue yang dilakukan oleh emiten di Bursa Efek Jakarta tahun 1997-2002 berpengaruh negatif dan signifikan untuk periode long event window (pengamatan jangka panjang) dan short event window (pengamatan jangka pendek). Untuk pengamatan jangka panjang pada t = -40 sampai dengan t = +5, sedangkan pengamatan jangka pendek pada t = -3 sampai dengan t = +3.

This research has been performed to analyze the impact of right issue to the market response during the period 1997-2002. Some factors predicted to be influence to market response are stock comparison, the size of the company, stock liquidity, price fraction, debt to equity ratio, age of the company, and the percentage of public share holder.
This research takes samples of 124 public companies listed in Jakarta Stock Exchange (JSX) with have clone right issue during 1997-2002. The samples separate into the two groups are total company and non-financial services public company. Hypothetical test to the samples have been performed with the t-test analysis, multiple regression, as well as F-test. Regression analysis performed with period t = -40 until t = +5 with t = 0 is effective date is stated CAAR (Cumulative Average Abnormal Return) as dependent. Variable and several variables are independent variable. The independent variables are stock comparison, the size of the company, stock liquidity, price fraction, debt to equity ratio, age of the company, and the percentage of public share holder.
According to the final research, right issues tend to give negative reaction to the market in the short event window period as well as in the long event window. Short event window period with period t = -40 until t = +5. Long event window period with period t=-3 until t=+3.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2004
T20354
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gregorius Mayar Saksono
"Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan atau pengaruh variabel rasio Total Asset Turn Over, Debt Ratio, Gross Proft Margin, Return on Asset dan variabel Asset, terhadap Premi Risiko Saham perusahaan-perusahaan dalam industri properti dan real estal di BEJ pada tahun 2001 sampai dengan 2004.
Premi Risiko Saham adalah selisih antara imbal hasil saham berisiko dengan imbal hasil instrumen investasi bebas risiko, yang dalam hal ini diwakili oleh Sertifikat Bank Indonesia (SBI), kemudian dikalikan dengan Beta. Penelitian ini menggunakan data panel yang meliputi 20 perusahaan selama empat tahun,lalu dilakukan pendugaan dengan metode Ordinary Least Square. Data penelitian diambil dari laporan keuangan perusahaan dan catatan data historis saham yang diperoleh dari Bursa Efek Jakarta, serta data SBI yang dapat diperoleh dari situs Bank Indonesia.
Hasil penelitian menyebutkan bahwa pada tingkat signifikansi (a) = 5% , diantara kelima variabel tersebut diatas hanya variabel rasio Return on Asset (ROA) dan Asset yang secara signifikan berpcngaruh terhadap besarnya Premi Risiko Saham. Selain itu, dari hasil pengujian t-test dapat disimpulkan bahwa variabel rasio ROA dan Asset berpengamh secara positif terhadap premi risiko saham, yang berarli semakin besar nilai ROA dan nilai Asset, maka semakin besar pula premi risiko Sahamnya.

This study aims to prove the relationship or effect of the Total Asset Turn Over, Debt Ratio, Gross Profit Margin, Return on Asset ratio and the asset variable against the Equity Risk Premium of companies in the Property and Real Estate Sector in Jakarta Stock Exchange in the period of year 2001 to 2004.
Equity Risk Premium is the difference between risky equity return and risk free security return, which is in this study proxied by return of Indonesian Central Bank Securities, then multiplied by beta of the equity. This study used panel data comprises 20 companies and four years period, and the data was estimated by Ordinary Least Square method. The data was taken from companies? financial reports, historical prices of the equities from the Jakarta Stock Exchange and historical rates ofthe Indonesian Central Bank Securities from the Central Bank.
The result of this study states that in the significant level of 5 %, only the ratio of Return on Asset and Asset variable have significant ejfect to the equity risk premium, among five variables. Furthermore, jrorn the t-test result, it can be concluded that the ROA ratio and Asset have positive relationship to equity risk premium. It means that the bigger the ROA ratio and Asset, the bigger the equity risk premium."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T17008
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dede Suryanto
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Business Risk. Business Risk adalah risiko ketidakpastian EBIT yang disebabkan oleh variabilitas penjualan, tingkat operating leveraged dan kondisi makro ekonomi. Pengaruh yang berasal Bari firm direpresentasikan dengan Degree of Operating Leverage (DOL) dan pengaruh makro ekonomi dan pasar secara umum direpresentasikan oleh Cyclicaliry dan Firm Size. Sedangkan Business Risk sendiri merupakan beta dari unlaveraged firm, dimana beta diperoleh dari beta saham melalui persaanaan regress Market Model. Penelitian ini menggunakan data populasi saham perusahaan-perusahaan pada sektor industri Barang Konsumsi dan Industri Manufaktur yang listing di Bursa Efek Jakarta (BET) dengan periode pengamatan tahun 1998-2002. Model yang dipergunakan merujukpada model Miswanto dan Husnan (1999). Sedangkan regresi dilakukan dengan rani cross section dengan menggunakan metode OLS (Ordinary Least Square).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis yang, diajukan penulis dapat dibuktikan, karena model yang diajukan ternyata signifikan pada taraf nyata 5 persen, baik untuk industri Barang Konsumsi maupun Industri Manufaktur. Selain itu. penelitian ini berhasil mengidentifikasi pengaruh variabel-variabel bebas tedhadap variabeI tak bebas Business Risk. Pada industri Barang Konsumsi. variabel DOL mempunyai pengaruh positif tetapi tidak signifikan. Variabel Cyclical sty mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan, Sedangkan variabel Finn Size mempunyai pengaruh positif tetapi signifikan. Pada sektor industri Manufaktur, variabel UOL mempunyai pengaruh positif dan signifikan. Variabel L'yclicaliiy mempunyai pengaruh negatif dan signifikan. Sedangkan Firm Size mempunyai pengaruh positi F tetapi tidak signi Ran.
Hal lain yang berhasil diungkap dalarn penelitian ini adalah bahwa rata-rata Business Risk pada sektor industri Barang Konsumsi ternyata tidal: herbecla dengan sektor industri Manulakttun namun Iaktor-laktor yang mcmpcngaruhi Risk antara sektor Barang Konsumsi tersebut ternyata berbeda dengan sektor industri Manufaktur.

