Manik-manik adalah benda budaya hasil karya manusia yang secara umum berfungsi sebagai perhiasan. Keanekara_gaman warna, bentuk dan bahan merupakan bagian yang unik dan menarik. Manik-manik dari Plawangan adalah contoh kasus yang menjadi subyek penelitian. Selain bervariasi da-lam warna, bentuk dan bahan, pada manik-manik Plawangan terdapat bekas-bekas buat yang berlainan. Keberadaan geja_la-gejala tersebut mengundang penulis untuk mengungkapkan kemungkinan teknik buatnya. Sasaran yang hendak dicapai pada penelitian ini ada_lah mengetahui jenis-jenis bahan, bentuk, teknik buat, kemungkinan ada atau tidaknya hubungan bahan dengan bentuk dan bahan dengan ukuran. Penelitian manik-manik Plawangan dilakukan secara langsung mengamati bendanya. Setiap manik-manik dikelom_pokkan berdasarkan jenis bahannya, kemudian setiap jenis bahan tersebut dipilah lagi menurut bentuk garis keliling, profil dan ujung. Dari hasil tipologi bahan dan bentuk se_lanjutnya setiap jenis manik-manik diamati warna dan ukur_annya. Analisa jejak buat dilakukan terhadap seluruh jenis bahan melalui.pengamatan pada setiap gejala yang diduga akibat proses pembuatan. Dalam usaha ini obyek yang menjadi pengamatan adalah bagian permukaan, bentuk lubang dan dinding lubang. Khusus pada manik-manik kaca, pengamatan juga dilakukan terhadap bentuk gelembung udara dan arah garis (striasi). Dalam upaya mengetahui hubungan bahan dengan bentuk dan kemungkinan adanya hubungan antara bahan dengan ukuran dilakukan korelasi kedua unsur tersebut. Hasil pengamatan tersebut menunjukkan bahwa manik-_manik Plawangan terdiri atas 6 jenis bahan yaitu, emas, kaca, terakota, batu, kerang dan tulang dengan masing-ma_sing tipenya. Manik-manik emas terdiri atas satu tipe, kaca terdiri atas lima tipe dengan sembilan sub-tipe dan sebelas variasi, terakota terdiri atas tujuh tipe dengan dua sub-tipe, batu terdiri atas lima tipe dengan dua sub_tipe, kerang terdiri atas satu tipe dengan tiga sub-tipe, dan tulang terdiri atas satu tipe dengan dua sub-tipe. Dari hasil pengamatan terhadap jejak buat yang terdapat pa pada manik-manik Plawangan, diketahui ada sepuluh teknik buat manik-manik yaitu, teknik tempa, pelubangan langsung, tarik, tarik-tekan, tekan, pembentukan langsung, gulung, bor satu nisi, bar dua sisi dan teknik potong. Hasil ko_relasi antara bahan dengan bentuk belum menunjukkan hasil yang berarti, sedangkan korelasi antara bahan dan ukuran memberikan gambaran bahwa manik-manik yang berukuran kecil sekali (1,2 - 6,8 mm) merupakan manik-manik yang paling po_puler yaitu, terdapat pada jenis bahan emas, kaca, batu, kerang dan tulang. Jejak-jejak buat yang tertinggal pada manik-manik dapat digunakan sebagai petunjuk cara pembuatan manik-manik, balk pada manik-manik yang dibuat dari bahan alami (seperti batu, tulang dan kerang) maupun yang dibuat dari bahan olahan (seperti emas, kaca dan terakota).