ABSTRAKPembukaan lahan merupakan salah satu permasalahan yang dialami beberapa habitat hutan tropis di Indonesia, salah satunya terletak di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung. Burung merupakan salah satu hewan yang dapat digunakan sebagai hewan indikator karena burung relative mudah dijumpai pada berbagai habitat dan mampu menempati berbagai tipe habitat dan relung. Burung memiliki tipe feeding guild yang beragam, salah satunya adalah burung insektivora. Burung insektivora dapat tergabung ke dalam sebuah kelompok pencari makan yang di dalamnya terdapat beberapa jenis berbeda atau biasa disebut mixed-species foraging flock. Metode survey burung yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode titik-hitung dan ad-libitum. Survey burung dilakukan pada tiga transek sepanjang 1 km, yang terletak pada habitat hutan dan kebun, dan melewati tiga desa: Sumberejo, Pemerihan Bawah, dan Pemerihan Atas. Sebanyak 23 kelompok burung yang ditemukan merupakan mixed-flock. Mixed-flock yang terdapat di kebunyaitu 14 kelompokdanhutan 9 kelompok. Sebanyak 14 kelompok ditemukan pada transek Sumbererjo, 2 kelompok pada transek Pemerihan Bawah, dan 7 kelompok pada transek Pemerihan Atas. Terdapat asosiasi antara Cipoh jantung (Aegithina viridissima) dan Jingjing batu (Hemipus hirundinaceus) dengan nilai Xhit 87,1>Xtab 3,84 (dk=1; p < 0,05). Potensi pembentukan mixed-flock terdapat di kawasan tepi TNBBS. Komposisi tipe pengambilan pakan gleaner, sallier, probe, searcher.
ABSTRACTLand clearings is one of the problems that occur in most tropical forest habitat in Indonesia, one of them occur at Bukit Barisan National Park, Lampung. Birds considered as an environmental indicator because they are easily found and able to occupy different type of niche and habitats. Birds have diverse food preferences called as feeding guilds, one of them is insectivorous birds. Insectivorous birds from different species can banda foraging group called as mixed-species foraging flock. The methods used to survey the birds is point-count and ad-libitum method to examine birds species. We conduct birds survey on three transects along 1 km, that located in both plantation and forest and thru three village: Sumberejo, Pemerihan Bawah, and Pemerihan Atas. 23 groups of mixed-species were found during the survey. 14 of them located at plantation habitat and while the other 9 located at the forest habitat. 14 groups found in Sumberejo transect, 2 groups found in Pemerihan Bawah transect, and 7 group found in Pemerihan Atas transect. Association occured between the green Iora Aegithina viridissima and black-winged flycatcher-shrike Hemipus hirundinaceus with the value of Xcount (87,1) is greater than Xtab (3,84) (df=1; p < 0,05). Formation potential of mixed-species flocking mostly occured at the edge of BBNP. Composition of foraging guild are, gleaner, sallier, prober, and searcher.