This research was tending to analysis the factors that affecting Business Risk. Business Risk is an EBIT uncertainty risk affected by sales variability, Operating Leverage Level and Macroeconomic factors. The affect from the firm is represented with Degree of Operating Leverage (DOL), and then the macroeconomic and market in common are represented by Cyclicality and Firm Size. While Business is itself is the beta of Unleveraged Firm, where beta was obtained from beta stock through the regression equation of Markel Model. This research used the stock population data from the Consumer Goods and Manufacture industries in which listed in the Jakarta Stock Exchange with in the period of 1998 - 2002. The research model points to Miswanto and Husnan (1999) model. While the regression were done by cross sectional through OLS (Ordinary Least Square) Method.
The result shows that the proposed hypothesis can be proven. in fact, the proposed model are significant at 5%, both on Consumer Goods or Manufacture industries. In the other hand, this research were successful to identify the independent variables affecting dependent variable, Business Risk. In Consumer Goods, the DOL variable has positive impact but it is not significant. Cyclicality variable has negative impact but it is significant. While, the Firm Size has positive impact and significant. In Manufacture, the DOL variable has positive impact and significant. The Cyclicality variable has negative impact and significant. While Firm Size has negative impact and it is not significant.
The other thing that successfully revealed in this research is that averagely Business Risk in Consumer Goods industry has no difference with Manufacture industry, however the factors of Business Risk affecting between Consumer Goods industry are different with Manufacture industry."
Depok: Universitas Indonesia, 2004
T20176
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wahyudi Saptono
"Skripsi ini meneliti tentang pengaruh risiko kebangkrutan dan imbal hasil saham pada parusahaan manufaktur yang terdaftar di Burasa Efek Indonesia dari tahun 2002-2006. Penulis menggunakan Altman Z-score untuk mengidentifikansi risiko kebangkrutan dan kondisi financial distress pada suatu perusahaan. Penulis mengadopsi model penelitian
yang dikembangkan oleh Ming (2002) untuk memeriksa hubungan antara risiko kebangkrutan dan imbal hasil saham. Penelitian ini menemukan bahwa risiko kebangkrutan memiliki hubungan positif dengan imbal hasil saham, sehingga sahamsaham yang memiliki risiko kebangkrutan tinggi (Z-score rendah) akan cenderung menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi. Perusahaan yang mengalami financial distress diduga akan cenderung mengalami small firm effect karena pada kondisi tersebut harga saham perusahaan akan cenderung turun. Pada penelitian ini penulis juga menemukan bahwa risiko kebangkrutan dipengaruhi secara signifikan oleh variabel market capitalization, book-to-market, dan beta. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2005
S9719
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Prima Amanda Permatasari
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas mengenai hubungan likuiditas saham dan investasi
perusahaan. Likuiditas saham dan investasi perusahaan merupakan dua hal
penting bagi perusahaan maupun pemangku kepentingan terutama pemegang
saham. Namun, hingga saat ini masih sedikit penelitian mengenai hubungan kedua
hal tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang membahas
hubungan likuiditas saham dan investasi perusahaan, khususnya perusahaan
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Investasi perusahaan
akan menggunakan variabel pertumbuhan total aset, property, plant, and
equipment (PPE), persediaan, dan capital expenditure. Hasil penelitian
menujukkan likuiditas saham memiliki hubungan positif dengan investasi
perusahaan. Sehingga semakin likuid saham perusahaan, maka semakin besar
investasi perusahaan.

