Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus yang menerapkan studi kelayakan usaha proyek dengan menggunakan metode capital budgeting. Proyek pembangunan pembangkit listrik ini tergolong proyek kecil, dikarenakan kapasitas listrik dari pembangkit ini hanya berkisar 7 MW (megawatt). Melalui proyeksi arus kas selama 15 tahun, perhitungan nilai Internal Rate of Return, Net Present Value, dan Payback Period menunjukan bahwa proyek layak untuk dilaksanakan. Dengan menggunakan analisis sensitifitas dapat dilihat pembangunan pembangkit listrik ini cenderung sensitif pada jumlah dari kapasitas produksi listriknya, sehingga tingkat kapasitas listrik yang dihasilkan harus diperhatikan agar nilai dari proyek tetap terjaga.
This research is a case study that implements a project feasibility study with use of capital budgeting methods. Power plant project is quite small, because the electrical capacity of the plant is only about 7 MW (megawatts). Through a cash flow projection for 15 years, the calculation of the value of the Internal Rate of Return, Net Present Value, and Payback Period indicates that the project is feasible. By using sensitivity analysis can be seen in the construction of the power plant is likely to be sensitive to the amount of electricity production capacity, so that the level of electricity generated capacity must be taken to ensure that the value of the project is maintained.