ABSTRAK
Kebutuhan angkutan untuk daerah perumahan sebaiknya tidak menambah sumber polutan bagi lingkungan sekitamya, baik berupa polusi suara ataupun akibat gas buang. Sebagai altematif kendaraan yang bersih dari sumber polutan adalah kendaraan yang di gerakkan oleh tenaga Iistrik. Dengan daya angkut scbesar 6 orang termasuk pengemudi, Kendaraan Angkutan Listrik (KAL) yang dibuat atas kerja sama Yayasan Bapenas dan Unit Pusat Pengabclian Masyarakat - Mesin Universitas Indonesia diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai sebuah kendaraan listrik untuk angkutan didalam lingkungan.
KAL aigefakkan mengéunakan sebuah mmm listrik berdaya 3 kw, 48 v seberat 65 kg yang diletakkan ditengah kendaraan dan sebagai media penyimpan daya digunakan accu berkapasitas 12 V, 120 Ah scbanyak 4 buah yang diletakkan dibagian belakang kendaraan. Diharapkan KAL dapat mencapai kccepatan maksimum 40 km/jam dengan waktu jelajah selama 2jam.
Sebagai sebuah kendaraan, KAL tidak terlepas dari aspek-aspek sebuah kendaraan. Termasuk aspek gerakan-gerakan yang, terjadi pada suatu kendaraan pada umumnya, yaitu antara lain gerakan berguling, bounce dan pitch. Ketiga gcrakan ini lah yang paling dominan saat kendaraan melaju. Dengan distribusi berat yang tidak scperti kendaraan pada umumnya, sangat menarik untuk mcngetahui letak berbagai pusat gerakan tersebut.
Dari perhitungan, diketahui bahwa titik berat KAL terletak lebih dekat dengan sumbu roda belakang (sekitar 46,6 % panjang wheel base). Dan dengan sistim pegas yang ada sekarang temyata KAL belum dapat memenuhi kriteria kenyamanan yang diberikan oleh Maurice Olley. Pemilihan suspensi yang ada mengakibatkan sumbu gulingan yang miring dengan bagian depan yang lebih rendah. Sumbu gulingan seperi ini umumnya dimiliki oleh kendaraan penumpang.