ABSTRACT
The focus of this study is the relationship of stock liquidity and Companies?
investment. Stock liquidity and investment are important things for companies
and stakeholders, especially shareholders. However, it is still a few of research
about that. This research is a quantitative study that examines the relationship of
stock liquidity and investment companies, especially manufacturing companies
listed in Indonesia Stock Exchange (IDX). Variable of Companies? investment are
growth in total assets, property, plant, and equipment (PPE), inventory, and
capital expenditure. The results showed stock liquidity has a positive relationship
with the investment company. So more liquid shares, the greater Companies?
investment"
2014
S56730
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rosita Astri Kirana
"Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh size, liquidity, financial leverage, dan profitability terhadap risiko sistematis pada perusahaan sektor non-keuangan yang tedaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2012. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan regresi data panel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pada tingkat kepercayaan 5% dan 10%, size dan profitability berpengaruh secara signifikan dan berhubungan positif terhadap risiko sistematis. Secara simultan, size, liquidity, financial leverage, dan profitability berpengaruh secara signifikan terhadap risiko sistematis.

This study aims at analyzing the effect of size, liquidity, financial leverage, and profitability on systematic risk of non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2007-2012. This research is a quantitative research by using data panel regression.
The results of this research indicate that at the 5% and 10% level of statistical significance, size and profitability significantly affect systematic risk and have positive correlation with systematic risk. Size, liquidity, financial leverage, and profitability simultaneously have significant effect on systematic risk."
Depok: Universitas Indonesia, 2014
S54518
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Loamena, Khairilman Z.
"Dalam penelitian ini diteliti dan dianalisis faktor-faktor yang diduga dapat mempengaruhi nilai Price Earnings Ratio (PER) perusahaan-perusahaan pada industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ).
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh beberapa faktor fundamental perusahaan seperti Debt to Equigz Ratio (DER), Return On Equity (ROE), Tingkat Penjualan dan Perturnbuhan Earnings Per-Share (EPS) terhadap PER, untuk itu dipakai suatu model regresi multi variat.
Pengambilan sampel berjumlah 54 perusahaan yang selalu listing di BEJ sejak tahun 2000 sampai dengan 2002. Data yang digunakan untuk setiap variabel adalah data-data tahun 2001 dan 2002, kecuali untuk menghitung variabel pertumbuhan EPS digunakan data dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2002.
Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor fundamental perusahaan yang meliputi DER, ROE, Tingkat Penjualan dan Pertumbuhan EPS secara serempak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai PER. Dan dari hasil pengujian secara parsial variabel DER, ROE dan Tingkat Penjualan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai PER, sehingga variable-variabel tersebut cukup layak digunakan sebagai alat analisa terhadap nilai PER perusahaan-perusahaan pada industri manufaktur yang terdaftar di BEJ, sedangkan variabel pertumbuhan EPS secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai PER sehingga sebaiknya faktor pertumbuhan EPS tidak digunakan sebagai alat analisa terhadap nilai PER perusahaan-perusahaan pada industri manufaktur yang terdaftar di BEJ.

In this research observed and analyzed some factors which are estimated to be able to influence Price Earnings Ratio (PER) value of the companies? at manufacturing industry registered in Jakarta Stock Exchange.
Goal of this research is to see the effect from companies' fundamental factors such as Debt to Equity Ratio (DER), Return On Equity (ROE), The Rate of Sales and The Growth of Earnings Per-Share (EPS) to PER value. Therefore it used multi variate regression model.
Sample amount 54 companies that always listing at Jakarta Stock Exchange since 2000 to 2002. Used data for each variable are data for year 2001 and 2002, except to count The Growth of EPS that used data from 2000 to 2002.
From the result of this analysis it can be concluded that companies? fundamental factors which include DER, ROE, The Rate of Sales and The Growth of EPS altogether has a significant effect on PER value. And for result inspection variabel partial DER, ROE, and The Rate of Sales individually has been a significant effect on PER value, so these variable can be used to estimate PER value, and then Growth of EPS individually has not a significant effect on PER value, so this variable can not be used to estimate PER value of companies? at manufacturing industry registered in Jakarta Stock Exchange."
Depok: Universitas Indonesia, 2005
T15792
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rudianto Prasetiadi
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah struktur modal suatu perusahaan mempengaruhi nilai perusahaan tersebut dan mengidentifikasi faktor-faktor fundamental perusahaan yang mempengaruhi struktur modal perusahaan. Penelitian dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan manufaktur yang tercatat pada Bursa Efek Jakarta periode 2005 dengan jumlah sampel sebanyak 126 perusahaan. Dari hasil pengujian hipotesis ditemukan hasil bahwa debt equity ratio terbukti secara signifikan (pada tingkat keyakinan 5%)
mempunyai hubungan positif dengan nilai perusahaan. Untuk faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal hanya faktor keuntungan yang terbukti secara signifikan (pada tingkat keyakinan 5%) mempunyai hubungan negatif dengan struktur modal perusahaan dan faktor risiko bisnis yang terbukti secara signifikan (pada tingkat keyakinan 5%) mempunyai hubungan positif dengan struktur modal perusahaan. Sedangkan faktor size dan pertumbuhan tidak terbukti secara signifikan mempunyai hubungan dengan struktur modal perusahaan. "
2007
T 23815
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>