Tujuan: Tujuan dari penelitian ini digunakan untuk menentukkan validitas dan reliabilitas kuesioner C-OIDP pada anak SMP dengan rentang usia 12-15 tahun di Wilayah DKI Jakarta.
Metode: Versi Bahasa dari C-OIDP dibentuk sesuai dengan pedoman proses adaptasi cross-cultural. Penelitian dilakukan pada 502 anak usia 12 - 15 tahun dari enam SMP Negeri di Jakarta yang dipilih secara acak. Tes psikometrik mencakup konsistensi internal, reliabilitas test-retest, validitas diskriminan, dan validitas konvergen.
Hasil: mean usia subyek penelitian adalah 13.3 tahun (SD ± 0.9) dan 54% subyek penelitian merupakan perempuan. Mean C-OIDP dari peserta adalah 3.49, (SD ±5.61). Konsistensi internal dan reliabilitas test-retest C-OIDP dengan nilai Chronbach’s alpha 0.72 dan intra-class correlation coefficient (ICC) 0.61. anak-anak dengan decay aktif, PUFA positif, rongga mulut tidak bersih, atau gingivitis memiliki skor C-OIDP yang lebih rendah secara signifikan (P ≤ 0.001). Dua per tiga (64.9%) dari sampel memiliki paling sedikit satu dampak oral yang berpengaruh pada performa keseharian.
Kesimpulan: C-OIDP versi Bahasa Indonesia berhasil dibuat untuk digunakan sebagai instrumen OHRQoL pada anak-anak usia 12-15 di Indonesia.
Obejctives: The aim of this study is to assess validity and reliability an Indonesian Version of C-OIDP in among 12-15 years old high-school-children in Jakarta. Method: The Indonesian version of C-OIDP was developed according to the guidelines for the cross-cultural adaptation process. The Indonesian version was tested for reliability and validity on random sample of 502, 12–15 years old school children in Jakarta. Psychometric analysis of the Indonesian Child-OIDP involved construct validity tests as well as internal and test-retest reliability. Result: Mean age of the participants was 13.3, (SD± 0.9) and 46% of the student are males, 54% are females. Crohnbach’s alpha value was 0.72. In terms of test-retest reliability, the intraclass correlation coefficient (ICC) was 0.61. Two-third (64.9%) of the sample had oral impact affecting one or more performances in the past 3 months. The mean of C-OIDP score was 3.49 (SD±5.61). The construct validity was confirmed by C-OIDP scores being significantly associated with oral health condition.The Spearman’s correlation coefficients significant (all p<0.001). Conclusion: This study indicates that the Indonesian Child-OIDP index is a valid and reliable measure to be used as an OHRQoL index among 12–15 years old children in Indonesia.