Arsitektur dimulai ketika seseorang atau sekelompok manusia mempunyai suatu kebutuhan suatu naungan, yang pada saat itu tidak terdapat di alam bebas. Ketika kehidupan manusia selalu berpindah tempat, tidak jarang mereka mengalami kesulitan untuk mencari sebuah tempat di alam, yang dapat menaungi mereka dari serangan cuaca. Dari sebuah kebutuhan mendasar itulah, dunia Arsitektur mulai berkembang selaras dengan berkembangnya kebudayaan manusia.
Meskipun dunia Arsitektur dapat dikatakan dinamis, narnun pada dasarnya terdapat beberapa nilai tetap yang dapat menjadi batas pada sebuah karya Arsitektur. Sedikitnya terdapat tiga faktor utama, seperti yang diungkapkan oleh seorang Arsitek Roma, Marcus Vitruvius Polio, yaitu Utilitas, Firmitas, dan Venustas. Ketiga faktor ini, sangat membantu para arsitek untuk menilai ataupun melihat sesuatu dalam dunia arsitektur, termasuk dalam melihat sistem struktur pada sebuah karya Arsitektur.
Salah satu hal yang menarik untuk dilihat pada karya Arsitektur ialah tentang penggunaan struktur tenda. Struktur tenda telah dipakai oleh banyak orang di beberapa daerah, ketika mereka masih hidup secara nomaden. Pada masa sekarang, ketika manusia mulai hidup menetap pada suatu daerah tertentu; penggunaan struktur tenda dalam pembangunan berkurang secara drastis. Dengan pemahaman dasar teori Vitruvius inlah, kita dapat menelusuri fenomena ini, guna melihat kemungkinan- kemungkinan perkembangan struktur tenda dalam bidang arsitektur; baik dari segi Kekuatan, Fungsi dan Keindahannya.