ABSTRAK Latar belakang : C.albicans adalah jamur yang mendominasi pada infeksi saluran akar persisten yang virulensinya terjadi apabila berada pada bentuk biofilm. Penggunaan larutan irigasi herbal dengan efek samping yang lebih ringan dan efektivitas yang sama dibandingkan larutan irigasi kimia perlu dipertimbangkan. Tujuan : Untuk menganalisis kemampuan kayu secang dalam mengeleminasi biofilm C.albicans. Metode : Biofilm C.albicans dibagi menjadi lima kelompok yaitu kelompok kayu secang konsentrasi 25 , 33 , 50 , NaOCl 2,5 , kelompok biofilm tanpa perlakuan Hasil : Nilai rerata koloni biofilm C.albicans kelompok kayu secang konsentrasi 25 lebih rendah dibandingkan konsentrasi kayu secang 33 , 55 . Seluruh konsentrasi ekstrak kayu secang yang diteliti memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan NaOCl 2,5 namun lebih rendah dibandingkan kelompok biofilm tanpa perlakuan Kesimpulan : kayu secang memiliki efek antijamur terhadap biofilm C.albicans namun lebih rendah jika dibandingkan NaOCl 2,5
ABSTRACT Background C.albicans was predominant fungal species found in persisten root canal infection that the virulence factors depend on the ability to form biofilms. Herbal irrigation solution with less side effect and equal efficacy to chemical irrigant need to be considered Objective To analyze the ability of secang heartwood to eliminate C.albicans biofilms. Methods C.albicans biofilms divided into five groups Group I,II,III as Secang heartwood concentration 25 ,33 , 50 Group IV as NaOCl 2,5 and Group V as C.albicans without treatment Result Mean value of biofilms of C.albicans on secang heartwood concentration 25 lower than secang heartwood concentration 33 , 55 . All concentration of secang heartwood have higher value than NaOCl 2,5 but lower than biofilm without treatment group Conclusion It was concluded that secang heartwood possessed antifungal effect against C.albicans biofilm but lower than NaOCl 2,5